Faktor-faktor yang berhubungan dengan Pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok Di SMK Teknologi Industri YPPTI Kota Bukittinggi Tahun 2016
- Penulis
- Elsa Juni Arifin
- Pembimbing
- Rini Santy; Evi Hasnita
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kesehatan Masyarakat
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 08 April 2017
Abstrak
Kawasan Tanpa Rokok (KTR) adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan, dan mempromosikan produk tembakau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan kawasan tanpa rokok di SMK Teknologi Industri YPPTI tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan desain cross sectional. data diperoleh melalui observasi, wawancara dan pembagian kuesioner kepada responden. Sampel dari penelitian ini seluruh siswa dan guru yang berada di lingkungan sekolah. Jumlah sampel sama dengan jumlah populasi sebanyak 58 sampel. Denganmenggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan dengan cara univariat dan bivariat dan menggunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa diantara 58 responden diketahui yang tidak melaksanakan kawasan tanpa rokok sebanyak 51.7% (30 orang) sedangkan yang melaksanakan kawasan tanpa rokok sebanyak 48.3% (28 responden). Dari hasil analisis terdapat adanya hubungan antara pengetahuan (p value=0.004, OR=9.941), persepsi (p value= 0.037, OR= 3.667), pengaruh teman sebaya (p value= 0.019, OR=0.235), terdapat hubungannya dengan pelaksanaan kawasan tanpa rokok. Kesimpulan penelitian adalah terdapat ada hubungan antara pengetahuan, persepsi dan pengaruh teman sebaya dengan pelaksanaan kawasan tanpa rokok, dari ketiga variabel penelitian tersebut yang memiliki tingkat hubungan tertinggi adalah variabel Pengetahuan. Saran penelitian ini meskipun responden memiliki pengetahuan tinggi tetapi masih ada responden yang kurang kesadarannya terhadap peraturan yang ada. Sebaiknya responden menyadari bahwa peraturan tersebut penting untuk sekolah dan dirinya sendiri. Abstract (EN): No Smoking (KTR) is a room or area that is otherwise prohibited from smoking activity or activities of producing, selling, advertising and promoting tobacco products. The purpose of this study was to determine the factors associated with the implementation of the smoking area in the Technological Industrial YPPTI 2016. This type of research is analytical research using cross sectional design. Data obtained through observation, interviews and the distribution of questionnaires to respondents. Samples from this study all the students and teachers in the school environment. The number of samples is equal to a total population of 58sampel. By using total sampling technique. Data analysis was performed by means of univariate and bivariate and using the chi-square test. Based on the results of this study showed that among 58 respondents, it did not endorse smoking area of 51.7% (30 people). of the results showed an association between knowledge (p value = 0.004, OR = 9.941), perception (p value = 0.037, 0R = 3,667), peer influence (p value = 0.019, OR = 0.235), there was to do with the implementation of the without cigarettes. The conclusion there is no the relationship between knowledge, perception and influence of peers with the implementation of the smoking area, and there was a significant relationship between students' perception of the implementation of the smoking area in the Technological Industrial YPPTI Bukittinggi.