Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Kesediaan Tes HIV/ Voluntary Counseling Testing (VCT) Pada Kelompok Lelaki Suka Lelaki (LSL) Di Kota Bukittinggi Tahun 2016
- Penulis
- Nidya Noveka Sari
- Pembimbing
- Harisnal; Efriza
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kesehatan Masyarakat
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 08 April 2017
Abstrak
Kota Bukittinggi memiliki 7 klinik layanan VCT dengan jumlah 10.236 kunjungan layanan VCT, dibandingkan jumlah estimasi populasi berisiko tinggi HIV yakni 29.740, berarti hanya 34.4% yang memanfaatkan layanan VCT. Pemanfaatan layanan VCT sangat penting dikalangan risiko tinggi karena mereka menjadi kelompok kunci penularan HIV/AIDS. Rekapitulasi kasus HIV berdasar faktor resiko terbanyak ditemukan di Kota Bukittinggi pada kelompok LSL 202 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Kesediaan Tes HIV/ Voluntary Counseling Testing (VCT) Pada Kelompok Lelaki Suka Lelaki (LSL) Di Kota Bukittinggi Tahun 2016. Penelitian ini bersifat analitik menggunakan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus di Kota Bukittinggi Tahun 2016. Jumlah sampel 70 orang yang diambil secara accidental sampling dengan tingkat kemaknaan 95% (α 0,05). Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian menunjukan bahwa diantara 70 responden diketahui tidak bersedia tes HIV (65.7%), pengetahuan tinggi (58.6%), persepsi negatif (54.3%), stigma negatif (58.6%). Hasil analisis hubungan pengetahuan, persepsi dan stigma dengan kesediaan tes HIV yaitu (p = 0,003 OR 5.952 dengan CI 1.757-20.167), (p = 0,005 OR 5.019 dengan CI 1.714-14.700), dan (p = 0,001 OR 6.881 dengan CI 2.29320.651). Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, persepsi serta stigma berhubungan dengan kesediaan tes HIV. Dan diharapkan kepada pihak dinas kesehatan agar dapat meningkatkan ketersediaan VCT di semua daerah serta KPA Bukittinggi dapat melakukan penjangkauan layanan kepada kelompok LSL sehingga dapat mengurangi stigma negatif. Abstract (EN): The city Bukittinggi have a 7 clinic vct services to the number of 10.236 visits vct services, compared to the amount of estimation population high risk namely 29.740 hiv, mean just 34.4 % use the service vct. The use of services vct very important among high risk because them the key of hiv / aids spreading.Recapitulation the number of hiv based risk factors most is found in the city bukittinggi in the lsl 202 cases.Research aims to understand other conditions factors that deals by a willingness hiv testing / voluntary counseling testing ( vct ) in group men like refuse ( lsl ) in kota bukittinggi 2016. Research is aimed to analytic use the design of cross sectional. This study was conducted for the month of juni-agustus in the town of bukittinggi 2016. The total sample 70 people taken as the sampling method of accidental with a 95 % significance level (α 0.05).Data analysis using chi-square test . The results of the study showed that of 70 respondents did not willing to hiv testing ( 65.7 % ) , knowledge high ( 58.6 % ) , perception negative ( 54.3 % ) , stigma negative ( 58.6 % ) .The results of the analysis relations knowledge , perception and the stigma by a willingness hiv testing which are ( p = 0,003 or 5.952 with ci 1.757-20.167 ) , ( p = 0,005 or 5.019 with ci 1.714-14.700 ) , and ( p = 0,001 or 6.881 with ci 2.293-20.651 ) . To research this can be concluded that knowledge, perception and stigma related by a willingness hiv testing and is expected to the health department to increase the availability of vct in all regional and kpa bukittinggi can do outreach services to groups MSM so as to diminish stigma negative.