Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Anak Usia 6-10 Tahun Jorong Koto Kaciak Wilayah Kerja Puskesmas Pasar Ahad Tanjung Raya Kabupaten Agam Tahun 2016
- Penulis
- Ayu Mai Sari
- Pembimbing
- Nurdin; Fitria Fatma
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kesehatan Masyarakat
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 10 April 2017
Abstrak
Diare adalah perubahan frekuensi dan konstitensi tinja. Menurut data WHO pada tahun 2013, diare merupakan penyakit kedua yang menyebabkan kematian pada anak-anak balita (bawah lima tahun). Diare sudah membunuh 760.000 anak setiap tahunnya. Sebagian besar orang diare yang meninggal dikarenakan terjadinya dehidrasi atau kehilangan cairan dalam jumlah yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sumber air bersih (SAB), jajan sembarangan dengan kejadian diare pada anak usia 6 -10 tahun di Jorong Koto Kaciak Kabupaten Agam Tahun 2016. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan desain cross sectional, yang dilakukan di Jorong Koto Kaciak Kabupaten Agam bulan September Tahun 2016 dengan 60 responden yang diambil dengan cara total sampling kemudian dianalisis secara univariat dan secara bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara 60 responden diketahui jumlah kejadian diare 20 orang (33.3%), pengetahuan rendah yang terpapar berjumlah 23 orang (38,3%), sumber air bersih yang tidak baik berjumlah 10 orang (16,7%), jajan sembarangan yang tidak baik berjumlah 16 orang (26,7%) . Hasil uji statistik hubungan kejadian diare terhadap pengetahuan didapatkan nilai p = 0,001 dengan OR = 8,037, sumber air bersih diperoleh nilai p = 0,020 dengan OR= 6,641, jajan sembarangan diperoleh nilai p = 0,010 dengan OR = 5,667. Penelitian ini dapatkan disimpulan bahwa variabel yang berhubungan dan berpeluang tinggi yaitu pengetahuan tentang kejadian diare di Jorong Koto Kaciak Kabupaten Agam Tahun 2016. Diharapkan kepada masyarakat agar lebih meningkatkan pengetahuannya tentang kejadian penyakit diare. Abstract (EN): Diarrhea is a change in stool frequency and konstitensi. According to data from the WHO in 2013, diarrheal disease is the second cause of death in children under five (under five years). Diarrhea is already killing 760,000 children each year. Most of the people who died due to the occurrence of diarrheal dehydration in large numbers. This study aims to determine the relationship between knowledge, sources of clean water (SAB), snack at random with the incidence of diarrhea in children aged 6 -10 years in Koto Jorong Kaciak Agam 2016. This research was conducted with a cross sectional design approach, conducted in Koto Jorong Kaciak Agam district in September 2016 with 60 respondents taken by total sampling then analyzed by univariate and bivariate using chi-square test. The results showed that among 60 respondents know the number of diarrhea 20 (33.3%), low knowledge that exposure was 23 people (38.3%), a clean water source that is not good about 10 people (16.7%), snack at random which is not good with 16 (26.7%). The statistical test result of diarrhea relation to the knowledge obtained by the value of p = 0.001 OR = 8.037, clean water source is obtained with p = 0,020 OR = 6.641, snack at random is obtained with p = 0,010 OR = 5.667. This research are conclusions that get related variables and a high chance that the knowledge about the incidence of diarrhea in Koto Jorong Kaciak Agam Year 2016. It is expected the community to further increase knowledge about the incidence of diarrheal diseases.