Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Lingkungan Masyarakat Dengan Pemutusan Mata Rantai Penularan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Durian Kota Sawahlunto Tahun 2016
- Penulis
- Sesti Novita Amelia
- Pembimbing
- Nurdin; Vina Novela
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2017
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kesehatan Masyarakat
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- —
- Dipublikasikan
- 08 April 2017
Abstrak
Demam berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang ditandai dengan panas (demam) dan disertai dengan pendarahan, yang disebabkan oleh virus dengue. Pada tahun 2015 jumlah kasus DBD di Kota Sawahlunto sebanyak 170 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan lingkungan masyarakat dengan pemutusan mata rantai penularan demam berdarah dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Sungai Durian Kota Sawahlunto Tahun 2016. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan desain cross sectional, dilakukan penelitian terhadap pemutusan mata rantai penularan DBD dengan menggunakan kuesioner dengan subjek penelitian berjumlah 92 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan pengambilan sampel secara simple random sampling. Adapun yang menjadi variabel independen adalah pengetahuan, sikap, lingkungan dan variabel dependen adalah pemutusan mata rantai penularan DBD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara 92 responden diketahui jumlah pemutusan mata rantai penularan DBD kurang baik 42 (45,7%) responden, pengetahuan rendah berjumlah 41 (44,6%) responden, sikap negatif berjumlah 36 (39,1%) responden, sedangkan lingkungan kurang baik berjumlah 41 (44,6%) responden. Hasil uji statistik hubungan pengetahuan terhadap pemutusan mata rantai penularan DBD didapatkan nilai p = 0,0005 dengan OR = 5,692 terhadap sikap diperoleh nilai p = 0,0005 dengan OR= 8,200, Terhadap lingkungan diperoleh nilai p = 0,0005 dengan OR = 3,452. Pada penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa pengetahuan, sikap dan lingkungan berhubungan dengan pemutusan mata rantai penularan DBD. Di harapkan kepada masyarakat setempat agar mau berperan aktif pada setiap kegiatan dalam pemutusan mata rantai DBD. Abstract (EN): Dengue hemorrhagic fever (DHF) is a contagious disease that is characterized by heat (fever) and accompanied by bleeding, caused by the dengue virus. in 2015 the number of dengue cases in Sawahlunto as many as 170 cases. This study aims to determine the relationship of knowledge, attitudes and society with the termination of the chain of transmission of dengue hemorrhagic fever (DHF) in Puskesmas Sungai Durian Sawahlunto 2016. This research was conducted with the approach of cross sectional study, conducted research on dengue transmission chain termination using a questionnaire with research subjects amounted to 92 people who met the inclusion criteria. Data analysis using chi-square test with a sampling of simple random sampling. As for the independent variable is the knowledge, attitude, environment and the dependent variable is the termination of the transmission chain DBD. The results showed that among 92 respondents note the number of the number of dengue transmission chain termination unfavorable 42 (45.7%) of respondents, low knowledge amounted to 41 (44.6%) of respondents, the negative attitude of the 36 (39.1%) of respondents, whereas unfavorable environment amounted to 41 (44.6%) of respondents. Statistical test results to the termination of the relationship of knowledge transmission chain DBD p value = 0.0005 with OR = 5.692, against the attitude that the value p = 0.0005 with OR = 8.200, environmental Against obtained value p = 0.0005 with OR = 3,452. In this study it was concluded that the knowledge, attitude and environment associated with the termination of dengue transmission chain. It is hoped that the local people to want to play an active role in every activity in the termination of the chain of dengue.