Oryza Sativa Fitriani, Khonsa' Ibtihaj Chaira · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi
Minyak atsiri merupakan metabolit sekunder yang banyak dimanfaatkan karena aktivitas biologisnya, antara lain sebagai antiinflamasi, dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi dan mengidentifikasi kandungan senyawa minyak atsiri rimpang lempuyang emprit (Zingiber amaricans Bl). Minyak atsiri diperoleh melalui destilasi air. Untuk metode karakterisasi minyak atsiri meliputi organoleptik, berat jenis, indeks bias, putaran optik, kelarutan dalam etanol, penetapan bilangan asam, dan penetapan bilangan ester. Sedangkan metode identifikasi kandungan minyak atsiri menggunakan GC-MS. Hasil karakterisasi menunjukkan minyak atsiri berwarna kuning, cairan jernih, dengan aroma khas, memiliki berat jenis 0,942 g/mL, indeks bias 1,5065, putaran optik +0,25°, larut dalam etanol, bilangan asam 5,890 mg KOH/g, dan bilangan ester 29,452 mg KOH/g. Sedangkan hasil identifikasi kandungan senyawa minyak atsiri terdapat senyawa zerumbon sebesar 8,4 %. Kesimpulannya adalah minyak atsiri rimpang lempuyang emprit sudah sesuai standar kecuali pada parameter penetapan bilangan asam, penetapan bilangan ester, dan senyawa zerumbon sebagai senyawa utama dari rimpang lempuyang emprit. Abstract (EN): Essential oils are secondary metabolites widely utilized for their biological activities, such as anti-inflammatory and antibacterial effects. This study aimed to characterize and identify the chemical constituents of essential oil extracted from lempuyang emprit rhizome (Zingiber amaricans Bl). The essential oil was extracted using the hydrodistillation method. Characterization of the essential oil included organoleptic evaluation, specific gravity, refractive index, optical rotation, solubility in ethanol, acid value, and ester value. Compound identification was performed using Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). The characterization results showed that the essential oil was a clear yellow liquid with a characteristic aroma, a specific gravity of 0.942 g/mL, refractive index of 1.5065, optical rotation of +0.25°, soluble in ethanol, acid value of 5.890 mg KOH/g, and ester value of 29.452 mg KOH/g. The GC-MS analysis identified zerumbone as the major component, with a concentration of 8.4%. In conclusion, the essential oil from Zingiber amaricans rhizome meets standard criteria, except for acid and ester values, and zerumbone was identified as the primary bioactive compound.