Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Karakterisasi Dan Identifikasi Senyawa M...
Karakterisasi Dan Identifikasi Senyawa Minyak Atsiri Rimpang Lempuyang Emprit (Zingiber Amaricans Bl) Dengan Metode GC-MS.

Oryza Sativa Fitriani, Khonsa' Ibtihaj Chaira · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Minyak atsiri merupakan metabolit sekunder yang banyak dimanfaatkan karena aktivitas biologisnya, antara lain sebagai antiinflamasi, dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi dan mengidentifikasi kandungan senyawa minyak atsiri rimpang lempuyang emprit (Zingiber amaricans Bl). Minyak atsiri diperoleh melalui destilasi air. Untuk metode karakterisasi minyak atsiri meliputi organoleptik, berat jenis, indeks bias, putaran optik, kelarutan dalam etanol, penetapan bilangan asam, dan penetapan bilangan ester. Sedangkan metode identifikasi kandungan minyak atsiri menggunakan GC-MS. Hasil karakterisasi menunjukkan minyak atsiri berwarna kuning, cairan jernih, dengan aroma khas, memiliki berat jenis 0,942 g/mL, indeks bias 1,5065, putaran optik +0,25°, larut dalam etanol, bilangan asam 5,890 mg KOH/g, dan bilangan ester 29,452 mg KOH/g. Sedangkan hasil identifikasi kandungan senyawa minyak atsiri terdapat senyawa zerumbon sebesar 8,4 %. Kesimpulannya adalah minyak atsiri rimpang lempuyang emprit sudah sesuai standar kecuali pada parameter penetapan bilangan asam, penetapan bilangan ester, dan senyawa zerumbon sebagai senyawa utama dari rimpang lempuyang emprit. Abstract (EN): Essential oils are secondary metabolites widely utilized for their biological activities, such as anti-inflammatory and antibacterial effects. This study aimed to characterize and identify the chemical constituents of essential oil extracted from lempuyang emprit rhizome (Zingiber amaricans Bl). The essential oil was extracted using the hydrodistillation method. Characterization of the essential oil included organoleptic evaluation, specific gravity, refractive index, optical rotation, solubility in ethanol, acid value, and ester value. Compound identification was performed using Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). The characterization results showed that the essential oil was a clear yellow liquid with a characteristic aroma, a specific gravity of 0.942 g/mL, refractive index of 1.5065, optical rotation of +0.25°, soluble in ethanol, acid value of 5.890 mg KOH/g, and ester value of 29.452 mg KOH/g. The GC-MS analysis identified zerumbone as the major component, with a concentration of 8.4%. In conclusion, the essential oil from Zingiber amaricans rhizome meets standard criteria, except for acid and ester values, and zerumbone was identified as the primary bioactive compound.

Skripsi 2025
Detail
“Uji Aktivitas Analgetik Kombinasi Ekstr...
“Uji Aktivitas Analgetik Kombinasi Ekstrak Etanol Rimpang Gandasuli (Hedycium Coronarium J. Koening) Dan Rimpang Kunyit ( Curcuma Longa L.) Pada Mencit Jantan Putih

Sri Gusriyani, Wetri Ansusila · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Rimpang gandasuli (Hedychium coronarium J. Koenig) dan rimpang kunyit (Curcuma longa L.) merupakan tanaman obat tradisional yang dikenal memiliki aktivitas farmakologis, salah satunya sebagai analgesik. Namun, bukti ilmiah mengenai aktivitasdan potensi sinergis dari kombinasi kedua rimpang tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitasekstrak etanol rimpang gandasuli dan rimpang kunyit, baik secara tunggal maupun kombinasi, sebagai analgesik pada mencit putih jantan (Mus musculus) dengan menggunakan metode writhing test. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental murni dengan rancangan acak lengkap, melibatkan enam kelompok perlakuan: kontrol negatif (Na CMC), kontrol positif (asam asetat), pembanding (aspirin), ekstrak rimpang gandasuli, ekstrak rimpang kunyit, dan kombinasi keduanya. Induksi nyeri dilakukan dengan injeksi asam asetat 1% secara intraperitoneal, dan respon nyeri diamati melalui jumlah geliat yang muncul selama 30 menit. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak rimpang gandasuli memiliki aktivitasanalgetik sebesar 55,90%, rimpang kunyit sebesar 4,01%, dan kombinasi ekstrak keduanya memberikan aktivitaspaling tinggi yaitu 92,10%, mendekati efek aspirin (100%). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa baik ekstrak rimpang gandasuli maupun kunyit memiliki aktivitas analgetik, namun penggunaan kombinasi keduanya menunjukkan efek sinergis yang jauh lebih signifikan dalam menurunkan respon nyeri. Kombinasi ini berpotensi dikembangkan sebagai alternatif analgesik herbal yang efektif dan aman. Abstract (EN): Ginger lily rhizome (Hedychium coronarium J. Koenig) and turmeric rhizome (Curcuma longa L.) are traditional medicinal plants known to have pharmacological activities, including analgesic effects. However, scientific data on the effectiveness and synergistic potential of combining both rhizomes are still limited. This study aimed to evaluate the analgesic effect of ethanol extracts of ginger lily and turmeric rhizomes, both individually and in combination, in male white mice (Mus musculus) using the writhing test method. A true experimental design with a completely randomized design was applied, involving six treatment groups: negative control (Na CMC), positive control (acetic acid), reference drug (aspirin), ginger lily extract, turmeric extract, and their combination. Pain was induced by intraperitoneal injection of 1% acetic acid, and the pain response was measured based on the number of writhes observed over 30 minutes. The results showed that ginger lily extract had an analgesic effectiveness of 55.90%, turmeric extract 4.01%, and the combination extract showed the highest effectiveness at 92.10%, approaching that of aspirin (100%). It can be concluded that both ginger lily and turmeric extracts exhibit analgesic activity, and their combination produces a significantly stronger synergistic effect in reducing pain response. This combination has potential to be developed as an effective and safe herbal analgesic alternative.

Skripsi 2025
Detail
Analisis Kualitatif Senyawa Metabolit Se...
Analisis Kualitatif Senyawa Metabolit Sekunder Ektrak Dan Fraksi Daun Gambir (Uncaria Gambir (W.Hunter) Roxb) Dan Uji Aktivitas Antioksidan Metode H2O2.

Harry Ade Saputra, Itdarmawati · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Radikal bebas berkontribusi dalam pembentukan penyakit degeneratif seperti kanker. Tanaman gambir (Uncaria gambir (W. Hunter) Roxb.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid dan tanin yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan senyawa metabolit sekunder serta mengevaluasi aktivitas antioksidan dari ekstrak dan fraksi daun gambir menggunakan metode H2O2. Ekstraksi dilakukan dengan pelarut etanol dan air, dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan n-heksan, etil asetat, dan air. Identifikasi senyawa dilakukan secara kualitatif melalui skrining fitokimia dan LC-HRMS, sedangkan aktivitas antioksidan dianalisis dengan metode scavenging H2O2. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak dan fraksi daun gambir mengandung flavonoid, tanin, triterpenoid, dan steroid. Fraksi n-heksan menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi berdasarkan persen inhibisi. Kesimpulannya, daun gambir memiliki potensi sebagai sumber antioksidan alami yang berpeluang dikembangkan sebagai agen preventif terhadap penyakit akibat stres oksidatif, termasuk kanker. Abstract (EN): Free radicals contribute to the development of degenerative diseases such as cancer. Gambir leaves (Uncaria gambir (W. Hunter) Roxb.) are known to contain secondary metabolites such as flavonoids and tannins, which have potential as natural antioxidants. This study aimed to analyze the content of secondary metabolite compounds and evaluate the antioxidant activity of gambir leaf extract and fractions using the H2O2 scavenging method. Extraction was performed using ethanol and water solvents, followed by fractionation with n-hexane, ethyl acetate, and water. The presence of secondary metabolites was qualitatively identified through phytochemical screening and LC-HRMS analysis, while antioxidant activity was assessed via hydrogen peroxide scavenging assay. The results showed that the extracts and fractions contained flavonoids, tannins, triterpenoids, and steroids. Among all samples, the n-hexane fraction exhibited the highest antioxidant activity based on the percentage of inhibition. Conclusion: Gambir leaves have strong potential as a source of natural antioxidants and may be developed as a preventive agent against oxidative stress-related diseases, including cancer.

Skripsi 2025
Detail
Pengaruh Pemberian Fraksi Air Daun Bacan...
Pengaruh Pemberian Fraksi Air Daun Bacang (Mangifera foetida L) terhadap Kadar Sel NK pada Tikus sebagai Imunomodulator

Sri Gusriyani, Wenti Wulandari · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Sistem imun adalah sistem yang membentuk kemampuan tubuh untuk melawan penyakit dengan menolak berbagai benda asing yang masuk ke tubuh. Salah satu komponen utamanya adalah sel Natural Killer (NK) yang berfungsi membunuh sel yang terinfeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fraksi air dari daun bacang (Mangifera foetida L) dalam meningkatkan kadar sel NK. Metode penelitian adalah eksperimen dengan pretest posttest with control group. Penelitian ini menggunakan 9 ekor tikus, yang dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kontrol, perlakuan dan pembanding. Kadar sel NK dianalisis menggunakan ELISA dari serum darah yang diambil secara plexus retroorbitalis sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok kontrol mengalami peningkatan kadar sel NK dari 12,6 menjadi 13,1 ng/ml. Kelompok perlakuan dari 11,9 menjadi 14,2 ng/ml. Sementara itu, dan kelompok stimuno dari 13,2 menjadi 22,8 ng/ml. Selanjutnya dilakukan uji simple paired T test. Hasilnya pada kelompok kontrol dan perlakuan menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,020 (p < 0,05) yang artinya ada pengaruh antara kelompok kontrol dan perlakuan, sementara itu pada kelompok kontrol dan stimuno didapatkan nilai sig sebesar 0,000 (p Abstract (EN): The immune system is responsible for enabling the body to fight diseases by rejecting various foreign substances that enter the body. One of its main components is Natural Killer (NK) cells, which function to destroy infected cells. This study aims to determine the effect of the aqueous fraction of Bacang leaves (Mangifera foetida L) on increasing NK cell levels. This research is an experimental study using a pretest-posttest with control group design. The study used 9 rats divided into three groups: control, treatment, and comparison (Stimuno). NK cell levels were analyzed using ELISA from blood serum taken via the retro-orbital plexus, both before and after treatment. The results showed: The control group experienced an increase in NK cell levels from 12.6 to 13.1 ng/ml, The treatment group (Bacang leaf fraction) increased from 11.9 to 14.2 ng/ml, The Stimuno group increased from 13.2 to 22.8 ng/ml. A paired t-test showed significant differences: Between the control and treatment groups, the p-value was 0.020 (p < 0.05), indicating a significant effect, Between the control and Stimuno groups, the p-value was 0.000 (p < 0.05), also indicating a significant effect. Conclusion: The aqueous fraction of Bacang leaves significantly affects NK cell levels, suggesting its potential as an immunomodulator.

Skripsi 2025
Detail
Pengaruh Pemberian Fraksi Etil Asetat Da...
Pengaruh Pemberian Fraksi Etil Asetat Daun Alpukat (Persea americana Mill.) Terhadap Aktivitas CD8 Sebagai Imunomodulator Pada Tikus.

Sri Gusriyani, Irma Oxa Rianca · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Cluster of differentiation-8 (CD8) merupakan marker dari sel T sitotoksik. Sel CD8 sangat penting terhadap penanganan penyakit infeksi virus, kanker/ tumor dan bakteri intraseluler, dan upaya untuk meningkatkan sistem pertahanan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian fraksi etil asetat daun alpukat (Persea americana Mill.) terhadap aktivitas sel CD8 sebagai imunomodulator pada tikus putih jantan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya peningkatan sistem imun. Daun alpukat diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tannin, saponin dan triterpenoid yang berpotensi meningkatkan sistem imun. Penelitian ini menggunakan desain true experimental dengan rancangan pre-post. Tikus dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok pembanding (Stimuno Forte), dan kelompok perlakuan (fraksi etil asetat daun alpukat) dosis 2 ml/200 gr BB yang diberikan secara oral selama 14 hari. Pengukuran kadar CD8 dilakukan dengan metode ELISA sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data menggunakan One-Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan signifikan kadar CD8 antar kelompok (p Abstract (EN): Cluster of Differentiation 8 (CD8) is a marker of cytotoxic T cells. CD8 cells play a crucial role in combating viral infections, cancer/tumors, and intracellular bacterial infections, as well as in efforts to strengthen the body’s immune system. This study aims to determine the effect of the ethyl acetate fraction of avocado leaves (Persea americana Mill.) on CD8 cell activity as an immunomodulator in male white rats. The background of this research is based on the importance of enhancing the immune system. Avocado leaves are known to contain bioactive compounds such as flavonoids, tannins, saponins, and triterpenoids, which have the potential to boost immunity. This study used a true experimental design with a pre-post design. The rats were divided into three groups: a negative control group, a comparison group (Stimuno Forte), and a treatment group (ethyl acetate fraction of avocado leaves) with a dose of 2 ml/200 g body weight, administered orally for 14 days. CD8 levels were measured using the ELISA method before and after treatment. Data analysis using One-Way ANOVA showed a significant difference in CD8 levels among the groups (p < 0.05), where the treatment group showed an increase of 20 cells/μl, comparable to the comparison group with an increase of 22.02 cells/μl. It can be concluded that the ethyl acetate fraction of avocado leaves has potential as a natural immunomodulator through the enhancement of CD8 cell activity.

Skripsi 2025
Detail
Pengaruh Ekstrak Daun Alpukat (persea am...
Pengaruh Ekstrak Daun Alpukat (persea americana Mill) Terhadap Parofil Darah Lengkap Pada Tikus Sebagai Imunomodulator.

Sri Gusriyani, Vanny Angellia · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Sistem imun merupakan mekanisme pertahanan alami tubuh yang kompleks dan esensial dalam melawan berbagai antigen, termasuk virus dan bakteri. salah satu dengan memanfaat daun alpukat (Persea americana Mill.) yang dikenal kaya akan senyawa bioaktif seperti flavonoid dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat potensi ekstrak daun alpukat sebagai imunomodulator, dengan menguji pengaruh terhadap profil darah lengkap dan menentukan dosis yang paling efektif. Penelitian eksperimental ini menggunakan 16 ekor tikus putih jantan (Rattus norvegicus) di bagi empat kelompok yaitu kontrol, dan dosis 150 mg, 300 mg, dan 600 mg per hari selama 14 hari. Pengukuran parameter meliputi kadar hemoglobin, hematokrit, eritrosit, limfosit, monosit, dan trombosit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun alpukat dapar meningkatkan kadar hematokrit, eritrosit, serta trombosit. Sebaliknya, ekstrak ini tidak menunjukkan pengaruh terhadap kadar hemoglobin, limfosit dan monosit. Secara keseluruhan, dosis ekstrak daun alpukat sebesar 150 mg/KgBB menunjukkan hasil yang paling optimal dalam meningkatkan profil darah lengkap sebagai imunomodulator. Studi ini menyimpulkan bahwa ekstrak daun alpukat berpotensi sebagai bahan alami untuk mendukung sistem imun, Abstract (EN): The immune system is a complex and essential natural defense mechanism of the body that fights against various antigens, including viruses and bacteria. However, factors such as lifestyle, nutrition, and environmental exposure can lead to a decline in immune function. Traditional medicine offers potential alternatives to enhance immune responses, one of which is the use of avocado leaves (Persea americana Mill.), known to be rich in bioactive compounds such as flavonoids and antioxidants. This study aimed to assess the potential of avocado leaf extract as an immunomodulator by evaluating its effect on the complete blood profile and determining the most effective dosage. This experimental study used 16 male white rats (Rattus norvegicus), divided into four groups: a control group and three treatment groups receiving avocado leaf extract at doses of 150 mg/kgBW, 300 mg/kgBW, and 600 mg/kgBW per day for 14 days. Measured parameters included hemoglobin, hematocrit, erythrocytes, lymphocytes, monocytes, and platelets. The results showed that administration of avocado leaf extract increased hematocrit, erythrocyte, and platelet levels. However, it did not significantly affect hemoglobin, lymphocyte, or monocyte levels. Overall, the 150 mg/kgBW dosage showed the most optimal results in improving the complete blood profile as an immunomodulator. The study concludes that avocado leaf extract has potential as a natural agent to support the immune system. However, further research is needed, particularly on acute and chronic toxicity testing, to ensure its safety for use.

Skripsi 2025
Detail
Hubungan Tingkat pengetahuan Masyarakat...
Hubungan Tingkat pengetahuan Masyarakat Dengan Ketepatan DAGUSIBU Obat di Kenagarian Ranah Sungai Magelang Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2024.

Nurhayati, Intan Ghaizani · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Di Sumatera Barat, persentase rata-rata pengetahuan keluarga dalam menentukan, memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat berada pada kategori rendah (57,53%) begitu pula dengan persentase perilaku yang masih rendah yaitu (59,38%). Melihat hal tersebut dapat dikatakan bahwa di Indonesia masih rendah pengetahuan, perilaku, dan praktik terkait obat-obatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan masyarakat dengan ketepatan dagusibu obat di Kenagarian Ranah Sungai Magelang Kabupaten Pasaman Barat. Jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif. Penelitian telah dilaksanakan bulan November tahun 2024 dengan populasi sebanyak 1068 orang serta sampel sebanyak 100 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner, analisis data meliputi univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari separuh orang memiliki pengetahuan yang kurang baik tentang DAGUSIBU obat (64%). Secara rinci, lebih dari separuh orang memiliki pengetahuan yang kurang baik tentang dapatkan obat (55%), gunakan obat (58%), simpan obat (51%) dan buang obat (65%). Lebih dari separuh orang dengan ketepatan DAGUSIBU obat yang tidak tepat yaitu sebanyak 70 orang (70%). Secara rinci, lebih dari separuh orang yang tidak tepat dalam hal gunakan obat (85%) dan simpan obat (72%). Namun, lebih dari separuh orang Kenagarian Ranah Sungai Magelang yang tepat dalam hal dapatkan obat (76%) dan buang obat (59%). Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan ketepatan masyarakat tentang DAGUSIBU obat (P-value = 0,001 dan OR 6,75). Disimpulkan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan ketepatan masyarakat Kenagarian Ranah Sungai Magelang tentang DAGUSIBU obat. Diharapkan bagi masyarakat untuk aktif bertanya kepada petugas kesehatan tentang DAGUSIBU obat serta menerapkan DAGUSIBU obat dengan tepat. Abstract (EN): In West Sumatra, the average percentage of families’ knowledge in determining, obtaining, using, storing, and disposing of medicines is categorized as low (57.53%), as is the percentage of appropriate behavior (59.38%). These figures indicate that in Indonesia, knowledge, behavior, and practice related to medication use remain inadequate. This study aimed to determine the relationship between the level of community knowledge and the accuracy of DAGUSIBU (Obtain, Use, Store, Dispose) practices in Ranah Sungai Magelang Village, West Pasaman District. This is a quantitative descriptive study using a descriptive research design. The research was conducted in November 2024, with a population of 1,068 people and a sample of 100 respondents, selected using simple random sampling. Data were collected using a questionnaire and analyzed through univariate and bivariate analysis. The results showed that more than half of the respondents had poor knowledge about DAGUSIBU practices (64%). Specifically: 55% had poor knowledge about obtaining medicines, 58% about using medicines, 51% about storing medicines, and 65% about disposing of medicines. Furthermore, 70% of respondents demonstrated inaccurate DAGUSIBU practices, with the highest inaccuracies found in: Using medicines (85%), Storing medicines (72%). However, more than half of the respondents practiced correctly in: Obtaining medicines (76%), and Disposing of medicines (59%). There was a significant relationship between knowledge level and the accuracy of DAGUSIBU practices (P-value = 0.001; OR = 6.75). Conclusion: There is a significant relationship between the community's level of knowledge and the accuracy of DAGUSIBU practices in Ranah Sungai Magelang Village. It is recommended that the community actively seek information from health workers regarding proper DAGUSIBU practices and apply them accurately.

Skripsi 2025
Detail
Korelasi Antara Tingkat Pengetahuan, Sik...
Korelasi Antara Tingkat Pengetahuan, Sikap, Dan Akses Media Sosial Terhadap Ketepatan Penggunaan Skincare Pada Mahasiswi Farmasi UFDK Bukittinggi

Rizqa Hasanah, Vania Yulia Armianti · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Skincare adalah serangkaian kegiatan yang mendukung kesehatan kulit, memperbaiki penampilan, dan memperbaiki kondisi kulit. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan, sikap, dan akses media sosial terhadap ketepatan penggunaan skincare pada mahasiswi farmasi UFDK Bukittinggi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan non probability sampling dengan metode purposive Sampling. penelitian dilaksanakan di Universitas Fort De Kock Bukittinggi. Populasi penelitian ini adalah mahasiswi angkatan 3,5,dan 7 berjumlah 523 orang. Sampel pada penelitian ini berjumlah 176 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang kemudian dianalisis menggunakan analisis chi square. Dari hasil uji bivariat didapatkan variabel yang berhubungan dengan ketepatan penggunaan skincare yaitu tingkat pengetahuan dengan nilai (p=0.023, OR=5.106) sikap dengan nilai (p=0.001, OR=3.070) dan akses media sosial dengan nilai (p=0,000,OR=16.694). Kesimpulan peneilitian ini bahwa terdapat hubungan antara Tingkat penegatahuan, sikap dan akses media sosial terhadap ketepatan penggunaan skincare pada mahasiswi farmasi UFDK Bukittinggi. Abstract (EN): Skincare refers to a series of activities that support skin health, improve appearance, and treat skin conditions. The aim of this study was to determine the relationship between knowledge level, attitude, and social media access with the accuracy of skincare usage among pharmacy students at UFDK Bukittinggi. This study used a quantitative research method with a cross-sectional design. Sampling was conducted using non-probability purposive sampling. The study was carried out at Fort De Kock University, Bukittinggi. The study population consisted of third-, fifth-, and seventh-semester female pharmacy students totaling 523 individuals. A total of 176 respondents met the inclusion criteria and were selected as the sample. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the chi-square test. Bivariate analysis showed a significant correlation between knowledge level (p = 0.023, OR = 5.106), attitude (p = 0.001, OR = 3.070), and social media access (p = 0.000, OR = 16.694) with the accuracy of skincare use. The study concludes that there is a relationship between knowledge level, attitude, and social media access and the accuracy of skincare use among pharmacy students of UFDK Bukittinggi.

Skripsi 2025
Detail
Uji Aktivitas Anti-Aging Ekstrak Etanol...
Uji Aktivitas Anti-Aging Ekstrak Etanol Beras Hitam (Oryza Sativa L.indica) Terhadap Punggung Tikus Yang Di Papar Sinar UV- A.

Sri Gusriyani, Indri Samsumardi · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Penuaan dini pada kulit banyak dipengaruhi oleh paparan sinar ultraviolet yang memicu kerusakan kolagen, penurunan elastisitas, dan kelembapan kulit. Beras hitam (Oryza sativa L. indica) diketahui kaya akan senyawa bioaktif seperti antosianin dan flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan sehingga berpotensi sebagai agen anti-aging alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol beras hitam terhadap parameter anti-aging kulit tikus putih yang dipapar sinar UV-A serta menentukan konsentrasi yang paling efektif. Ekstrak beras hitam diperoleh melalui metode maserasi dengan etanol 70%. Hewan uji dibagi menjadi beberapa kelompok perlakuan dengan konsentrasi ekstrak 10%, 20%, dan 30%, serta kontrol negatif (UV-A tanpa perlakuan) dan kontrol positif (krim Himalaya herbal). Ekstrak diaplikasikan topikal sekali sehari selama 30 hari, kemudian parameter kolagen, elastisitas, dan kelembapan kulit dianalisis menggunakan Skin Analyzer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak beras hitam mampu meningkatkan kadar kolagen kulit secara signifikan, terutama pada konsentrasi 30%, yang sebanding dengan kontrol positif. Namun, peningkatan elastisitas dan kelembapan belum menunjukkan perbedaan bermakna, kemungkinan akibat keterbatasan durasi perlakuan. Dengan demikian, ekstrak etanol beras hitam berpotensi sebagai agen anti-aging alami, dengan konsentrasi 30% memberikan efek paling optimal. Abstract (EN): Premature skin aging is largely influenced by exposure to ultraviolet (UV) radiation, which triggers collagen damage, reduced elasticity, and decreased skin moisture. Black rice (Oryza sativa L. indica) is known to be rich in bioactive compounds such as anthocyanins and flavonoids, which possess antioxidant activity and potential as natural anti-aging agents. This study aimed to evaluate the effect of ethanol extract of black rice on anti-aging skin parameters in white rats exposed to UV-A rays and to determine the most effective concentration. The black rice extract was obtained via maceration using 70% ethanol. Test animals were divided into several treatment groups with extract concentrations of 10%, 20%, and 30%, along with a negative control group (UV-A exposure without treatment) and a positive control group (Himalaya® herbal cream). The extract was topically applied once daily for 30 days. Skin collagen content, elasticity, and moisture were then analyzed using a Skin Analyzer. The results showed that black rice extract significantly increased skin collagen levels, particularly at the 30% concentration, which was comparable to the positive control. However, improvements in elasticity and moisture were not statistically significant, possibly due to the limited duration of treatment. In conclusion, ethanol extract of black rice has potential as a natural anti-aging agent, with 30% concentration showing the most optimal effect.

Skripsi 2025
Detail
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak dan Fr...
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak dan Fraksi Beras Hitam (Oryza sativa L. indica) dengan Metode DPPH

Yulia Yesti, Utari Putri Ilahi · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Beras hitam (Oryza sativa L. indica) merupakan pangan fungsional yang kaya antosianin, flavonoid, dan fenolik yang berpotensi sebagai sumber antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak dan fraksi be- ras hitam dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrihidrazil). Metode penelitian ek- sperimen dengan jenis kuantitatif dengan sampel beras hitam yang dilakukan di la- boratorium Kimia Farmasi Universitas Fort De Kock Bukitinggi pada bulan Maret sampai Agustus 2025. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan terhadap vitamin C, ekstrak, fraksi air, fraksi etil asetat dan fraksi n-heksan dengan metode DPPH, pada panjang gelombang 516 nm dengan parameter IC50. Hasil penelitian menunjukkan vitamin C sebagai pembanding memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai (IC50 11,06 ppm), ekstrak etanol menunjukkan aktivitas kategori kuat (IC50 57,60 ppm), fraksi etil asetat kategori sangat kuat (IC50 32,48 ppm), fraksi air kate- gori kuat (IC50 68,41 ppm), dan fraksi n-heksan kategori sangat lemah (IC50 1.115 ppm). Perbedaan aktivitas antar fraksi dipengaruhi oleh kandungan senyawa aktif dan sifat kepolaran pelarut yang digunakan. Kesimpulannya, beras hitam berpotensi se- bagai sumber antioksidan alami yang bermanfaat bagi kesehatan sehingga dapat dikembangkan sebagai fitofarmaka. Abstract (EN): Black rice (Oryza sativa L. indica) is a functional food rich in anthocyanins, flavonoids, and phenolics, which have potential as natural antioxidant sources. This study aimed to determine the antioxidant activity of black rice extract and its fractions using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) method. This experimental research with a quantitative approach was conducted using black rice samples at the Pharmaceutical Chemistry Laboratory of Fort De Kock University, Bukittinggi, from March to August 2025. Antioxidant activity was tested on vitamin C, ethanol extract, water fraction, ethyl acetate fraction, and n-hexane fraction using the DPPH method at a wavelength of 516 nm, with IC50 as the main parameter. The results showed that vitamin C, used as a reference, exhibited very strong antioxidant activity (IC50 = 11.06 ppm). The ethanol extract showed strong activity (IC50 = 57.60 ppm), the ethyl acetate fraction had very strong activity (IC50 = 32.48 ppm), the water fraction showed strong activity (IC50 = 68.41 ppm), and the n-hexane fraction had very weak activity (IC50 = 1,115 ppm). The differences in antioxidant activity among the fractions were influenced by the content of active compounds and the polarity of the solvents used. In conclusion, black rice has potential as a natural antioxidant source with health benefits and can be developed as a phytopharmaceutical.

Skripsi 2025
Detail
Uji Toksisitas Dan Uji Aktivitas Antikan...
Uji Toksisitas Dan Uji Aktivitas Antikanker (MCF- 7) Dari Ekstrak Dan Fraksi Kayu Bajakah (Spatholobus ferrugineus (Zoll. & Moritzi) Benth).

Nanda, Ildayani Martias · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Kanker payudara merupakan jenis kanker dengan prevalensi tertinggi pada wanita di dunia. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai agen antikanker adalah kayu bajakah Spatholobus ferrugineus (Zoll. & Moritzi) Benth yang mengandung berbagai metabolit sekunder. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas toksisitas ekstrak etanol dan fraksi-fraksi kayu bajakah terhadap larva Artemia salina serta aktivitas antikanker terhadap sel kanker payudara MCF-7. Uji toksisitas dilakukan dengan metode BSLT dan uji aktivitas antikanker dilakukan secara in vitro menggunakan metode WST-8. Hasil uji fitokimia pada ekstrak etanol dan fraksi etil asetat menunjukkan adanya senyawa aktif seperti alkaloid, tanin, flavonoid, terpenoid, steroid dan saponin. Hasil uji kadar air dan kadar abu ekstrak etanol berturut- turut didapatkan sebesar 10% dan 3,6%. Hasil uji toksisitas menunjukkan nilai LC50 dari ekstrak etanol, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksil etanol berturut-turut adalah 603 μg/mL, 684 μg/mL, 536 μg/mL dan 606 μg/mL. Berdasarkan analisis nilai LC50 semua ekstrak dan fraksi bersifat toksik. Fraksi etil asetat memiliki nilai LC50 yang paling rendah sehingga dilanjutkan pada uji sitotoksik terhadap sel kanker payudara MCF-7. Pada uji sitotoksik fraksi etil asetat mampu menghambat pertumbuhan sel kanker dengan IC50 132 μg/mL dengan kategori sitotoksik moderat atau cukup aktif. Abstract (EN): Breast cancer is the most prevalent type of cancer among women worldwide. One plant with potential as an anticancer agent is Spatholobus ferrugineus (Zoll. & Moritzi) Benth, commonly known as bajakah wood, which contains various secondary metabolites. This study aims to evaluate the toxicity activity of ethanol extract and fractions of bajakah wood against Artemia salina larvae as well as their anticancer activity against MCF-7 breast cancer cells. The toxicity test was conducted using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method, while the anticancer activity was tested in vitro using the WST-8 method. Phytochemical screening of the ethanol extract and ethyl acetate fraction revealed the presence of active compounds such as alkaloids, tannins, flavonoids, terpenoids, and saponins. The moisture content and ash content of the ethanol extract were found to be 10% and 3.6%, respectively. Toxicity test results showed LC50 values for the ethanol extract, n-hexane fraction, ethyl acetate fraction, and ethanol fraction of 603 μg/mL, 684 μg/mL, 536 μg/mL, and 606 μg/mL, respectively. Based on the LC50 values, all extracts and fractions are considered toxic. The ethyl acetate fraction had the lowest LC50 value and was therefore selected for cytotoxic testing against MCF-7 breast cancer cells. In the cytotoxicity test, the ethyl acetate fraction was able to inhibit cancer cell growth with an IC50 value of 132 μg/mL, categorized as moderately cytotoxic or moderately active.

Skripsi 2025
Detail
Uji Aktivitas Analgetik Ekstrak Etanol D...
Uji Aktivitas Analgetik Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) pada mencit Jantan Putih (Mus muculus) menggunakan Metode Writhing Test

Miming Andika, Tiara Puspita Syafna · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Nyeri merupakan suatu perasaan sensorik dan emosional yang tidak nyaman karena akibat dari jaringan yang rusak secara aktual ataupun potensial dan merupakan suatu tanda adanya gangguan-gangguan di dalam tubuh. Nyeri dapat ditangani dengan analgetik yang merupakan suatu obat yang selektif dapat mengurangi rasa sakit dengan bertindak pada sistem saraf pusat atau pada mekanisme nyeri perifer serta tanpa menyebabkan perubahan kesadaran salah satunya adalah parasetamol. Parasetamol sendiri mempunyai efek hepatotoksik. Analgesik yang berasal dari herbal cenderung tidak menimbulkan efek samping, salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai analgesik adalah daun kelor (Moringa oleifera Lam.). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas analgetik ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera Lam.) pada mencit putih jantan (Mus musculus) menggunakan metode writhing test. Hewan uji sebanyak 24 ekor dibagi menjadi enam kelompok, yaitu kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kontrol positif (asam asetat 1%), pembanding (paracetamol), serta tiga kelompok perlakuan ekstrak etanol daun kelor dengan dosis 28 mg/20 g BB, 56 mg/20 g BB, dan 112 mg/20 g BB. Parameter yang diamati berupa penurunan jumlah geliat sebagai indikator aktivitas analgetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kelor memiliki efek analgetik dengan potensi yang meningkat seiring dosis (dose-dependent), di mana dosis 112 mg/20 g BB memberikan efek tertinggi dengan daya analgetik 36,4%, mendekati aktivitas paracetamol sebesar 42,4%. Analisis statistik menggunakan uji Kruskal- Wallis menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p Abstract (EN): Pain is an unpleasant sensory and emotional experience resulting from actual or potential tissue damage and serves as a signal of disorders within the body. Pain can be managed with analgesics, which are selective drugs capable of reducing pain by acting on the central nervous system or peripheral pain mechanisms without causing changes in consciousness, one of which is paracetamol. However, paracetamol has hepatotoxic effects. Herbal-based analgesics tend to produce fewer side effects, and one potential plant used as an analgesic is Moringa oleifera Lam. (moringa) leaves. This study aimed to evaluate the analgesic activity of ethanol extract of Moringa oleifera Lam. leaves in male white mice (Mus musculus) using the writhing test method. A total of 24 animals were divided into six groups: negative control (0.5% Na CMC), positive control (1% acetic acid), reference drug (paracetamol), and three treatment groups receiving ethanol extract of moringa leaves at doses of 28 mg/20 g BW, 56 mg/20 g BW, and 112 mg/20 g BW. The parameter observed was the reduction in the number of writhes as an indicator of analgesic activity. The results showed that the ethanol extract of moringa leaves exhibited analgesic effects in a dose-dependent manner, with the 112 mg/20 g BW dose producing the highest effect at 36.4%, approaching the activity of paracetamol at 42.4%. Statistical analysis using the Kruskal-Wallis test revealed significant differences between groups (p < 0.05). The analgesic activity is presumed to be attributed to the presence of flavonoids, alkaloids, saponins, and polyphenols that can inhibit prostaglandin synthesis. This study indicates that ethanol extract of Moringa oleifera Lam. leaves has potential as a natural alternative analgesic.

Skripsi 2025
Detail