Uji Aktivitas Analgetik Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) pada mencit Jantan Putih (Mus muculus) menggunakan Metode Writhing Test
- Penulis
- Tiara Puspita Syafna
- Pembimbing
- Miming Andika
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2025
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Farmasi
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- — (Kota Padang, Sumatera Barat)
- Dipublikasikan
- 05 Februari 2026
Abstrak
Nyeri merupakan suatu perasaan sensorik dan emosional yang tidak nyaman karena akibat dari jaringan yang rusak secara aktual ataupun potensial dan merupakan suatu tanda adanya gangguan-gangguan di dalam tubuh. Nyeri dapat ditangani dengan analgetik yang merupakan suatu obat yang selektif dapat mengurangi rasa sakit dengan bertindak pada sistem saraf pusat atau pada mekanisme nyeri perifer serta tanpa menyebabkan perubahan kesadaran salah satunya adalah parasetamol. Parasetamol sendiri mempunyai efek hepatotoksik. Analgesik yang berasal dari herbal cenderung tidak menimbulkan efek samping, salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai analgesik adalah daun kelor (Moringa oleifera Lam.). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas analgetik ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera Lam.) pada mencit putih jantan (Mus musculus) menggunakan metode writhing test. Hewan uji sebanyak 24 ekor dibagi menjadi enam kelompok, yaitu kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kontrol positif (asam asetat 1%), pembanding (paracetamol), serta tiga kelompok perlakuan ekstrak etanol daun kelor dengan dosis 28 mg/20 g BB, 56 mg/20 g BB, dan 112 mg/20 g BB. Parameter yang diamati berupa penurunan jumlah geliat sebagai indikator aktivitas analgetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kelor memiliki efek analgetik dengan potensi yang meningkat seiring dosis (dose-dependent), di mana dosis 112 mg/20 g BB memberikan efek tertinggi dengan daya analgetik 36,4%, mendekati aktivitas paracetamol sebesar 42,4%. Analisis statistik menggunakan uji Kruskal- Wallis menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p Abstract (EN): Pain is an unpleasant sensory and emotional experience resulting from actual or potential tissue damage and serves as a signal of disorders within the body. Pain can be managed with analgesics, which are selective drugs capable of reducing pain by acting on the central nervous system or peripheral pain mechanisms without causing changes in consciousness, one of which is paracetamol. However, paracetamol has hepatotoxic effects. Herbal-based analgesics tend to produce fewer side effects, and one potential plant used as an analgesic is Moringa oleifera Lam. (moringa) leaves. This study aimed to evaluate the analgesic activity of ethanol extract of Moringa oleifera Lam. leaves in male white mice (Mus musculus) using the writhing test method. A total of 24 animals were divided into six groups: negative control (0.5% Na CMC), positive control (1% acetic acid), reference drug (paracetamol), and three treatment groups receiving ethanol extract of moringa leaves at doses of 28 mg/20 g BW, 56 mg/20 g BW, and 112 mg/20 g BW. The parameter observed was the reduction in the number of writhes as an indicator of analgesic activity. The results showed that the ethanol extract of moringa leaves exhibited analgesic effects in a dose-dependent manner, with the 112 mg/20 g BW dose producing the highest effect at 36.4%, approaching the activity of paracetamol at 42.4%. Statistical analysis using the Kruskal-Wallis test revealed significant differences between groups (p < 0.05). The analgesic activity is presumed to be attributed to the presence of flavonoids, alkaloids, saponins, and polyphenols that can inhibit prostaglandin synthesis. This study indicates that ethanol extract of Moringa oleifera Lam. leaves has potential as a natural alternative analgesic.