Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Penetapan Total Fenolik Fraksi Air Terhi...
Penetapan Total Fenolik Fraksi Air Terhidrolisis (HCI) Dari Beras Hitam (Oryza sativa L.indica) Dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis

Yulia Yesti, Siti Nurjannah · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Beras hitam (Oryza sativa L.indica) merupakan salah satu beras berpigmen yang kaya akan senyawa fenolik dan berpotensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan menentukan kadar total fenolik pada fraksi air hidrolisis HCl dari ekstrak etanol beras hitam. Penelitian ini dilakukan pada bulan meret-juli 2025 dilaboratorium Kimia Farmasi. sampel berasal dari Kabupaten Slamet Jawa Tengan Menggunakan. litian ini mengunakan metode Eksperimental dengan analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil ekstraksi menunjukkan rendemen 10,15%. skrining fitokimia mengidentifikasi alkaloid, flavomoit, tanin, fenolik, saponin, steroid & terpenoid. Fraksinasi menghasilkan fraksi air yang kemudian dihidrolisis dengan HCl untuk membebaskan glikon. Penetapan kadar total fenolik menggunakan metode Folin–Ciocalteu dengan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 730 nm, menggunakan asam galat sebagai standar. Hasil penelitian menunjukkan kadar fenolik total fraksi air sebesar 73,402 ± 0,173 mg GAE/g %, sedangkan fraksi etil asetat setelah hidrolisis meningkat menjadi 91,72 ± 0,420 mg GAE/g%. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar fenolik total beras hitam mengalami perubahan signifikan setelah proses hidrolisis. Uji analisa menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,006 (p < 0,05), Peningkatan ini menunjukkan bahwa proses hidrolisis HCl mampu membebaskan senyawa fenolik terikat sehingga kandungan fenolik total meningkat. temuan penelitian ini tidak hanya menambah bukti ilmiah mengenai potensi beras hitam sebagai sumber bioaktif alami, tetapi juga memberikan dasar kuat bagi pengembangannya lebih lanjut ke arah produk fitofarmaka yang terstandarisasi dan teruji secara klinis. Abstract (EN): Black rice (Oryza sativa L. indica) is a pigmented rice rich in phenolic compounds and holds potential as a natural antioxidant. This study aims to determine the total phenolic content in the HCl hydrolyzed water fraction of black rice ethanol extract. This research was conducted from March to July 2025 in the Pharmaceutical Chemistry laboratory. The samples were sourced from Slamet Regency, Central Java. This study used experimental methods with quantitative and qualitative analysis. The extraction results showed a yield of 10.15%. Phytochemical screening identified alkaloids, flavonoids, tannins, phenolics, saponins, steroids, and terpenoids. Fractionation produced an aqueous fraction, which was then hydrolyzed with HCl to release glycones. The total phenolic content was determined using the Folin–Ciocalteu method with UV-Vis spectrophotometry at a wavelength of 730 nm, using gallic acid as a standard. The results showed that the total phenolic content of the water fraction was 73.402 ± 0.173 mg GAE/g %, while that of the ethyl acetate fraction after hydrolysis increased to 91.72 ± 0.420 mg GAE/g%. The analysis results showed that the total phenolic content of black rice underwent a significant change after the hydrolysis process. The analysis test produced a significance value of 0.006 (p &lt; 0.05). This increase indicates that the HCl hydrolysis process was able to release bound phenolic compounds, thereby increasing the total phenolic content. The findings of this study not only add scientific evidence regarding the potential of black rice as a natural bioactive source, but also provide a strong basis for its further development into standardized and clinically tested phytopharmaceutical products.

Skripsi 2025
Detail
’Pengaruh Ekstrak Etanol Umbi Bawang Day...
’Pengaruh Ekstrak Etanol Umbi Bawang Dayak (Eleuthrine Bulbosa (Mill) Urb) Terhadap Derajat Histopatologi Dan Waktu Protrombin Pada Tikus Putih Jantan

Miming Andika, Siska Yulia Afni · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Prevalensi kerusakan hati di dunia menunjukkan jumlah yang penting untuk diwaspadai. Kerusakan hati dapat disebabkan oleh infeksi maupun aktifitas senyawa kimia yang masuk ke dalam tubuh dengan berbagai macam mekanisme. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh ekstrak umbi bawang dayak terhadap derajat histopatologi dan waktu protrombin pada tikus putih jantan. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan menggunakan tikus putih jantan sebanyak 24 ekor yang terbagi menjadi 6 kelompok yaitu kontrol negatif (pakan), kontrol postif (CCL4), dosis ektrak 200mg/kgBB, dosis ekstrak 400mg/kgBB, dosis ekstrak 800mg/kgBB, pembanding (Vit E). Pemberian induksi CCL4 per oral selama 5 hari yang selanjutnya akan diberikan Ekstrak Etanol Umbi Bawang Dayak (Eleuthrine Bulbosa (Mill) Urb) secara oral selama 7 hari, pengujian dilakukan pengambilan darah untuk dilakukan pemeriksaan waktu protrombin. Hasil statistik pada waktu protrombin didapatkan perbedaan secara signifikan (p Abstract (EN): The prevalence of liver damage worldwide presents a significant concern. Liver damage can be caused by infections or the activity of chemical compounds entering the body through various mechanisms. This study aims to examine the effect of Dayak onion bulb extract on the degree of histopathological changes and prothrombin time in male white rats. This was an experimental study using 24 male white rats divided into 6 groups: negative control (standard feed), positive control (CCL4), ethanol extract dose of 200 mg/kg body weight, 400 mg/kg body weight, 800 mg/kg body weight, and a comparison group (Vitamin E). CCL4 was administered orally for 5 days, followed by oral administration of ethanol extract of Dayak onion bulb (Eleuthrine bulbosa (Mill) Urb) for 7 days. Blood samples were then taken to assess prothrombin time. Statistical analysis of the prothrombin time showed significant differences (p < 0.05). Based on the liver histopathology in male white rats, the group treated with a 200 mg/kg body weight dose showed mild damage and signs of hepatocyte structure recovery. Dayak onion demonstrated a hepatoprotective effect (protecting the liver), particularly at the 200 mg/kg body weight dose.

Skripsi 2025
Detail
Analisis Bahan Kimia Obat Paraceetamol p...
Analisis Bahan Kimia Obat Paraceetamol pada Jamu Pegal Linu Yang Beredar di Bukittinggi Dengan Metode Spektrofotomometri UV-VIS

Oryza Sativa Fitriani, Siska Qhoiriah · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Jamu adalah obat tradisional Indonesia yang digunakan secara turun-temurun dengan khasiat yang dibuktikan secara empiris. Meskipun jamu di anggap alami tetapi jamu yang beredar harus memenuhi persyaratan keamanan yang mutu dan tidak boleh mengandung bahan kimia obat. Tujuan untuk mengetahui ada atau tidak nya bahan kimia obat parasetamol dan kadar parasetamol pada jamu pegal linu. Metode pengambilan sampel yaitu total sampling, sampel yang di gunakan adalah jamu pejal linu yang non BPOM dan di perdagangkan di Kota Bukittinggi. Dalam penenelitian ini menggunakan 11 sampel jamu pegal linu dengan merk yang berbeda. Metode pengujian Analisis kualitatif dilakukan dengan metode kromatografi lapis tipis (KLT) dan analisis kuantitatif dengan metode Spektro fotometri UV-Vis. Hasil penelitian yang diperoleh dengan metode KLT menun jukkan noda bercak ungu pada sampel 3,4,5,6,9,10 dan 11 jika di lihat di bawah sinar UV 245 nm dengan nilai Rf yaitu 0,887, 0,875, 0,875, 0,887, 0,875, 0,875, dan 0,875 sedangkan hasil analisis kadar parasetamol pada sampel 3, 4, 5, 6, 9, 10 dan 11 berturut-turut terdapat 52,30, 22,63, 53,29, 26,44, 24,91, 10,42 dan 9,59. Maka dapat di simpulkan bahwa dari 11 sampel yang tidak ter-registrasi BPOM pada jamu pegal linu di Kota Bukittinggi terdapat 7 sampel atau 63% yang positif mengandung bahan kimia obat parasetamol Abstract (EN): Jamu is a traditional Indonesian herbal medicine that has been used for generations and is empirically proven to have therapeutic benefits. Although jamu is often perceived as natural, products circulating on the market must comply with safety and quality standards and are strictly prohibited from containing synthetic medicinal substances. This study aimed to determine the presence and quantify the levels of paracetamol in jamu pegal linu marketed in Bukittinggi City. A total sampling method was employed, with 11 jamu pegal linu products of different brands that were not registered with the Indonesian National Agency of Drug and Food Control (BPOM) and were commercially available in Bukittinggi. Qualitative analysis was conducted using Thin Layer Chromatography (TLC), while quantitative analysis was performed using UV-Vis spectrophotometry. TLC results showed purple spots in samples 3, 4, 5, 6, 9, 10, and 11 when observed under UV light at 245 nm, with Rf values of 0.887, 0.875, 0.875, 0.887, 0.875, 0.875, and 0.875, respectively. Quantitative analysis revealed paracetamol concentrations in those samples of 52.30, 22.63, 53.29, 26.44, 24.91, 10.42, and 9.59 mg, respectively. The findings indicate that out of 11 non-BPOM registered jamu pegal linu samples analyzed, 7 samples (63%) tested positive for the presence of paracetamol. These results highlight the need for stricter monitoring and regulation of traditional herbal medicines to ensure consumer safety.

Skripsi 2025
Detail
Uji Toksisitas Akut Fraksi Etanol Biji M...
Uji Toksisitas Akut Fraksi Etanol Biji Mahoni (Swietenia mahagoni (L.) Jacq) Serta Histopatologi Hepar Pada Mencit Putih Jantan.

Miming Andika, Hana Fauziah · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Biji mahoni merupakan tumbuhan yang telah digunakan sebagai obat. Uji toksisitas pada tumbuhan dilakukan untuk mengetahui nilai keamanan obat. Tujuan penelitian ini untuk menentukan nilai LD50 menggunakan metode Thomson dan Weil dan mengetahui efek toksik setelah pemberian fraksi biji mahoni melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku, berat badan, berat organ relatif, serta gambaran histopatologi hati pada mencit. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan menggunakan mencit putih jantan sebanyak 20 ekor yang terbagi menjadi 5 kelompok. Pemberian fraksi biji mahoni secara oral, kemudian diamati pada 30 menit, 4 jam, serta satu kali dalam 24 jam selama 14 hari. Hasil penelitian pada dosis tertinggi 6048 mg/kgbb menunjukkan tidak ada kematian hewan uji (LD50 >5000 mg/kg termasuk kategori tidak toksik). Hasil statistik pada perubahan berat badan dan berat organ relatif mencit (hati, ginjal, paru-paru, usus, lambung) didapatkan perbedaan secara signifikan (p0,05). Berdasarkan histopatologi hepar pada mencit putih jantan, pada perlakuan dosis 1008 mg/kgbb dan dosis 6048 mg/kgbb memperlihatkan kerusakan sedang sampai berat. Biji mahoni menunjukkan tanda toksisitas pada dosis 1008 mg/kgbb untuk itu penggunaan fraksi biji mahoni sebaiknya dibawah dosis 1008 mg/kgbb. Abstract (EN): Mahogany seeds are a plant that has been used as medicine. Toxicity testing on plants is conducted to determine the safety level of the substance. The aim of this study was to determine the LD50 value using the Thomson and Weil method and to observe the toxic effects after administration of the mahogany seed fraction through behavioral changes, body weight, relative organ weight, and liver histopathology in mice. This was an experimental study using 20 male white mice divided into 5 groups. The mahogany seed fraction was administered orally, and observations were made at 30 minutes, 4 hours, and once every 24 hours for 14 days. The results showed that at the highest dose of 6048 mg/kg body weight, no deaths occurred (LD50 >5000 mg/kg, categorized as non-toxic). Statistical analysis of changes in body weight and relative organ weights (liver, kidneys, lungs, intestines, stomach) showed significant differences (p< 0.05), while no significant difference was found in the relative heart weight (p> 0.05). Based on liver histopathology in male white mice, treatments with doses of 1008 mg/kg and 6048 mg/kg showed moderate to severe liver damage. Mahogany seeds showed signs of toxicity at a dose of 1008 mg/kg, thus it is recommended that the use of mahogany seed fractions be kept below this dose.

Skripsi 2025
Detail
Pembuatan dan Evaluasi Sediaan Serum Gel...
Pembuatan dan Evaluasi Sediaan Serum Gel Dari Sari Buah Stroberi (Fragaria x ananassa (Duchesne ex Weston) Duchesne ex Rozier) Kombinasi Sari Buah Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.).

Nola Rahmadasmi, Hafizha Salsabila · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Kebanyakan wanita mempunyai keinginan untuk mendapatkan kulit wajah yang bersih, putih, sehat dan terawat, namun banyak pula yang tidak memperhatikan jenis kulit sehingga timbul adanya permasalahan kulit wajah. Maka dari itu diperlukan pengetahuan yang cukup serta perawatan yang tepat sesuai jenis kulit. Untuk meminimalisir dampak yang terjadi maka dibuatlah produk kecantikan dari bahan alam, salah satu produk kekinian dan banyak diminati ialah serum dari bahan alam seperti stroberi (Fragaria x ananassa (Duchesne ex Weston) Duchesne ex Rozier) dan nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) dipercayai sebagai antiosidan serta antibakteri. Metode yang digunakan eksperimental dengan pengujian determinasi, preparasi, ekstraksi, pembuatan serum gel dan evaluasi mutu fisik, terdapat 13 formulasi, F0 (basis), F1, F2, F3 dan F4 (dengan sari stroberi 1%, 3%, 5%, 7%), F5, F6, F7 dan F8 (dengan sari nanas 1%, 3%, 5%, 7%) serta F9, F10, F11 dan F12 (dengan kombinasi sari stroberi dan sari nanas 3:1, 1:3, 1:1, 3:3). Evaluasi yang dilakukan meliputi pengujian organoleptis, homogenitas, viskositas, pH, daya lekat, daya sebar, pengujian stabilitas, pengujian iritasi dan pengujian hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga belas formulasi yang mengandung zat aktif memiliki karakteristik yang baik pada uji mutu fisik dan menunjukkan tidak adanya pengaruh yang signifikan (P>0,05) pada pengujian freeze and thaw dan tingkat kesukaan panelis dalam uji hedonik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan (P Abstract (EN): Natural-based cosmetics are increasingly popular in the market, offering benefits without significant side effects. Many women desire clear and healthy facial skin but often overlook their skin type, which can lead to problems such as acne and dry skin. Therefore, understanding skin types and choosing the right products is crucial. The development of serum based on natural ingredients, such as strawberry (Fragaria x ananassa (Duchesne ex Weston) Duchesne ex Rozier) and pineapple (Ananas comosus (L.) Merr.), is expected to provide an effective and safe solution for skincare, meeting the demand for natural and affordable beauty products. The method used is experimental, involving determination testing, preparation, extraction, serum gel preparation, and physical quality evaluation. There are 13 formulations: F0 (base), F1, F2, F3, and F4 (with 1%, 3%, 5%, 7% strawberry extract), F5, F6, F7, and F8 (with 1%, 3%, 5%, 7% pineapple extract), and F9, F10, F11, and F12 (with combinations of strawberry and pineapple extracts at ratios of 3:1, 1:3, 1:1, and 3:3). The evaluations conducted include organoleptic testing, homogeneity, viscosity, pH, adhesion, spreadability, stability testing, irritation testing, and hedonic testing. The results of the study show that all thirteen formulations containing active ingredients have good characteristics in physical quality tests and no significant effects (P>0.05) in the freeze and thaw testing. Panelists' preference levels in the hedonic test showed a significant difference (P

Skripsi 2025
Detail
Uji Toksisitas Akut Ekstrak Bawang Dayak...
Uji Toksisitas Akut Ekstrak Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa) Dan Histopatologi Hati Pada Mencit Putih Galur Wistar

Miming Andika, Sindi Rhamadani · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) merupakan tanaman obat tradisional yang banyak digunakan masyarakat karena kandungan metabolit sekundernya seperti flavonoid, alkaloid, dan fenolik yang diketahui memiliki berbagai aktivitas biologis, namun informasi mengenai keamanan penggunaannya masih terbatas sehingga diperlukan penelitian toksisitas untuk memastikan dosis aman penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai LD50 ekstrak bawang dayak, rentang dosis toksik, serta pengaruhnya terhadap gambaran histopatologi hati mencit putih jantan galur wistar. Uji toksisitas akut dilakukan dengan mencit yang dibagi dalam kelompok kontrol negatif (Na-CMC 0,5%) dan kelompok perlakuan dengan dosis 5 mg/kgBB, 50 mg/kgBB, 300 mg/kgBB, dan 5000 mg/kgBB, kemudian diamati gejala klinis, mortalitas, serta kondisi histopatologi hati menggunakan skoring kerusakan sel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bawang dayak memiliki LD50 < 5000 mg/kgBB sehingga tidak termasuk kategori tidak toksik, dengan hati masih normal pada dosis rendah (5 mg/kgBB), mengalami kerusakan minimal pada dosis 50 mg/kgBB, kerusakan sedang pada dosis 300 mg/kgBB berupa degenerasi dan nekrosis, serta kerusakan berat pada dosis 5000 mg/kgBB berupa degenerasi luas, nekrosis, dan infiltrasi sel radang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak bawang dayak memiliki potensi toksik pada dosis tinggi dan berpengaruh terhadap histopatologi hati mencit, sehingga penggunaannya sebagai obat herbal perlu memperhatikan batas dosis aman agar tidak menimbulkan efek toksik. Abstract (EN): Dayak onion (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) is a traditional medicinal plant widely used by the community due to its secondary metabolite content such as flavonoids, alkaloids, and phenolics, which are known to have various biological activities. However, information regarding the safety of its use is still limited, thus toxicity testing is necessary to determine the safe dosage for use. This study aimed to determine the LD50 value of the Dayak onion extract, the range of toxic doses, and its effects on the liver histopathology of male Wistar white mice. Acute toxicity testing was conducted using mice divided into a negative control group (Na-CMC 0.5%) and treatment groups with doses of 5 mg/kg body weight (BW), 50 mg/kg BW, 300 mg/kg BW, and 5000 mg/kg BW. Clinical symptoms, mortality, and liver histopathology were observed using a cell damage scoring system. The results showed that the Dayak onion extract had an LD50 of

Skripsi 2025
Detail
Uji aktivitas mikroalga (chlorella vulga...
Uji aktivitas mikroalga (chlorella vulgaris)terhadap proses penyembuhan luka sayat pada tikus putih jantan

Sri Gusriyani, Silvy Ariny · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salep Chlorella vulgaris terhadap proses penyembuhan luka sayatan tikus putih jantan berdasarkan waktu yang dibutuhkan untuk menyembuhkan luka dan perubahan mor-fologi luka dibandingkan kontrol. Penelitian in menggunakan metode maserasi dengan meng-gunakan 20 ekor tikus sebagai hewan uji yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu; 3 kelompok perlakuan (C. vulgaris salep 2%, C. vulgaris salep 3%, C. vulgaris salep 4%) dan 1 kelompok kontrol (-) (vaselin). tikus dilukai dengan gunting bedah sepanjang 2 cm. Luka diolesi salep Chlorella satu kali sehari dan diamati setiap hari dari hari ke 1 sampai hari ke 10. Hasil menunjukkan rata-rata persentase penyembuhan luka kelompok kontrol sebesar (7,35%), konsentrasi 2% sebesar (10%), di ikuti konsentrasi 3% sebesar (10%), konsentrasi 4% sebesar (12,5%) dan kelompok pembanding sebesar (10%). Semua data kuantitatif diuji secara statistik menggunakan ANOVA dan data kualitatif disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada 5 kelompok (P>0,05). Terdapat perbedaan antara kelompok perlakuan (C. vulgaris salep, 2%, C. vul-garis salep 3%, C. vulgaris salep 4%) dan kelompok kontrol. Hasilnya salep C. vulgaris berpengaruh terhadap proses penyembuhan luka sayatan tikus dibandingkan kelompok kontrol dengan kandungan ekstrak C. vulgaris 4% paling baik untuk menyembuhkan luka dengan cepat. Abstract (EN): This study aims to determine the effect of Chlorella vulgaris ointment on the healing process of incision wounds in male white rats, based on the time required for wound healing and morphological changes compared to the control. The research used the maceration method and involved 20 rats, which were divided into 5 groups: treatment groups (Chlorella vulgaris ointment at 2%, 3%, and 4% concentrations), one negative control group (vaseline), and a comparison group (povidone iodine). The rats were given a 2 cm incision using surgical scissors. The wounds were treated with Chlorella vulgaris ointment once daily and observed daily from day 1 to day 10. The results showed the average wound healing percentages as follows: Control group: 29.02% 2% concentration: 36.67% 3% concentration: 35.38% 4% concentration: 48.09% Comparison group (povidone iodine): 37.07% Quantitative data were statistically analyzed using ANOVA, while qualitative data were presented descriptively. The results indicated a significant difference among the 5 groups (P < 0.05). There was a clear difference between the treatment groups (Chlorella vulgaris ointment 2%, 3%, and 4%) and the control group. Duncan's post hoc test showed that the 4% Chlorella vulgaris extract ointment had an effectiveness comparable to povidone iodine in accelerating the healing of incision wounds and showed a significant difference compared to the negative control and other concentrations. The study concluded that Chlorella vulgaris ointment has a positive effect on wound healing in rats, with the 4% concentration being the most effective for promoting rapid healing.

Skripsi 2025
Detail
Pembuatan Dan Evaluasi Sediaan Gel Sari...
Pembuatan Dan Evaluasi Sediaan Gel Sari Buah Stroberi Fragaria X Ananassa (Duchesne Ex Weston) Duchesne Ex Rozier Kombinasi Nanas Ananas Comosus (L.) Merr. Sebagai Facial Wash.

Nola Rahmadasmi, Fufut Andria Turohmi H · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Kulit wajah merupakan bagian tubuh yang sangat rentan terhadap gangguan seperti jerawat yang dapat disebabkan oleh kotoran, minyak berlebih, serta paparan radikal bebas. Maka dari itu perlu menjaga kebersihan wajah dengan mencuci wajah secara teratur, salah satu upaya menjaga kebersihan dan kesehatan kulit wajah adalah dengan menggunakan produk pembersih wajah seperti facial wash dari bahan alam sari buah stroberi (Fragaria x ananassa) kombinasi sari buah nanas (Ananas comosus (L.)) Merr. Stroberi mengandung senyawa antioksidan dan antiinflamasi seperti vitamin C dan antosianin yang dapat mengurangi peradangan dan membantu mempercepat penyembuhan jerawat. Nanas mengandung enzim bromelain dan asam organik yang berperan sebagai eksfoliator alami, membantu mengangkat sel kulit mati, dan mencegah timbulnya jerawat baru. Metode yang digunakan eksperimental dengan pengujian determinasi, preparasi pembuatan facial wash gel dan evaluasi mutu fisik terdapat 10 formulasi, dimana F0 (basis), F1, F2 (sari stroberi 3% dan 5%), F3 (sari nanas 5%), serta, F4,F5,F6,F7,F8 dan F9 (kombinasi sari stroberi dan sari nanas 1,4:1,4 ; 2,5:2,5 ; 3:7 ; 7:3 ; 3:3 ; dan 5:5. Evaluasi meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya busa, stabilitas (freeze and thaw), dan sentrifugasi. Hasil menunjukkan semua formula F0-F9 memenuhi syarat evaluasi sediaan. Namun, pada uji stabilitas freeze and thaw formula facial wash gel yang mengandung zat aktif sari buah stroberi mengalami perubahan warna dikarenakan sifat dari antosianin yang tidak stabil pada suhu tinggi. Berdasarkan hasil evaluasi sifat fisik sediaan gel facial wash yang memiliki stabilitas yang paling baik adalah Formula kombinasi F4 (1,5% sari buah stroberi dan 1,5% sari buah nanas) menunjukkan selama masa pengujian cenderung stabil. Abstract (EN): Facial skin is one of the most vulnerable parts of the body to disturbances such as acne, which can be caused by dirt, excess oil, and exposure to free radicals. Therefore, maintaining facial hygiene through regular cleansing is essential. One way to keep the skin clean and healthy is by using a facial cleanser product made from natural ingredients such as strawberry (Fragaria x ananassa) extract combined with pineapple (Ananas comosus (L.)) Merr. extract. Strawberries contain antioxidant and anti-inflammatory compounds such as vitamin C and anthocyanins that help reduce inflammation and accelerate acne healing. Pineapples contain the enzyme bromelain and organic acids, which act as natural exfoliants, helping to remove dead skin cells and prevent the appearance of new acne. The method used was experimental, including determination tests, facial wash gel preparation, and physical quality evaluation across 10 formulations: F0 (base), F1, F2 (3% and 5% strawberry extract), F3 (5% pineapple extract), and F4 to F9 (combinations of strawberry and pineapple extract at 1.4:1.4; 2.5:2.5; 3:7; 7:3; 3:3; and 5:5 ratios). Evaluations included organoleptic, homogeneity, pH, viscosity, spreadability, foamability, stability (freeze and thaw), and centrifugation tests. Results showed all formulas F0–F9 met the evaluation criteria. However, in the freeze and thaw stability test, the facial wash gel formulation containing active ingredients from strawberry extract experienced a change in color due to the unstable nature of anthocyanins at high temperatures. Based on the evaluation of the physical properties of the gel facial wash formulation, the one with the best stability was the combination Formula F4 (1.5% strawberry extract and 1.5% pineapple extract), which tended to remain stable throughout the testing period.

Skripsi 2025
Detail
Uji efektivitas fraksi etanol bunga rose...
Uji efektivitas fraksi etanol bunga rosella (Hibiscus sabdarrifa L.). Terhadap antihiperglikemik pada hewan mencit putih (Mus Musculus) Jantan.

Nurhayati, Sesnawati · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Pengobatan menggunakan tanaman obat tradisional menjadi alternatif karena efek samping yang lebih ringan. Banyak tanaman yang diketahui bermanfaat sebagai antidiabetes dan salah satu tanaman yang jarang diteliti secara ilmiah yaitu bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas fraksi etanol bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) sebagai antihiperglikemik pada mencit putih jantan (Mus musculus) yang diinduksi dengan sukrosa. Metode penelitian ini menggunakan metode Oral Sucrose Tolerance Test (OSTT). Uji efektivitas menggunakan hewan uji yang berjumlah 30 ekor. Penelitian ini dilakukan pada 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok I merupakan kontrol negatif (Na-CMC 1%), kelompok II kontrol positif (Acarbose), kelompok III (farksi etanol bunga rosella dosis 375 mg/kgBB), kelompok IV (fraksi etanol bunga rosella dosis 750 mg/kgBB), kelompok V (fraksi etanol bunga rosella dosis 1.500). Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji statisitik One-Way ANOVA. Berdasarkan hasil hispatologi pankreas hewan uji, menunjukkan tidak tampak kerusakan pada organ pankreas secara histologis. Pada hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi etanol bunga rosella dengan dosis 375 mg/kgBB pada menit ke 90 memberikan hasil penurunan yang cukup bagus namun tidak signifikan sebagai antidiabetes. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa fraksi etanol bunga rosella kurang efektif sebagai antidiabetetik.

Skripsi 2025
Detail