Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock
← Kembali
Analisis Bahan Kimia Obat Paraceetamol pada Jamu Pegal Linu Yang Beredar di Buki...
Buka Dokumen (Google Drive)
Skripsi 2025

Analisis Bahan Kimia Obat Paraceetamol pada Jamu Pegal Linu Yang Beredar di Bukittinggi Dengan Metode Spektrofotomometri UV-VIS

Penulis
Siska Qhoiriah
Pembimbing
Oryza Sativa Fitriani
Jenis repository
Skripsi
Tahun
2025
Fakultas
Fakultas Ilmu Kesehatan
Program studi
S1 Farmasi
Metode penelitian
—
Jenis metode
—
Variabel
—
Sumber dana
—
Lokasi/wilayah penelitian
— (Kota Bukittinggi, Sumatera Barat)
Dipublikasikan
05 Februari 2026

Abstrak

Jamu adalah obat tradisional Indonesia yang digunakan secara turun-temurun dengan khasiat yang dibuktikan secara empiris. Meskipun jamu di anggap alami tetapi jamu yang beredar harus memenuhi persyaratan keamanan yang mutu dan tidak boleh mengandung bahan kimia obat. Tujuan untuk mengetahui ada atau tidak nya bahan kimia obat parasetamol dan kadar parasetamol pada jamu pegal linu. Metode pengambilan sampel yaitu total sampling, sampel yang di gunakan adalah jamu pejal linu yang non BPOM dan di perdagangkan di Kota Bukittinggi. Dalam penenelitian ini menggunakan 11 sampel jamu pegal linu dengan merk yang berbeda. Metode pengujian Analisis kualitatif dilakukan dengan metode kromatografi lapis tipis (KLT) dan analisis kuantitatif dengan metode Spektro fotometri UV-Vis. Hasil penelitian yang diperoleh dengan metode KLT menun jukkan noda bercak ungu pada sampel 3,4,5,6,9,10 dan 11 jika di lihat di bawah sinar UV 245 nm dengan nilai Rf yaitu 0,887, 0,875, 0,875, 0,887, 0,875, 0,875, dan 0,875 sedangkan hasil analisis kadar parasetamol pada sampel 3, 4, 5, 6, 9, 10 dan 11 berturut-turut terdapat 52,30, 22,63, 53,29, 26,44, 24,91, 10,42 dan 9,59. Maka dapat di simpulkan bahwa dari 11 sampel yang tidak ter-registrasi BPOM pada jamu pegal linu di Kota Bukittinggi terdapat 7 sampel atau 63% yang positif mengandung bahan kimia obat parasetamol Abstract (EN): Jamu is a traditional Indonesian herbal medicine that has been used for generations and is empirically proven to have therapeutic benefits. Although jamu is often perceived as natural, products circulating on the market must comply with safety and quality standards and are strictly prohibited from containing synthetic medicinal substances. This study aimed to determine the presence and quantify the levels of paracetamol in jamu pegal linu marketed in Bukittinggi City. A total sampling method was employed, with 11 jamu pegal linu products of different brands that were not registered with the Indonesian National Agency of Drug and Food Control (BPOM) and were commercially available in Bukittinggi. Qualitative analysis was conducted using Thin Layer Chromatography (TLC), while quantitative analysis was performed using UV-Vis spectrophotometry. TLC results showed purple spots in samples 3, 4, 5, 6, 9, 10, and 11 when observed under UV light at 245 nm, with Rf values of 0.887, 0.875, 0.875, 0.887, 0.875, 0.875, and 0.875, respectively. Quantitative analysis revealed paracetamol concentrations in those samples of 52.30, 22.63, 53.29, 26.44, 24.91, 10.42, and 9.59 mg, respectively. The findings indicate that out of 11 non-BPOM registered jamu pegal linu samples analyzed, 7 samples (63%) tested positive for the presence of paracetamol. These results highlight the need for stricter monitoring and regulation of traditional herbal medicines to ensure consumer safety.

Kata Kunci

bahan kimia obat jamu pegal linu parasetamol spektrometri Uv-vis