Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Evaluasi Aktivitas Antikanker Secara In...
Evaluasi Aktivitas Antikanker Secara In Vitro Dari Ekstrak Pelarut Polar Daun Inggu (Ruta graveolens L.) Terhadap Sel Kanker Payudara MCF-7.

Billy Harnaldo Putra, Dellia Larassaty · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Salah satu penyakit degeneratif yang paling mematikan yaitu kanker payudara. Terapi konvensional seperti kemoterapi sering menimbulkan efek samping yang serius, sehingga diperlukan alternatif pengobatan yang lebih aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antikanker ekstrak polar daun inggu (Ruta graveolens L.) terhadap sel kanker payudara MCF-7 secara in vitro dengan pelarut metanol, aseton, dan aquades. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi. Rendemen tertinggi diperoleh dari ekstrak aquades (36%), diikuti metanol (22,5%), dan aseton (11%). Uji skrining fitokimia menunjukkan semua ekstrak mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, kumarin, terpenoid, dan steroid. Uji toksisitas dilakukan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dan uji sitotoksik menggunakan metode Mtt Assay. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak metanol memiliki nilai LC50 sebesar 8,035 μg/mL dan tergolong sangat toksik, sedangkan ekstrak aseton dan aquades menunjukkan toksisitas sedang dengan nilai LC50 masing-masing sebesar 44,36 μg/mL dan 72,175 μg/mL. Uji MTT menunjukkan bahwa ekstrak metanol memiliki nilai IC50 sebesar 42,26 μg/mL (toksik sedang), ekstrak aseton sebesar 108,60 μg/mL (toksik sedang), dan ekstrak aquades sebesar 544,31 μg/mL (tidak toksik). Dengan demikian, ekstrak metanol daun inggu menunjukkan potensi tertinggi sebagai agen antikanker terhadap sel MCF-7 dibandingkan pelarut lainnya. Abstract (EN): Breast cancer is one of the deadliest degenerative diseases worldwide. Conventional therapies such as chemotherapy often cause serious side effects, highlighting the need for safer and more effective alternative treatments. This study aimed to evaluate the in vitro anticancer activity of polar solvent extracts from rue leaves (Ruta graveolens L.) against MCF-7 breast cancer cells, using methanol, acetone, and water (aqua destillata) as extraction solvents. Extraction was performed using the maceration method. The highest extract yield was obtained with water (36%), followed by methanol (22.5%) and acetone (11%). Phytochemical screening revealed that all extracts contained alkaloids, flavonoids, tannins, coumarins, terpenoids, and steroids. Toxicity was assessed using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), and cytotoxicity was evaluated using the MTT assay. Results showed that the methanol extract had the lowest LC50 value (8.035 μg/mL), categorized as highly toxic, while acetone and water extracts showed moderate toxicity with LC50 values of 44.36 μg/mL and 72.175 μg/mL, respectively. In the MTT assay, the methanol extract also demonstrated the lowest IC50 value (42.26 μg/mL), indicating moderate cytotoxicity, followed by acetone (108.60 μg/mL, moderate) and water (544.31 μg/mL, non-toxic). These findings suggest that the methanol extract of Ruta graveolens leaves exhibits the highest potential as a natural anticancer agent against MCF-7 cells among the polar solvents tested.

Skripsi 2025
Detail
Pembuatan dan Evaluasi Sediaan Masker Ge...
Pembuatan dan Evaluasi Sediaan Masker Gel Peel Off dari Sari Buah Stroberi (Fragaria x ananassa (Duchesne ex Weston) Duchesne ex Rozier) Kombinasi Sari Buah Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.).

Nola Rahmadasmi, Dea Fadilla Rinaldi · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Secara umum iklim tropis menyebabkan orang di Indonesia cenderung memiliki jenis kulit berminyak. Minyak pada wajah dapat menyebabkan tersumbatnya pori-pori, serta debu dan kotoran yang mudah menempel di kulit sehingga menjadi beberapa masalah pada kulit. Untuk mengatasinya diperlukan perlindungan dengan penggunaan kosmetika salah satunya adalah masker gel peel off dari bahan alam seperti stroberi (Fragaria x ananassa (Duchesne ex Weston) Duchesne ex Rozier) dan nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) yang dipercaya sebagai sumber antiosidan serta antibakteri. Metode yang digunakan eksperimental dengan pengujian determinasi, preparasi, ekstraksi, pembuatan masker gel peel off dan evaluasi mutu fisik, terdapat 13 formulasi, F0 (basis), F1, F2 dan F3 (dengan sari stroberi 1%, 3%, 5%), F4, F5 dan F6 (dengan sari nanas 1%, 3%, 5%) serta f7, F8, F9, F10, F11 dan F12 (dengan kombinasi sari stroberi dan sari nanas 1:1, 3:3. 1:3, 3:1, 1:5, 5:1). Evaluasi yang dilakukan meliputi pengujian organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya lekat, daya sebar, waktu kering, pengujian stabilitas, pengujian iritasi dan pengujian hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga belas formulasi yang mengandung zat aktif memiliki karakteristik yang baik pada uji mutu fisik kecuali sediaan F12 yang tidak memenuhi persyaratan pH sediaan dan tingkat kesukaan panelis dalam uji hedonik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan (P > 0,05) terhadap sediaan masker gel peel off. Berdasarkan hasil evaluasi sifat fisik sediaan masker gel peel off yang memiliki stabilitas paling baik adalah F10 (kombinasi sari stroberi 3% dan sari nanas 1%) dan cenderung lebih disukai. Abstract (EN): In general, Indonesia’s tropical climate causes many people to have oily skin. Facial oil can clog pores, allowing dust and dirt to stick more easily to the skin, which contributes to various skin problems. To overcome this, protective cosmetic products are needed—one of which is a peel-off gel mask made from natural ingredients like strawberries (Fragaria x ananassa) and pineapples (Ananas comosus), which are known to have antioxidant and antibacterial properties. The method used was experimental, involving determination, preparation, extraction, formulation of the peel-off gel mask, and physical quality evaluation. A total of 13 formulations were created: F0: base (no active ingredients) F1–F3: with strawberry juice (1%, 3%, 5%) F4–F6: with pineapple juice (1%, 3%, 5%) F7–F12: combinations of strawberry and pineapple juice in ratios of 1:1, 3:3, 1:3, 3:1, 1:5, and 5:1 The evaluation included testing for organoleptic properties, homogeneity, pH, viscosity, adhesiveness, spreadability, drying time, stability, irritation, and hedonic (preference) testing. Results showed that all 13 formulations containing active ingredients demonstrated good physical quality characteristics—except F12, which failed to meet pH requirements. In the hedonic test, panelist preferences showed significant differences (P > 0.05) among the different gel mask formulations. Conclusion: Based on the evaluation of physical characteristics, the F10 formulation (combining 3% strawberry juice and 1% pineapple juice) had the best stability and was the most preferred by users.

Skripsi 2025
Detail
Pembuatan dan Evaluasi Sediaan Handbody...
Pembuatan dan Evaluasi Sediaan Handbody lotion Sari Buah Stroberi (Fragraria x ananassa (Duchesne ex Waston) Duchesne ex Rozier) Kombinasi Sari Lidah Buaya (Aloe vera (L.) Burm.f.)

Nola Rahmadasmi, Rangga Weno · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan mengevaluasi sediaan handbody lotion berbahan aktif sari buah stroberi (Fragaria x ananassa) dan lidah buaya (Aloe vera). Delapan formula (F0–F7) dibuat dengan variasi konsentrasi sari stroberi (0,015%–0,3%) dan lidah buaya (3%) baik secara tunggal maupun kombinasi. Evaluasi meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, daya tercuci, tipe emulsi, dan stabilitas (freeze-thaw, sentrifugasi, dan suhu ruang). Hasil menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi syarat mutu fisik yang baik. Nilai pH berada dalam rentang aman (4,5–8), daya sebar antara 5– 7 cm, dan viskositas berkisar antara 9900–9950 cPs. Semua formula menunjukkan tekstur homogen, tidak ada pemisahan fase, dan stabil secara visual. Kombinasi stroberi dan lidah buaya tidak menyebabkan perubahan warna atau aroma yang signifikan. Disimpulkan bahwa kombinasi kedua bahan aktif tersebut dapat digunakan sebagai alternatif bahan alami dalam formulasi handbody lotion yang aman, stabil, dan efektif untuk digunakan sebagai pelembab kulit. Abstract (EN): This research aimed to formulate and evaluate a handbody lotion using active ingredients from strawberry (Fragaria x ananassa) and aloe vera (Aloe vera). Eight formulations (F0–F7) were developed with varying concentrations of strawberry extract (0.015%–0.3%) and 3% aloe vera extract, both as single and combined components. Evaluation included organoleptic observation, homogeneity, pH, spreadability, viscosity, washability, emulsion type, and stability testing (freeze- thaw, centrifugation, and room temperature storage). The results indicated that all formulations met physical quality standards. pH values were in the safe range (4,5– 8), spreadability was between 5–7 cm, and viscosity ranged from 9900– 9950 cPs. All formulas were homogeneous in texture, showed no phase separation, and remained visually stable. The combination of strawberry and aloe vera did not cause significant changes in color or odor. It can be concluded that this natural combination is suitable as an effective, safe, and stable moisturizing agent in handbody lotion formulation.

Skripsi 2025
Detail
Uji Aktivitas Antidepresan Infusa Dan De...
Uji Aktivitas Antidepresan Infusa Dan Dekokta Beras Hitam (Oryza Sativa L. Indica) Dengan Metode Forced Swimming Test (FST) Pada Mencit Putih Jantan (Mus Mussculus)

Sri Gusriyani, Rahma Firanda · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Depresi merupakan gangguan psikologis yang ditandai dengan gejala seperti penurunan suasana hati, hilangnya minat terhadap aktivitas, perasaan bersalah, gangguan tidur atau pola makan, kelelahan, serta penurunan konsentrasi. Obat antidepresan juga memiliki banyak efek samping, oleh karena itu penggunaan obat herbal tradisional merupakan pilihan yang baik. Beras Hitam (Oryza Sativa L. indica) dikenal memiliki aktivitas antidepresan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antidepresan infusa dan dekokta beras hitam (Oryza Sativa L. indica) pada mencit putih jantan (Mus musculus). Penelitian menggunakan metode forced swimming test (FST). Mencit dibagi menjadi delapan kelompok perlakuan, masing-masing menerima kontrol negatif (aquadest), kontrol positif (amitriptilin), infusa beras hitam dengan konsentrasi 10%, 50% dan 100%, serta dekokta beras hitam dengan konsentrasi 10%, 50% dan 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik infusa maupun dekokta beras hitam memiliki aktivitas antidepresan dengan penurunan jumlah antidepresan mencit yang signifikan dibandingkan kontrol negatif. Untuk infusa beras hitam konsentrasi 100% dan konsentrasi 50% untuk dekokta menunjukkan aktivitas paling efektif. Kesimpulannya, beras hitam memiliki potensi sebagai sumber antidepresan alami, dengan infusa menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan dekokta pada konsentrasi tertentu. Abstract (EN): Depression is a psychological disorder characterized by symptoms such as low mood, loss of interest in activities, feelings of guilt, sleep or eating disturbances, fatigue, and reduced concentration. Antidepressant medications often come with numerous side effects, making traditional herbal remedies a favorable alternative. Black rice (Oryza sativa L. indica) is known to possess antidepressant activity. This study aimed to compare the antidepressant activity of black rice infusion and decoction in male white mice (Mus musculus). The research employed the Forced Swimming Test (FST) method. Mice were divided into eight treatment groups: negative control (aquadest), positive control (amitriptyline), black rice infusion at concentrations of 10%, 50%, and 100%, and black rice decoction at concentrations of 10%, 50%, and 100%. The results showed that both black rice infusion and decoction exhibited antidepressant activity, significantly reducing immobility time in mice compared to the negative control. The 100% concentration of black rice infusion and the 50% concentration of decoction demonstrated the most effective antidepressant activity. In conclusion, black rice has potential as a natural source of antidepressant agents, with the infusion showing higher effectiveness than the decoction at certain concentrations.

Skripsi 2025
Detail
Perbandingan Aktivitas Analgetik Infusa...
Perbandingan Aktivitas Analgetik Infusa Dan Ekstrak Etanol Rimpang Gandasuli (Hedycium coronariun J.Koening) pada Mencit Putih Jantan (Mus muculus).

Evi Hasnita, Cahaya Aisyah Adilla Sari · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Nyeri merupakan salah satu gejala klinis yang paling sering dikeluhkan dan menjadi alasan utama pasien mencari pengobatan. Penggunaan obat analgetik sintetis seperti NSAID diketahui dapat menimbulkan berbagai efek samping, sehingga pengembangan alternatif dari bahan alam menjadi penting. Gandasuli (Hedycium coronarium) dikenal memiliki aktivitas antiinflamasi dan potensial sebagai analgetik. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas analgetik infusa dan ekstrak etanol rimpang gandasuli pada mencit putih jantan (Mus musculus). Penelitian menggunakan metode writhing test dengan induksi asam asetat. Mencit dibagi menjadi tujuh kelompok perlakuan, masing-masing menerima kontrol negatif (Na-CMC 1%), infusa gandasuli dengan konsentrasi 7%, 14%, dan 28%, serta ekstrak etanol gandasuli dengan dosis 400, 800, dan 1200 mg/KgBB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik infusa maupun ekstrak etanol rimpang gandasuli memiliki aktivitas analgetik dengan penurunan jumlah geliat mencit yang signifikan dibandingkan kontrol negatif. Dosis 1200 mg/KgBB untuk ekstrak etanol dan konsentrasi 28% untuk infusa menunjukkan aktivitas paling efektif. Kesimpulannya, rimpang gandasuli memiliki potensi sebagai sumber analgetik alami, dengan ekstrak etanol menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan infusa pada dosis tertentu. Abstract (EN): Pain is one of the most common clinical symptoms and a primary reason patients seek medical treatment. The use of synthetic analgesics, such as NSAIDs, is known to cause various side effects, making the development of natural alternatives increasingly important. Gandasuli (Hedychium coronarium) is traditionally known for its anti-inflammatory properties and potential as a natural analgesic. This study aimed to compare the analgesic activity of the infusion and ethanol extract of gandasuli rhizome in male white mice (Mus musculus). The study used the writhing test method induced by acetic acid. Mice were divided into seven treatment groups, each receiving one of the following: Negative control (1% Na-CMC), Gandasuli infusion at concentrations of 7%, 14%, and 28%, Ethanol extract of gandasuli at doses of 400, 800, and 1200 mg/kg body weight. The results showed that both the infusion and ethanol extract of gandasuli rhizome exhibited significant analgesic activity, as indicated by a reduction in the number of writhes compared to the negative control. The ethanol extract at 1200 mg/kg and the infusion at 28% concentration demonstrated the most effective analgesic activity. In conclusion, gandasuli rhizome has strong potential as a natural source of analgesics, with the ethanol extract showing higher effectiveness than the infusion at equivalent doses.

Skripsi 2025
Detail
Hubungan Kejadian Drug Related Problems...
Hubungan Kejadian Drug Related Problems (DRPs) terhadap Keberhasilan Terapi Pasien Diabetes Melitus di RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi tahun 2023

Evi Hasnita, Putri Ramanda Sari · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Drug Related Problems (DRPs) merupakan suatu masalah terkait obat yang dapat mempengaruhi terapi pengobatan pasien, lebih dari 50 % peresepan obat dapat menimbulkan masalah, terutama pengobatan yang tidak rasional dan tidak terkontrol khususnya pada penderita diabetes mellitus. Diabetes melitus merupakan penyakit dimana kadar glukosa meningkat akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi DRPs pada pasien Diabetes Melitus di RSUD. Achmad mochtar Bukittinggi. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan jenis penelitian analitis, dengan pengambilan data secara retrospektif pada Maret – April 2025, melibatkan 96 orang melalui teknik strata random sampling. Data diperoleh melalui rekam medis dan data hasil uji dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil uji chi-square diperoleh tidak terdapat hubungan antara, indikasi yang tidak diobati (Pvalue = 0.601), pemilihan obat yang tidak tepat (Pvalue = 1.000), dosis subterapeutik (Pvalue = ꭤ), overdosis (Pvalue = ꭤ), dan obat tanpa indikasi (Pvalue = 1.000), interaksi obat (Pvalue = 1.000), kejadian drug related problems (DRPs) dengan keberhasilan terapi pasien diabetes mellitus (Pvalue = 0,759). Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kejadian drug related problems (DRPs) dengan keberhasilan terapi pasien diabetes mellitus. Disarankan bagi Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi untuk dapat meningkatkan pengawasan serta kualitas pelayanan terapi diabetes mellitus untuk mencegah ataupun mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan akibat kejadian DRPs terhadap keberhasilan terapi pasien diabetes mellitus. Abstract (EN): Drug Related Problems (DRPs) is a drug-related problem that can affect patient treatment therapy, more than 50% of drug prescriptions can cause problems, especially irrational and uncontrolled treatment, especially in patients with diabetes mellitus. Diabetes mellitus is a disease in which glucose levels increase due to impaired insulin secretion or action. This study aims to identify DRPs in Diabetes Mellitus patients at RSUD. Achmad Mochtar Bukittinggi. The research was conducted quantitatively with analytical research type, with retrospective data collection in March - April 2025, involving 96 people through strata random sampling technique. Data were obtained through medical records and test data were analyzed univariately and bivariately. The chi-square test results showed no association between untreated indications (P-value = 0.601), inappropriate drug selection (P-value = 1.000), subtherapeutic doses (P-value = ꭤ), overdose (P-value = ꭤ), and drugs without indications (P-value = 1.000), drug interactions (P-value = 1.000), and drug-related problems (DRPs) with the success of diabetes mellitus therapy (P-value = 0.759). It was concluded that there was no association between drug-related problems (DRPs) and the success of diabetes mellitus therapy. It is recommended that Achmad Mochtar Hospital in Bukittinggi improve monitoring and the quality of diabetes mellitus therapy services to prevent or reduce the negative impact of DRPs on the success of diabetes mellitus therapy.

Skripsi 2025
Detail
Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Kiri...
Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Kirinyuh (Chromolaena Odorata L) Sebagai Antiseptik Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar

Evi Hasnita, Bintang Ramadhan · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Luka merupakan keruskan jaringan tubuh yang dapat terjadi akibat trauma fisik maupun kimiawi. Salah satu bentuk penanganan luka adalah dengan penggunaan antiseptik, namun pengunaan antiseptik sistesis seperti povidone iodine memiliki efek samping seperti iritasi. Oleh karena itu, diperlukan alternatif alami yang lebih aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol daun kirinyuh (chromolaena odorata L) sebagai antiseptik pada luka insisi tikus putih jantan galur wistar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental menggunakan tikus putih jantan galur wistar sebanyak 18 ekor, dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok negatif, kelompok positif, kelompok ekstrak etanol daun kirinyuh konsentrasi 10%, 25%, 50% dan kelompok pembanding (povidone iodine). Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji Kruskal-Wallis dan uji Duncan. Hasil menunjukan terdapat perbedaan signifikan antar perlakuan (p < 0,05). Kelompok ekstrak daun kirinyuh dengan konsentrasi 50% menunjukan penyembuhan luka palingan cepat dibandingkan kelompok perlakuan lainnya. Kesimpulannya ekstrak etanol daun kirinyuh konsentrasi 50% efektif mempercepat penyembuhan luka sayat pada tikus putih jantan galur wistar. Abstract (EN): Wounds are damage to body tissue that can occur due to physical or chemical trauma. One form of wound treatment is the use of antiseptics, but the use of synthetic antiseptics such as povidone iodine has side effects such as irritation. Therefore, a safer and more effective natural alternative is needed. This study aims to determine the effectiveness of ethanol extract of kirinyuh leaves ( Chromolaena odorata L) as an antiseptic on incision wounds in male Wistar rats. The study used 18 male Wistar rats, divided into 6 treatment groups (negative control, positive control, 10% extract, 25% extract, 50% extract, and povidone iodine as a comparison). Data analysis was performed using the Shapiro-Wilk normality test, Kruskal-Wallis test, and Duncan test. The results showed significant differences between groups (p

Skripsi 2025
Detail
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan...
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keberhasilan Terapi Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Tigo Baleh Tahun 2025

Nurhayati, Putri C · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Diabetes Melitus (DM) atau yang biasa disebut dengan kencing manis merupakan penyakit gangguan metabolisme tubuh yang menahun akibat hormon insulin dalam tubuh yang tidak dapat digunakan secara efektif dalam mengatur keseimbangan gula darah sehingga meningkatkan konsentrasi kadar gula di dalam darah (hiperglikemia). Keberhasilan terapi tidak hanya bergantung pada pengobatan, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, tingkat stres, dukungan keluarga, serta tingkat kepatuhan minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan terapi pasien DM di Puskesmas Tigo Baleh pada tahun 2025. Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain analitik deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan pasien DM yang berobat di Puskesmas Tigo Baleh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan telaah rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian pada 32 pasien diabetes mellitus menunjukkan bahwa 50% responden berhasil mencapai keberhasilan terapi. Karakteristik mayoritas responden adalah lansia, indeks massa tubuh normal, tekanan darah normal, pola makan cukup, aktivitas fisik berat, serta dukungan keluarga baik. Analisis bivariat menemukan bahwa kepatuhan minum obat berhubungan signifikan dengan keberhasilan terapi (p = 0,005). Hasil analisis multivariat menunjukkan tekanan darah sebagai faktor paling berpengaruh (p = 0,028; OR = 0,116), di mana pasien dengan tekanan darah normal memiliki peluang lebih besar untuk berhasil dalam terapi dibandingkan pasien dengan tekanan darah tinggi. Keberhasilan terapi pasien diabetes mellitus dipengaruhi oleh kepatuhan minum obat dan terutama kondisi tekanan darah, sehingga pengendalian hipertensi menjadi kunci penting dalam pencapaian terapi. Abstract (EN): Diabetes Mellitus (DM), commonly referred to as diabetes, is a chronic metabolic disorder caused by the body’s inability to effectively use insulin, leading to an imbalance in blood sugar regulation and resulting in increased blood sugar levels (hyperglycemia). The success of therapy depends not only on medication but is also influenced by various factors such as age, gender, physical activity, stress level, family support, and medication adherence. This study aims to analyze the factors associated with the success of therapy in DM patients at the Tigo Baleh Public Health Center in 2025. This is a quantitative study using a descriptive-analytic design with a cross-sectional approach, involving DM patients receiving treatment at the Tigo Baleh Health Center. Data were collected using structured questionnaires and a review of medical records, and then analyzed using chi-square and logistic regression tests. The study involved 32 diabetes mellitus patients, with 50% of respondents achieving therapeutic success. Most respondents were elderly, had normal body mass index, normal blood pressure, moderately healthy eating patterns, engaged in heavy physical activity, and had good family support. Bivariate analysis revealed that medication adherence was significantly associated with therapy success (p = 0.005). Multivariate analysis showed that blood pressure was the most influential factor (p = 0.028; OR = 0.116), where patients with normal blood pressure had a higher likelihood of successful therapy compared to those with hypertension. In conclusion, therapy success in diabetes mellitus patients is influenced by medication adherence and especially blood pressure status, highlighting the importance of hypertension control in achieving therapeutic goals.

Skripsi 2025
Detail
Uji Efek Antidiare Fraksi Etil Asetat Da...
Uji Efek Antidiare Fraksi Etil Asetat Daun Cincau Hijau (Premna Oblogifolia Merr) Dengan Metode Defekasi Pada Mencit Putih Jantan.

Sri Gusriyani, Nanda, Azzahra S · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Penyakit diare merupakan masalah Kesehatan Masyarakat terutama terjadi di negara berkembang. Diare adalah suatu kondisi tubuh yang ditandai dengan keluarnya tinja berbentuk cair dan lembek yang biasanya terjadi lebih dari 3 kali dalam sehari, keadaan ini disebabkan oleh meningkatnya gerakan peristaltik usus karena infeksi bakteri. Hewan dibagi menjadi 4 kelompok setiap kelompok memiliki 4 ekor menit putih jantan. Setiap hewan di suspensikan Loperamid , Na-CMC 0,5% , Oleum Ricini , dan Fraaksi etil asetat daun cincau hijau 300mg/Kg, 600mg/Kg dan 900mg/Kg. Hasil uji efek antidiare fraksi etil asetat daun cincau hijau (premna oblogifolia merr) dengan metode defekasi pada pengujian memiliki efekantidiare terhadap hewan uji Dari hasil statistic diketahui bahwa kelompok pemanding tidak berbeda nyata dengan dosis (FEDC) 600mg/KgBB namun berbeda nyata dengan kelompok dosis 300mg/KgBB dan 900mg/KgBB. Dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat daun cincau hijau memiliki khasiat terhadap diare. Abstract (EN): Diarrheal disease is a public health problem, especially in developing countries. Diarrhea is a body condition characterized by the discharge of liquid and flaccid stools that usually occur more than 3 times a day, this condition is caused by increased peristaltic bowel movements due to bacterial infections. The animals are divided into 4 groups, each group has 4 white male minnows. Each animal was suspended Loperamid, Na-CMC 0.5%, Oleum Ricini , and Fraction of ethyl acetate of green grasshopper leaves 300mg/Kg, 600mg/Kg and 900mg/Kg. The results of the antidiarrheal effect test of the ethyl acetate fraction of green grasshopper leaves (Premna oblogifolia merr) by the defecation method in the test had an antidiarrheal effect on test animals From the statistical results, it was known that the monitoring group was not significantly different from the dose (FEDC) of 600mg/KgBB but was significantly different from the dose group 300mg/KgBB and 900mg/KgBB. It can be concluded that the ethyl acetate fraction of green grasshopper leaves has efficacy against diarrhea.

Skripsi 2025
Detail
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan...
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keberhasilan Terapi Pasien Hipertensi di Puskesmas Tigo Baleh Tahun 2024

Risqa Hasanah, Putri Annisa · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Hipertensi didefinisikan sebagai keadaan saat tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan diastolik ≥ 90 mmHg. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan terapi pasien hipertensi di Puskesmas Tigo Baleh tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 100 responden yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan responden terbanyak adalah lansia (46-65 tahun) (65 %), perempuan (71 %) dan berpendidikan tinggi (52 %). Analisis bivariat dengan uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara merokok (p-value 0.018), pola makan (p-value 0.000 OR= 14.280), kepatuhan diet rendah garam (p-value 0.000 OR= 27.603), dan kepatuhan minum obat (p-value 0.000) dengan keberhasilan terapi (p-value < 0.05). Faktor umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, indeks massa tubuh, kebiasaan minum kopi, kontrasepsi hormonal, obat tradisional, stres, dan dukungan keluarga tidak berhubungan signifikan. Analisis multivariat dengan uji logistik berganda menunjukkan bahwa kepatuhan minum obat adalah faktor yang paling berpengaruh, dengan peluang 15,2 % kali lebih besar untuk berhasil dalam terapi hipertensi (p-value = 0.031, Exp(B) = 0.152). Kesimpulannya, kepatuhan pada pola makan, diet rendah garam dan minum obat sangat penting untuk keberhasilan terapi hipertensi. Abstract (EN): Hypertension is defined as a condition in which systolic blood pressure is ≥140 mmHg and diastolic blood pressure is ≥90 mmHg. This study aimed to analyze the factors associated with the success of hypertension therapy at the Tigo Baleh Health Center in 2024. This research used a descriptive-analytic design with a cross- sectional approach, involving 100 respondents selected through purposive sampling. The results showed that the majority of respondents were older adults (46–65 years) (65%), female (71%), and had higher education (52%). Bivariate analysis using the chi-square test revealed significant associations between: Smoking (p= 0.018), Dietary habits (p = 0.000, OR = 14.280), Adherence to a low- salt diet (p = 0.000, OR = 27.603), Medication adherence (p= 0.000) and therapy success (p< 0.05). In contrast, age, gender, education level, occupation, body mass index, coffee consumption habits, hormonal contraceptive use, traditional medicine, stress, and family support were not significantly associated. Multivariate analysis using logistic regression showed that medication adherence was the most influential factor, with a 15.2 times higher likelihood of successful hypertension therapy (p= 0.031, Exp(B) = 0.152). Conclusion, Adherence to a proper diet, especially a low-salt diet, and consistent medication use are crucial for achieving successful hypertension therapy.

Skripsi 2025
Detail
Uji Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekst...
Uji Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica papaya L) Dan Daun Jambu Biji (Psidium guajava L) Terhadap Escherichia coli.

Nurhayati, Aving Guspita · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Escherichia coli merupakan salah satu bakteri penyebab diare yang umum terjadi di masyarakat. Penggunaan antibiotik seperti ciprofloxacin dapat menyebabkan resistensi jika digunakan dalam jangka panjang, sehingga dibutuhkan alternatif dari bahan alam. Daun pepaya (Carica papaya L.) dan daun jambu biji (Psidium guajava L.) mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan fenol yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun pepaya dan daun jambu biji secara tunggal maupun kombinasi terhadap E. coli secara in vitro, serta menentukan konsentrasi dan perbandingan yang paling efektif. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, kemudian diuji menggunakan metode difusi cakram. Konsentrasi yang digunakan adalah 12,5%, 25%, dan 50%, dengan rasio kombinasi 1:1, 1:3, dan 3:1. Hasil menunjukkan bahwa semua ekstrak memiliki aktivitas antibakteri terhadap E. coli. Ekstrak tunggal daun pepaya pada konsentrasi 50% menghasilkan zona hambat sebesar 10,766 mm. Kombinasi ekstrak dengan rasio 3:1 pada konsentrasi 50% memberikan hasil terbaik, yaitu zona hambat sebesar 10,683 mm. Ciprofloxacin sebagai kontrol positif menghasilkan zona hambat sebesar 24,458 mm. Aktivitas meningkat seiring konsentrasi, menunjukkan sifat konsentrasi-dependen. Hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun pepaya (Carica papaya L.) dan daun jambu biji (Psidium guajava L.), baik secara tunggal maupun kombinasi, memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli. Abstract (EN): Escherichia coli is one of the common bacterial causes of diarrhea in the community. The use of antibiotics such as ciprofloxacin can lead to resistance if used long-term, making it necessary to explore natural alternatives. Papaya leaves (Carica papaya L.) and guava leaves (Psidium guajava L.) contain active compounds such as flavonoids, tannins, saponins, alkaloids, and phenols, which are known to have antibacterial activity. This study aimed to evaluate the antibacterial activity of ethanolic extracts of papaya and guava leaves, both individually and in combination, against E. coli in vitro, as well as to determine the most effective concentration and ratio. The extracts were obtained through maceration using 96% ethanol, and antibacterial testing was carried out using the disc diffusion method. The concentrations used were 12.5%, 25%, and 50%, with combination ratios of 1:1, 1:3, and 3:1. Results showed that all extracts exhibited antibacterial activity against E. coli. A single extract of papaya leaves at 50% concentration produced an inhibition zone of 10.766 mm. The best result for the combination extract was achieved with a 3:1 ratio at 50% concentration, yielding an inhibition zone of 10.683 mm. Ciprofloxacin, used as a positive control, produced an inhibition zone of 24.458 mm. The antibacterial activity increased with concentration, indicating a concentration-dependent effect. Based on the findings, it can be concluded that the ethanolic extracts of papaya leaves (Carica papaya L.) and guava leaves (Psidium guajava L.), both individually and in combination, possess antibacterial activity against Escherichia coli.

Skripsi 2025
Detail