Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Efektivitas Antihiperglikemia Kombinasi...
Efektivitas Antihiperglikemia Kombinasi Infusa Daun Afrika (Vernonia amygdalina Delile) Dan Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) Pada Tikus Putih Jantan

Miming Andika, Putri Agustria · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Hiperglikemia adalah kondisi dimana kadar gula darah meningkat secara tidak normal. Daun Afrika (Vernonia amygdalina Delile) dan Bawang Dayak (Eleutherine Bulbosa (MIll.) Urb.) merupakan salah satu tanaman herbal yang digunakan secara tradisional oleh masyarakat untuk menurunkan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kombinasi daun afrika dan bawang dayak sebagai antihiperglikemik terhadap penurunan kadar gula darah pada tikus putih Jantan. Metode penelitian ini adalah experimental pre-test and post-test control group design,menggunakan hewan uji tikus yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok negatif, kelompok pembanding (glimepiride 2mg), kelompook infusa daun afrika 20%, kelompok bawang dayak 20%, dan kelompok kombinasi infusa daun afrika 10% + bawang dayak 10% Kadar gula darah hewan uji dinaikkan dengan aloksan selama 7 hari dengan dosis 150mg/kgBB. Pengukuran kadar gula darah dilakukan dengan menggunakan alat glucometer (Easy Touch® GCU Meter). Analisis data menggunakan uji ststistik non parametrik Kruskal-Wallis menunjukkan nilai p=0,008 (p≤ 0,05) yang bermakna berpengaruh terhadap penurunan kadar gula darah. Infusa daun afrika dan bawang dayak berpengaruh terhadap perbaikan histopatologi terhadap ukuran pulau Langerhans dan Gambaran histopatologi sel pulau langerhans pada pancreas tikus. Pemberian sediaan memiliki perbedaan yang signifikan pada setiap kelompok perlakuan terhadap penurunan kadar gula darah serta berpengaruh terhadap perbaikan sel β pankreas. Abstract (EN): Hyperglycemia is a condition in which blood glucose levels rise abnormally. African leaf (Vernonia amygdalina) and Dayak onion (Eleutherine bulbosa) are traditional herbal plants commonly used to help lower blood sugar levels. This study aims to evaluate the antihyperglycemic effect of a combination infusion of African leaf and Dayak onion on reducing blood glucose levels in male white rats. The study used an experimental pre-test and post-test control group design, involving rats divided into five groups: Negative control Positive control (Glimepiride 2 mg) African leaf infusion (20%) Dayak onion infusion (20%) Combination infusion (African leaf 10% + Dayak onion 10%) Hyperglycemia was induced using alloxan at a dose of 150 mg/kg body weight for 7 days. Blood glucose levels were measured using a glucometer (Easy Touch® GCU Meter). Data analysis using the non-parametric Kruskal-Wallis test yielded a p-value of 0.008 (p ≤ 0.05), indicating a statistically significant effect on reducing blood glucose levels. The infusion of African leaf and Dayak onion also showed improvements in the histopathology of the pancreas, specifically in the size and structure of the islets of Langerhans. Administration of the infusions showed significant differences among treatment groups, both in reducing blood glucose levels and in restoring pancreatic β-cell structure.

Skripsi 2025
Detail
Uji aktivitas antioksidan kombinasi ekst...
Uji aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak kulit putih semangka (Citrullus lanatus) dan daun salam (Syzygium Nervosum) dengan metode DDPH.

Nurhayati, Aulia Fitri Ariani · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Radikal bebas dapat menimbulkan stres oksidatif yang berperan dalam proses penuaan dan berbagai penyakit degeneratif. Antioksidan dari bahan alam dianggap lebih aman dibandingkan antioksidan sintetik. Kulit putih semangka (Citrullus lanatus) dan daun salam (Syzygium polyanthum) diketahui mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan fenol yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit putih semangka dan daun salam baik secara tunggal maupun kombinasi dengan metode DPPH (2,2-difenil- 1-pikrilhidrazil), serta mengevaluasi efek interaksi kombinasi menggunakan nilai FICI (Fractional Inhibitory Concentration Index). Ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan etanol 96%. Aktivitas antioksidan diukur pada panjang gelombang 517 nm menggunakan spektrofotometer UV-Vis, kemudian nilai IC50 ditentukan melalui analisis regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun salam memiliki IC50 sebesar 55,73 ppm (kategori kuat), ekstrak kulit putih semangka 72,94 ppm (kategori kuat), dan vitamin C sebagai kontrol positif 12,11 ppm (sangat kuat). Kombinasi ekstrak kulit putih semangka dan daun salam rasio 1:1 menghasilkan IC50 71,75 ppm dengan nilai FICI 1,134 yang tergolong indiferen. Kombinasi rasio 1:3 menghasilkan IC50 86,90 ppm dengan nilai FICI 1,466 (indiferen), sedangkan kombinasi rasio 3:1 menghasilkan IC50 lebih tinggi dari ekstrak tunggal dengan nilai FICI 0,478(sinergis). Abstract (EN): Free radicals can cause oxidative stress, which plays a role in the aging process and various degenerative diseases. Antioxidants derived from natural sources are considered safer than synthetic antioxidants. White watermelon rind (Citrullus lanatus) and salam leaves (Syzygium polyanthum) are known to contain secondary metabolites such as flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, and phenols, which have potential antioxidant properties. This study aimed to determine the antioxidant activity of ethanol extracts of white watermelon rind and salam leaves, both individually and in combination, using the DPPH (2,2- diphenyl-1-picrylhydrazyl) method. It also aimed to evaluate the interaction effect of the combinations using the FICI (Fractional Inhibitory Concentration Index) value. Extraction was performed by maceration using 96% ethanol. Antioxidant activity was measured at a wavelength of 517 nm using a UV-Vis spectrophotometer, and IC50 values were determined through linear regression analysis. The results showed that the salam leaf extract had an IC50 of 55.73 ppm (strong category), white watermelon rind extract had an IC50 of 72.94 ppm (strong category), and vitamin C (used as a positive control) had an IC50 of 12.09 ppm (very strong). The 1:1 combination produced an IC50 of 71.75 ppm with a FICI value of 1.134, categorized as indifferent. The 1:3 combination had an IC50 of 86.90 ppm with a FICI value of 1.466 (indifferent), While the 3:1 combination showed a higher IC50 than the individual extracts but with a FICI value of 0.478, indicating a synergistic effect.

Skripsi 2025
Detail
Uji Aktivitas Antioksidan Pada Ekstrak E...
Uji Aktivitas Antioksidan Pada Ekstrak Etanol 96% Dan Fraksi Butanol Bawang Dayak (Eleutherine Bulbosa (Mill.) Urb)

Pandu Aryatama, Olyza Sativa Fitriani · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Radikal bebas merupakan senyawa reaktif yang dapat menyebabkan stres oksidatif dan memicu berbagai penyakit degeneratif, termasuk kolestrol. Salah satu tanaman yang dapat menangkal radikal bebas penyebab kolestrol adalah umbi bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.). Umbi bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) memiliki potensi sebagai antioksidan dalam penurunan kadar kolestrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol 96% dan fraksi butanol umbi bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.), serta mengidentifikasi kandungan metabolit sekundernya. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%, dilanjutkan fraksinasi cair-cair menggunakan pelarut n-heksan dan butanol dan metode uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Hasil skrining fitokimia pada ekstrak etanol 96% dan fraksi butanol mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, fenol, dan steroid, serta hasil uji aktivitas antioksidan serta hasil aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96% dan fraksi butanol bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) dengan nilai IC5 0 berturut-turut sebesar 74,18 ppm dan 68,8 ppm termasuk kedalam kategori kuat. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa, ekstrak dan fraksi butanol bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) berpotensi sebagai sumber antioksidan alami yang dapat digunakan untuk mendukung terapi herbal, khususnya dalam pencegahan kolestrol Abstract (EN): Free radicals are reactive compounds that can cause oxidative stress and trigger various degenerative diseases, including cholesterol. One plant that can counteract free radicals that cause cholesterol is the Dayak onion bulb (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.). The Dayak onion bulb (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) has potential as an antioxidant in lowering cholesterol levels. This study aims to determine the antioxidant activity of 96% ethanol extract and butanol fraction of Dayak onion bulbs (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.), as well as to identify their secondary metabolite content. The extraction method used was maceration with 96% ethanol solvent, followed by liquid-liquid fractionation using n-hexane and butanol solvents and antioxidant activity testing using the DPPH (2,2-diphenyl-1- picrylhydrazyl) method. The phytochemical screening results of the 96% ethanol extract and butanol fraction contained alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, phenols, and steroids, as well as the antioxidant activity test results and the antioxidant activity of the 96% ethanol extract and butanol fraction of Dayak onion (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) with IC5 0 values of 74.18 ppm and 68.8 ppm, respectively, fall into the strong category. Therefore, it can be concluded that Dayak onion (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) ethanol extract and butanol fraction have the potential as natural antioxidant sources that can be used to support herbal therapy, particularly in cholesterol prevention.

Skripsi 2025
Detail
Analisis Kandungan Metabolit Sekunder Ek...
Analisis Kandungan Metabolit Sekunder Ekstrak Daun Kirinyuh (Chromolaena Odorata L.) Menggunakan Metode Spektrofotometri Uv-Vis.

Evi Hasnita, Arsyilla · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Analisis kandungan metabolit sekunder ekstrak daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) dengan metode spektofotometri uv-vis. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kandungan metabolit sekunder dalam ekstrak daun kirinyuh Chromolaena odorata L.) secara kualitatif dan kuantitatif. Daun kirinyuh diketahui memiliki senyawa bioaktif yang akan berpotensi sebagai bahan obat tradisional. Ekstraksi kandungan kimia dari daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Untuk menentukan senyawa metabolit sekunder pada ekstrak sampel maka dilakukan analisis senyawa menggunakan spektrofotometri uv-vis. Untuk teknik pengumpulan data dilakukan secara kualitatif dengan uji fitokimia dan kuantitatif dengan uji kadar. Hasil uji kualitatif menunjukkan adanya senyawa flavonoid, alkaloid (positif dengan pereaksi Dragendrof dan Wagner), fenolik, dan tanin. Data yang diperoleh dari hasil analisis kandungan metabolit sekunder ekstrak kirinyuh (Chromolaena Odorata L.) menggunakan kurva regresi linier. Hasil penelitian ini diperoleh kadar senyawa flavonoid sebesar 1,11%, fenolik sebesar 1,72%, alkaloid sebesar 0,64% dan tannin sebesar 0,51%. Hasil ini mengindikasikan bahwa daun kirinyuh memiliki kandungan metabolit sekunder yang signifikan dan berpotensi dikembangkan sebagai bahan obat herbal. Disarankan penelitian selanjutnya dilakukan pengujian dengan beberapa metode ekstraksi atau metode instrumen lainnya, serta uji secara biologis dan farmakologis. Abstract (EN): Analysis of the content of secondary metabolites in kirinyuh leaf extract (Chromolaena odorata L.) using uv-vis spectrophotometry method. The aim of this research is to analyze the content of secondary metabolites in kirinyuh leaf extract (Chromolaena odorata L.) both qualitatively and quantitatively. Kirinyuh leaves are known to contain bioactive compounds that have the potential to be used as traditional medicine. The extraction of chemical content from kirinyuh leaves (Chromolaena odorata L.) was performed using a maceration method with 70% ethanol. To determine the secondary metabolite compounds in the sample extract, analysis was carried out using UV-Vis spectrophotometry. Data collection techniques were conducted qualitatively through phytochemical tests and quantitatively through content tests. The results of the qualitative test showed the presence of flavonoids, alkaloids (positive with Dragendorff and Wagner reagents), phenolics, and tannins. The data obtained from the analysis of the secondary metabolite content of kirinyuh extract (Chromolaena Odorata L.) uses linear regression curves. The results of this study showed flavonoid content of 1.11%, phenolic content of 1.72%, alkaloid content of 0.64%, and tannin content of 0.51%. These results indicate that kirinyuh leaves have significant secondary metabolite content and have the potential to be developed as herbal medicine. Further research is recommended to conduct testing with various extraction methods or other instrumental methods, as well as biological and pharmacological tests. Keywords: Secondary metabolites, Kirinyuh leaves, UV-Vis spectrophotometry.

Skripsi 2025
Detail
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat...
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Keberhasilan Terapi Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Sijunjung Tahun 2024

Evi Hasnita, Olivia Kurnia Zalti · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang memerlukan manajemen jangka panjang. Kondisi ini membutuhkan penanganan yang berkesinambungan melalui terapi medis, perubahan gaya hidup, serta dukungan lingkungan. Keberhasilan terapi pada pasien DM tipe 2 dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan terapi pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian dilakukan sejak bulan Desember tahun 2024. Jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain cross–sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 250 orang dan sampel sebanyak 72 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik non-probability sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner, analisis data meliputi univariat dan bivariat. Hasil analisis statistik univariat terhadap 72 pasien diketahui sebagian besar memiliki pola tidur yang baik (86,1%), motivasi diri yang baik (80,6%), dukungan keluarga yang baik (70,8%), pola makan yang baik (70,8%). Sebagian besar berada pada kategori usia belum lansia (< 60 tahun) sebanyak 37 orang (51,4%), berjenis kelamin perempuan (91,7%), berpendidikan tinggi (79,2%), berstatus bekerja (52,8%), tidak patuh minum obat (58,3%) dan tidak berhasil dalam menjalani terapi diabetes melitus tipe 2 (54,2%). Hasil analisis statistik menggunakan uji chi-square diketahui terdapat hubungan antara pola tidur (Pvalue = 0,035), motivasi diri (Pvalue = 0,019), dukungan keluarga (Pvalue= 0,032), pola makan (Pvalue= 0,032) dan tingkat kepatuhan (Pvalue = 0,000) dengan keberhasilan terapi diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Sijunjung. Diharapkan bagi pasien untuk untuk disiplin dalam mengonsumsi obat diabetes untuk mendukung keberhasilan terapi pasien diabetes melitus tipe 2 khususnya di Wilayah Kerja Puskesmas Sijungjung. Abstract (EN): Diabetes mellitus is a metabolic disease that requires long-term management. This condition necessitates continuous care through medical therapy, lifestyle modifications, and environmental support. The success of therapy in type 2 diabetes mellitus (DM) patients is influenced by various factors, both internal and external. This study aims to determine the factors that influence the success rate of therapy in patients with type 2 diabetes mellitus. The study was conducted beginning in December 2024. It is a quantitative study using a cross-sectional design. The population consisted of 250 individuals, and the sample size was 72 participants. Sampling was carried out using a non-probability sampling technique. Data collection was done using questionnaires, and the data were analyzed using univariate and bivariate methods. Univariate statistical analysis of the 72 patients revealed that most had good sleep patterns (86.1%), good self-motivation (80.6%), strong family support (70.8%), and healthy eating habits (70.8%). The majority were under the age of 60 (37 people, or 51.4%), female (91.7%), had higher education (79.2%), were employed (52.8%), were non-adherent to medication (58.3%), and were unsuccessful in undergoing therapy for type 2 diabetes mellitus (54.2%). Bivariate statistical analysis using the chi-square test showed that there were significant associations between sleep patterns (P-value = 0.035), self- motivation (P-value = 0.019), family support (P-value = 0.032), dietary patterns (P- value = 0.032), and adherence level (P-value = 0.000) with the success of therapy for type 2 diabetes mellitus at the Sijunjung Community Health Center. It is recommended that patients maintain discipline in taking diabetes medications to support the success of therapy, especially in the working area of the Sijunjung Community Health Center.

Skripsi 2025
Detail
Analisis LC-HRMS Ekstrak Dan Fraksi Daun...
Analisis LC-HRMS Ekstrak Dan Fraksi Daun Gambir (Uncaria gambir Roxb.) Serta Uji Aktivitas Antioksidan Metode FRAP.

Harry Ade Saputra, Arafah Ayfani · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Radikal bebas dapat merusak sel melalui stres oksidatif, sehingga diperlukan antioksidan alami sebagai penetral. Daun gambir (Uncaria gambir Roxb.) diketahui kaya metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antioksidan, namun pemanfaatannya belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder dan mengevaluasi aktivitas antioksidan ekstrak dan fraksi daun gambir. Ekstraksi dilakukan dengan pelarut etanol dan air, dilanjutkan fraksinasi menggunakan n-heksan, etil asetat, dan air. Skrining fitokimia dan LC-HRMS digunakan untuk identifikasi senyawa, sedangkan aktivitas antioksidan diuji metode FRAP dengan asam askorbat sebagai pembanding. Hasil analisis menunjukkan keberadaan flavonoid (katekin, kuersetin, sianidanol), tanin, alkaloid, saponin, dan triterpenoid. Fraksi air memiliki aktivitas antioksidan tertinggi (IC50 79,35 μg/mL), diikuti fraksi etil asetat (80,01 μg/mL), ekstrak etanol (84,09 μg/mL), dan ekstrak air (84,51 μg/mL), sedangkan fraksi n-heksan menunjukkan aktivitas sedang (IC50 112,11 μg/mL). Aktivitas antioksidan sejalan dengan kandungan flavonoid dan tanin pada fraksi polar. Penelitian ini menyimpulkan daun gambir berpotensi sebagai sumber antioksidan alami. Abstract (EN): Free radicals can damage cells through oxidative stress; therefore, natural antioxidants are needed as neutralizers. Gambir leaves (Uncaria gambir Roxb.) are known to be rich in secondary metabolites with potential antioxidant properties, but their use remains suboptimal. This study aimed to identify secondary metabolite content and evaluate the antioxidant activity of gambir leaf extracts and fractions. Extraction was carried out using ethanol and water solvents, followed by fractionation with n-hexane, ethyl acetate, and water. Phytochemical screening and LC-HRMS were used to identify the compounds, while antioxidant activity was tested using the FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power) method, with ascorbic acid as a standard comparator. The analysis revealed the presence of flavonoids (catechin, quercetin, cyanidanol), tannins, alkaloids, saponins, and triterpenoids. The aqueous fraction showed the highest antioxidant activity (IC50 = 79.35 μg/mL), followed by: Ethyl acetate fraction (IC50 = 80.01 μg/mL) Ethanol extract (IC50 = 84.09 μg/mL) Water extract (IC50 = 84.51 μg/mL) The n-hexane fraction showed moderate antioxidant activity (IC50 = 112.11 μg/mL). The antioxidant activity correlated with the flavonoid and tannin content in the more polar fractions. This study concludes that gambir leaves have strong potential as a natural antioxidant source.

Skripsi 2025
Detail
Analisis Perbandingan Pemberian Kombinas...
Analisis Perbandingan Pemberian Kombinasi infusa rimpang kencur (Kaempferia Galanga L) Terhadap Histopatologi Lambung pada mencit putih Jantan.

Sri Gusriyani, Anisa Yulianti · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L) merupakan salah satu tanaman yang banyak digunakan secara tradisional oleh masyarakat untuk menurunkan pembengkakan/inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kombinasi infusa rimpang kencur dengan Asam mefenamat terhadap keamanan lambung pada mencit putih jantan. Metode penelitian ini adalah pengamatan histopatologis lambung mencit menggunakan mikroskop binokuler. Sediaan infusa rimpang kencur dan asam mefenamat diberikan secara oral dengan dosis infusa rimpang kencur 40 mg/20 gramBB dan dosis Asam mefenamat 155,3 mg/20 gramBB. Berdasarkan hasil penelitian infusa rimpang kencur positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, terpenoid dan saponin yang berperan dalam menghambat nyeri/radang. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji Kruskal- Wallis diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan yang signifikan (P 0,001 Abstract (EN): Kaempferia galanga L. (commonly known as aromatic ginger) is a plant widely used in traditional medicine for reducing swelling and inflammation. This study aimed to examine the effect of a combination of Kaempferia galanga L. rhizome infusion and mefenamic acid on gastric safety in male white mice. The research method involved histopathological observation of mouse stomach tissue using a binocular microscope. The Kaempferia galanga L. infusion and mefenamic acid were administered orally at doses of 40 mg/20 grams of body weight for the infusion and 155.3 mg/20 grams of body weight for mefenamic acid. Phytochemical analysis revealed that the rhizome infusion positively contains alkaloids, flavonoids, terpenoids, and saponins, which are compounds known to help inhibit pain and inflammation. Data analysis using the Kruskal-Wallis test showed a significant difference (p = 0.001 < 0.05) between the negative control group (given distilled water) and the treatment groups. The combination of Kaempferia galanga L. infusion with mefenamic acid was found to reduce the occurrence of gastric ulcers, indicating that this combination is safer for the stomach than the use of mefenamic acid alone.

Skripsi 2025
Detail
Uji Aktivitas Toksisitas Nanopartikel Pe...
Uji Aktivitas Toksisitas Nanopartikel Perak Fraksi Daun Gambir (Uncaria gambir (W. Hunter) Roxb.) Menggunakan Metode BSLT

Nur Hidayah Widia Ningrum, Ade Saputra · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Perkembangan nanoteknologi telah membawa nanopartikel perak (AgNPs), dengan ukuran 1-100 nm, ke garis depan penelitian medis. AgNPs diketahui dapat menyebabkan kematian sel kanker melalui stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengkarakterisasi pembentukan nanopartikel perak fraksi n- heksan, etil asetat dan air daun gambir (Uncaria gambir (W. Hunter) Roxb.) dan untuk mengevaluasi aktivitas toksisitasnya terhadap larva udang Artemia salina. Fraksinasi dilakukan menggunakan metode cair-cair menggunakan pelarut n-heksan p.a, etil asetat p.a dan air. Proses sintesis menggunakan metode biosintesis. Karakterisasi menggunakan alat uji FTIR dan PSA, metode evaluasi dari kategori tingkat toksisitas berdasarkan nilai LC50 menggunakan metode BSLT. Identifikasi senyawa dilakukan melalui uji skrining fitokimia dan analisis LC-HRMS, yang menunjukkan keberadaan berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, tannin, saponin, triterpenoid dan steroid. Fraksi etil asetat memiliki kandungan flavonoid yang tinggi, termasuk katekin, kuersetin dan sianidanol. Hasil menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki ukuran partikel terkecil (246 nm), zeta potensial tertinggi (+24 mV), PDI (0,42). Vibrasi Ag-O khas AgNPs oksida pada bilangan gelombang 432,03 dan % transmitansi 54,70 serta toksisitas tertinggi terhadap larva Artemia salina (LC50=3,309 μg/ml) dengan kategori sangat toksik, diikuti fraksi n-heksan dan fraksi air. Abstract (EN): The development of nanotechnology has brought silver nanoparticles (AgNPs), sized between 1–100 nm, to the forefront of medical research. AgNPs are known to induce cancer cell death through oxidative stress. This study aimed to synthesize and characterize silver nanoparticles from n-hexane, ethyl acetate, and water fractions of gambier leaves (Uncaria gambir (W. Hunter) Roxb.) and to evaluate their toxicity activity against Artemia salina shrimp larvae. Fractionation was carried out using a liquid-liquid extraction method with n-hexane p.a., ethyl acetate p.a., and water as solvents. The synthesis process used a biosynthesis method. Characterization was conducted using FTIR and PSA instruments, while toxicity level evaluation was based on LC50 values using the BSLT method. Compound identification was performed through phytochemical screening and LC-HRMS analysis, which showed the presence of various bioactive compounds such as flavonoids, alkaloids, tannins, saponins, triterpenoids, and steroids. The ethyl acetate fraction was found to contain high levels of flavonoids, including catechin, quercetin, and cyanidanol. Results showed that the ethyl acetate fraction produced the smallest particle size (246 nm), highest zeta potential (+24 mV), and a PDI of 0.42. The characteristic Ag–O vibration of oxidized AgNPs was observed at a wavenumber of 432.03 cm− 1 with 54.70% transmittance. It also exhibited the highest toxicity against Artemia salina larvae (LC50 = 3.309 μg/ml), classified as highly toxic, followed by the n-hexane and water fractions

Skripsi 2025
Detail
Pengaruh Fraksi Etil Asetat Daun Alpukat...
Pengaruh Fraksi Etil Asetat Daun Alpukat (Persea Americana Mill.) Terhadap Profil Darah Lengkap Pada Tikus Sebagai Imunomodulator.

Sri Gusriyani, Ani Anggriana · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Daun alpukat (Persea americana Mill.) mengandung flavonoid dan tanin yang berpotensi sebagai imunomodulator. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh fraksi etil asetat daun alpukat terhadap profil darah lengkap tikus putih jantan galur Wistar serta menentukan dosis yang optimal. Desain penelitian menggunakan true experimental dengan metode pre-post test control. Tikus dibagi dalam empat kelompok, yaitu kontrol, dosis 150 mg, 300 mg, dan 600 mg yang diberikan secara oral selama 14 hari. Parameter hematologi yang diukur meliputi hemoglobin, eritrosit, hematokrit, trombosit, limfosit, dan monosit. Analisis data dilakukan dengan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian fraksi etil asetat daun alpukat pada dosis 150, 300, dan 600 mg tidak memberikan perbedaan bermakna (p>0,05) pada kadar hemoglobin, eritrosit, trombosit, limfosit, dan monosit. Namun, terdapat perbedaan signifikan (p Abstract (EN): avocado leaves (Persea americana Mill) contain flavonoids and tannins that have the potential as immununomodulators. This study aims to evaluate the effect of the ethyl acetate fraction of avocado leaves on the complete blood profile of male white Wistar rats and determine the optimal dose. The study design used a true experimental with a pre-post text control method. Rats were divided into four groups, namely control, doses of 150 mg, 300 mg and 600 mg given orally for 14 days. Hematological parameters measured included hemoglobin, erythrocytes, hematocrit platelets, lymphocytes, and monocytes. Data analysis was performed using the Kruskal-Wallis test. The results showed that administration of the ethyl acetate fraction of avocado leaves at doses of 150, 300 and 600 mg did not provide significant differences (p>0.05) in hemoglobin, erythrocyte, platelet, lymphocyte, and monocyte levels. However, there was a significant difference (p

Skripsi 2025
Detail
Uji Toksisitas Subkronis Oral Ekstrak Da...
Uji Toksisitas Subkronis Oral Ekstrak Daun Afrika (Vernonia Amygdalina Del.) Pada Tikus Putih Galur Wistar

Miming Andika, Novia Esti Purnama Sari · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Pengguna obat tradisional berbasis tanaman terus meningkat, namu sejak aspek keamanan masih perlu diteliti lebih lanjut. Daun afrika (Vernonia Amygdalina Del.) diketahui memiliki berbagai manfaat farmakologis seperti antidiabetes, antihipertensi dan antikanker tetapi data mengenai toksisitasnya masih terbatas. Daun Afrika (Vernonia amygdalina Del.) merupakan tanaman obat yang banyak dimanfaatkan masyarakat untuk pengobatan tradisional, namun aspek keamanannya masih terbatas diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi toksisitas subkronis oral ekstrak etanol daun Afrika pada tikus putih galur Wistar selama 90 hari. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 70% dan diberikan secara oral pada tikus dengan variasi dosis 600, 800, dan 1000 mg/kgBB, serta kelompok kontrol. Parameter yang diamati meliputi gejala klinis toksisitas, perubahan berat badan, berat organ relatif, serta gambaran histopatologi hati dan ginjal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun Afrika pada dosis uji menimbulkan gejala toksisitas ringan seperti diare, kelemahan, perubahan kondisi bulu, tremor, dan sesak napas, terutama pada dosis 1000 mg/kgBB. Namun, tidak ditemukan perbedaan bermakna pada berat badan maupun organ relatif antar kelompok perlakuan. Pemeriksaan histopatologi memperlihatkan jaringan hati dan ginjal kelompok kontrol dan dosis rendah (600 mg/kgBB) dalam batas normal. Pada dosis 800 mg/kgBB ditemukan perubahan minimal, sedangkan pada dosis 1000 mg/kgBB teramati kerusakan sedang berupa degenerasi hepatosit, pelebaran vena sentralis, hemoragi, serta degenerasi sel ginjal. Kesimpulannya, ekstrak etanol daun Afrika relatif aman dikonsumsi hingga dosis 800 mg/kgBB, namun pada dosis 1000 mg/kgBB dapat menimbulkan kerusakan organ. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk menentukan dosis aman tanpa efek toksik (NOAEL) melalui uji biokimia darah dan variasi dosis lebih rendah. Abstract (EN): The use of plant-based traditional medicines continues to increase, but their safety aspects still require further investigation. African leaf (Vernonia amygdalina Del.) is known to have various pharmacological benefits such as antidiabetic, antihypertensive, and anticancer effects; however, data on its toxicity remain limited. African leaf is widely used by the community for traditional treatment, but its safety profile is still under-researched. This study aimed to evaluate the subchronic oral toxicity of ethanol extract of African leaf in Wistar strain white rats over a period of 90 days. The extract was obtained through maceration using 70% ethanol and administered orally at doses of 600, 800, and 1000 mg/kg body weight, along with a control group. Observed parameters included clinical signs of toxicity, body weight changes, relative organ weights, and histopathological features of the liver and kidneys. The results showed that administration of the ethanol extract at the test doses caused mild toxicity symptoms such as diarrhea, weakness, changes in fur condition, tremors, and shortness of breath—especially at the 1000 mg/kg BW dose. However, there were no significant differences in body weight or relative organ weights between the treatment groups. Histopathological examination showed that liver and kidney tissues in the control and low-dose group (600 mg/kg BW) remained within normal limits. At 800 mg/kg BW, minimal changes were observed, whereas at 1000 mg/kg BW, moderate damage was seen, including hepatocyte degeneration, central vein dilation, hemorrhage, and kidney cell degeneration. In conclusion, ethanol extract of African leaf is relatively safe for consumption up to a dose of 800 mg/kg BW, but at 1000 mg/kg BW it may cause organ damage. Further studies are recommended to determine the safe dose without toxic effects (NOAEL) through blood biochemical tests and lower dose variations.

Skripsi 2025
Detail
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Beras...
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Beras Hitam (Oryza Sativa L. Indica) Kombinasi Vco Terhadap Penyembuhan Luka Pada Tikus Putih Jantan.

Sri Gusriyani, Anes Monita · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Luka merupakan kerusakan jaringan yang dapat mengganggu fungsi kulit dan memerlukan penanganan yang tepat agar proses penyembuhan berjalan optimal. Penyembuhan luka dipengaruhi oleh pembentukan kolagen, yang salah satunya dapat dinilai melalui kadar hidroksiprolin. Beras hitam (Oryza sativa L. indica) mengandung senyawa bioaktif seperti antosianin yang bersifat antioksidan dan antiinflamasi, sedangkan Virgin Coconut Oil (VCO) diketahui memiliki kandungan asam lemak rantai sedang yang mendukung regenerasi jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol beras hitam kombinasi VCO terhadap percepatan penyembuhan luka pada tikus putih jantan. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan 25 ekor tikus yang dibagi menjadi lima kelompok: kontrol negatif (Tanpa perlakuan), kontrol positif (Betadine), kombinasi ekstrak etanol beras hitam dengan VCO,ekstrak tunggal beras hitam 4%, dan vco murni . Luka sayatan dibuat pada punggung tikus, kemudian perlakuan topikal diberikan selama 14 hari. Parameter penyembuhan dievaluasi berdasarkan penutupan luka dan kadar hidroksiprolin menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak etanol beras hitam dengan VCO mampu mempercepat penyembuhan luka dibandingkan perlakuan tunggal maupun kontrol, ditunjukkan dengan peningkatan kadar hidroksiprolin yang signifikan. Kesimpulannya, kombinasi ekstrak etanol beras hitam dan VCO berpotensi sebagai agen topikal alami yang efektif dalam mempercepat proses penyembuhan luka. Abstract (EN): Wounds are tissue injuries that can disrupt skin function and require proper treatment to ensure optimal healing. Wound healing is influenced by collagen formation, which can be assessed through hydroxyproline levels. Black rice (Oryza sativa L. indica) contains bioactive compounds such as anthocyanins, which have antioxidant and anti-inflammatory properties. Meanwhile, Virgin Coconut Oil (VCO) is known to contain medium-chain fatty acids that support tissue regeneration. This study aimed to determine the effect of ethanol extract of black rice combined with VCO on wound healing acceleration in male white rats. The research was conducted experimentally using 25 rats, divided into five groups: Negative control (no treatment), Positive control (Betadine), Combination of black rice ethanol extract with VCO, Black rice extract (4%) only, and Pure VCO. Incisional wounds were made on the rats’ backs, followed by topical treatment for 14 days. Wound healing parameters were evaluated based on wound closure and hydroxyproline levels, using UV-Vis spectrophotometry. The results showed that the combination of black rice ethanol extract with VCO significantly accelerated wound healing compared to single treatments and controls, as evidenced by a significant increase in hydroxyproline levels. Conclusion: The combination of black rice ethanol extract and VCO has potential as an effective natural topical agent to accelerate the wound healing process.

Skripsi 2025
Detail