Analisis LC-HRMS Ekstrak Dan Fraksi Daun Gambir (Uncaria gambir Roxb.) Serta Uji Aktivitas Antioksidan Metode FRAP.
- Penulis
- Arafah Ayfani
- Pembimbing
- Harry Ade Saputra
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2025
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Farmasi
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- — (Kota Bukittinggi, Sumatera Barat)
- Dipublikasikan
- 05 Februari 2026
Abstrak
Radikal bebas dapat merusak sel melalui stres oksidatif, sehingga diperlukan antioksidan alami sebagai penetral. Daun gambir (Uncaria gambir Roxb.) diketahui kaya metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antioksidan, namun pemanfaatannya belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder dan mengevaluasi aktivitas antioksidan ekstrak dan fraksi daun gambir. Ekstraksi dilakukan dengan pelarut etanol dan air, dilanjutkan fraksinasi menggunakan n-heksan, etil asetat, dan air. Skrining fitokimia dan LC-HRMS digunakan untuk identifikasi senyawa, sedangkan aktivitas antioksidan diuji metode FRAP dengan asam askorbat sebagai pembanding. Hasil analisis menunjukkan keberadaan flavonoid (katekin, kuersetin, sianidanol), tanin, alkaloid, saponin, dan triterpenoid. Fraksi air memiliki aktivitas antioksidan tertinggi (IC50 79,35 μg/mL), diikuti fraksi etil asetat (80,01 μg/mL), ekstrak etanol (84,09 μg/mL), dan ekstrak air (84,51 μg/mL), sedangkan fraksi n-heksan menunjukkan aktivitas sedang (IC50 112,11 μg/mL). Aktivitas antioksidan sejalan dengan kandungan flavonoid dan tanin pada fraksi polar. Penelitian ini menyimpulkan daun gambir berpotensi sebagai sumber antioksidan alami. Abstract (EN): Free radicals can damage cells through oxidative stress; therefore, natural antioxidants are needed as neutralizers. Gambir leaves (Uncaria gambir Roxb.) are known to be rich in secondary metabolites with potential antioxidant properties, but their use remains suboptimal. This study aimed to identify secondary metabolite content and evaluate the antioxidant activity of gambir leaf extracts and fractions. Extraction was carried out using ethanol and water solvents, followed by fractionation with n-hexane, ethyl acetate, and water. Phytochemical screening and LC-HRMS were used to identify the compounds, while antioxidant activity was tested using the FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power) method, with ascorbic acid as a standard comparator. The analysis revealed the presence of flavonoids (catechin, quercetin, cyanidanol), tannins, alkaloids, saponins, and triterpenoids. The aqueous fraction showed the highest antioxidant activity (IC50 = 79.35 μg/mL), followed by: Ethyl acetate fraction (IC50 = 80.01 μg/mL) Ethanol extract (IC50 = 84.09 μg/mL) Water extract (IC50 = 84.51 μg/mL) The n-hexane fraction showed moderate antioxidant activity (IC50 = 112.11 μg/mL). The antioxidant activity correlated with the flavonoid and tannin content in the more polar fractions. This study concludes that gambir leaves have strong potential as a natural antioxidant source.