Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Hubungan Pengetahuan, Pola Makan Dan Str...
Hubungan Pengetahuan, Pola Makan Dan Stres Dengan Kejadian Dispepsia Pada Mahasiswa Farmasi UFDK Bukittinggi

Risma Eliawati, Evi Haasnita · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Dispepsia adalah kumpulan gejala yang terjadi pada daerah gastroduodenal di saluran pencernaan bagian atas ditandai rasa nyeri atau tidak nyaman seperti terbakar di bagian epigastrium, merasakan penuh setelah makan, kembung, sendawa, mual dan muntah. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, pola makan dan stres dengan kejadian dispepsia pada mahasiswa farmasi UFDK Bukittinggi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa farmasi angkatan 2021, 2022 dan 2023 yang berjumlah 567 responden. Sampel pada penelitian ini berjumlah 187 responden yang memenuhi kriteria inklusi, penelitian ini dilaksanakan di Universitas Fort De Kock Bukittinggi. Teknik pengambilan data sampel pada penelitian ini menggunakan kuesioner yang kemudian di analisis secara Non probability sampling dengan metode Purposive Sampling menggunakan uji chi-square. Dari hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan, didapatkan variabel yang berhubungan dengan kejadian dispepsia yaitu pengetahuan dengan nilai (p=0.028, OR=1.968), pola makan (p=0.001, OR=0.320) dan stres (p=0,003). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, pola makan dan stres dengan kejadian dispepsia pada mahasiswa farmasi Universitas Fort De Kock Bukittinggi. Abstract (EN): Dyspepsia is a collection of symptoms occurring in the gastroduodenal region of the upper digestive tract, characterized by pain or discomfort such as a burning sensation in the epigastric area, feeling full after eating, bloating, belching, nausea, and vomiting. The aim of this study was to determine the relationship between knowledge, dietary patterns, and stress with the occurrence of dyspepsia among pharmacy students at UFDK Bukittinggi. This research used a quantitative method with a cross-sectional design. The population of the study consisted of pharmacy students from the 2021, 2022, and 2023 academic years, totaling 567 respondents. The sample comprised 187 respondents who met the inclusion criteria. This study was conducted at Fort De Kock University, Bukittinggi. The sampling technique used a questionnaire and was analyzed through non-probability sampling using purposive sampling and chi-square test. The results showed a significant relationship, with variables related to the incidence of dyspepsia being knowledge (p=0.028, OR=1.968), dietary patterns (p=0.001, OR=0.320), and stress (p=0.003). The conclusion of this study is that there is a significant relationship between knowledge, dietary patterns, and stress with the occurrence of dyspepsia among pharmacy students at Fort De Kock University, Bukittinggi.

Skripsi 2025
Detail
Pengaruh pemberian fraksi N- heksan daun...
Pengaruh pemberian fraksi N- heksan daun mangga bacang (Mangifera foetida L) terhadap kadar sel NK pada tikus sebagai imunomodulator.

Sri Gusriyani, Eka Tri Wulandari · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Sistem imun merupakan mekanisme pertahanan tubuh yang terdiri atas komponen seluler dan humoral. Sel Natural Killer (NK) berperan penting dalam imunitas nonspesifik karena mampu mengenali dan menghancurkan sel abnormal. Daun mangga bacang (Mangifera foetida L) mengandung senyawa bioaktif seperti triterpenoid dan steroid yang berpotensi sebagai imunostimulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fraksi N-heksan daun mangga bacang terhadap kadar sel NK pada tikus putih jantan. Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga kelompok, yaitu kontrol negatif (akuades), kontrol positif (Stimuno® 6,5 mg/kgBB), dan perlakuan (fraksi N-heksan daun mangga bacang 0,28 mg/20 gBB). Perlakuan diberikan oral selama 14 hari. Kadar sel NK diukur melalui metode ELISA dari serum darah pada pre- test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kadar sel NK pada kelompok perlakuan dari 14,47 pg/mL menjadi 18,43 pg/mL, kontrol positif dari 13,11 pg/mL menjadi 22,16 pg/mL, sedangkan kontrol negatif hanya meningkat dari 12,59 pg/mL menjadi 12,92 pg/mL. Analisis homogenitas tidak menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok (p=0,039), diperkuat dengan uji Kruskal- Wallis (p=0,039). Kesimpulannya, fraksi N-heksan daun mangga bacang memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kadar sel NK sebagai imunomodulator alami, sehingga dapat dikembangkan lebih lanjut dalam penelitian farmasi. Abstract (EN): The immune system is the body's defense mechanism composed of cellular and humoral components. Natural Killer (NK) cells play an important role in nonspecific immunity as they are capable of recognizing and destroying abnormal cells. Mangifera foetida L. (mangga bacang) leaves contain bioactive compounds such as triterpenoids and steroids, which have potential as immunostimulants. This study aimed to determine the effect of the n-hexane fraction of mangga bacang leaves on NK cell levels in male white rats. This experimental study used a completely randomized design (CRD) with three groups: negative control (distilled water), positive control (Stimuno® at 6.5 mg/kg body weight), and treatment (n-hexane fraction of mangga bacang leaves at 0.28 mg/20 g body weight). The treatment was administered orally for 14 days. NK cell levels were measured using the ELISA method from blood serum in both pre-test and post-test phases. The results showed an increase in NK cell levels in the treatment group from 14.47 pg/mL to 18.43 pg/mL, the positive control group from 13.11 pg/mL to 22.16 pg/mL, and the negative control group showed only a slight increase from 12.59 pg/mL to 12.92 pg/mL. Homogeneity analysis did not indicate a significant difference between groups (p = 0.039), which was supported by the Kruskal-Wallis test (p = 0.039). In conclusion, the N-hexane fraction of bacang mango leaves has a significant effect on NK cell levels as a natural immunomodulator, so it can be further developed in pharmaceutical research.

Skripsi 2025
Detail
Uji Aktivitas Analgetik Ekstrak Daun Jar...
Uji Aktivitas Analgetik Ekstrak Daun Jarak Pagar (Jatropha curcas L) Terhadap Mencit Putih Jantan Dengan Metode Writhing Test

Rianti Dwi Putri, Sri Gisriani · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Nyeri merupakan respons biologis terhadap kerusakan jaringan yang sering ditangani dengan penggunaan obat analgetik, baik sintetis maupun herbal. Namun, penggunaan obat sintetis jangka panjang dapat menyebabkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif dari bahan alam. Daun jarak pagar (Jatropha curcas L) mengandung flavonoid, alkaloid, tannin, saponin dan steroid terpenoid yang diduga memiliki efek analgetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas analgetik ekstrak etanol, etil asetat, dan N-heksan daun jarak pagar (Jatropha curcas L) pada mencit putih jantan menggunakan metode writhing test. Mencit dibagi menjadi sebelas kelompok, terdiri dari kontrol negatif (NaCMC 0,5%), pembanding (na-diklofenak 25 mg/kgBB) serta kelompok perlakuan dengan variasi jenis pelarut dan dosis yaitu 200, 400 dan 800 mg/kgBB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun jarak pagar (Jatropha curcas L) memiliki efek analgetik dengan potensi yang meningkat seiring dosis (dose-dependent), dimana ekstrak etanol dan etil asetat dosis 800 mg/kgBB memberikan efek tertinggi dengan daya analgetik 58% dan 56,4%. Penelitian ini mengindikasikan bahwa ekstrak daun jarak pagar (Jatropha curcas L) berpotensi sebagai analgetik yang dilihat dari adanya pengurangan respon nyeri (geliat) pada hewan uji. Abstract (EN): Pain is a biological response to tissue damage that is often treated with analgesic drugs, both synthetic and herbal. However, long-term use of synthetic drugs can cause side effects, so alternatives from natural ingredients are needed. Jatropha curcas L leaves contain flavonoids, alkaloids, tannins, saponins, and terpenoid steroids, which are believed to have analgesic effects. This study aimed to determine the analgesic activity of ethanol, ethyl acetate, and n-hexane extracts of castor bean leaves (Jatropha curcas L) in male white mice using the writhing test method. The mice were divided into eleven groups, consisting of a negative control (0.5% NaCMC), a comparison group (na-diclofenac 25 mg/kgBW), and treatment groups with varying types of solvents and doses of 200, 400, and 800 mg/kgBW. The results showed that Jatropha curcas L leaf extract had an analgesic effect with increasing potency with increasing dose (dose-dependent), where ethanol and ethyl acetate extracts at a dose of 800 mg/kgBW provided the highest effect with analgesic potency of 58% and 56.4%. This study indicates that Jatropha curcas L leaf extract has potential as an analgesic, as seen from the reduction in pain response (writhing) in test animals.

Skripsi 2025
Detail
Pembuatan dan Evaluasi Sediaan Handbody...
Pembuatan dan Evaluasi Sediaan Handbody Lotion dari Sari Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L) Kombinasi Buah Tomat (Solanum lycopersicum.).

Nurhayati, Dina Maysuri · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Kulit merupakan organ terluar tubuh yang berperan penting dalam perlindungan dari berbagai pengaruh lingkungan seperti sinar matahari, polusi, dan mikroorganisme. Untuk menjaga kesehatan kulit, dibutuhkan perawatan yang tepat salah satunya melalui penggunaan handbody lotion sebagai sediaan topikal pelembap. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisik dan stabilitas handbody lotion yang diformulasikan dari kombinasi sari buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dan sari buah tomat (Solanum lycopersicum L.), yang diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, vitamin C, dan likopen dengan sifat antioksidan. Belimbing wuluh memiliki aktivitas antibakteri dan antiinflamasi, sedangkan tomat dikenal mampu mencerahkan dan menutrisi kulit secara alami. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan merancang sepuluh formula lotion (F0–F9) menggunakan perbandingan konsentrasi sari buah belimbing wuluh dan tomat yang berbeda. Proses pembuatan lotion dilakukan melalui pemanasan terpisah antara fase air dan fase minyak, kemudian dicampurkan dan dihomogenisasi hingga membentuk emulsi semi solid. Evaluasi fisik sediaan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, dan daya sebar. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa semua sediaan memiliki bentuk semi solid dengan warna dan aroma bervariasi sesuai konsentrasi buah. Sediaan juga homogen tanpa pemisahan fase, nilai pH berada dalam kisaran normal kulit (4,5– 6,5), viskositas telah memenuhi rentang sediaan, dan daya sebar berada pada rentang 4,5–6,8 cm. Seluruh hasil menunjukkan bahwa formula yang diuji memiliki karakteristik fisik yang baik dan stabil selama penyimpanan Abstract (EN): The skin is the outermost organ of the body and plays an important role in protection against various environmental factors such as sunlight, pollution, and microorganisms. To maintain healthy skin, proper care is needed, one of which is through the use of handbody lotion as a topical moisturizer. This study aims to evaluate the physical characteristics and stability of a handbody lotion formulated from a combination of bilimbi fruit juice (Averrhoa bilimbi L.) and tomato juice (Solanum lycopersicum L.), both of which are known to contain active compounds such as flavonoids, vitamin C, and lycopene with antioxidant properties. Bilimbi fruit has antibacterial and anti-inflammatory activities, while tomatoes are known for their natural skin-brightening and nourishing effects. The research method used was a laboratory experiment, designing ten lotion formulas (F0–F9) with varying concentration ratios of bilimbi and tomato juice. The lotion preparation process involved separately heating the aqueous and oil phases, followed by mixing and homogenizing until a semi-solid emulsion was formed. Physical evaluation of the preparation included organoleptic tests, homogeneity, pH, viscosity, and spreadability. Observations showed that all preparations had a semi-solid form with varying colors and aromas depending on the fruit concentration. The preparations were also homogeneous without phase separation, had pH values within the normal skin range (4.5–6.5), viscosities within acceptable limits for lotion preparations, and spreadability ranging from 4.5 to 6.8 cm. All results indicate that the tested formulas had good physical characteristics and were stable during storage.

Skripsi 2025
Detail
Uji Aktivitas Mengkelat Logam Fraksi Air...
Uji Aktivitas Mengkelat Logam Fraksi Air Terhidrolisis HCL Ekstrak Etanol Beras Hitam (OryzaSativa L.indica) Dengan Metode FIC (Ferrous Ion Chelating)

Yulia Yesti, Reydisah · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Beras hitam (Oryza sativa L. indica) merupakan salah satu bahan pangan lokal yang kaya akan senyawa bioaktif, khususnya antosianin dan fenolik, yang berperan sebagai antioksidan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan analisis kuantitatif dengan tujuan untuk menentukan nilai chelating ability aktivitas mengkelat logam fraksi air terhidrolisis HCl ekstrak etanol beras hitam menggunakan metode Ferrous Ion Chelating (FIC). Sampel diekstraksi menggunakan pelarut etanol, kemudian dipartisi untuk memperoleh fraksi air dan selanjutnya dilakukan proses hidrolisis. Aktivitas mengkelat logam diuji dengan metode FIC. Nilai chelating ability ditentukan berdasarkan kurva hubungan konsentrasi dengan persentase pengkelatan ion Fe2+ . Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi air beras hitam memiliki nilai chelating ability sebesar 407,26 ppm, sedangkan fraksi air terhidrolisis menunjukkan nilai chelating ability sebesar 376 ppm. Nilai tersebut menunjukkan bahwa fraksi air terhidrolisis memiliki kemampuan pengkelatan ion besi yang lebih kuat dibandingkan fraksi air beras hitam. Uji Paired Sample T-Test menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua fraksi (p = 0,01), yang menandakan bahwa proses hidrolisis berpengaruh nyata dalam meningkatkan aktivitas mengkelat logam. Dapat disimpulkan bahwa fraksi air beras hitam, terutama setelah perlakuan hidrolisis, berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami yang memenuhi standar kualitas simplisia dan ekstrak nabati, sehingga layak dijadikan bahan baku obat tradisional maupun suplemen kesehatan.

Skripsi 2025
Detail
Analisis Kemometrik Dan Studi In silico...
Analisis Kemometrik Dan Studi In silico Profil Metabolit Ekstrak Metanol Dan Kloroform Daun Inggu (Ruta graveolens L.) Untuk Prediksi Aktivitas Sitotoksik Pada Sel Kanker Payudara MCF-7.

Billy Harnaldo Putra, Dhea Aulia Fitri · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Ruta graveolens L. (daun inggu) merupakan tanaman obat dari famili Rutaceae mengandung senyawa bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, kumarin, furoquinoline berpotensi sebagai agen antikanker. Penelitian bertujuan mengevaluasi dan membandingkan potensi sitotoksik ekstrak metanol dan kloroform terhadap sel kanker payudara MCF-7 melalui pendekatan kemometrik dan in silico. Ekstraksi dilakukan secara maserasi. Profil metabolit dianalisis menggunakan UHPLC-Q- Orbitrap-HRMS. Ekstrak metanol mengandung 558 metabolit, kloroform 543 metabolit. PCA menunjukkan pemisahan kelompok jelas. PLS-DA menghasilkan nilai R2 tinggi. oPLS-DA mengidentifikasi senyawa penting dengan nilai VIP > 1. Seleksi senyawa berdasarkan parameter farmakokinetik SwissADME menggunakan aturan Lipinski. Molecular docking dilakukan terhadap reseptor Estrogen (ER) dan reseptor Progesteron (PR) menggunakan AutoDock Vina. Validasi dilakukan melalui re-docking. Analisis interaksi berdasarkan nilai afinitas ikatan divisualisasikan 2D dan 3D menggunakan Discovery Studio. Tiga senyawa terbaik terhadap ER adalah aflaquinolone, ochratoxin A, piperolactam, terhadap PR adalah tixocortol, ochratoxin A, genistein. Ekstrak metanol memiliki keragaman metabolit dan aktivitas biologis lebih menjanjikan dibandingkan kloroform. Daun inggu berpotensi dikembangkan sebagai kandidat agen antikanker berbasis bahan alam. Abstract (EN): Ruta graveolens L. (rue leaves) is a medicinal plant from the Rutaceae family, known to contain bioactive compounds such as alkaloids, flavonoids, coumarins, and furoquinolines, which have potential as anticancer agents. This study aimed to evaluate and compare the cytotoxic potential of methanol and chloroform extracts against MCF-7 breast cancer cells using chemometric and in silico approaches. Extraction was carried out via maceration. Metabolite profiling was conducted using UHPLC-Q-Orbitrap-HRMS. The methanol extract contained 558 metabolites, while the chloroform extract contained 543. Principal Component Analysis (PCA) showed clear group separation. Partial Least Squares Discriminant Analysis (PLS-DA) yielded high R2 values, and Orthogonal PLS-DA (oPLS-DA) identified key compounds with VIP scores > 1. Compound selection was based on pharmacokinetic parameters from SwissADME, applying Lipinski’s Rule of Five. Molecular docking was performed on Estrogen Receptor (ER) and Progesterone Receptor (PR) using AutoDock Vina, with validation via re-docking. Interaction analyses were visualized in 2D and 3D using Discovery Studio based on binding affinity values. The three top-scoring compounds against ER were aflaquinolone, ochratoxin A, and piperolactam; and against PR were tixocortol, ochratoxin A, and genistein. The methanol extract showed greater metabolite diversity and more promising biological activity compared to the chloroform extract. These findings suggest that Ruta graveolens L. has significant potential for development as a natural product-based anticancer agent.

Skripsi 2025
Detail
Uji Kapasitas Antioksidan Fraksi Air Ter...
Uji Kapasitas Antioksidan Fraksi Air Terhidrolisis HCL Ekstrak Etanol Beras Hitam (Oryza sativa L indica) dengan Metode FRAP

Yulia Yesti, Resty Dwi Anada · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Radikal bebas adalah molekul reaktif yang dapat merusak lipid, protein, dan DNA sehingga menimbulkan stres oksidatif serta berkontribusi pada penyakit degeneratif, termasuk kanker, diabetes, dan gangguan kardiovaskular. Beras hitam (Oryza sativa L. indica) merupakan sumber alami senyawa bioaktif, seperti fenolik, flavonoid, dan antosianin, yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian eksperimen dengan analisis kuantitatif ini bertujuan mengetahui kapasitas antioksidan fraksi air hasil hidrolisis HCl dari ekstrak etanol 70% beras hitam menggunakan metode FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power) dan membandingkannya dengan vitamin C sebagai kontrol positif. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia Farmasi Universitas Fort De Kock Bukittinggi. Sampel beras hitam diperoleh dari Kabupaten Sleman, Jawa Tengah. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%, dilanjutkan fraksinasi cair- cair, kemudian hidrolisis HCl untuk memutus ikatan glikosidik sehingga menghasilkan aglikon yang lebih aktif. Hasil penelitian menunjukkan fraksi air terhidrolisis HCl memiliki kapasitas reduksi rata-rata 3,43 ± 2,24 g ekuivalen FeSO4/100 g ekstrak, meningkat menjadi 6,39 mg ekuivalen FeSO4/100 g pada konsentrasi 100 ppm. Nilai tersebut jauh lebih rendah dibandingkan vitamin C (806,22 ± 320,6 g ekuivalen FeSO4/100 g). Meskipun demikian, hidrolisis terbukti meningkatkan kapasitas antioksidan fraksi air beras hitam. Dengan demikian, beras hitam berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami untuk pencegahan penyakit degeneratif. Abstract (EN): Free radicals are reactive molecules that can damage lipids, proteins, and DNA, leading to oxidative stress and contributing to degenerative diseases such as cancer, diabetes, and cardiovascular disorders. Black rice (Oryza sativa L. indica) is a natural source of bioactive compounds, including phenolics, flavonoids, and anthocyanins, which have potential antioxidant properties. This experimental research with quantitative analysis aimed to determine the antioxidant capacity of the HCl-hydrolyzed water fraction from 70% ethanol extract of black rice using the FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power) method, and to compare it with vitamin C as a positive control. The study was conducted at the Pharmaceutical Chemistry Laboratory, Fort De Kock University, Bukittinggi. Black rice samples were obtained from Sleman Regency, Central Java. Extraction was carried out using maceration with 70% ethanol, followed by liquid-liquid fractionation, and then HCl hydrolysis to break glycosidic bonds, producing more active aglycones. The results showed that the HCl-hydrolyzed water fraction had an average reducing capacity of 3.43 ± 2.24 g FeSO4 equivalent/100 g extract, which increased to 6.39 mg FeSO4 equivalent/100 g at a concentration of 100 ppm. However, this value was significantly lower than that of vitamin C (806.22 ± 320.6 g FeSO4 equivalent/100 g). Nevertheless, hydrolysis was proven to enhance the antioxidant capacity of the water fraction of black rice. Therefore, black rice has potential to be developed as a natural antioxidant source for the prevention of degenerative diseases.

Skripsi 2025
Detail
Uji Aktivitas Antioksidan Fraksi Air Ter...
Uji Aktivitas Antioksidan Fraksi Air Terhidrolisis HCL dari Ekstrak Etanol Beras Hitam (Oryza sativa L. indica) dengan Metode H2O2 (Hydrogen peroxide).

Yulia Yesti, Desi Gustina · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Beras hitam (Oryza sativa L. indica) merupakan salah satu varietas berpigmen yang kaya senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenolik, dan antosianin yang berperan sebagai antioksidan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret- Agustus 2025 di Laboratorium Kimia Farmasi Universitas Fort de Kock Bukittinggi. Sampel berasal dari Kabupaten Slamet Jawa Tengah menggunakan penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan analisis kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan fraksi air hasil hidrolisis HCl dari ekstrak etanol beras hitam dengan metode H2O2. Ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian difraksinasi dan dihidrolisis menggunakan HCl. Skrining fitokimia menunjukkan adanya kandungan flavonoid, fenol, tannin, alkaloid, dan terpenoid, sementara saponin terdegradasi setelah hidrolisis. Uji aktivitas antioksidan menggunakan spektrofotometri UV-Vis menunjukkan bahwa vitamin C memiliki nilai IC50 sebesar 7,01 ppm (sangat kuat), fraksi air 62,83 ppm (sedang), dan fraksi air terhidrolisis HCl menunjukkan aktivitas lebih tinggi dibanding fraksi air. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa hidrolisis HCl dapat meningkatkan aktivitas antioksidan fraksi air beras hitam sehingga berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami. Abstract (EN): Black rice (Oryza sativa L. indica) is a pigmented variety rich in bioactive compounds such as flavonoids, phenolics, and anthocyanins, which play important roles as antioxidants. This research was conducted from March to August 2025 at the Pharmaceutical Chemistry Laboratory, Fort de Kock University, Bukittinggi. The sample was obtained from Slamet Regency, Central Java. This experimental study employed both qualitative and quantitative analyses. The aim of this study was to determine the antioxidant activity of the HCl-hydrolyzed aqueous fraction from the ethanol extract of black rice using the H2O2 method. Extraction was carried out by maceration with 70% ethanol, followed by fractionation and hydrolysis using HCl. Phytochemical screening revealed the presence of flavonoids, phenols, tannins, alkaloids, and terpenoids, while saponins degraded after hydrolysis. The antioxidant activity test using UV-Vis spectrophotometry showed that vitamin C had an IC50 value of 7.01 ppm (very strong), the aqueous fraction 62.83 ppm (moderate), and the HCl-hydrolyzed aqueous fraction exhibited higher activity compared to the non-hydrolyzed fraction. The results indicate that HCl hydrolysis enhances the antioxidant activity of the aqueous fraction of black rice, suggesting its potential as a natural antioxidant source.

Skripsi 2025
Detail
Uji Efektivitas Ekstrak Biji Kopi Robust...
Uji Efektivitas Ekstrak Biji Kopi Robusta (Coffea canephora Pierre ex. A Froehner) terhadap Disfungsi Hati pada Tikus Jantan Putih (Galur wistar)

Miming Andika, Regy Asnia Safitri · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Disfungsi hati ditandai dengan peningkatan kadar enzim hati seperti SGOT (Serum Glutamate Oxaloacetate Transaminase) dan SGPT (Serum Glutamic Pyruvate Transaminase) akibat kerusakan hepatosit. Kopi robusta (Coffea canephora Pierre ex. A Froehner) mengandung senyawa bioaktif, termasuk asam klorogenat, alkaloid, flavonoid, dan steroid yang berpotensi sebagai hepatoprotektor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol biji kopi robusta terhadap disfungsi hati pada tikus jantan putih (Galur wistar) yang diinduksi CCl4 . Metode penelitian menggunakan rancangan eksperimental dengan 6 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif (Na CMC), kontrol positif (CCl4 ), kontrol pembanding (Vitamin E), serta perlakuan ekstrak biji kopi robusta dengan dosis berbeda. Parameter yang diamati meliputi kadar SGPT dan SGOT, serta gambaran histopatologi hati. Data dianalisis menggunakan uji kruskal wallis melalui SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji kopi robusta menurunkan kadar SGPT dan SGOT secara signifikan (p < 0,05) dibandingkan kontrol positif. Analisis post hoc memperlihatkan perbedaan bermakna antara kelompok ekstrak dosis 400 mg/kgBB dengan kelompok kontrol positif, dengan hasil mendekati kontrol negatif dan setara dengan vitamin E. Gambaran histopatologi hati menunjukkan perbaikan berupa berkurangnya degenerasi, nekrosis, pelebaran vena sentralis, serta infiltrasi sel radang. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak etanol biji kopi robusta efektif memperbaiki disfungsi hati dengan efek hepatoprotektif yang signifikan, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai kandidat terapi herbal untuk gangguan hati. Abstract (EN): Liver dysfunction is characterized by increased levels of liver enzymes such as SGOT and SGPT due to hepatocyte damage. Robusta coffee (Coffea canephora Pierre ex. A Froehner) contains bioactive compounds, including chlorogenic acid, alkaloids, flavonoids, and steroids that have the potential to act as hepatoprotectors. This study aims to determine the effectiveness of ethanol extract of robusta coffee beans on liver dysfunction in male white Wistar rats induced by CCl4 . The research method used an experimental design with 6 treatment groups, namely negative control (Na CMC), positive control (CCl4 ), comparison control (Vitamin E), and treatment of robusta coffee bean extract with different doses. The parameters observed included SGPT and SGOT levels, as well as liver histopathology. The data were analyzed using the Kruskal Wallis test via SPSS 20. The results showed that robusta coffee bean extract significantly reduced SGPT and SGOT levels (p < 0.05) compared to the positive control. Post hoc analysis showed a significant difference between the 400 mg/kgBW extract group and the positive control group, with results approaching those of the negative control and equivalent to vitamin E. Liver histopathology showed improvements in the form of reduced degeneration, necrosis, central vein dilation, and inflammatory cell infiltration. The conclusion of this study is that the ethanol extract of robusta coffee beans is effective in improving liver dysfunction with significant hepatoprotective effects, potentially thus being developed as a candidate herbal therapy for liver disorders.

Skripsi 2025
Detail
Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Pelarut Non...
Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Pelarut Non Polar Daun Inggu (Ruta graveolens L.) Pada Sel Kanker Payudara Mcf-7.

Billy Harnaldo Putra, Delvera Gusti · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Daun inggu (Ruta graveolens L.) dari famili Rutaceae mengandung senyawa aktif seperti kumarin, alkaloid, minyak atsiri, flavonoid, dan furokuinolin yang berpotensi sebagai agen antikanker alami. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi toksisitas dan aktivitas sitotoksik ekstrak non polar daun inggu terhadap sel kanker payudara MCF-7, serta menentukan pelarut terbaik. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut n-heksan, kloroform, dan diklorometana. Uji toksisitas dilakukan melalui Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dengan larva Artemia salina untuk memperoleh nilai LC50, sedangkan uji sitotoksik menggunakan metode MTT terhadap sel MCF-7. Hasil skrining fitokimia menunjukkan semua ekstrak mengandung kumarin, alkaloid, flavonoid, dan steroid. Ekstrak kloroform memberikan rendemen tertinggi sebesar 24%, diikuti diklorometana 21,5%, dan n-heksan 17,5%. Nilai LC50 ekstrak kloroform sebesar 10,94 μg/mL (kategori sangat toksik), diikuti diklorometana 26,96 μg/mL dan n-heksan 27,39 μg/mL (toksik sedang). Nilai IC50 kloroform adalah 6,63 μg/mL (sitotoksik kuat), diklorometana 25,71 μg/mL, dan n-heksan 27,23 μg/mL. Dengan demikian, ekstrak kloroform menunjukkan potensi tertinggi sebagai kandidat agen antikanker. Abstract (EN): Rue leaves (Ruta graveolens L.) from the Rutaceae family contain active compounds such as coumarins, alkaloids, essential oils, flavonoids, and furocoumarins, which have potential as natural anticancer agents. This study aimed to evaluate the toxicity and cytotoxic activity of non-polar extracts of rue leaves against MCF-7 breast cancer cells and to determine the most effective solvent. Extraction was carried out using maceration with n-hexane, chloroform, and dichloromethane as solvents. Toxicity testing was conducted using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) with Artemia salina larvae to obtain LC50 values, while cytotoxicity testing was performed using the MTT method on MCF-7 cells. Phytochemical screening results showed that all extracts contained coumarins, alkaloids, flavonoids, and steroids. The chloroform extract yielded the highest percentage at 24%, followed by dichloromethane at 21.5%, and n-hexane at 17.5%. The LC50 value of the chloroform extract was 10.94 μg/mL (categorized as highly toxic), followed by dichloromethane at 26.96 μg/mL and n-hexane at 27.39 μg/mL (moderately toxic). The IC50 value of the chloroform extract was 6.63 μg/mL (strongly cytotoxic), dichloromethane 25.71 μg/mL, and n-hexane 27.23 μg/mL. Thus, the chloroform extract showed the highest potential as a candidate for an anticancer agent.

Skripsi 2025
Detail
Pembuatan Dan Evaluasi Sediaan Krim Pero...
Pembuatan Dan Evaluasi Sediaan Krim Perona Pipi (Blush on) Kombinasi Sari Buah Stroberi (Fragaria x ananassa Duch.) Dan Sari Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.)

Nola Rahmadasmi, Regina Fatrimaisya · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Penggunaan bahan alami dalam produk kosmetik semakin diminati sebagai alternatif bahan sintetis yang berpotensi menimbulkan efek samping seperti iritasi, salah satu kosmetik yang menggunakan pewarna adalah kosmetik dekoratif dari krim perona pipi yang memberi kesan segar pada wajah. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah kombinasi sari buah stroberi (Fragaria x ananassa Duch.) dan sari ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) dapat menghasilkan warna alami yang sesuai dengan mutu fisik krim perona pipi mengandung antosianin, Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium dengan formulasi (F0-F10) variasi konsentrasi sari buah. Evaluasi meliputi mutu fisik, uji stabilitas, iritasi dan uji hedonik. Semua formulasi menunjukan karakteristik organoleptis, homogenitas, daya sebar,viskositas dan pH (4,5–7) sesuai standar sediaan topikal. Uji stabilitas freeze-thaw menunjukkan tidak ada perubahan warna, bau atau tekstur. Uji iritasi pada hewan dan manusia tidak menimbulkan reaksi iritasi. Hasil uji hedonik pada 10 panelis menunjukkan (F8) paling disukai dari segi warna dan tekstur, (F6) dari bau, dan (F7) dari rasa di kulit. Kombinasi sari stroberi dan ubi ungu terbukti sebagai pewarna alami yang aman, efektif, dan disukai dalam formulasi krim perona pipi. Abstract (EN): The use of natural ingredients in cosmetic products is increasingly popular as an alternative to synthetic substances, which may cause side effects such as irritation. One type of cosmetic that utilizes colorants is decorative cosmetics, such as blush cream, which gives a fresh look to the face. This study aimed to determine whether a combination of strawberry (Fragaria x ananassa Duch.) juice and purple sweet potato (Ipomoea batatas L.) extract could produce a natural color suitable for blush cream while meeting the required physical quality standards and containing anthocyanins.The study was conducted as a laboratory experiment with formulations (F0–F10) using various concentrations of fruit extract. Evaluations included physical quality, stability tests, irritation tests, and hedonic (preference) tests. All formulations demonstrated acceptable organoleptic characteristics, homogeneity, spreadability, viscosity, and pH (4.5–7) in accordance with topical preparation standards.Freeze-thaw stability tests showed no changes in color, odor, or texture. Irritation tests on animals and humans showed no signs of irritation. The hedonic test involving 10 panelists indicated that formulation F8 was the most preferred in terms of color and texture, F6 in terms of scent, and F7 for how it felt on the skin. The combination of strawberry and purple sweet potato extract proved to be a safe, effective, and well-liked natural colorant for blush cream formulations.

Skripsi 2025
Detail
penentuan pengaruh jenis pelarut terhada...
penentuan pengaruh jenis pelarut terhadap perolehan kadar fenol dari rimpang lempuyang gajah ( zingiber zerumbet L.)

Oryza Sativa Fitriani, Regia Yurizal Putri · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Farmasi

Famili Zingiberaceae merupakan kelompok tumbuhan dari kelas lipiopsida yang banyak di manfaatkan sebagai obat tradisional, bumbu masak , dan tanaman hias. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis pelarut ekstrak terhadap perolehan kadar fenol dari lempuyang gajah (zingiber zerumbet L.). sampel yang di ginakan dalam penelitian ini Adalah rimpang lempuyang gajah yang di ambil di siulak kabupaten kerinci, provinsi jambi. Metode yang digunakan pada penelitian ini Adalah eksperimental. Dan metode pengujian nya Adalah kualitatif dengan pengujian warna yang di dapatkan Adalah biru kehitaman setalah di beri FeCl3. Dan untuk kuantitatif dengann metode spektrometri UV-Vis dan mendapatkan pelarut aseton sebesar 91,4%, diikuti etil asetat (84,0%), iiianjangiii (78,4%), akuades (77,6%), dan kadar terendah dengan etanol (66,8%). Dan dapat di simpulkan Metode Folin-Ciocalteu dan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 730 nm terbukti valid, akurat, dan dapat digunakan untuk analisis kadar fenol total pada ekstrak tanaman.

Skripsi 2025
Detail