Uji Aktivitas Mengkelat Logam Fraksi Air Terhidrolisis HCL Ekstrak Etanol Beras Hitam (OryzaSativa L.indica) Dengan Metode FIC (Ferrous Ion Chelating)
- Penulis
- Reydisah
- Pembimbing
- Yulia Yesti
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2025
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Farmasi
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- — (Jawa Barat)
- Dipublikasikan
- 05 Februari 2026
Abstrak
Beras hitam (Oryza sativa L. indica) merupakan salah satu bahan pangan lokal yang kaya akan senyawa bioaktif, khususnya antosianin dan fenolik, yang berperan sebagai antioksidan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan analisis kuantitatif dengan tujuan untuk menentukan nilai chelating ability aktivitas mengkelat logam fraksi air terhidrolisis HCl ekstrak etanol beras hitam menggunakan metode Ferrous Ion Chelating (FIC). Sampel diekstraksi menggunakan pelarut etanol, kemudian dipartisi untuk memperoleh fraksi air dan selanjutnya dilakukan proses hidrolisis. Aktivitas mengkelat logam diuji dengan metode FIC. Nilai chelating ability ditentukan berdasarkan kurva hubungan konsentrasi dengan persentase pengkelatan ion Fe2+ . Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi air beras hitam memiliki nilai chelating ability sebesar 407,26 ppm, sedangkan fraksi air terhidrolisis menunjukkan nilai chelating ability sebesar 376 ppm. Nilai tersebut menunjukkan bahwa fraksi air terhidrolisis memiliki kemampuan pengkelatan ion besi yang lebih kuat dibandingkan fraksi air beras hitam. Uji Paired Sample T-Test menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua fraksi (p = 0,01), yang menandakan bahwa proses hidrolisis berpengaruh nyata dalam meningkatkan aktivitas mengkelat logam. Dapat disimpulkan bahwa fraksi air beras hitam, terutama setelah perlakuan hidrolisis, berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami yang memenuhi standar kualitas simplisia dan ekstrak nabati, sehingga layak dijadikan bahan baku obat tradisional maupun suplemen kesehatan.