Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock
← Kembali
Uji aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak kulit putih semangka (Citrullus lana...
Buka Dokumen (Google Drive)
Skripsi 2025

Uji aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak kulit putih semangka (Citrullus lanatus) dan daun salam (Syzygium Nervosum) dengan metode DDPH.

Penulis
Aulia Fitri Ariani
Pembimbing
Nurhayati
Jenis repository
Skripsi
Tahun
2025
Fakultas
Fakultas Ilmu Kesehatan
Program studi
S1 Farmasi
Metode penelitian
—
Jenis metode
—
Variabel
—
Sumber dana
—
Lokasi/wilayah penelitian
— (Kota Bukittinggi, Sumatera Barat)
Dipublikasikan
05 Februari 2026

Abstrak

Radikal bebas dapat menimbulkan stres oksidatif yang berperan dalam proses penuaan dan berbagai penyakit degeneratif. Antioksidan dari bahan alam dianggap lebih aman dibandingkan antioksidan sintetik. Kulit putih semangka (Citrullus lanatus) dan daun salam (Syzygium polyanthum) diketahui mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan fenol yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit putih semangka dan daun salam baik secara tunggal maupun kombinasi dengan metode DPPH (2,2-difenil- 1-pikrilhidrazil), serta mengevaluasi efek interaksi kombinasi menggunakan nilai FICI (Fractional Inhibitory Concentration Index). Ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan etanol 96%. Aktivitas antioksidan diukur pada panjang gelombang 517 nm menggunakan spektrofotometer UV-Vis, kemudian nilai IC50 ditentukan melalui analisis regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun salam memiliki IC50 sebesar 55,73 ppm (kategori kuat), ekstrak kulit putih semangka 72,94 ppm (kategori kuat), dan vitamin C sebagai kontrol positif 12,11 ppm (sangat kuat). Kombinasi ekstrak kulit putih semangka dan daun salam rasio 1:1 menghasilkan IC50 71,75 ppm dengan nilai FICI 1,134 yang tergolong indiferen. Kombinasi rasio 1:3 menghasilkan IC50 86,90 ppm dengan nilai FICI 1,466 (indiferen), sedangkan kombinasi rasio 3:1 menghasilkan IC50 lebih tinggi dari ekstrak tunggal dengan nilai FICI 0,478(sinergis). Abstract (EN): Free radicals can cause oxidative stress, which plays a role in the aging process and various degenerative diseases. Antioxidants derived from natural sources are considered safer than synthetic antioxidants. White watermelon rind (Citrullus lanatus) and salam leaves (Syzygium polyanthum) are known to contain secondary metabolites such as flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, and phenols, which have potential antioxidant properties. This study aimed to determine the antioxidant activity of ethanol extracts of white watermelon rind and salam leaves, both individually and in combination, using the DPPH (2,2- diphenyl-1-picrylhydrazyl) method. It also aimed to evaluate the interaction effect of the combinations using the FICI (Fractional Inhibitory Concentration Index) value. Extraction was performed by maceration using 96% ethanol. Antioxidant activity was measured at a wavelength of 517 nm using a UV-Vis spectrophotometer, and IC50 values were determined through linear regression analysis. The results showed that the salam leaf extract had an IC50 of 55.73 ppm (strong category), white watermelon rind extract had an IC50 of 72.94 ppm (strong category), and vitamin C (used as a positive control) had an IC50 of 12.09 ppm (very strong). The 1:1 combination produced an IC50 of 71.75 ppm with a FICI value of 1.134, categorized as indifferent. The 1:3 combination had an IC50 of 86.90 ppm with a FICI value of 1.466 (indifferent), While the 3:1 combination showed a higher IC50 than the individual extracts but with a FICI value of 0.478, indicating a synergistic effect.

Kata Kunci

Antioksidan DPPH Kulit Putih Samangka Daun Salam IC50 FICI