Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keberhasilan Terapi Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Tigo Baleh Tahun 2025
- Penulis
- Putri C
- Pembimbing
- Nurhayati
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2025
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Farmasi
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- — (Kota Bukittinggi, Sumatera Barat)
- Dipublikasikan
- 05 Februari 2026
Abstrak
Diabetes Melitus (DM) atau yang biasa disebut dengan kencing manis merupakan penyakit gangguan metabolisme tubuh yang menahun akibat hormon insulin dalam tubuh yang tidak dapat digunakan secara efektif dalam mengatur keseimbangan gula darah sehingga meningkatkan konsentrasi kadar gula di dalam darah (hiperglikemia). Keberhasilan terapi tidak hanya bergantung pada pengobatan, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, tingkat stres, dukungan keluarga, serta tingkat kepatuhan minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan terapi pasien DM di Puskesmas Tigo Baleh pada tahun 2025. Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain analitik deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan pasien DM yang berobat di Puskesmas Tigo Baleh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan telaah rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian pada 32 pasien diabetes mellitus menunjukkan bahwa 50% responden berhasil mencapai keberhasilan terapi. Karakteristik mayoritas responden adalah lansia, indeks massa tubuh normal, tekanan darah normal, pola makan cukup, aktivitas fisik berat, serta dukungan keluarga baik. Analisis bivariat menemukan bahwa kepatuhan minum obat berhubungan signifikan dengan keberhasilan terapi (p = 0,005). Hasil analisis multivariat menunjukkan tekanan darah sebagai faktor paling berpengaruh (p = 0,028; OR = 0,116), di mana pasien dengan tekanan darah normal memiliki peluang lebih besar untuk berhasil dalam terapi dibandingkan pasien dengan tekanan darah tinggi. Keberhasilan terapi pasien diabetes mellitus dipengaruhi oleh kepatuhan minum obat dan terutama kondisi tekanan darah, sehingga pengendalian hipertensi menjadi kunci penting dalam pencapaian terapi. Abstract (EN): Diabetes Mellitus (DM), commonly referred to as diabetes, is a chronic metabolic disorder caused by the body’s inability to effectively use insulin, leading to an imbalance in blood sugar regulation and resulting in increased blood sugar levels (hyperglycemia). The success of therapy depends not only on medication but is also influenced by various factors such as age, gender, physical activity, stress level, family support, and medication adherence. This study aims to analyze the factors associated with the success of therapy in DM patients at the Tigo Baleh Public Health Center in 2025. This is a quantitative study using a descriptive-analytic design with a cross-sectional approach, involving DM patients receiving treatment at the Tigo Baleh Health Center. Data were collected using structured questionnaires and a review of medical records, and then analyzed using chi-square and logistic regression tests. The study involved 32 diabetes mellitus patients, with 50% of respondents achieving therapeutic success. Most respondents were elderly, had normal body mass index, normal blood pressure, moderately healthy eating patterns, engaged in heavy physical activity, and had good family support. Bivariate analysis revealed that medication adherence was significantly associated with therapy success (p = 0.005). Multivariate analysis showed that blood pressure was the most influential factor (p = 0.028; OR = 0.116), where patients with normal blood pressure had a higher likelihood of successful therapy compared to those with hypertension. In conclusion, therapy success in diabetes mellitus patients is influenced by medication adherence and especially blood pressure status, highlighting the importance of hypertension control in achieving therapeutic goals.