Perbandingan Aktivitas Analgetik Infusa Dan Ekstrak Etanol Rimpang Gandasuli (Hedycium coronariun J.Koening) pada Mencit Putih Jantan (Mus muculus).
- Penulis
- Cahaya Aisyah Adilla Sari
- Pembimbing
- Evi Hasnita
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2025
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Farmasi
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- — (Kota Bukittinggi, Sumatera Barat)
- Dipublikasikan
- 05 Februari 2026
Abstrak
Nyeri merupakan salah satu gejala klinis yang paling sering dikeluhkan dan menjadi alasan utama pasien mencari pengobatan. Penggunaan obat analgetik sintetis seperti NSAID diketahui dapat menimbulkan berbagai efek samping, sehingga pengembangan alternatif dari bahan alam menjadi penting. Gandasuli (Hedycium coronarium) dikenal memiliki aktivitas antiinflamasi dan potensial sebagai analgetik. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas analgetik infusa dan ekstrak etanol rimpang gandasuli pada mencit putih jantan (Mus musculus). Penelitian menggunakan metode writhing test dengan induksi asam asetat. Mencit dibagi menjadi tujuh kelompok perlakuan, masing-masing menerima kontrol negatif (Na-CMC 1%), infusa gandasuli dengan konsentrasi 7%, 14%, dan 28%, serta ekstrak etanol gandasuli dengan dosis 400, 800, dan 1200 mg/KgBB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik infusa maupun ekstrak etanol rimpang gandasuli memiliki aktivitas analgetik dengan penurunan jumlah geliat mencit yang signifikan dibandingkan kontrol negatif. Dosis 1200 mg/KgBB untuk ekstrak etanol dan konsentrasi 28% untuk infusa menunjukkan aktivitas paling efektif. Kesimpulannya, rimpang gandasuli memiliki potensi sebagai sumber analgetik alami, dengan ekstrak etanol menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan infusa pada dosis tertentu. Abstract (EN): Pain is one of the most common clinical symptoms and a primary reason patients seek medical treatment. The use of synthetic analgesics, such as NSAIDs, is known to cause various side effects, making the development of natural alternatives increasingly important. Gandasuli (Hedychium coronarium) is traditionally known for its anti-inflammatory properties and potential as a natural analgesic. This study aimed to compare the analgesic activity of the infusion and ethanol extract of gandasuli rhizome in male white mice (Mus musculus). The study used the writhing test method induced by acetic acid. Mice were divided into seven treatment groups, each receiving one of the following: Negative control (1% Na-CMC), Gandasuli infusion at concentrations of 7%, 14%, and 28%, Ethanol extract of gandasuli at doses of 400, 800, and 1200 mg/kg body weight. The results showed that both the infusion and ethanol extract of gandasuli rhizome exhibited significant analgesic activity, as indicated by a reduction in the number of writhes compared to the negative control. The ethanol extract at 1200 mg/kg and the infusion at 28% concentration demonstrated the most effective analgesic activity. In conclusion, gandasuli rhizome has strong potential as a natural source of analgesics, with the ethanol extract showing higher effectiveness than the infusion at equivalent doses.