Uji Toksisitas Akut Ekstrak Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa) Dan Histopatologi Hati Pada Mencit Putih Galur Wistar
- Penulis
- Sindi Rhamadani
- Pembimbing
- Miming Andika
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2025
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Farmasi
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- — (Kota Padang, Sumatera Barat)
- Dipublikasikan
- 05 Februari 2026
Abstrak
Bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) merupakan tanaman obat tradisional yang banyak digunakan masyarakat karena kandungan metabolit sekundernya seperti flavonoid, alkaloid, dan fenolik yang diketahui memiliki berbagai aktivitas biologis, namun informasi mengenai keamanan penggunaannya masih terbatas sehingga diperlukan penelitian toksisitas untuk memastikan dosis aman penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai LD50 ekstrak bawang dayak, rentang dosis toksik, serta pengaruhnya terhadap gambaran histopatologi hati mencit putih jantan galur wistar. Uji toksisitas akut dilakukan dengan mencit yang dibagi dalam kelompok kontrol negatif (Na-CMC 0,5%) dan kelompok perlakuan dengan dosis 5 mg/kgBB, 50 mg/kgBB, 300 mg/kgBB, dan 5000 mg/kgBB, kemudian diamati gejala klinis, mortalitas, serta kondisi histopatologi hati menggunakan skoring kerusakan sel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bawang dayak memiliki LD50 < 5000 mg/kgBB sehingga tidak termasuk kategori tidak toksik, dengan hati masih normal pada dosis rendah (5 mg/kgBB), mengalami kerusakan minimal pada dosis 50 mg/kgBB, kerusakan sedang pada dosis 300 mg/kgBB berupa degenerasi dan nekrosis, serta kerusakan berat pada dosis 5000 mg/kgBB berupa degenerasi luas, nekrosis, dan infiltrasi sel radang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak bawang dayak memiliki potensi toksik pada dosis tinggi dan berpengaruh terhadap histopatologi hati mencit, sehingga penggunaannya sebagai obat herbal perlu memperhatikan batas dosis aman agar tidak menimbulkan efek toksik. Abstract (EN): Dayak onion (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) is a traditional medicinal plant widely used by the community due to its secondary metabolite content such as flavonoids, alkaloids, and phenolics, which are known to have various biological activities. However, information regarding the safety of its use is still limited, thus toxicity testing is necessary to determine the safe dosage for use. This study aimed to determine the LD50 value of the Dayak onion extract, the range of toxic doses, and its effects on the liver histopathology of male Wistar white mice. Acute toxicity testing was conducted using mice divided into a negative control group (Na-CMC 0.5%) and treatment groups with doses of 5 mg/kg body weight (BW), 50 mg/kg BW, 300 mg/kg BW, and 5000 mg/kg BW. Clinical symptoms, mortality, and liver histopathology were observed using a cell damage scoring system. The results showed that the Dayak onion extract had an LD50 of