Hubungan Tingkat pengetahuan Masyarakat Dengan Ketepatan DAGUSIBU Obat di Kenagarian Ranah Sungai Magelang Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2024.
- Penulis
- Intan Ghaizani
- Pembimbing
- Nurhayati
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2025
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Farmasi
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- — (Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat)
- Dipublikasikan
- 05 Februari 2026
Abstrak
Di Sumatera Barat, persentase rata-rata pengetahuan keluarga dalam menentukan, memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat berada pada kategori rendah (57,53%) begitu pula dengan persentase perilaku yang masih rendah yaitu (59,38%). Melihat hal tersebut dapat dikatakan bahwa di Indonesia masih rendah pengetahuan, perilaku, dan praktik terkait obat-obatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan masyarakat dengan ketepatan dagusibu obat di Kenagarian Ranah Sungai Magelang Kabupaten Pasaman Barat. Jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif. Penelitian telah dilaksanakan bulan November tahun 2024 dengan populasi sebanyak 1068 orang serta sampel sebanyak 100 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner, analisis data meliputi univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari separuh orang memiliki pengetahuan yang kurang baik tentang DAGUSIBU obat (64%). Secara rinci, lebih dari separuh orang memiliki pengetahuan yang kurang baik tentang dapatkan obat (55%), gunakan obat (58%), simpan obat (51%) dan buang obat (65%). Lebih dari separuh orang dengan ketepatan DAGUSIBU obat yang tidak tepat yaitu sebanyak 70 orang (70%). Secara rinci, lebih dari separuh orang yang tidak tepat dalam hal gunakan obat (85%) dan simpan obat (72%). Namun, lebih dari separuh orang Kenagarian Ranah Sungai Magelang yang tepat dalam hal dapatkan obat (76%) dan buang obat (59%). Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan ketepatan masyarakat tentang DAGUSIBU obat (P-value = 0,001 dan OR 6,75). Disimpulkan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan ketepatan masyarakat Kenagarian Ranah Sungai Magelang tentang DAGUSIBU obat. Diharapkan bagi masyarakat untuk aktif bertanya kepada petugas kesehatan tentang DAGUSIBU obat serta menerapkan DAGUSIBU obat dengan tepat. Abstract (EN): In West Sumatra, the average percentage of families’ knowledge in determining, obtaining, using, storing, and disposing of medicines is categorized as low (57.53%), as is the percentage of appropriate behavior (59.38%). These figures indicate that in Indonesia, knowledge, behavior, and practice related to medication use remain inadequate. This study aimed to determine the relationship between the level of community knowledge and the accuracy of DAGUSIBU (Obtain, Use, Store, Dispose) practices in Ranah Sungai Magelang Village, West Pasaman District. This is a quantitative descriptive study using a descriptive research design. The research was conducted in November 2024, with a population of 1,068 people and a sample of 100 respondents, selected using simple random sampling. Data were collected using a questionnaire and analyzed through univariate and bivariate analysis. The results showed that more than half of the respondents had poor knowledge about DAGUSIBU practices (64%). Specifically: 55% had poor knowledge about obtaining medicines, 58% about using medicines, 51% about storing medicines, and 65% about disposing of medicines. Furthermore, 70% of respondents demonstrated inaccurate DAGUSIBU practices, with the highest inaccuracies found in: Using medicines (85%), Storing medicines (72%). However, more than half of the respondents practiced correctly in: Obtaining medicines (76%), and Disposing of medicines (59%). There was a significant relationship between knowledge level and the accuracy of DAGUSIBU practices (P-value = 0.001; OR = 6.75). Conclusion: There is a significant relationship between the community's level of knowledge and the accuracy of DAGUSIBU practices in Ranah Sungai Magelang Village. It is recommended that the community actively seek information from health workers regarding proper DAGUSIBU practices and apply them accurately.