Gambaran Resiliesi Masyarakat Batu Palano Pasca Erupsi Gunung Marapi di Kabupaten Agam
Rahmat Syukri, Amelia Putri
· 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan
Latar belakang Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwayang
mengancam dan mengganggu kehidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh
faktor alam, non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya
korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data secara empiris mengenai
bagaimana resiliensi masyarakat pasca erupsi gunung marapi. Metode yang
digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan pendekatan fenomenalogidengan
teknik snowball sampling yaitu dengan cara melakukan teknik triangulasi. Hasil
penelitian mengidentifikasi empat tema utama dalam resiliensi masyarakat, yaitu
aspek psikologis, peran spiritual, dampak ekonomi, dan persepsi masyarakat
terhadap bencana. Ditemukan bahwa masyarakat mengalami kecemasan, trauma,
dan ketakutan. Tetapi, secara bertahap mampu beradaptasi dengan kondisi pasca
bencana. Faktor spiritual memiliki peran penting dalam meningkatkan ketahanan
mental, di mana masyarakat cenderung lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan
meningkatkan ibadah. Dari sisi ekonomi, banyak warga mengalami kehilangan
mata pencaharian akibat lahan pertanian yang rusak oleh abu vulkanik, sehingga
mempengaruhi kondisi sosial mereka. Persepsi masyarakat terhadap bencana juga
mengalami perubahan, dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya
kesiapsiagaan dan solidaritas dalam menghadapi bencana di masa depan.
Kesimpulannya, resiliensi masyarakat Batu Palano terbentuk melalui dukungan
sosial, keyakinan spiritual, serta adaptasi terhadap perubahan ekonomi dan sosial
yang terjadi. Kesimpulan diharapkan pemerintah dan tenaga kesehatan dapat
memberikan edukasi lebih lanjut mengenai mitigasi bencana serta dukungan
psikososial bagi masyarakat terdampak.
Abstract (EN):
Disaster background is an event or a series of events threatening and disturbing
people's lives caused by both natural, non -natural and human factors, resulting in
fatalities, environmental damage, property losses, and psychological impacts. The
purpose of this study was to obtain empirical data on how the resilience of the
people after the eruption of Mount Marapi. The method used is a qualitative
approach with a phenomenalogical approach withs nowball sampling techniques
by doing triangulation techniques. The results of the study identified the four
main themes in community resilience, namely psychological aspects, spiritual
roles, economic impacts, and community perceptions of disasters. It was found
that people experience anxiety, trauma, and fear. However, gradually able to
adapt to post –disaster conditions. Spiritual factors have an important role in
increasing mental resilience, where people tend to draw closer to God and
increase worship. From the economic side, many residents experience loss of
livelihoods due to agricultural land damaged by volcanic ash, thus affecting their
social conditions. Community perception of disasters has also changed, with an
increase in awareness of the importance of preparedness and solidarity in dealing
with future disasters. In conclusion, the resilience of the Batu Palano community
is formed through social support, spiritual beliefs, and adaptation to economic and
social changes that occur. The conclusion is expected that the government and
health workers can provide further education regarding disaster mitigation and
psychosocial support for affected communities.