Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Cover Asuhan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Ny. Y Dengan Diabetes Mellitus di Nagari Bukik Batabuah Kecamatan Canduang Tahun 2025
Asuhan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Ny. Y Dengan Diabetes Mellitus di Nagari Bukik Batabuah Kecamatan Canduang Tahun 2025

Mesi Yunia Sari, Divany Instalansa Sirait · 2025 · Karya Ilmiah Akhir · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran penting dalam pemeliharaan kesehatan anggotanya. Ketika salah satu anggota keluarga mengalami masalah kesehatan, seperti Diabetes Mellitus (DM), hal ini dapat memengaruhi fungsi keluarga secara keseluruhan. Pada kasus keluarga Ny. Y di Nagari Bukik Batabuah Kecamatan Canduang tahun 2025, masalah utama yang ditemukan adalah ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan, perilaku kesehatan cenderung berisiko, dan Koping Keluarga Tidak Efektif. Intervensi utama yang dilakukan adalah konsumsi buah naga merah segar selama lima hari berturut-turut sebanyak 1 buah per hari dengan berat 400 yang dipotong menjadi dua bagian dan dikonsumsi dua kali sehari (pagi dan sore), konseling kontrol glikemik, dan edukasi tentang dukungan dan koping keluarga dalam motivasi pengobatan menggunakan media leaflet. Setelah penerapan terapi komplementer buah naga merah segar, terjadi penurunan kadar gula darah Ny. Y dari 282 mg/dL menjadi 137 mg/dL serta peningkatan pengetahuan keluarga mengenai kontrol glikemik dan hubungan dukungan dan koping keluarga dalam motivasi pengobatan. Hal ini menunjukkan bahwa asuhan keperawatan komplementer yang melibatkan keluarga memberikan dampak positif dalam pengelolaan DM. Dengan demikian, peran keluarga sebagai unit kecil dalam masyarakat sangat krusial dalam mendukung pengelolaan penyakit kronis, baik secara fisik maupun psikososial, sehingga meningkatkan kualitas hidup pasien dan kesehatan keluarga secara menyeluruh. Abstract (EN): -

Karya Ilmiah Akhir 2025
Detail
Cover Gambaran Resiliesi Masyarakat Batu Palano Pasca Erupsi Gunung Marapi di Kabupaten Agam
Gambaran Resiliesi Masyarakat Batu Palano Pasca Erupsi Gunung Marapi di Kabupaten Agam

Rahmat Syukri, Amelia Putri · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Keperawatan

Latar belakang Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwayang mengancam dan mengganggu kehidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam, non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data secara empiris mengenai bagaimana resiliensi masyarakat pasca erupsi gunung marapi. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan pendekatan fenomenalogidengan teknik snowball sampling yaitu dengan cara melakukan teknik triangulasi. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama dalam resiliensi masyarakat, yaitu aspek psikologis, peran spiritual, dampak ekonomi, dan persepsi masyarakat terhadap bencana. Ditemukan bahwa masyarakat mengalami kecemasan, trauma, dan ketakutan. Tetapi, secara bertahap mampu beradaptasi dengan kondisi pasca bencana. Faktor spiritual memiliki peran penting dalam meningkatkan ketahanan mental, di mana masyarakat cenderung lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan meningkatkan ibadah. Dari sisi ekonomi, banyak warga mengalami kehilangan mata pencaharian akibat lahan pertanian yang rusak oleh abu vulkanik, sehingga mempengaruhi kondisi sosial mereka. Persepsi masyarakat terhadap bencana juga mengalami perubahan, dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan dan solidaritas dalam menghadapi bencana di masa depan. Kesimpulannya, resiliensi masyarakat Batu Palano terbentuk melalui dukungan sosial, keyakinan spiritual, serta adaptasi terhadap perubahan ekonomi dan sosial yang terjadi. Kesimpulan diharapkan pemerintah dan tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi lebih lanjut mengenai mitigasi bencana serta dukungan psikososial bagi masyarakat terdampak. Abstract (EN): Disaster background is an event or a series of events threatening and disturbing people's lives caused by both natural, non -natural and human factors, resulting in fatalities, environmental damage, property losses, and psychological impacts. The purpose of this study was to obtain empirical data on how the resilience of the people after the eruption of Mount Marapi. The method used is a qualitative approach with a phenomenalogical approach withs nowball sampling techniques by doing triangulation techniques. The results of the study identified the four main themes in community resilience, namely psychological aspects, spiritual roles, economic impacts, and community perceptions of disasters. It was found that people experience anxiety, trauma, and fear. However, gradually able to adapt to post –disaster conditions. Spiritual factors have an important role in increasing mental resilience, where people tend to draw closer to God and increase worship. From the economic side, many residents experience loss of livelihoods due to agricultural land damaged by volcanic ash, thus affecting their social conditions. Community perception of disasters has also changed, with an increase in awareness of the importance of preparedness and solidarity in dealing with future disasters. In conclusion, the resilience of the Batu Palano community is formed through social support, spiritual beliefs, and adaptation to economic and social changes that occur. The conclusion is expected that the government and health workers can provide further education regarding disaster mitigation and psychosocial support for affected communities.

Skripsi 2025
Detail
Cover Determinan Terjadinya Anemia Pada Ibu Post Sectio Caesarea Pada Hari Ke 7-10 Di Rsud Sungai Dareh Tahun 2024
Determinan Terjadinya Anemia Pada Ibu Post Sectio Caesarea Pada Hari Ke 7-10 Di Rsud Sungai Dareh Tahun 2024

Ainal Mardiah, Eni Sumiyati · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Masalah yang di hadapi oleh ibu nifas adalah anemia. Anemia pada masa nifas ditandai dengan kadar Hemoglobin kurang dari 11 gr%. Kejadian anemia pada tahun 2023 menjadi 38 orang dari 546 ibu post Sectio Casesarea. Tujuan penelitian menganalisis Determinan Terjadinya Anemia Pada Ibu Post Sectio Caesarea Pada Hari Ke 7-10 Di RSUD Sungai Dareh. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Desember 2024. Penelitian dilakukan di Poli Kebidanan RSUD Sungai Dareh Tahun 2024. Desain penelitian crossectional study. Populasi sebanyak 30 ibu Post Sectio Caesarea Pada Hari Ke 7-10 Di RSUD Sungai Dareh pada bulan Desember. Sampel sebanyak 30 ibu teknik sampling yang digunakan adalah Total sampling. Analisa data diolah dengan menggunakan program komputerisasi yaitu dengan analisa univariat dan analisa bivariate dengan uji chisquare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh yaitu 20 (66,7%) responden tidak mengalami anemia, 26 (86,7%) responden tidak mengalami anemia, 21 (70%) responden mengkonsumsi tablet Fe secara lengkap, 21 (70%) responden memiliki jarak kehamilan berisiko, 21 (70%) responden tidak memiliki perdarahan. Analisa bivariate diperoleh: tidak ada hubungan antara anemia kehamilan (p = 0,584), jarak kehamilan (p = 1000) dengan kejadian anemia pada Ibu Post Sectio Caesarea. Dan ada hubungan antara konsumsi Fe (p=0,000) dan perdarahan (p = 0,030) dengan kejadian anemia pada Ibu Post Sectio Caesarea. Disimpulkan ada hubungan konsumsi FE dan perdarahan dengan kejadian anemia pada Ibu Post Sectio Caesarea . Diharapkan ibu post SC memiliki pengetahuan yang baik tentang faktor-faktor penyebab anemia pada ibu nifas sehingga anemia pada ibu postpartum bisa dicegah dan dideteksi lebih awal. Abstract (EN): The problem faced by postpartum mothers is anemia. Anemia during the postpartum period is characterized by hemoglobin levels of less than 11 gr%. The incidence of anemia in 2023 will be 38 people out of 546 mothers post Sectio Casesarea. The aim of the research is to analyze the determinants of anemia in post-section caesarean mothers on days 7-10 at Sungai Dareh Regional Hospital. The research was carried out in December 2024. The research was conducted at the Midwifery Polyclinic at Sungai Dareh Regional Hospital in 2024. The research design was a cross-sectional study. Population of 30 Post Sectio Caesarea mothers on days 7-10 at Sungai Dareh Regional Hospital in December. The sample was 30 women. The sampling technique used was total sampling. Data analysis was processed using a computerized program, namely univariate analysis and bivariate analysis with the chisquare test. The results showed that more than half, namely 20 (66.7%) respondents did not experience anemia, 26 (86.7%) respondents did not experience anemia, 21 (70%) respondents consumed Fe tablets completely, 21 (70%) respondents had a risky pregnancy interval, 21 (70%) respondents did not have bleeding. Bivariate analysis showed: there was no relationship between pregnancy anemia (p = 0.584), pregnancy spacing (p = 1000) and the incidence of anemia in post-section caesarean mothers. And there is a relationship between Fe consumption (p = 0.000) and bleeding (p = 0.030) with the incidence of anemia in post-section caesarean mothers. It was concluded that there was a relationship between FE consumption and bleeding with the incidence of anemia in post-section caesarean mothers. It is hoped that post-SC mothers have good knowledge about the factors that cause anemia in postpartum mothers so that anemia in postpartum mothers can be prevented and detected early

Skripsi 2025
Detail
Cover Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar Lengkap Di Puskesmas Sungai Dareh Kabupaten Dharmasraya Tahun 2024
Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar Lengkap Di Puskesmas Sungai Dareh Kabupaten Dharmasraya Tahun 2024

Resty Noflidaputri, Rini Nazar · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Cakupan imunisasi rutin lengkap nasional saat ini perlahan kembali meningkat pasca pandemi COVID dari 84% pada tahun 2019 menjadi 94,9% pada tahun 2022 anak-anak indonesia sudah diimunisasi. Peningkatan tersebut diberi nilai bagus tetapi belum cukup, sebab masih ada sekitar 5% atau 240.000 anak-anak Indonesia yang belum mendapatkan perlindungan tambahan dari imunisasi dasar lengkap artinya anak-anak tersebut masih berisiko tinggi terkena penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Kementerian Kesehatan menargetkan 100 persen bayi mendapatkan imunisasi dasar lengkap (IDL) pada Tahun 2023. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Imunisasi dasar Lengkap di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Dareh Kabupaten Dharmasraya Tahun 2024. Penelitian adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yang dilakukan pada bulan Desember 2024. Sampel sebanyak 82 orang yang merupakan orang tua yang mempunyai anak di atas 12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sungai Dareh tahun 2024. Analisis data dengan menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian Hasil uji statistik Chi-Square pada pengetahuan (0,000), kejadian ikutan pasca imunisasi (1,000), dukungan keluarga (0,404), motivasi orang tua (0,000), peran petugas (0,017), KIE yang tepat dan memadai (0,000), maka dapat disimpulkan adanya hubungan pengetahuan, motivasi orang tua, peran petugas, KIE yang tepat dan memadai dengan Imunisasi Dasar Lengkap. Kesimpulan Didapatkan faktor yang berhubungan dengan imunisasi dasar lengkap adalah pengetahuan, motivasi orang tua, peran petugas, dan KIE yang tepat dan memadai. Disarankan pada Puskesmas dapat meningkatkan motivasi ibu dengan cara menyusun kebijakan dan strategi program kesehatan terutama yang berhubungan dengan program imunisasi dasar lengkap pada bayi dimasa akan datang. Abstract (EN): The current national complete routine immunization coverage is slowly increasing again after the COVID pandemic from 84% in 2019 to 94.9% in 2022. Indonesian children have been immunized. The increase is considered good but not enough, because there are still around 5% or 240,000 Indonesian children who have not received additional protection from complete basic immunization, meaning that these children are still at high risk of contracting diseases that can be prevented by immunization (PD3I). The Ministry of Health is targeting 100 percent of babies to receive complete basic immunization (IDL) by 2023. The purpose of this study was to determine the factors associated with complete basic immunization coverage in the Sungai Dareh Health Center Work Area, Dharmasraya Regency in 2024. This study was an observational study with a cross-sectional approach. Data collection using a questionnaire conducted in December 2024. A sample of 82 people who are parents who have children over 12 months in the Sungai Dareh Health Center work area in 2024. Data analysis using the chi square test. Research Results The results of the Chi-Square statistical test on knowledge (0.000), post-immunization events (1.000), family support (0.404), parental motivation (0.000), the role of officers (0.017), appropriate and adequate IEC (0.000), it can be concluded that there is a relationship between knowledge, parental motivation, the role of officers, appropriate and adequate IEC with Complete Basic Immunization Coverage. Conclusion It was found that factors related to complete basic immunization coverage were knowledge, parental motivation, the role of officers, and appropriate and adequate IEC. It is recommended that the Health Center can increase maternal motivation by formulating health program policies and strategies, especially those related to the complete basic immunization program for infants in the future.

Skripsi 2025
Detail
Cover Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Anak Prasekolah Di Puskesmas Sungai Dareh Kabupaten Dharmasraya Tahun 2024
Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Anak Prasekolah Di Puskesmas Sungai Dareh Kabupaten Dharmasraya Tahun 2024

Resty Noflidaputri, Yulis Setia Rita · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Latar Belakang: Masalah gizi pada anak di Indonesia masih merupakan masalah yang belum terselesaikan. Unicef menyebutkan satu dari sepuluh anak mengalami gizi kurus dan seperlima anak mengalami kegemukan atau obesitas. Jumlah tersebut tidak akan berkurang dan bisa naik apabila tidak dilakukan penanganan yang serius. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan status gizi pada anak pra sekolah di wilayah kerja Puskesmas Sungai Dareh Kabupaten Dharmasraya tahun 2024, sehingga bisa dilakukan pencegahan dan penanganan yang lebih efektif. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 74 orang meliputi orang tua yang memiliki anak usia 3 hingga 6 tahun menggunakan kuesioner yang di isi langsung oleh responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan random sampling. Penelitian dilakukan di PAUD dan posyandu yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sungai Dareh. Data analisis menggunakan uji statistik chi-square. Hasil: Umur ibu nilai p = 0,002. Pengetahuan nilai p = 0,000. Frekuensi pemenuhan nutrisi anak p = 0,000. Penghasilan orang tua nilai p = 0,032. Imunisasi Dasar lengkap nilai p = 0,011. Terpapar makanan cepat saji p = 0,032. Kesimpulan: Ada hubungan umur ibu, pengetahuan, pemenuhan nutrisi anak, penghasilan orang tua, imunisasi dasar lengkap dan terpapar makanan cepat saji dengan status gizi anak. Abstract (EN): Background: The problem of nutrition in children in Indonesia is still an unresolved problem. Unicef stated that one in ten children is underweight and one-fifth of children are overweight or obese. This number will not decrease and could increase if serious treatment is not carried out. This study was conducted with the aim of analyzing factors related to the nutritional status of pre-school children in the work area of Sungai Dareh Health Center, Dharmasraya Regency in 2024, so that more effective prevention and treatment can be carried out. Method: This study is a cross-sectional study with a sample of 74 people including parents who have children aged 3 to 6 years using a questionnaire filled out directly by the respondents. Sampling was carried out by random sampling. The study was conducted at PAUD and Posyandu in the work area of Sungai Dareh Health Center. Data analysis using chi-square statistical test. Results: Mother's age p value = 0.002. Knowledge p value = 0.000. Frequency of child nutrition fulfillment p = 0.000. Parental income p value = 0.032. Complete Basic Immunization p value = 0.011. Exposure to fast food p = 0.032. Conclusion: There is a relationship between mother's age, knowledge, child nutrition fulfillment, parental income, complete basic immunization and exposure to fast food with child nutritional status.

Skripsi 2025
Detail