Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Pengaruh Pemberian Gaze Stability Exerci...
Pengaruh Pemberian Gaze Stability Exercise dan Chin Tuck Terhadap Keseimbangan Dinamis Lansia Di Posyandu Lansia Kasih Bunda Kelurahan Manggis Ganting Bukittinggi

Riri Segita, Reres Khusnul Khatimah · 2025 · KTI · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Latar Belakang : Lansia merupakan kelompok umur yang paling berisiko mengalami gangguan keseimbangan postural dan kesulitan dalam memepertahankan keseimbangan tubuh. Tujuan Penelitian : Bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian gaze stability exercise dan chin tuck terhdap keseimbangan dinamis pada lansia di Posyandu lansia Kasih Bunda Kelurahan Manggis Ganting Bukittingi. Metode Penelitian : desain penelitian yang digunakan pada Quasi Experiment dengan pendekatan one group pretest and posttest `dengan sampel 10 orang lansia. Penelitian dilakukan selama 4 minggu. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling, yaitu sesuai dengan kriteria ìnklusi dan eksklusi. Hasil : Menunjukan bahwa rata-rata keseimbangan dinamis setelah diberikan gaze stability exercise dan chin tuck yaitu 29.00. Kesimpulan : tidak terdapat pengaruh Pemberian Gaze Stability Exercise dan Chin Tuck terhadap keseimbangan dinamis pada lansia di mana terjadi peningkatan rata-rata skor keseimbangan dinamis tetapi tidak signifikan setelah 12 kali intervensi. Abstract (EN): Background: The elderly are the age group most at risk of experiencing postural balance disorders and difficulties in maintaining body balance. Research Objective: This study aims to determine the effect of gaze stability exercise and chin tuck on dynamic balance in the elderly at the Kasih Bunda Elderly Posyandu in Manggis Ganting Subdistrict, Bukittinggi. Research Method: The research design used is a quasi-experiment with a one-group pretest-posttest approach involving 10 elderly participants. The study was conducted over a period of 4 weeks. The sampling technique used was purposive sampling, based on inclusion and exclusion criteria. Results: Showed that the average dynamic balance after the intervention with gaze stability exercise and chin tuck was 29.00. Conclusion: There was no significant effect of Gaze Stability Exercise and Chin Tuck on dynamic balance in the elderly, although there was an increase in the average dynamic balance score after 12 intervention sessions, but it was not statistically significant.

KTI 2025
Detail
Pengaruh Pemberian Latihan slalom Untuk...
Pengaruh Pemberian Latihan slalom Untuk Meningkatkan Kelincahan Pada Pemain Sepatu Roda Pada Komunitas Bukittinggi Inline Skate Bukittinggi Tahun 2025.

Rindu Febriyeni Utami, Indra Shandica David · 2025 · KTI · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Kelincahan merupakan salah satu komponen penting dalam olahraga sepatu roda, khususnya pada slalom yang menuntut kemampuan bergerak cepat, tepat, dan terkontrol di antara rintangan. Latihan slalom merupakan salah satu bentuk agility drill yang efektif untuk meningkatkan kelincahan karena menekankan pada kemampuan perubahan arah cepat, keseimbangan, koordinasi, dan kekuatan otot tungkai. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui pengaruh pemberian latihan slalom terhadap peningkatan kelincahan pada pemain sepatu roda di Komunitas Bukittinggi Inline Skate Tahun 2025. Metode penelitian: Menggunakan pendekatan quasi eksperimen dengan desain pre-test dan post-test one group design. Sampel penelitian berjumlah 10 orang pemain sepatu roda yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen pengukuran kelincahan menggunakan t-tes. Data dianalisis dengan uji t berpasangan untuk mengetahui perbedaan hasil sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian: Menunjukkan adanya peningkatan signifikan (p < 0,05) pada nilai kelincahan setelah pemberian program latihan slalom selama 4 minggu. Kesimpulan: Latihan slalom berpengaruh positif terhadap peningkatan kelincahan pemain sepatu roda di Komunitas Bukittinggi Inline Skate, sehingga dapat direkomendasikan sebagai metode latihan rutin bagi atlet sepatu roda. Abstract (EN): Agility is one of the important components in roller skating, especially in slalom which requires the ability to move quickly, precisely, and controlledly between obstacles. Slalom training is a form of agility drill that is effective to increase agility because it emphasizes the ability to change direction quickly, balance, coordination, and leg muscle strength. Research objective: To find out the effect of giving slalom training on increasing agility in roller skaters in the Bukittinggi Inline Skate Community in 2025. Research method: Using a quasi-experimental approach with pre-test design and post-test one group design. The research sample consisted of 10 roller skaters who were selected with the purposive sampling technique. An instrument to measure agility using the t-test. The data was analyzed with a paired t-test to find out the difference in the results before and after treatment. Research results: Showed a significant increase (p < 0.05) in agility values after giving a slalom exercise program for 4 weeks. Conclusion: Slalom training has a positive effect on improving the agility of roller skaters in the Bukittinggi Inline Skate Community, so it can be recommended as a routine training method for roller skaters.

KTI 2025
Detail
Pengaruh Pemberian Latihan Tabata terhad...
Pengaruh Pemberian Latihan Tabata terhadap VO2 Max Mahasiswa Universitas Fort De Kock Bukittinggi Tahun 2025

Siti Munawarah, Rengga Putra Pratama · 2025 · KTI · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Daya tahan kardiovaskular yang baik dapat meningkatkan kemampuan kerja manusia dengan intensitas lebih besar dan waktu yang lebih lama. VO2 Max adalah kemampuan organ pernafasan manusia untuk menghirup oksigen sebanyak banyaknya pada saat latihan. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tingkat VO2 Max termasuk usia, jenis kelamin, kebugaran dan olahraga. Latihan tabata adalah salah satu olahraga kardio yang baik untuk menigkatkan kapasitas fisik dan VO2 Max. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Latihan Tabata Terhadap VO2 Max Mahasiswa Universitas Fort De Kock Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang menggunakan desain penelitian quasi eksperimental dengan one group pre test-post test design. Teknik pengumpulan sampel menggunakan purposive sampling dengan sampel sebanyak 10 orang yang diberikan latiahan tabata. Tiap kelompok diberikan intervensi sebanyak 12 kali perlakuan dengan 1 hari rest. VO2 Max di ukur dengan Cooper Test. Hasil Penelitian menunjukkan standar deviasi latihan tabata adalah 1,41 dengan P value = 0.000 < 0,05 artinya yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima artinya adanya pengaruh pemberian latihan Tabata terhadap VO2 Max pada mahasiswa Universitas Fort De Kock Bukittinggi Tahun 2025. Abstract (EN): Good cardiovascular endurance enhances an individual’s ability to perform higher-intensity physical activities for a longer duration. VO2 Max refers to the maximum amount of oxygen the respiratory system can utilize during intense exercise. Several factors can influence VO2 Max levels, including age, gender, physical fitness, and type of exercise. Tabata training is a form of high-intensity interval training (HIIT) that has been shown to improve physical capacity and VO2 Max effectively. This study aimed to determine the effect of Tabata training on VO2 Max among students at Fort De Kock University, Bukittinggi, in 2025. This quantitative study employed a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The sample consisted of 10 participants selected using purposive sampling. The intervention involved 12 sessions of Tabata training with one rest day between sessions. VO2 Max was measured using the Cooper Test. The results showed a standard deviation of 1.41, and the statistical analysis yielded a p-value = 0.000 (p < 0.05), indicating that the null hypothesis was rejected and the alternative hypothesis was accepted. This demonstrates that Tabata training significantly influences VO2 Max among students at Fort De Kock University Bukittinggi in 2025.

KTI 2025
Detail
Pengaruh Pemberian Infra Red dan Shoulde...
Pengaruh Pemberian Infra Red dan Shoulder Mobility Drills terhadap Nyeri Gerak pada Penderita Nyeri Bahu di Penjahit Konveksi Kecamatan Ampek Angkek Agam.

Siti Munawarah, Haura Fhadilla Hazima · 2025 · KTI · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Pekerjaan sebagai penjahit di industri konveksi menuntut aktivitas berulang dan posisi statis dalam jangka waktu panjang, yang berisiko tinggi menyebabkan nyeri bahu akibat gangguan muskuloskeletal. Penanganan nyeri bahu secara fisioterapi dapat dilakukan dengan kombinasi penggunaan modalitas Infra Red dan latihan Shoulder Mobility Drills. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian Infra Red dan Shoulder Mobility Drills terhadap nyeri gerak pada penderita nyeri bahu di kalangan penjahit konveksi Kecamatan Ampek Angkek, Agam. Metode Penelitian: Desain penelitian ini adalah quasi experimen dengan rancangan one group pre-test post-test. Sampel sebanyak 10 orang penjahit dipilih dengan teknik purposive sampling dari populasi 38 orang. Intervensi diberikan 3 kali seminggu selama 4 minggu. Instrumen pengukuran nyeri menggunakan Visual Analogue Scale (VAS). Analisis data dilakukan dengan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil Penelitian: Rata-rata skor nyeri gerak sebelum intervensi lebih tinggi dibandingkan setelah pemberian Infra Red dan Shoulder Mobility Drills. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan pemberian kedua intervensi tersebut terhadap penurunan nyeri gerak. Kesimpulan dan Saran: Pemberian Infra Red dan Shoulder Mobility Drills efektif menurunkan tingkat nyeri gerak pada penderita nyeri bahu. Intervensi ini direkomendasikan untuk diterapkan dalam praktik fisioterapi pada pekerja sektor konveksi yang mengalami keluhan serupa. Abstract (EN): Working as a tailor in the garment industry involves repetitive activities and prolonged static positions, which carry a high risk of shoulder pain due to musculoskeletal disorders. Physiotherapy management for shoulder pain can involve a combination of Infrared (IR) therapy and Shoulder Mobility Drills. This study aimed to determine the effect of Infrared and Shoulder Mobility Drills on movement-related pain in shoulder pain sufferers among garment tailors in Ampek Angkek District, Agam. Research Method: This research used a quasi-experimental design with a one-group pre-test post-test approach. A total of 10 tailors were selected using purposive sampling from a population of 38 individuals. The intervention was administered three times a week for four weeks. Pain levels were measured using the Visual Analogue Scale (VAS). Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. Results: The average movement pain score was higher before the intervention compared to after the administration of Infrared therapy and Shoulder Mobility Drills. Statistical analysis showed a p-value < 0.05, indicating a significant effect of the interventions in reducing movement pain. Conclusion and Recommendation: The combination of Infrared therapy and Shoulder Mobility Drills is effective in reducing movement-related pain in individuals with shoulder pain. This intervention is recommended for use in physiotherapy practice for garment workers experiencing similar complaints.

KTI 2025
Detail
Pengaruh Senam Yoga Terhadap Koordinasi...
Pengaruh Senam Yoga Terhadap Koordinasi Sensomotorik Pada Anak Autisme Di SLB Autisma YPPA Bukittinggi Tahun 2025

Rindu Febriyeni Utami, Rasya Herdinata · 2025 · KTI · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Autisme merupakan spektrum gangguan perkembangan otak yang memengaruhi cara berinteraksi, berkomunikasi, dan berperilaku. Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI) pada tahun 2022, jumlah anak yang mengalami gangguan spektrum autisme di Indonesia mengalami peningkatan, yaitu sebanyak 500 orang. Lalu berdasarkan data Dinas Pendidikan Bukittinggi pada bulan Maret 2024 angka anak yang menderita autism sebanyak 158 siswa dengan 7 SLB. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh senam yoga terhadap koordinasi sensomotorik pada anak autisme Di SLB Autisma YPPA Bukittinggi Tahun 2025. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperiment. Pengumpulan sampel menggunakan metode purpossive sampling. Penelitian ini dilakukan pada awal Bulan Februari sampai akhir Februari 2025 dengan jumlah populasi 28 dan sampel 10 orang. Sample diberikan intervensi selama 4 minggu sebanyak 12 kali perlakuan dengan 1 hari rest. Koordinasi sensomotorik pada anak Autisme diukur dengan menggunakan MABC-2. Hasil penelitian dari pemberian Senam Yoga pada pada anak Autisme menunjukkan bahwa rata-rata koordinasi sensomotorik sebelum perlakuan adalah Mean = 11.50 dan standar deviasi 1.269, sedangkan rata-rata koordinasi sensomotorik sesudah perlakuan adalah Mean 12.90 dan standar deviasi 1.449 dengan nilai P Value sebesar 0,000 < α (0.05) berarti adanya Pengaruh Pemberian Senam Yoga Terhadap Koordinasi Sensomotorik Pada Anak Autisme di SLB Autisma YPPA Bukittinggi. Saran bagi responden diharapkan selain sebagai sampel latihan yang membantu penelitian ini responden juga dapat melakukan senam yoga ini secara mandiri sebagai upaya untuk meningkatkan koordinasi sensomotorik. Abstract (EN): Autism is a spectrum of neurodevelopmental disorders that affect how individuals interact, communicate, and behave. According to data released by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia in 2022, the number of children diagnosed with autism spectrum disorder in Indonesia increased to 500 cases. Furthermore, based on data from the Bukittinggi Department of Education in March 2024, there were 158 students with autism across 7 special education schools (SLB). The aim of this study was to determine the effect of yoga exercise on sensorimotor coordination in children with autism at SLB Autisma YPPA Bukittinggi in 2025. This research used a quasi-experimental design. Sampling was conducted using purposive sampling. The study took place from early to late February 2025, with a population of 28 and a sample of 10 participants. The sample underwent 12 yoga sessions over 4 weeks, with 1 rest day per week. Sensorimotor coordination in children with autism was measured using the MABC-2 (Movement Assessment Battery for Children-2). The results showed that the average sensorimotor coordination score before treatment was Mean = 11.50 with a standard deviation of 1.269, and after treatment, the average increased to Mean = 12.90 with a standard deviation of 1.449. The p-value was 0.000 < α (0.05), indicating a significant effect of yoga on sensorimotor coordination in children with autism at SLB Autisma YPPA Bukittinggi. Conclusion: Yoga exercise has a positive impact on improving sensorimotor coordination in children with autism. Recommendation: Respondents are encouraged not only to participate in the study but also to practice yoga independently as a means to enhance sensorimotor coordination.

KTI 2025
Detail
Pengaruh pemberian TENS dan Upper Body E...
Pengaruh pemberian TENS dan Upper Body Exercise terhadap kemampuan fungsional bahu pada kasus Frozen Shoulder di Rumah Sakit Universitas Andalas tahun 2025.

Riri Segita, Gevira Nazla · 2025 · KTI · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Frozen shoulder merupakan gangguan pada sendi bahu yang menyebabkan kekakuan dan keterbatasan gerak, yang berdampak negatif pada kemampuan fungsional penderita dalam melakukan aktivitas sehari-hari.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian TENS dan Upper Body Exercise terhadap kemampuan fungsional pasien frozen shoulder di Rumah Sakit Universitas Andalas.Metode:penelitian ini adalah desain Quasi Eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest, melibatkan 10 orang responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Pengukuran kemampuan fungsional dilakukan menggunakan skala SPADI, dan analisis data dilakukan dengan uji paired sample test. Hasil:penelitian berdasarkan uji T-Test dependent menunjukkan bahwa nilai p value 0,000 < 0,005 dengan nilai pre 37,20 dan post 17,10 yang artinya Ho ditolak berarti ada pengaruh pemberian tens dan upper body exercise terhadap kemampuan fungsional bahu pada kasus frozen shoulder di rumah sakit universitas andalas. Kesimpulan:penelitian ini bahwa terdapat pengaruh Pemberian tens dan upper body exercise Terhadap kemampuan fungsional bahu pada frozen shoulder di Rumah Sakit Universitas Andalas tahun 2025 Abstract (EN): Frozen shoulder is a disorder of the shoulder joint that causes stiffness and limited movement, negatively impacting the functional ability of sufferers in performing daily activities. The aim of this study is to determine the effect of TENS and Upper Body Exercise on the functional ability of patients with frozen shoulder at Andalas University Hospital. Method: This research used a Quasi-Experimental design with a one-group pretest-posttest approach, involving 10 respondents selected through purposive sampling according to inclusion and exclusion criteria. Functional ability was measured using the SPADI scale, and data analysis was performed using a paired sample t-test. Results: The pre-test value was 37.20 and the post-test value was 17.10, which means the null hypothesis (Ho) is rejected, indicating that there is an effect of TENS and upper body exercise on shoulder functional ability in frozen shoulder cases at Andalas University Hospital. Conclusion: The study concludes that TENS and upper body exercise have an effect on shoulder functional ability in frozen shoulder cases at Andalas University Hospital in 2025.

KTI 2025
Detail
Pengaruh Pemberian Latihan HIIT (High In...
Pengaruh Pemberian Latihan HIIT (High Interval Intensity Training) Terhadap Peningkatan Vo2 Max Pada Pemain Sepak Bola Di SSB Hendri Susilo 97 Bukittinggi Tahun 2025

Annisa Adenikheir, Rayhan · 2025 · KTI · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Sepak bola merupakan olahraga populer yang membutuhkan kombinasi keterampilan teknis, taktik, dan kapasitas fisik yang tinggi. Hal ini menjadikan pengembangan kapasitas aerobik dan anaerobik sebagai aspek krusial untuk mempertahankan performa optimal di lapangan. Tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Latihan HIIT (High Interval Intensity Training) Terhadap Peningkatan Vo2 Max Pada Pemain Sepak Bola Di SSB Hendri Susilo 97 Bukittinggi Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain penelitian quasi eksperiment. Pengumpulan sampel menggunakan metode purpossive sampling dengan populasi 35 dan sampel 12 orang yang diberikan Latihan HIIT (High Interval Intensity Training) selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali dalam seminggu. Vo2 Max diukur menggunakan Cooper Test. Hasil penelitian yaitu ada pengaruh pemberian Latihan HIIT (High Interval Intensity Training) Terhadap Peningkatan Vo2 Max Pada Pemain Sepak Bola Di SSB Hendri Susilo 97 Bukittinggi dengan nilai p value = 0,000 < É‘ (0,05). Kesimpulan dan saran : Diharapkan responden melakukan latihan dengan sistematis dan berulang untuk meningkatkan Vo2 Max. Abstract (EN): Soccer is a popular sport that requires a combination of technical skills, tactics, and high physical capacity. This makes the development of both aerobic and anaerobic capacity a crucial aspect for maintaining optimal performance on the field. The aim of this study is to determine the effect of HIIT (High-Intensity Interval Training) on the increase of VO2 Max in soccer players at SSB Hendri Susilo 97 Bukittinggi in 2025. This type of research is quantitative, using a quasi-experimental research design. Samples were collected using a purposive sampling method, with a population of 35 and a sample size of 12 individuals who were given HIIT training for 4 weeks with a frequency of 3 times per week. VO2 Max was measured using the Cooper Test. The result of the study shows that there is an effect of HIIT on the increase of VO2 Max in soccer players at SSB Hendri Susilo 97 Bukittinggi, with a p-value = 0.000 < α (0.05). Conclusion and Recommendation: Respondents are encouraged to engage in systematic and repeated training to improve their VO2 Max.

KTI 2025
Detail
Pengaruh Pemberian Ultrasound Dan Cane E...
Pengaruh Pemberian Ultrasound Dan Cane Exercise Terhadap Range Of Motion Pada Frozen Shoulder Di Rsud M.Natsir Solok Tahun 2025.

Riri Segita, Fidea Salsabila Ramadhan · 2025 · KTI · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Frozen shoulder adalah kondisi kronis yang ditandai dengan keterbatasan gerak sendi bahu dalam semua arah, baik secara aktif maupun pasif, yang disertai rasa nyeri. Umumnya, frozen shoulder berlangsung sekitar 4-6 bulan dengan berbagai gejala klinis. Tujuan penelitian : untuk mengetahui pengaruh pemberian ultrasound, cane exercise terhadap range of motion pada kasus frozen shoulder di RSUD M.Natsir Solok. Metode penelitian : Desain penelitian yang digunakan pada metode quasi experiment dengan pendekatan one group pre dan posttest dengan sampel sebanyak 12 orang. Penelitian ini dilakukan selama 5 minggu. Teknik dalam pengambilan sampel dengan cara purposive sampling, yaitu sesuai dengan kriteria insklusi dan ekslusi. Hasil : menunjukkan bahwa rata-rata setelah diberikan ultrasound dan cane exercise ,yaitu fleksi106,60°, ekstensi 39,40°, abduksi 103,30°, adduksi 43,60°, eksorotasi 47,60°, dan endorotasi 51,90°. Kesimpulan : Disimpulkan terdapat pengaruh pemberian ultrasound dan cane exercise terhadap range of motion pada frozen shoulder di RSUD M.Natsri Solok tahun 2025. Abstract (EN): Frozen shoulder is a chronic condition characterized by limited movement of the shoulder joint in all directions, both actively and passively, accompanied by pain. Generally, frozen shoulder lasts about 4-6 months with various clinical symptoms. Purpose of the study: to determine the effect of ultrasound, cane exercise on range of motion in frozen shoulder cases at M.Natsir Solok Hospital. Research method: The research design used in the quasi- experimental method with a one group pre and posttest approach with a sample of 12 people. This study was conducted for 5 weeks. The sampling technique was purposive sampling, which is in accordance with the inclusion and exclusion criteria. Results: showed that the average after being given ultrasound and cane exercise, namely flexion 106.60°, extension 39.40°, abduction 103.30°, adduction 43.60°, exorotation 47.60°, and endorotation 51.90°. Conclusion: It is concluded that there is an effect of ultrasound and cane exercise on the range of motion in frozen shoulder at M.Natsri Solok Hospital in 2025.

KTI 2025
Detail
Pengaruh Shuttle Run dan Three Corner Dr...
Pengaruh Shuttle Run dan Three Corner Drill Terhadap Kelincahan Pemain Sepak Bola Di SSB Hendri Susilo 97 Bukittnggi Tahun 2025

Erit Rovendra, Padjri Pernanda · 2025 · KTI · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Latar belakang : Kelincahan merupakan kemampuan seseorang untuk mengubah arah atau posisi tubuh secara cepat dan efektif di arena tertentu tanpa kehilangan keseimbangan. Kelincahan sangat penting bagi pemain sepak bola karena untuk mengkoordinasikan gerakan-gerakan berganda atau stimulan, mempermudah penguasaan teknik-teknik tinggi gerakan-gerakan efesien, efektif Serta mempermudah orientasi terhadap lawan dan lingkungan. Untuk meningkatkan kelincahan pemain sepak bola dapat diberikan latihan yang bersifat teratur dan terarah, salah satu latihan yang dapat diberikan yaitu Shuttle Run dan Three Corner Drill untuk membantu improvisasi aspek gerakan, meningkatkan kelincahan, keseimbangan, daya tahan otot, waktu reaksi dan koordinasi antara berbagai bagian tubuh, dan agar pemain dapat mengubah arah lebih cepat, meski dalam kecepatan tinggi. Tujuan penelitian : untuk mengetahui pengaruh pemberian Shuttle Run dan Three Corner Drill Terhadap Kelincahan Pemain Sepakbola Di SSB Hendri Susilo 97 Bukittnggi. Metode penelitian : Desain penelitian yang digunakan pada metode quasi experiment dengan pendekatan one group pre dan posttest dengan sampel sebanyak 12 orang. Penelitian ini dilakukan selama 4 minggu. Teknik dalam pengambilan sampel dengan cara purposive sampling, yaitu sesuai dengan kriteria insklusi dan ekslusi. Hasil : menunjukkan bahwa rata-rata setelah diberikan Shuttle Run dan Three Corner Drill ,yaitu 14,283 . Kesimpulan : Disimpulkan terdapat pengaruh pemberian Shuttle Run dan Three Corner Drill Terhadap Kelincahan Pemain Sepakbola Di SSB Hendri Susilo 97 Bukittnggi Tahun 2025. Abstract (EN): Background: Agility is the ability of a person to change direction or body position quickly and effectively in a specific area without losing balance. Agility is crucial for football players to coordinate multiple movements or stimuli, master advanced technical skills efficiently and effectively, and to better orient themselves toward opponents and their environment. To improve the agility of football players, regular and targeted training can be provided. One such training includes Shuttle Run and Three Corner Drill, which help improve movement improvisation, agility, balance, muscular endurance, reaction time, and coordination between different parts of the body. These exercises help players change direction quickly, even at high speeds. Objective: To determine the effect of Shuttle Run and Three Corner Drill on the agility of football players at SSB Hendri Susilo 97 Bukittinggi. Method: This research uses a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach involving 12 participants. The study was conducted over four weeks. Sampling was done using purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. Results: The average post-training agility result was 14.283, indicating an improvement after the application of Shuttle Run and Three Corner Drill exercises. Conclusion: It is concluded that there is a positive effect of Shuttle Run and Three Corner Drill on the agility of football players at SSB Hendri Susilo 97 Bukittinggi in 2025.

KTI 2025
Detail
Pengaruh Senam Aerobic Low Impact Dan Sl...
Pengaruh Senam Aerobic Low Impact Dan Slow Deep Breathing Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Penderita Hipertensi Di Puskesmas Tigo Baleh Bukittinggi Tahun 2025.

Silvia, Fatika Widya Alini Hasibuan · 2025 · KTI · Fakultas Ilmu Kesehatan, D3 Fisioterapi

Hipertensi merupakan kondisi dimana ketika tekanan darah melebihi batas normal dan merupakan gangguan kardiovaskuler yang tidak memiliki gejala tertentu. Aktivitas fisik seperti senam aerobik low impact dan slow deep breathing dipercaya dapat membantu menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam aerobic low impact dan slow deep breathing terhadap penurunan tekanan darah pada pasien penderita hipertensi di Puskesmas Tigo Baleh Bukittinggi. Metode Penelitian: Desain penelitian adalah quasi eksperimen one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 10 orang lansia dipilih secara purposive sampling. Intervensi senam aerobik low impact dan slow deep breathing dilakukan selama 3 kali seminggu selama 3 minggu. Pengumpulan data menggunakan Sphygmomanometer yang diukur sebelum intervensi. Analisis data dilakukan dengan uji paired simple t-test. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tekanan darah setelah mengikuti senam aerobik low impact dan slow deep breathing. Nilai rata-rata tekanan darah sebelum intervensi adalah 149,90 dan setelah intervensi menjadi 138,60. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), berarti terdapat perbedaan signifikan antara tekanan darah sebelum dan sesudah perlakuan. Kesimpulan: Adanya pengaruh yang signifikan setelah pemberian intervensi Senam Aerobic Low Impact Dan Slow Deep Breathing, terhadap penurunan tekanan darah pada lansia terhadap hipertensi di Puskesmas Tigobaleh Bukitinggi 2025. Abstract (EN): Hypertension is a condition in which blood pressure exceeds the normal limit and is a cardiovascular disorder that does not present with specific symptoms. Physical activities such as low impact aerobic exercise and slow deep breathing are believed to help lower blood pressure. The purpose of this study was to determine the effect of low impact aerobic exercise and slow deep breathing on blood pressure reduction in hypertensive patients at the Tigo Baleh Health Center, Bukittinggi. Research Method: This study used a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The sample consisted of 10 elderly individuals selected through purposive sampling. The intervention, which included low impact aerobic exercise and slow deep breathing, was conducted three times a week for three weeks. Data were collected using a sphygmomanometer and measured before the intervention. Data were analyzed using a paired sample t-test. Research Results: The results showed a reduction in blood pressure after participating in low impact aerobic exercise and slow deep breathing. The average blood pressure before the intervention was 149.90 mmHg, and after the intervention, it decreased to 138.60 mmHg. Statistical testing showed a p-value = 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference between blood pressure before and after the intervention. Conclusion: There is a significant effect of low impact aerobic exercise and slow deep breathing on lowering blood pressure in elderly individuals with hypertension at the Tigo Baleh Health Center, Bukittinggi, in 2025.

KTI 2025
Detail