Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Asuhan Keperawatan Keluarga Tahap Perkem...
Asuhan Keperawatan Keluarga Tahap Perkembangan VIII Dengan Pendekatan Komplementer Pada Keluarga “Ny. Y Di Jorong Kubang Duo Koto Panjang Kecamatan Canduang Kabupaten Agam Tahun 2025

Nurhamidah, Mesi Yunita Sari · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Latar Belakang : Keluarga adalah suatu lembaga yang merupakan satuan (unit) terkecil dari masyarakat, terdiri atas ayah, ibu, dan anak. Pada saat pengkajian, keluarga ini termasuk tipe keluarga lanjut usia yang terdiri dari suami dan istri dimana semua anaknya telah menikah dan meninggalkan rumah, pada keluarga ini ditemukan 3 masalah keperawatan yaitu : Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif, pemeliharaan Kesehatan tidak efektif, dan Perilaku kesehatan cenderung beresiko. Tujuan : maka diberikan teknik komplementer terapi kompres hangat dengan rebusan jahe merah untuk menurunkan skala nyeri, edukasi kesehatan tentang Osteoartritis dan edukasi kesehatan tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Hasil : hasil yang didapatkan selama kompres hangat jahe merah adanya penurunan skala nyeri pada pasien osteoarthritis serta pemberian edukasi kesehatan agar dapat mengetahui Osteoartritis dan tentang Perilaku hidup bersih dan sehat ( PHBS). Kesimpulan: terapi kompres hangat dengan jahe merah dan edukasi kesehatan sangat bermanfaat oleh karena itu penerapan evidence-based nursing ini dapat direkomendasikan dalam memberikan asuhan keperawatan. Abstract (EN): Background: The family is an institution that is the smallest unit of society, consisting of a father, mother, and children. During the assessment, this family was classified as an elderly family consisting of a husband and wife, where all the children were married and had left home. Three care problems were identified in this family: ineffective family health management, ineffective health maintenance, and risky health behaviors. Objective: Complementary techniques such as warm compress therapy with red ginger decoction were provided to reduce pain levels. Health education about osteoarthritis and health education about clean and healthy living behaviors. Results: The results obtained during warm compresses with red ginger showed a decrease in pain levels in osteoarthritis patients. Health education was provided to help them understand osteoarthritis and PHBS. Conclusion: Warm compress therapy with red ginger and health education. Therefore, the application of evidence-based nursing can be recommended in providing nursing care.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Denganpendek...
Asuhan Keperawatan Keluarga Denganpendekatan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Ny.ITahap Perkembangan VI Di Wilayah Kerja Puskesmas Lasi 2025.

Muna Hafizhah, Delftmawati · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Rheumatoid Arthritis adalah penyakit kronis yang menyebabkan nyeri, kekakuan, pembengkakan, dan keterbatasan gerak serta fungsi dari banyak sendi Data dari World Health Organization (WHO) tahun 2020, prevalensi rheumatoid artritis di seluruh dunia mencapai angka 355 juta jiwa pada tahun 2022. Berdasarkan data SKI diperoleh jumlah jumlah kasus rematik berdasarkan profil Kesehatan Indonesia (2023) meningkat menjadi 23.711. Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Kesehatan menyebutkan bahwa penyakit pada sistem otot (rematik) menempati urutan ke-4 dari 10 penyakit terbanyak yang dilaporkan dari keseluruhan Puskesmas. Berdasarkan data dari UPTD Puskesmas Lasi pada tahun 2024 penyakit reumatik menempati urutan kedua dari sepuluh penyakit terbanyak yang diderita dengan jumlah 2813 orang penderita. Tujuan : diberikannya asuhan keperawatan keluarga berbasis komplementer adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres serai hangat untuk mengurangi nyeri rematik. Metode : pengumpulan data menggunakan studi kasus dilakukan pada keluarga Ny.I Hasil : Implementasi dilakukan selama 3 hari berturut-turut dengan frekuensi 1 kali sehari. sebelum diberikan terapi didapatkan skla nyeri 7 dan setelah dilakukan terapi selama 3 hari skala nyeri berkurang menjadi 3. Kesimpulan : Hal ini menunjukan adanya pengaruh terapi kompres serai hangat terhhadap penurunan intensitas nyeri remati, diharapkan klien dapat menerapkan intervensi komplementer kompres serai hangat secara mandiri. Abstract (EN): Rheumatoid Arthritis is a chronic disease that causes pain, stiffness, swelling, and limited movement and function of many joints. Data fromWorld Health Organization (WHO) in 2020, the prevalence of rheumatoid arthritis throughout The world's population reached 355 million people in 2022. Based on SKI data, the number of jThe number of rheumatic cases based on the Indonesian Health Profile (2023) increased to 23.711. The West Sumatra Province Health Office reported that musculoskeletal disorders (rheumatism) ranked fourth among the 10 most common diseases reported by all community health centers (Puskesmas). According to data from the Lasi Community Health Center Technical Implementation Unit (UPTD), rheumatism ranked second among the ten most common diseases in 2024, with 2,813 sufferers.Objective : the purpose of providing complementary family-based nursing care is to determine the effect of providing warm lemongrass compresses to reduce rheumatic pain.Method: data collection using case studies was conducted on Mrs. I's familyResults : Implementation was carried out for 3 consecutive days with a frequency of 1 time per day. Before the therapy was given, the pain scale was 7 and after the therapy for 3 days, the pain scale was reduced to 3.Conclusion : This shows the effect of warm lemongrass compress therapy on reducing the intensity of rheumatic pain. It is hoped that clients can apply the complementary intervention of warm lemongrass compress independently.Keywords: rheumatic pain, complementary therapy, warm lemongrass compress.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pende...
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pendekatan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Tn.P Tahap Perkembangan VI Di Wilayah Kerja Puskesmas Mandiangin Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi Tahun 2025

Del Fatmawati, Nur Asnani Daulay · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Keperawatan keluarga ialah pemberian layanan kesehatan dengan membantu anggota keluarga mempertahankan kesehatan yang setinggi-tingginya melewati dari pengalaman sakit yang sebelumnya Gout Arthritis merupakan penyakit inflamasi sendi yang diakibatkan oleh tingginya asam urat dalam darah, yang di tandai dengan penumpukan Kristal monosodium urat di dalam ataupun di luar sekitar persendian berupa tofi. Penumpukan Kristal tersebut menyebabkan kerusakan pada daerah persendian, yang dapat menyebabkan nyeri persendia. Tujuan mampu mengelola asuhan keperawatan keluarga dengan pendekatan keperawatan komplementer pada keluarga Tn.P dengan tahap perkembangan VI di wilayah kerja Puskesmas Mandiangin Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi Tahun 2025. Metode jenis karya tulis ilmiah ini menggunakan metode deskritif dengan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi masalah asuhan keperawatan dilakukan pada satu pasien yang di lakukan pada tanggan 02 – 08 Juli 2025. Hasil implementasi yang sudah dilakukan setelah diberikan terapi non farmakologi penerapan rendam kaki air hangat, garam, dan bawang merah tingkat nyeri pasien menurun. Kesimpulan terapi non farmakologi rendam kaki air hangat, garam, dan bawang merah efektif bisa menurunkan nyeri pada pasien gout athiritis. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu alternatifbagi responden dalam melakukan perawatan nyeri sendi. Abstract (EN): Family nursing is the provision of health services by assisting family members in maintaining the highest possible health through previous experiences of illness. Gout Arthritis is an inflammatory joint disease caused by high levels of uric acid in the blood, characterized by the accumulation of monosodium urate crystals both inside and around the joints in the form of tophi. The accumulation of these crystals causes damage to the joint areas, which can lead to joint pain.The goal is to be able to manage family nursing care with a complementary nursing approach for Mr. P's family at developmental stage VI in the work area of Mandiangin Community Health Center, Mandiangin Koto Selayan, Bukittinggi City, in the year 2025. This type of scientific writing uses a descriptive method with a case study approach to explore nursing care issues conducted on one patient from July 2 to July 8, 2025. The results of the implementation indicate that after non-pharmacological therapy involving warm water foot soaking, salt, and red onion, the patient's pain level decreased. The conclusion is that non-pharmacological therapy of soaking feet in warm water, salt, and red onion is effective in reducing pain in patients with gout arthritis. This research is expected to be used as an alternative for respondents in managing joint pain.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pende...
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pendekatan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Tn. E Tahap Perkembangan Keluarga VII Di Kelurahan Bukit Surungan Kota Padang Panjang Tahun 2025.

Ratna Dewi, Misi Dea Putri · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Stroke merupakan gangguan fungsi otak yang terjadi akibat sumbatan atau pecahnya pembuluh darah, dan hipertensi menjadi faktor risiko utamanya. Pasien pasca-stroke memerlukan penatalaksanaan jangka panjang yang melibatkan peran aktif keluarga untuk mendukung keberhasilan perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengelola asuhan keperawatan keluarga pada Tn. E, seorang pasien pasca-stroke dengan hipertensi tidak terkontrol, melalui penerapan terapi komplementer teh bawang dayak. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga meliputi pengkajian, penetapan diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Terapi komplementer yang diberikan berupa pemberian teh bawang dayak dua kali sehari selama tujuh hari berturut-turut, disertai edukasi pola hidup sehat dan manajemen hipertensi. Hasil implementasi menunjukkan adanya penurunan tekanan darah, peningkatan pemahaman keluarga terkait perawatan hipertensi, dan peningkatan keterlibatan keluarga dalam mendukung pengobatan pasien. Penerapan terapi komplementer dalam asuhan keperawatan keluarga terbukti memberikan manfaat sebagai pendukung terapi medis konvensional. Abstract (EN): Stroke is a neurological disorder that occurs due to a blockage or rupture of blood vessels, with hypertension being its primary risk factor. Post-stroke patients require long-term management that involves the active role of families to support the success of care. This study aimed to manage family nursing care for Mr. E, a post-stroke patient with uncontrolled hypertension, through the implementation of complementary therapy using Dayak onion (Eleutherine palmifolia) tea. The method used was a case study with a family nursing care approach, including assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. The complementary therapy provided was Dayak onion tea administered twice daily for seven consecutive days, accompanied by education on healthy lifestyle habits and hypertension management. The results of the implementation showed a decrease in blood pressure, improved family understanding regarding hypertension care, and increased family involvement in supporting the patient's treatment. The application of complementary therapy in family nursing care proved beneficial as a supportive measure for conventional medical therapy.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Komplementer Pada Kel...
Asuhan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Tn. Y Dengan Gastritis Di Desa Air Teluh Kecamatan Kumun Debai.

Yelmi Reni Putri, Mesy Afriyanti · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Keluarga adalah suatu lembaga yang merupakan satuan (unit) terkecil dari masyarakat, terdiri atas ayah, ibu, dan anak. Pada saat pengkajian, keluarga ini termasuk tipe keluarga dengan anak usia sekolah yang terdiri dari suami dan istri dan satu orang anak, pada keluarga ini ditemukan 3 masalah keperawatan yaitu : Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif, pemeliharaan kesehatan tidak efektif, dan perilaku kesehatan cenderung beresiko. Tujuan : maka diberikan teknik komplementer terapi rebusan kunyit untuk menurunkan skala nyeri, edukasi kesehatan tentang Gastritis dan edukasi kesehatan tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Hasil : hasil yang didapatkan selama pemberian rebusan kunyit adanya penurunan skala nyeri pada pasien gastritis serta pemberian edukasi kesehatan agar dapat mengetahui Gastritis dan PHBS. Kesimpulan : terapi rebusan kunyit dan edukasi kesehatan, oleh karena itu penerapan evidence- based nursing ini dapat direkomendasikan dalam memberikan asuhan keperawatan. Abstract (EN): Family is an institution which is the smallest unit of society, consisting of father, mother, and child. At the time of the study, this family is a type of family with school-age children consisting of husband and wife and one child, in this family 3 nursing problems were found, namely: Ineffective family health management, ineffective health maintenance, and health behavior tends to be risky. Objective: then given complementary techniques of turmeric decoction therapy to reduce the pain scale, health education about Gastritis and health education about clean and healthy living behavior. Results: the results obtained during the administration of turmeric decoction there was a decrease in the pain scale in gastritis patients and the provision of health education so that they could know Gastritis and PHBS. Conclusion: turmeric decoction therapy and health education, therefore the application of evidence-based nursing can be recommended in providing nursing care.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Pendekatan K...
Asuhan Keperawatan Keluarga Pendekatan Komplementer Pada Keluarga Tn.F dengan Tahap Perkembangan Keluarga IV di Wilayah Kerja Puskesmas Kamang Magek Kabupaten Agam Tahun 2025.

Wiwit Febrina, Meri Handayani · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Gastritis atau yang biasa dikenal dengan penyakit maag oleh masyarakat merupakan salah satu penyakit yang umumnya diderita oleh kalangan remaja dan dewasa muda dan biasanya disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa faktor yang sering menjadi faktor utama pencetus gastritis adalah pengaturan pola makan yang kurang atau tidak baik seperti sering mengonsumsi makanan atau minuman yang bersifat mengiritasi (sangat asam, sangat pedas atau sangat berbumbu), makan yang terlalu banyak dan cepat, melakukan diet yang tidak tepat, gaya hidup yang serba instan sehingga sering mengonsumsi makanan cepat saji. Berdasarkan dari laporan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat tahun 2020, gastritis berada pada posisi ke-2 dari 10 penyakit terbanyak di Provinsi Sumatera Barat yaitu 285.282 kasus (15,8%). (Kemenkes RI 2021). Terapi Komplementer yang dapat diberikan pada penderita yang mengalami nyeri pada gastritis salah satunya adalah Rebusan Air Kunyi. Kunyit merupakan tanaman dari golongan Zingiberaceae yang berupa semak dan bersifat tahunan (prennial) yang tersebar di seluruh daerah tropis. Kunyit memiliki kandungan senyawa zat aktif utama berupa kurkuminoid dan minyak atsiri. Selain itu terapi komplementer yang diberikan pada pasien gastritis adalah terapi akupresur merupakan salah satu bentuk fisioterapi dengan memberikan penekanan dan stimulsi pada titik-titik tertentu pada tubuh untuk menurunkan nyeri. Tujuan diberikan terapi akupresur adalah memperbaiki sirkulasi darah pada otot sehingga mengurangi nyeri dan inflamasi, meredakan nyeri dan membuat tubuh menjadi rileks. Abstract (EN): Gastritis or commonly known as ulcer disease by the community is one of the diseases that are generally suffered by adolescents and young adults and is usually caused by various factors. Some of the factors that are often the main factors that trigger gastritis are poor or bad dietary arrangements such as often consuming irritating foods or drinks (very acidic, very spicy or very spiced), eating too much and fast, doing an improper diet, an instant lifestyle so that they often consume fast food. Based on the 2020 report of the West Sumatra Provincial Health Office, gastritis is in the 2nd position out of the 10 most diseases in West Sumatra Province, which is 285,282 cases (15.8%). (Ministry of Health of the Republic of Indonesia 2021). Complementary therapy that can be given to patients who experience pain in gastritis, one of which is Boiled Mango Water. Turmeric is a plant from the Zingiberaceae group which is in the form of a shrub and is annual (prennial) spread throughout the tropics. Turmeric contains the main active compounds in the form of curcuminoids and essential oils. In addition, complementary therapy given to gastritis patients is acupressure therapy which is a form of physiotherapy by providing emphasis and stimulation on certain points on the body to reduce pain. The purpose of acupressure therapy is to improve blood circulation in the muscles so as to reduce pain and inflammation, relieve pain and make the body relax.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Keluarg...
Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Keluarga “Tn.A” Tahap Perkembangan Keluarga VI Berbasis Komplementer Di Wilayah Kerja Puskesmas Nilam Sari Kota Bukittinggi Tahun 2025

Rahmawati, Putri Hanum Hafiyah Defa · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Dalam keperawatan keluarga dimasyarakat, sering ditemukan penyakit yang tidak menular, penyakit tersebut menjadi salah satu masalah kesehatan utama dalam permasalahan kesehatan keluarga, salah satunya adalah penyakit Rheumatoid Arthtritis. Penyakit rematik ini dapat ditangani dengan terapi non farmakologi, salah satunya terapi Stimulasi Kutaneus (Foot Massage) yang berfungsi memberikan block pada transmisi nyeri, dan mengaktifkan endorphine atau senyawa penawar alamiah dalam sistem kontrol desenden dan membuat relaksasi otot sehinga nyeripun berkurang. Metode laporan kasus adalah Case Study dan studi kepustakaan dengan pendekatan asuhan keperawatan pada keluarga Tn.A. Sebelum dilakukan terapi berupa foot massage pada Ny.D didapatkan skala nyeri berada di skala 6 dan setelah dilakukan Foot Massage 20 menit selama 5 hari berturut – turut skala nyeri turun menjadi 3 secara berangsur. Kemudian setelah diberikan pendidikan kesehatan mengenai pentingnya deteksi dini dan upaya penanggulangan penyakit keluarga, Keluarga Tn.A dapat mengalami perubahan pola piker menjadi lebih sehat dan menghindari kebiasaan buruk yang mempengaruhi kesehatan. Sehingga dapat disimpulkan terapi Stimulasi Kutaneus (Foot Massage) dapat menurunkan skala nyeri rematik dan asuhan keperawatan yang diberikan kepada keluarga Tn.A berdampak positif terhadap derjat kualitas hidup kesehatan keluarga. Oleh karena itu, penerapan Evidance Based ini dapat direkomendasikan dalam memberikan asuhan keperawatan. Abstract (EN): In family nursing in the community, non-communicable diseases are often found, these diseases become one of the main health problems in family health problems, one of which is Rheumatoid Arthritis. This rheumatic disease can be treated with non-pharmacological therapy, one of which is Cutaneous Stimulation therapy (Foot Massage) which functions to block pain transmission, and activate endorphine or natural antidote compounds in the descent control system and create muscle relaxation so that pain is reduced. The case report method is a case study and literature study with a nursing care approach to Mr. A's family.Before the therapy in the form of foot massage on Mrs.D, the pain scale was obtained on a scale of 6 and after doing a 20-minute foot massage for 5 consecutive days the pain scale dropped to 3 gradually. Then after being given health education about the importance of early detection and family disease prevention efforts, Mr. A's family can experience changes in mindset to be healthier and avoid bad habits that affect health. So it can be concluded that Cutaneous Stimulation Therapy (Foot Massage) can reduce the rheumatic pain scale and nursing care provided to Mr. A's family has a positive impact on the degree of family health quality of life. Therefore, the application of Evidance Based can be recommended in providing nursing care.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pende...
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pendekatan Komplementer Pada Keluarga Tn A Dengan Tahap Perkembangan IV Di Wilayah Kerja Puskesmas Bonjol Kabupaten Pasaman Tahun 2025

Siska Rahmadiya, Oktaria Nanda Karnela · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Latar Belakang : Keluarga adalah suatu Lembaga yang merupakan satuan (unit) terkecil dari masyarakat, terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Pada saat pengkajian keluarga ini termasuk tipe keluarga inti (nuclear family) yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak, pada keluarga ini ditemukan masalah keperawatan yaitu pemeliharaan kesehatan tidak efektif, perilaku cenderung beresiko, defisit pengetahuan. Tujuan : maka diberikan terapi komplementer pemberian rebusan daun salam dan kayu manis untuk menurunkan kadar gula darah, edukasi bahaya merokok, dan diit pada penderita diabetes melitus. Metode : penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Hasil : hasil yang didapatkan salam meminum rebusan daun salam dan kayu manis adanya penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus, serta pemberian edukasi merokok dan diit diabetes melitus. Kesimpulan : terapi rebusan daun salam dan kayu manis, dan edukasi kesehatan. Oleh karena itu penerapan evidence-based nursing ini dapat direkomendasikan dalam memberikan asuhan keperawatan. Abstract (EN): Background: The family is an institution which is the smallest unit of society, consisting of father, mother and children. When assessing this family, it was a nuclear family type consisting of father, mother and children. In this family, nursing problems were found, namely ineffective health care, behavior tending to be risky, knowledge deficit. Objective: Complementary therapy is given by giving a decoction of bay leaves and cinnamon to lower blood sugar levels, education on the dangers of smoking, and diet for diabetes mellitus sufferers. Method: This research uses a case study method. Results: The results obtained from drinking a decoction of bay leaves and cinnamon showed a decrease in blood sugar levels in diabetes mellitus patients, as well as providing education on smoking and a diabetes mellitus diet. Conclusion: bay leaf and cinnamon decoction therapy, and health education. Therefore, the application of evidence-based nursing can be recommended in providing nursing care.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Pendekatan K...
Asuhan Keperawatan Keluarga Pendekatan Komplementer Pada Keluarga Tn.S Dengan Tahap Perkembangan Keluarga VI Di Wilayah Kerja Puskesmas Patamuan Padang Pariaman Tahun 2025.

Silvia, Meri Amelia Putri · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Keluarga adalah institusi dari suatu masyarakat yang memiliki struktur sosial dan sistem tersendiri yang merupakan sekumpulan orang yang tinggal dalam satu rumah yang masih mempunyai hubungan kekerabatan. Rheumatoid Arthritis merupakan penyakit inflamasi sistem kronik yang menyebabkan tulang sendi destruksi, deformitas, dan mengakibatkan dan mengakibatkan tidakmampuan inflamasi, kekakuan, pembengkakan dan rasa sakit pada sendi, otot, tendon, ligamen dan tulang. Penyakit ini dikategorikan secara luas berupa penyakit sendi, keterbatasan fisik, gangguan tulang belakang, dan kondisi yang disebabkan oleh trauma. Dukungan keluarga berperan penting dalam asuhan keperawatan yang diberikan. Untuk mencapai hasil perawatan yang baik, diperlukan implementasi evidence based nursing. Studi kasus ini bertujuan untuk mempersentasikan implementasi evidence base nursing dengan terapi kompres hangat jahe merah, terapi rekasasi otot progresif. Setelah intervensi diberikan, hasil pre dan post menunjukkan sebelum diberikan intervensi didapat skala nyeri 5 dan setelah diberikan intervensi didapatkan sakla nyeri 2. Kesimpulan : pemberian kompres hangat jahe merah yang dilakukan 2 kali sehari dalam waktu 3 hari dengan frekuensi waktu 20-30 menit, dan terapi terapi relaksasi dilakukan 1 kali sehari dalam waktu 3 hari dengan frekuensi waktu 20 menit, evaluasi yang dilakukan pada hari ketiga, menunjukkan hasil skala nyeri menurun dan nyeri pada sendi berkurang. Abstract (EN): The family is an institution of a society that has its own social structure and system, which is a group of people living in one house who are still related by kinship. Rheumatoid Arthritis is a chronic inflammatory disease that causes joint destruction, deformity, and results in inflammation, stiffness, swelling and pain in the joints, muscles, tendons, ligaments and bones. This disease is broadly categorized as joint disease, physical limitations, spinal disorders, and conditions caused by trauma. Family support plays an important role in the nursing care provided. To achieve good care outcomes, the implementation of evidence-based nursing is required. This case study aims to present the implementation of evidence- based nursing with red ginger warm compress therapy, progressive muscle relaxation therapy. After the intervention was given, the pre and post results showed that before the intervention, the pain scale was 5 and after the intervention, the pain scale was 2. Conclusion: the administration of warm compresses with red ginger was done twice a day for 3 days with a frequency of 20-30 minutes, and relaxation therapy was done once a day for 3 days with a frequency of 20 minutes, the evaluation carried out on the third day showed that the pain scale decreased and the pain in the joints decreased.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Tahap Perkem...
Asuhan Keperawatan Keluarga Tahap Perkembangan VIII Dengan Pendekatan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Tn.Z Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Lasi Tahun 2025.

Wiwit Febrina, Maisie Alvina Azaria Herwin · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Keluarga dengan tahap VIII yaitu tahap keluarga lansia, cenderung memiliki masalah kesehatan penyakit degeneratif yang dapat mempengaruhi kualitas hidupnya, salah satunya adalah Rheumatoid Arthritis. Penyakit Rheumatoid Arthritis ini dapat ditangani dengan terapi nonfarmakologi, seperti terapi relaksasi Benson dan terapi rendam air hangat dengan garam yang berfungsi untuk menurunkan skala nyeri. Tujuan: Memberikan asuhan keperawatan dengan pendekatan terapi komplementer berupa terapi relaksasi Benson dan terapi rendam air hangat dengan garam untuk menurunkan skala nyeri serta meningkatkan kualitas hidup lansia penderita Rheumatoid Arthritis di keluarga Tn. Z. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dan studi kepustakaan dengan pendekatan asuhan keperawatan pada keluarga Tn. Z. Hasil: Setelah dilakukan intervensi berupa terapi relaksasi Benson dan rendam air hangat dengan garam pada Ny. A, didapatkan penurunan skala nyeri dari skala 5–6 pada hari pertama menjadi skala 2–3 pada hari ketiga. Selain itu, setelah diberikan pendidikan kesehatan mengenai deteksi dini dan penanggulangan penyakit degeneratif, keluarga Tn. Z menunjukkan perubahan pola pikir ke arah yang lebih sehat dan menghindari kebiasaan buruk yang dapat memengaruhi kesehatan.Kesimpulan: Terapi relaksasi Benson dan rendam air hangat dengan garam efektif dalam menurunkan skala nyeri pada lansia dengan Rheumatoid Arthritis. Asuhan keperawatan yang diberikan juga berdampak positif terhadap derajat kualitas hidup keluarga. Oleh karena itu, penerapan evidence-based nursing ini dapat direkomendasikan dalam memberikan asuhan keperawatan.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Ny. M Berbas...
Asuhan Keperawatan Keluarga Ny. M Berbasis Komplementer Tahap VIII Di Jorong 100 Janjang Kecamatan Canduang Koto Laweh Kabupaten Agam Tahun 2025.

Fitrianola Rezkiki, M.Azizul Alfarizy · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Keluarga merupakan suatu unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling bergantungan. Osteoartritis atau rematik adalah penyakit sendi yang mengakibatkan terjadinya kerusakan tulang rawan sendi yang berkembang lambat berhubungan dengan usia lanjut, terutama pada sendi-sendi tangan dan besar yang menanggung beban. Hasil darı Riskesdas (2018) Indonesia mengalami peningkatan kejadian Osteoarthristis, pada tahun 2011 prevalensinya mencapai 29,35%, sampai 2013 sebesar 45,59% Di Sumatera Barat juga mengalami peningkatan. Berdasarkan Laporan sepuluh penyakit terbanyak di Jorong Saratuih Janjang, Kec. Candung, Kabupaten Agam. Sumatera Barat pada tahun 2023 yaitu 38 kasus (25,3%), adanya peningkatan pada tahun 2024 dengan jumlah 51 kasus (34%). Upaya untuk menangani kesehatan keluarga dengan mudah yaitu dengan pemberian komplementer terapi Jahe dipercaya dapat mengatası keluhan penyakit persendian karena berfungsi sebagai anti inflaması, menurunkan nyeri dan kekakuan.. Tujuan: Mampu memberikan Asuhan Keperawatan Keluarga Ny.M Dengan Osteoatritis Berbasis Komplementer Tahap Perkembangan VIII Di Jorong 100 Janjang. Metode: Pengumpulan data menggunakan studi kasus dilakukan pada keluarga dengan masalah utama Osteoartritis. Hasil: Asuhan keperawatan komplementer dengan Osteoartritis didapatkan diagnosa yaitu Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif dan Kesiapan peningkatan koping keluarga Kesimpulan: masalah keperawatan keluarga Ny.M dengan osteoartritis dapat tercapai sehingga dapat teratasi dengan baik. Saran: diharapkan karya tulis ini dapat digunakan sebagai bahan acuan komplementer terhadap kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan kesehatan bagi keluarga Abstract (EN): The family is the smallest unit of society consisting of the head of the family and several other people who live together under one roof in a state of interdependence. Osteoarthritis, or rheumatism, is a joint disease that causes slow-developing cartilage damage associated with aging, especially in the hands and large, weight-bearing joints. The results of Riskesdas (2018) Indonesia experienced an increase in the incidence of Osteoarthritis, in 2011 the prevalence reached 29.35%, until 2013 it was 45.59% In West Sumatra also experienced an increase. Based on the report of the ten most common diseases in Jorong Saratuih Janjang, Candung District, Agam Regency. West Sumatra in 2023 was 38 cases (25.3%), there was an increase in 2024 with a total of 51 cases (34%). Efforts to handle family health easily by providing complementary Ginger therapy are believed to be able to overcome complaints of joint disease because it functions as an anti-inflammatory, reducing pain and stiffness. Objective: Able to provide Family Nursing Care for Mrs. M With Osteoarthritis Based on Complementary Development Stage VIII in Jorong 100 Janjang. Method: Data collection using case studies was carried out on families with the main problem of Osteoarthritis. Results: Complementary nursing care for osteoarthritis resulted in a diagnosis of ineffective family health management and increased family coping readiness. Conclusion: The nursing problems of Mrs. M's family with osteoarthritis were successfully addressed. Recommendation: This paper is expected to serve as a complementary reference for daily life to improve family health.

KIAN 2025
Detail