Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pende...
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pendekatan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Tn.I Pada Tahap Perkembangan III Di Wilayah Kerja Puskesmas Lasi Kabupaten Agam Tahun 2025.

Rina Mariyana, Fitriya Qalbi · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Balita merupakan kelompok yang rentan terhadap gizi buruk akibat kurangnya asupan makanan dan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Asupan zat gizi pada makanan yang tidak optimal dapat menimbulkan masalah gizi kurang dan gizi lebih. Stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang ditandai dengan adanya kekurangan banyak zat gizi yang dibawah angka kebutuhan anak dan terjadi dalam jangka waktu lama. Kondisi tersebut dapat ditunjukkan berdasarkan nilai z-score tinggi badan menurut umur (TB/U) anak Abstract (EN): Toddlers are a group vulnerable to malnutrition due to insufficient food and nutritional intake needed by the body. Suboptimal nutrient intake in food can cause problems of malnutrition and overnutrition. Stunting is a growth disorder characterized by a deficiency of many nutrients that are below the child's needs and occurs over a long period of time. This condition can be indicated based on the z-score value of height for age (TB U) of children 2 Standard Deviations (SD). Factors that cause stunting in toddlers include the level of knowledge of nutrition of mothers and toddlers, parenting patterns, food availability in the family, maternal health services during pregnancy, access to clean water and family sanitation, the economic level of the toddler's family, socio-cultural, and toddler care practices. In this intervention, a method is used by applying complementary therapy used to increase appetite in stunted children, namely the provision of acupressure therapy for 7 days. The purpose of this therapy is to increase the appetite of children with stunting. The results of acupressure therapy show the effect of therapy on children with stunting, as evidenced by an increase in appetite from a meal portion to 15 portions after being given acupressure therapy. Thus, this intervention has been proven effective in increasing the appetite of children with stunting.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Pende...
Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Pendekatan Keperawatan Komplementer pada Keluarga Ny. N Tahap Perkembangan III di Wilayah Kerja Puskesmas Alahan Panjang Kabupaten Solok Tahun 2025

Lidya Mardison, Rahmatul Hidayah · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran vital dalam menjaga kesehatan fisik, emosional, dan sosial anggotanya. Pada tahap perkembangan III, yaitu ketika anak berada dalam usia prasekolah, sering muncul tantangan dalam mengasuh anak, terlebih dengan kehadiran anggota keluarga baru. Keluarga Ny. N menghadapi masalah berupa anak pertama An. A yang mengalami kecanduan gadget dan menunjukkan kecemburuan terhadap adik bayinya. Selain itu,. Penelitian ini bertujuan memberikan asuhan keperawatan keluarga dengan pendekatan keperawatan komplementer guna mengatasi permasalahan yang ada. Pendekatan yang digunakan adalah proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Salah satu intervensi utama adalah play therapy menggunakan LEGO yang bertujuan menurunkan ketergantungan gadget, melatih emosi, serta meningkatkan interaksi anak dengan lingkungan dan keluarga. Hasil implementasi menunjukkan adanya penurunan intensitas penggunaan gadget pada An. A, peningkatan perilaku positif, dan perbaikan hubungan antara anak dan orang tua. Keluhan kesehatan orang tua juga berkurang setelah intervensi edukatif dilakukan. Keberhasilan asuhan keperawatan ini sangat dipengaruhi oleh keterlibatan aktif keluarga serta kesesuaian terapi dengan kebutuhan perkembangan anak. Kesimpulannya, pendekatan keperawatan keluarga yang dikombinasikan dengan terapi komplementer efektif meningkatkan kualitas kesehatan fisik dan psikososial keluarga, serta dapat menjadi alternatif intervensi yang menyenangkan dan edukatif.. Abstract (EN): The family is the smallest unit in society and plays a vital role in maintaining the physical, emotional, and social health of its members. In developmental stage III, when children are in the preschool age, challenges in parenting often arise—especially with the presence of a new family member. Mrs. N’s family faced issues involving the first child (An. A), who showed signs of gadget addiction and jealousy toward the newborn sibling. In addition,This study aimed to provide family nursing care using a complementary nursing approach to address these problems. The approach used followed the nursing process, including assessment, diagnosis, planning, implementation, and evaluation. One of the main interventions was play therapy using LEGO, intended to reduce gadget dependency, train emotional regulation, and improve the child’s interaction with both the environment and family. The implementation results showed a reduction in An. A’s gadget use, improved behavior, and better relationships between the child and parents. Parental health complaints also decreased after receiving health education. The success of this nursing care was highly influenced by the active involvement of the family and the appropriateness of the therapy to the child's developmental stage. In conclusion, family nursing care combined with complementary therapy proved effective in improving the family’s physical and psychosocial well-being and can serve as an enjoyable and educational alternative intervention

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Berba...
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Berbasis Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Ny. F Tahap Perkembangan II Di Wilayah Kerja Puskesmas Lasi Tahun 2025.

Wenny Lazdia, Fika Masyita Zahra · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat dibawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Kehamilan merupakan proses fisiologis yang memberikan perubahan pada ibu maupun lingkungannya. Angka kejadian hiperemisis gravidarum di Suamtera Barat tidak diketahui dengan pasti, namun bersadarkan penelitian terdahulu dilakukan di RSUP Dr. M.Djamil Padang didapatkan data bahwa kejadian hiperemisis gravidarum tahun 2021 sebanyak 36 kasus (Fadhilah et, al, 2021). Data dari puskesmas lasi dan prevalensi di jorong pasanehan tentang Hiperemesis Gravidarum terdapat data ibu hamil sebanyak 129 orang 128 orang diantaranya mengalami Emesis Gravidarum dan 1 diantaranya mengalami Hiperemesis Gravidarum. Tujuan : Mampu memberikan Asuhan Keperawatan Keluarga Berbasis Komplementer Pada Keluarga Tn. F Dengan Tahap Perkembangan Keluarga Ke – II di Jorong Pasanehan Nagari Lasi Kabupaten Agam Tahun 2025. Metode : Pengumpulan data menggunakan studi kasus dilakukan pada keluarga teruatama pada klien dengan masalah utama mual dan muntah berat. Hasil : Asuhan keperawatan komplementer dengan Hiperemisis Gravidarum didapatkan diagnosa yaitu Resiko Ketidakseimbangan Nutrisi, Anxietas, Kesiapan peningkatan pengetahuan, Kesiapan peningkatan koping keluarga, Perilaku cenderung beresiko, dan Pencapaian peran menjadi orang tua. Dengan prioritas diagnosa yaitu Resiko Ketidakseimbangan nutrisi dimana masalah yang muncul pada keluarga Ny. F sudah sesuai dengan kriteria hasil yang diharapkan dengan jangka waktu yang ditentukan. Kesimpulan : Masalah keperawatan komplementer pada keluarga Ny. F dengan mual dan muntah berat dapat tercapai dan teratasi dengan baik. Abstract (EN): The family is the smallest unit of society consisting of the head of the family and several people who gather and live in a place under one roof in a state of interdependence. Pregnancy is a physiological process that brings changes to the mother and her environment. The incidence of hyperemesis gravidarum in West Sumatra is not known with certainty, but based on previous research conducted at Dr. M. Djamil Padang General Hospital, data was obtained that the incidence of hyperemesis gravidarum in 2021 was 36 cases (Fadhilah et, al, 2021). Data from the Lasi and prevalence health center in Jorong Pasanehan regarding Hyperemesis Gravidarum contained data on 129 pregnant women, 128 of whom experienced Emesis Gravidarum and 1 of whom experienced Hyperemesis Gravidarum. Objective: To be able to provide complementary family-based nursing care to Mr. F's family with family development stage II in Jorong Pasanehan, Nagari Lasi, Agam Regency in 2025. Results: Complementary nursing care with Hyperemesis Gravidarum obtained a diagnosis of Risk of Nutritional Imbalance, Anxiety, Readiness to increase knowledge, Readiness to increase family coping, Behavior that tends to be risky, and Achievement of the role of being a parent. With the priority diagnosis of Risk of Nutritional Imbalance where the problems that arise in Mrs. F's family are in accordance with the expected outcome criteria within the specified time period. Conclusion: Complementary nursing problems in Mrs. F's family with severe nausea and vomiting can be achieved and resolved well.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Berbasis Kep...
Asuhan Keperawatan Keluarga Berbasis Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Tn. H Dengan Tahap Perkembangan V Di Wilayah Kerja Puskesmas Lasi Kabupaten Agam Tahun 2025

Evi Hasnita, Ragil Adrian · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Tahap perkembangan yang kelima, keluarga dengan anak remaja. Dimulai ketika anak pertama berusia 13 tahun. Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan untuk mengelola Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pendekatan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Tn. H. Pengumpulan data pada penelitian ini dengan cara mendapatkan data dari puskesmas Lasi dan observasi dan wawancara selama praktek komunitas di Jorong Pasanehan sehingga di dapatkan keluarga Tn. H. Setelah diberikan terapi temulawak madu nafsu makan An. G sudan meningkat dan Bb An. G naik. Setelah diberikan terapi permen xylitol pada Tn.H didapatkan bahwa mengkonsumsi rokok berkurang walaupun 3 batang perharinya.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pende...
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pendekatan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Tn.I DiWilayah Kerja Puskesmas Sungai Lasi Kab. Agam Tahun 2025.

Yelmi Reni Putri, Fidi Sandika Ikhlas · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa diabetes menyebabkan 48% kematian sebelum usia 70 tahun dan 1,5 juta kematian langsung. Berdasarkan survei awal yang dilakukan di Puskesmas Lasi Kabupaten Agam, ditemukan bahwa diabetes adalah penyakit terbanyak nomor 6 dari 10 penyakit terbanyak, dengan 687 pasien yang menderita DM diwilayah kerja Puskesmas. Tujuan : Mengetahui konsep dasar tentang diabetes melitus, melakukan asuhan keperawatan untuk Tn. I yang menderita diabetes, dan mengaplikasikan jurnal terkait asuhan keperawatan .Metode : Pengumpulan data dilakaukan studi kasus pada pasien Tn.I dengan melakukan pengecekan kadar guka dalam darah dan pemeriksaan tubuh pasien. Hasil : Asuhan keperawatan diabetes melitus pada Tn.I didapatkan 3 diagnosa yaitu Manajemen kesehatan tidak efektif, gangguan integritas kulit, ketidakstabilan kadar glukosa dalam darah dan dilakukan tindakan keperawatan komplementer yaitu : edukasi diet 3J, peratwatan luka dengan madu hutan dan rebusan air dan pokat yang bisa mengatasi masalah keperawatan tersebut. Kesimpulan : Proses pengkajian asuhan keperawatan keluarga memerlukan hubungan percaya antara keluarga dan mahasiswa. Informasi diperoleh melalui wawancara, pemeriksaan fisik, dan observasi. Abstract (EN): The World Health Organization (WHO) reports that diabetes causes 48% of deaths before the age of 70 and 1.5 million direct deaths. Based on an initial survey conducted at the Lasi Community Health Center in Agam District, it was found that diabetes is the sixth most common disease out of the ten most common diseases, with 687 patients suffering from DM in the work area of the Community Health Center. Objective: To understand the basic concepts of diabetes mellitus, provide nursing care for Mr. I who suffers from diabetes, and apply relevant nursing care journals .Method: Data collection was conducted through a case study on patient Mr. I by checking blood sugar levels and examining the patient's body. Results: Diabetes mellitus nursing care for Mr. I resulted in 3 diagnoses, namely ineffective health management, skin integrity disorders, and unstable blood glucose levels. Complementary nursing actions were carried out, namely: 3J diet education, wound care with forest honey and boiled water, and pokat, which can overcome these nursing problems. Conclusion: The process of assessing family nursing care requires a trusting relationship between the family and the student. Information was obtained through interviews, physical examinations, and observations.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pende...
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pendekatan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Tn.M Tahap Perkembangan VI Di Wilayah Kerja Puskesmas Lasi Kabupaten Agam Tahun 2025

Rahmat Syukri, Zuridatul Hasanah · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat, terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang lain yang tinggal bersama di bawah atap dan bergantung satu sama lain. Berdasarkan data dinas kesehatan kota Bukittinggi pada tahun 2020, jumlah penderita asam urat di Kota Bukittinggi sebanyak 6.702 orang dengan persentase 5,1% dari jumlah penduduk Bukittinggi 130.773 jiwa, hal ini disebabkan karena gaya hidup masyarakat Bukittinggi (Dinkes, 2020). Terapi Komplementer dikenal dengan terapi tradisional yang digabungkan dalam terapi modern. Pemberian terapi komplementer pada keluarga Tn.M pemberian terapi kompres hangat jahe sebanyak 1 kali sehari dilakukan selama 3 hari pada sore hari. Hasil dari masalah keperawatan Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif setelah diberikan implementasi didapatkan adanya penurunan nyeri asam urat sesudah dilakukan intervensi, implementasi dari pemeliharan kesehatan tidak efektif keluarga didapatkan Keluarga memahami tentang penyakit asam urat dan cara penatalaksanaanya, dan implementasi dari perilaku cendrung beresiko didapatkan Tn.M sudah menunjukan peningkatan dalam menjaga kesehatannya. Abstract (EN): The family is the smallest unit of society, consisting of the head of the family and several other people who live together under one roof and depend on each other. Based onBukittinggi city health office data in 2020, the number of gout sufferers in Bukittinggi City was 6,702 people with a percentage of 5.1% of the total population of Bukittinggi 130,773 people, this is due to the lifestyle of the Bukittinggi community (Dinkes, 2020). Complementary Therapy is known as traditional therapy combined with modern therapy. Providing complementary therapy to Mr. M's family was given warm ginger compress therapy once a day for 3 days in the afternoon. The results of nursing problems Family health management was ineffective after implementation was obtained a decrease in gout pain after the intervention, implementation of ineffective family health maintenance was obtained The family understands about gout and how to manage it, and implementation of risky behavior was obtained Mr. M has shown an improvement in maintaining his health.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Berbasis Kom...
Asuhan Keperawatan Keluarga Berbasis Komplementer Pada Keluarga Tn.O Di Wilayah Kerja Puskesmas Lasi Kabupaten Agam Tahun 2025

Silvia, Zaidatul Khairat · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Keluarga dengan tahap VIII yaitu tahap keluarga lansia, cenderung memiliki masalah kesehatan penyakit degeneratif yang dapat mempengaruhi kualitas hidupnya, salah satunya adalah asam urat. Penyakit asam urat ini dapat ditangani dengan terapi non farmakologi, salah satu terapi rendam kaki menggunakan air jahe merah hangat yang berfungsi untuk menurunkan nyeri dan kadar asam urat karena terdapat kandungan kimia minyak atsiri memberikan sensasi hangat dan pedas menimbulkan efek anti nyeri dan anti radang. Metode penelitian adalah Case Study dan studi kepustakaan dengan pendekatan asuhan keperawatan pada keluarga Tn.O. Setelah dilakukan terapi berupa rendam kaki menggunakan air hangat dengan jahe merah pada Ny.S untuk skala nyeri hari pertama didapatkan sebelum diberikan skala nyeri asam urat berada di skala 6 dan kadar asam urat 7,8 mg/dl untuk hari ketiga setelah diberikan terapi skala nyeri berada di skala 3 dan kadar asam urat 3,4 mg/dl, lalu setelah diberikan pendidikan kesehatan mengenai pentingnya deteksi dini dan upaya penanggulangan penyakit keluarga, keluarga Tn.O dapat mengalami perubahan pola pikir menjadi lebih sehat dan menghindari kebiasaan buruk yang mempengaruhi pengaruhi kesehatan. Sehingga dapat disimpulkan terapi rendam kaki menggunakan air jahe merah hangat efektif dapat menurunkan skala nyeri dan kadar asam urat dalam darah dan asuhan keperawatan yang diberikan kepada keluarga Tn.O berdampak positif terhadap derajat kualitas hidup kesehatan keluarga. Oleh karena itu, penerapan evidance based ini dapat direkomendasikan dalam memberikan asuhan keperawatan. Abstract (EN): Families with stage VIII, namely the elderly family stage, tend to have health problems with degenerative diseases that can affect their quality of life, one of which is gout. This gout disease can be treated with non-pharmacological therapy, one of which is foot soak therapy using warm red ginger water which functions to reduce pain and uric acid levels because it contains essential oil chemical content that provides a warm and spicy sensation causing anti-pain and anti-inflammatory effects. The research method is Case Study and literature study with a nursing care approach to Mr. O's family. After therapy in the form of foot soak using warm water with red ginger on Mrs. S for the first day pain scale was obtained before being given a gout pain scale on a scale of 6 and uric acid levels of 7.8 mg / dl for the third day after being given therapy the pain scale was on a scale of 3 and uric acid levels of 3.4 mg / dl, then after being given health education about the importance of early detection and efforts to overcome family diseases, Mr. O's family can experience a change in mindset to be healthier and avoid bad habits that affect health. Therefore, it can be concluded that foot soak therapy using warm red ginger water is effective in reducing pain levels and uric acid levels in the blood. The nursing care provided to Mr. O's family positively impacted their quality of life. Therefore, this evidence-based approach can be recommended in providing nursing care.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Berbasis Kom...
Asuhan Keperawatan Keluarga Berbasis Komplementer Pada Keluarga Tn. SA Dengan Tahap Perkembangan V Di Wilayah Kerja Puskesmas Lasi.

Wenny Lazdia, Enggia Faloq · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Kehamilan risiko tinggi (high risk pregnancy) adalah suatu kehamilan yang membawa ancaman bagi kesehatan, jiwa ibu dan bayi. Kehamilan risiko tinggi yaitu keadaan yang dapat mempengaruhi optimalisasi ibu maupun janin kehamilan yang dihadapi. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan 2019, Angka Kematian Ibu (ABI) mencapai 305 per 100.000 kelahiran hidup, sementara Angka Kematian Bayi (ABI) mencapi 24 per 1.000 kelahiran. Keluarga Tn. SA memiliki ibu hamil risiko tinggi yaitu Ny. SR yang mengalami keluhan kaki edema dan kecemasan. Tujuan diberikannya asuhan keperawatan keluarga berbasis komplementer adalah untuk mengetahui pengaruh terapi rendam air hangat dengan garam terhadap edema dan terapi relaksasi benson terhadap kecemasan yang dialami Ny. SR. Implementasi dilakukan selama 3 hari didapatkan hasil edema sebelum diberikan terapi yaitu derajat 3 dan setelah terapi menjadi derajat 1, kecemasan sebelum diberikan terapi yaitu kecemasan sedang dan setelah diberikan terapi menjadi kecemasan ringan. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk dapat membantu dalam memelihara kesehatan ibu hamil risiko tinggi Abstract (EN): High risk pregnancy (high risk pregnancy) is a pregnancy that carries a threat to the health and life of the mother and baby. High-risk pregnancy is a condition that can affect the optimization of the mother and fetus of the pregnancy being faced. Based on data from the Ministry of Health in 2019, the Maternal Mortality Rate (MMR) reached 305 per 100,000 live births, while the Infant Mortality Rate (IMR) reached 24 per 1,000 births. Mr. SA's family has a high-risk pregnant woman, Mrs. SR, who is experiencing complaints of leg edema and anxiety. The purpose of providing complementary family-based nursing care is to determine the effect of warm water soak therapy with salt on edema and Benson relaxation therapy on anxiety experienced by Mrs. SR. Implementation was carried out for 3 days, the results obtained were edema before therapy was grade 3 and after therapy became grade 1, anxiety before therapy was moderate anxiety and after therapy became mild anxiety. It is recommended that health workers can help in maintaining the health of high-risk pregnant women.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pende...
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pendekatan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga “Tn. M” Tahap Perkembangan VIII Di Jorong Pasanehan Kecamatan Canduang Kabupaten Agam Tahun 2025

Ratna Dewi, Zahra Nur Arifa · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

menciptakan, mempertahankan budaya dan meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional serta sosial dari tiap anggota keluarga. Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana terjadi peningkatan pada tekanan darah yang memberi gejala akan berlanjut ke suatu organ target seperti stroke untuk otak, penyakit jantung koroner untuk pembuluh darah jantung, dan hipertrofi ventrikel kanan untuk otot jantung. Berdasarkan data di Puskesmas Lasi dari bulan Januari sampai Desember Tahun 2024 didapatkan bahwa total kunjungan pasien sebanyak 33.451 orang dan untuk penderita hipertensi sebanyak 3930 orang.Terapi komplementer dikenal dengan terapi tradisional yang digabungkan dalam pengobatan modern. Pemberian terapi komplementer pada Tn. M yaitu pemberian terapi akupresure1 kali dalam sehari dilakukan selama 3 hari. Sebelum Implementasi 156/81 dan sesudah Implementasi 153/70 Hasilnya didapatkan penurunan tekanan darah sebelum dan sesudah implementasi.Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan terapi akupresur dapat menurunkan tekanan darah pasien hipertensi. Oleh karena itu, penerapan evidence – based nursing ini dapat direkomendasikan dalam memberikan asuhan keperawatan. Abstract (EN): Family is a group of people with bond marriage, birth And purposeful adoption For create, maintain culture And increase development physical, mental, emotional as well as social from each member family. Hypertension is something condition Where happen improvement on pressure blood that gives symptom will continue to a target organ such as stroke for brain, disease heart coronary For vessels blood heart, and hypertrophy ventricles right For muscle heart. Based on data from the Community Health Center Lasi from month January until December 2024 year obtained that the total number of visits patient as many as 33,451 people and For sufferers hypertension as many as 3930 people. Therapy complementary known with therapy traditional combined in modern medicine. Giving therapy complementary to Mr. M , namely giving acupressure therapy1 time in a day done for 3 days. Before Implementation of 156/81 and after Implementation 153/70 Results obtained decline pressure blood before And after implementation. So that can concluded that implementation therapy acupressure can lower pressure blood patient hypertension. By Because that, the implementation evidence-based nursing This can recommended in give care nursing.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keparawatan Pada An.F dengan Gang...
Asuhan Keparawatan Pada An.F dengan Gangguan Sistem Pencernaan: Gastroenteritis Akut Diruang Rawat Inap RSUD Mayjen H.A Thalib Sungai Penuh Tahun 2025.

Rina Mariyana, Egi Satya F · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Gastroenteritis akut merupakan salah satu gangguan sistem pencernaan yang sering terjadi pada anak dan disertai dengan diare, muntah, serta peningkatan suhu tubuh. Hasil studi pendahuluan kasus gastroentiritis merupakan kasus yang paling sering ditemukan pada anak yang dirawat diruang rawat inap anak RSUD Mayjen H.A Thalib Sungai Penuh, pada tahun 2025 periode bulan Januari sampai bulan September terdapat 108 kasus gastroenteritis anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan asuhan keperawatan pada An. F dengan gangguan sistem pencernaan: gastroenteritis akut diruang rawat inap anak RSUD Mayjen H.A Thalib Sungai Penuh tahun 2025 melalui intervensi komplementer berupa pemberian terapi pisang kepok, madu, dan kompres hangat. Metode: Intervensi pemberian pisang kepok dan madu dimakan/minum oleh pasien selama 3 hari untuk mengatasi masalah diare. Intervensi kompres hangat diberikan saat suhu tubuh pasirn ≥ 37,6°C dengan frekuensi pemberian 1 kali sehari pada lima titik (dahi, leher, ketiak, lipat paha kanan dan kiri) untuk mengatasi hipertermia. Hasil: Setelah pemberian pisang dan madu, terdapat penurunan frekuensi diare dari 7 kali BAB sehari konsistensi cair, turun menjadi 2 kali BAB sehari konsistensi lunak. Sedangkan hasil pemberian kompres hangat, pemberian hari pertama pretes 38,2°C postest 38,0°C, hari kedua pretes 37,9°C postes 37,6°C. Hari ketiga suhu tubuh 36,9°C kompres hangat dihentikan karena suhu tubuh dalam batas normal. Kesimpulan dan saran: Pemberian pisang kepok, madu, dan kompres hangat terbukti membantu menurunkan frekuensi diare dan stabilitas suhu tubuh pada anak dengan gastroenteritis akut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pemberian asuhan keperawatan dengan pendekatan komplementer pada anak dengan gastroenteritis. Abstract (EN): Acute gastroenteritisis one of the most common digestive disorders in childrenand is accompanied by diarrhea, vomiting, and fever. Preliminary study resultsshow that gastroenteritis is the most common case found in childrentreated in the pediatric ward of Mayjen H.A Thalib Sungai Penuh Regional General Hospital from January to September 2025, with 108 cases of pediatric gastroenteritis.January to September 2025, there were 108 cases ofpediatric gastroenteritis. Objective: This studyaims to apply nursing care to An. F with a digestive system disorder: acute gastroenteritis in the pediatric ward of Mayjen H.A. Thalib Sungai Penuh Regional General HospitalThalib Sungai Penuh Hospital in 2025 through complementary interventions in the form ofplantain therapy, honey, and warm compresses. Method: The intervention ofgiving plantain and honey to be eaten/drunk by the patient for 3 days toovercome the problem of diarrhea. The warm compress intervention was given when the patient's body temperature was≥ 37.6°C with a frequency of once a day at five points (forehead, neck,armpits, right and left thigh folds) to overcome hyperthermia. Results: After administering bananas andhoney, there was a decrease in the frequency of diarrhea from 7 times a day with liquid consistency to 2times a day with soft consistency. Meanwhile, the results of warm compress administration showed that on the first day, the pretest temperature was 38.2°C and the posttest temperature was 38.0°C, while on the second day, the pretest temperature was 37.9°C and the posttest temperature was 37.6°C.On the third day, the body temperature was 36.9°C, and warm compresses were discontinued because the body temperature was within the normal range. Conclusion and recommendations: The administration of plantains, honey, and warm compresses has been proven to help reduce the frequency of diarrhea and stabilize body temperature in children with acute gastroenteritis. The results of this study are expected to serve as a reference for nursing care using a complementary approach in children with gastroenteritis.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Berbasis Kom...
Asuhan Keperawatan Keluarga Berbasis Komplementer Pada Keluarga Ny. S Di Wilayah Kerja Puskesmas Lasi Kabupaten Agam Tahun 2025.

Fitrianola Rezkiki, Diva Anatasya Giovani · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Dalam keperawatan keluarga dimasyarakat sering ditemukan penyakit yang tidak menular, dari banyaknya data yang dimiliki bidan desa masih banyak masyarakat yang belum terdata karena tidak pernah memeriksakan kesehatannya ke pelayanan kesehatan sehingga banyak dari masyarakat yang tidak tahu dengan penyakit yang dideritanya. Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan untuk mengelola Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pendekatan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Ny. S. Pengumpulan data pada penelitian ini dengan cara mendapatkan data dari puskesmas Lasi dan observasi dan wawancara selama praktek komunitas di Jorong Pasanehan sehingga di dapatkan keluarga Ny. S. Setelah diberikan terapi buah naga merah didapatkan kadar gula darah Ny. S berkurang, setelah diberikan terapi akupresure didaparkan terjadi penurunan tekanan darah Ny. S. dan setelah diberikan Rendam Kaki Menggunakan Air Hangat dengan jahe Merah Ny. S, didapatkan bahwa nyeri sendi dan kadar asam urat berkurang. Abstract (EN): large amount of data owned by village midwives, there are still many people who have not been recorded because they have never checked their health to health services so that many people do not know the disease they are suffering from. This Final Scientific Paper for Nurses aims to manage Family Nursing Care with a Complementary Nursing Approach to Mrs. S's Family. Data collection in this study was by obtaining data from the Lasi health center and observation and interviews during community practice in Jorong Pasanehan so that Mrs. S's family was obtained. After being given red dragon fruit therapy, Mrs. S's blood sugar levels decreased, after being given acupressure therapy, Mrs. S's blood pressure decreased, and after being given a Foot Soak Using Warm Water with Red Ginger, Mrs. S found that joint pain and uric acid levels decreased.

KIAN 2025
Detail