Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Asuhan Keperawatan Keluarga Tahap V Berb...
Asuhan Keperawatan Keluarga Tahap V Berbasis Komplementer Pada Keluarga Tn.H Di Jorong Kubang Duo Nagari Bukik Batabuah Tahun 2025.

Ratna Dewi, Anggrey Dwi Farensia · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi medis dimana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis (dalam jangka waktu yang lama). World Health Organization (WHO) Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa mengalami hipertensi. Terapi non farnakologis lain yang dapat menurunkan tekanan darah yaitu dengan menerapkan terapi komplementer pemberian air kelapa muda dan akupresure. Tujuan : bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan pada keluarga Tn.H yang mengalami Hipertensi di Jorong Kubang Duo Nagari Bukik Batabuah Provinsi Sumatera Barat Tahun 2025. Metode: Pengumpulan data menggunakan studi kasus dilakukan pada Ny.M dan Ny.O dengan Hipertensi. Hasil: Setelah dilakukan implementasi berupa pemberian terapi herbal yaitu air kelapa muda dengan hipertensi. Tekanan darah Ny.M mengalami penurunan setelah mengkonsumsi air kelapa muda selama 3 hari berturut turut, yaitu pada hari pertama pre:150/90 mmHg dan post 15 menit:145/87. Pada hari kedua pre:142/87 dan post setelah 15 menit:137/85. Pada hari ketiga pre : 135/85 dan post : 133/83. Hasil yang didapat selama melakukan akupresur selama 3 hari berturut-turut terdapat penurunan tekanan darah sebelum implementasi tekanan darah 167/101 mmHg setelah implementasi TD 148/90 mmHg. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan akupresur dapat menurunkan tekanan darah pasien hipertensi Kesimpulan: Setelah dilakukan implementasi sesuai aplikasi jurnal didapatkan bahwa asuhan keperawatan yang diberikan pada keluarga Tn.H berdampak positif terhadap status kesehatan keluarga. Saran: Diharapkan kepada masyarakat Di Jorong Kubang Duo Nagari Bukik Batabuah dapat menerapkan dan mengaplikasikan intervensi yang telah diberikan kepada penderita Hipertensi. Abstract (EN): High blood pressure or hypertension is a medical condition in which there is a chronic increase in blood pressure (over a long period of time).World Health Organization (WHO) Most people don't realize they have hypertension. Other non- pharmacological therapies that can lower blood pressure include complementary therapies such as young coconut water and acupressure.Objective : aims to improve the health status of Mr. H's family who suffers from hypertension in Jorong Kubang Duo Nagari Bukik Batabuah, West Sumatra Province in 2025.Method: Data collection using case studies was carried out on Mrs. M and Mrs. O with hypertension.Results: After the implementation of herbal therapy, namely young coconut water with hypertension. Mrs. M's blood pressure decreased after consuming young coconut water for 3 consecutive days, namely on the first day pre: 150/90 mmHg and post 15 minutes: 145/87. On the second day pre: 142/87 and post after 15 minutes: 137/85. On the third day pre: 135/85 and post: 133/83. The results obtained during acupressure for 3 consecutive days showed a decrease in blood pressure before the implementation of blood pressure 167/101 mmHg after the implementation of BP 148/90 mmHg. So it can be concluded that the application of acupressure can reduce blood pressure in hypertensive patients.Conclusion: After implementing the journal application, it was found that the nursing care provided to Mr. H's family had a positive impact on the family's health status.Suggestion: It is hoped that the community in Jorong Kubang Duo Nagari Bukik Batabuah can implement and apply the interventions that have been given to hypertension sufferers.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pende...
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pendekatan Keperawatan Komplementer Pada Ny. R Di Desa Kumun Hilir Kecamatan Kumun Debai Kota Sungai Penuh Tahun 2025

Rahmiwati, Sonia Emilia · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Gastritis merupakan peradangan pada mukosa lambung yang dapat menyebabkan nyeri ulu hati, mual hingga muntah dan sangat mengganggu kualitas hidup. Penggunaan terapi komplementer berbasis herbal menjadi pilihan altenative yang semakin diminati karena efek samping yang minimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian parutan kunyit terhadap penurunan gejala gastritis.Metode yang dilakukan menerapkan terapi komplementer pada gastritis dengan mengkonsumsi perasan air kunyit setelah makan pagi dan sore hari sebanyak 5 rimpang kunyit berat 250 mg dan menambahkan 60 ml air dilakukan selama 4 hari. Tujuan dari terapi ini adalah untuk mengurangi tingkat nyeri, mual muntah akibat peningkatan asam lambung. Kandungan kurkumin dalam kunyit memiliki sifat antiinflamasi dan mampu melapisi serta melindungi dinding lambung teriritasi, sehingga membantu meredakan nyeri.Hasil dari terapi menunjukkan adanya penurunan nyeri pada pasien Ny. R, dari skala nyeri 5 sebelum intervensi menjadi skala nyeri 1 setelah melakukan intervensi selama 4 hari.Kesimpulannya, pemberian perasan air kunyit terbukti efektif dalam mengurangi nyeri ataupun mual muntah pada pasien gastritis. Dengan demikian, intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan keperawatan yang berbasis bukti (evidence-based pratice) untuk pasien yang mengaami keluhan gastritis. Abstract (EN): Gastritis is an inflammation of the gastric mucosa that can cause heartburn, nausea to vomiting and greatly interfere with the quality of life. The use of herbal- based complementary therapy is becoming an increasingly popular alternative choice due to minimal side effects. This study aims to determine the effectiveness of administering grated turmeric on reducing gastritis symptoms. The method used is applying complementary therapy for gastritis by consuming turmeric juice after breakfast and evening meals as much as 5 turmeric rhizomes weighing 250 mg and adding 60 ml of water for 4 days. The purpose of this therapy is to reduce the level of pain, nausea and vomiting due to increased stomach acid. The curcumin content in turmeric has anti-inflammatory properties and is able to coat and protect the irritated stomach wall, thereby helping to relieve pain. The results of the therapy showed a decrease in pain in patient Mrs. R, from a pain scale of 5 before the intervention to a pain scale of 1 after the intervention for 4 days. In conclusion, administering turmeric juice has been proven effective in reducing pain or nausea and vomiting in gastritis patients. Thus, this intervention can be recommended as part of evidence-based nursing care for patients experiencing gastritis complaints.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pende...
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pendekatan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Tn.E Tahap Perkembangan VI Di Balai Pengobatan Pt. Jamika Raya Pom Tahun 2025.

Imelda R Kartika, Alfionika · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Dalam keperawatan keluarga dimasyarakat, sering ditemukan penyakit yang tidak menular, penyakit tersebut menjadi salah satu masalah kesehatan utama dalam permasalahan kesehatan keluarga, salah satunya adalah penyakit Gout Arthritis. Salah satu terapi komplementer yang digunakan untuk penanganan arthiritis gout adalah terapi kompres kayu manis. Metode kasus adalah Case Study dan studi kepustakaan dengan pendekatan asuhan keperawatan pada keluarga Tn.E. Sebelum dilakukan terapi berupa kompres hangat kayu manis pada Tn.E didapatkan skala nyeri berada di skala 6 dan setelah dilakukan kompres hangat kayu manis 10 - 20 menit selama 4 hari berturut – turut skala nyeri turun menjadi 2 secara berangsur. Kemudian setelah diberikan pendidikan kesehatan mengenai pentingnya deteksi dini dan upaya penanggulangan penyakit keluarga, Keluarga Tn.A dapat mengalami perubahan pola piker menjadi lebih sehat dan menghindari kebiasaan buruk yang mempengaruhi kesehatan. Sehingga dapat disimpulkan terapi kompres hangat kayu manis dapat menurunkan skala nyeri dan asuhan keperawatan yang diberikan kepada keluarga Tn.E berdampak positif terhadap derjat kualitas hidup kesehatan keluarga. Oleh karena itu, penerapan Evidance Based ini dapat direkomendasikan dalam memberikan asuhan keperawatan. Abstract (EN): In community family nursing, non-communicable diseases are commonly found, and these diseases are one of the main health issues in family health problems, one of which is gout arthritis. One complementary therapy used for the treatment of gout arthritis is cinnamon compress therapy. The method used was a case study and literature review with a nursing care approach for Mr. E's family. Before the warm cinnamon compress therapy was administered to Mr. E, his pain scale was at level 6. After receiving the warm cinnamon compress for 10–20 minutes over four consecutive days, his pain scale gradually decreased to level 2. Following health education on the importance of early detection and disease management efforts, Mr. A's family experienced a shift in mindset toward healthier habits and avoided unhealthy practices that negatively impact health. Therefore, it can be concluded that warm cinnamon compress therapy reduces pain levels, and the nursing care provided to Mr. E's family positively impacts the family's overall health quality of life. Therefore, the application of Evidence-Based Practice is recommended in providing nursing care.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Tahap P...
Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Tahap Perkembangan Keluarga VI Dengan Pendekatan Komplementer Pada Tn. R Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Kampung Kota Sungai Penuh Tahun 2025

Lisavina Juwita, Sandra Annisa · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Latar belakang: Keluarga adalah suatu lembaga yang merupakan satuan (unit) terkecil dari masyarakat, terdiri atas ayah, ibu, dan anak. Pada saat pengkajian keluarga ini termasuk tahap perkembangan keluarga dengan anak dewasa muda, pada keluarga ini ditemukan 3 masalah keperawatan yaitu: pemeliharaan kesehatan tidak efektif, perilaku kesehatan cenderung berisiko, kesiapan peningkatan manajemen kesehatan. Tujuan: memberikan terapi komplementer rebusan air daun salam untuk menurunkan kadar asam urat, edukasi kesehatan tentang gout arthritis, edukasi bahaya merokok dan cara mengurangi merokok dengan permen karet xylitol, edukasi kesehatan tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Hasil: didapatkan selama pemberian rebusan air daun salam terdapat penurunan kadar asam urat pre 9,5 post 6,8 mg/dL serta pemberian edukasi kesehatan agar dapat mengetahui bahaya merokok dan PHBS. Kesimpulan: Terapi rebusan air daun salam dan edukasi kesehatan, oleh karena itu penerapan evidence-based nursing ini dapat direkomendasikan dalam pemberian asuhan keperawatan. Abstract (EN): Background: The family is an institution that serves as the smallest unit of society, consisting of a father, mother, and children. During the assessment, this family was found to be at the stage of family development with a young adult child. Three nursing problems were identified: ineffective health maintenance, health behavior tending to be at risk, and readiness for enhanced health management. Objective: Complementary therapy using boiled bay leaf water was provided to reduce uric acid levels, along with health education about gout arthritis, education on the dangers of smoking and ways to reduce smoking using xylitol chewing gum, and education on clean and healthy living behavior (CHLB). Results: During the administration of boiled bay leaf water, there was a decrease in uric acid levels pre 9,5 post 6,8 mg/dL and the health education provided helped increase knowledge about the dangers of smoking and CHLB. Conclusion: Boiled bay leaf therapy and health education can be recommended for application in nursing care based on evidence-based nursing practice.

KIAN 2025
Detail
Judul Asuhan Keperawatan Keluarga Tahap...
Judul Asuhan Keperawatan Keluarga Tahap Perkembangan VIII Dengan Pendekatan Komplementer Pada Keluarga Tn.ADi Jorong Padang Lua II Nagari Padang Lua Tahun 2025.

Rahmiwati, Aisyah Nurul Syakira · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana terjadi peningkatan pada tekanan darah yang memberi gejala akan berlanjut ke suatu organ target sepertistroke untuk otak, penyakit jantung koroner untuk pembuluh darah jantung, dan hipertrofi ventrikel kanan untuk otot jantung (Candra, 2020). Hasil dari Riskesdas tahun 2018 prevalensi hipertensi diIndonesia yang didapat melalui pengukuran dengan umur 45-54 tahun (45,32%), umur 55-64 tahun (55,22%), umur 65- 74 tahun (63,22%) dan mengalami peningkatan pada umur >75 tahun (69,53%). Di Indonesia didapatkan prevalensi hipertensi berdasarkan pengukuran pada penduduk di usia >18 tahun sebesar 34,1%, atau sebanyak 63.309.620 kasus orang terkena hipertensi dengan angka kematian 427.218 kematian (Kemenkes RI, 2019). Sedangkan di Provinsi Sumatera Barat dari 10 penyakit terbanyak di Provinsi Sumatra Barat hipertensi menduduki peringkat ketiga sebanyak 248.964 kasus (13,8%) (Kemenkes RI, 2018). Berdasarkan Data Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Agam pada tahun 2019 jumlah penderita hipertensi adalah 10.951. Sedangkan pada tahun 2020 penderitahipertensi yang berusia >15 tahun adalah 7.340 (7,1%) .Berdasarkan data dari puskesmas padang luar pada bulan januari sampai dengan bulan juni tahun 2025 jumlah hipertensi yang berusia >70 tahun adalah 1.680. . Upaya untuk menangani kesehatan keluarga dengan mudah yaitu dengan pemberian komplementer terapi rebusan seledri yang bertujuan untuk menurunkan tekanan darah . Tujuan : Mampu memberikan Asuhan Keperawatan Tahap Perkembangan VIII Dengan Pendekatan Komplementer Pada Keluarga Tn.ADi Jorong Padang Lua II Nagari Padang Lua. Metode : Pengumpulan data menggunakan studi kasus dilakukan pada keluarga dengan masalah utama PenurunanTekanan Darah Tinggi. Hasil : Asuhan keperawatan komplementer dengan hipertensi didapatkan diagnosa yaitu manajemen kesehatan keluarga tidak efektif, perilaku Kesehatan cenderung beresiko dan gangguan integritas kulit Kesimpulan : masalah keperawatan keluarga pada Ny S dengan hipertensi dapat tercapai sehingga dapat teratasi dengan baik. Saran : diharapkan karya tulis ini dapat digunakan sebagai bahan acuan komplementer terhadap kehidupan sehari- hari untuk meningkatkan kesehatan bagi keluarga. Abstract (EN): Hypertension is something condition Where happen increase in pressure blood that gives symptom will continue to a target organ such as stroke for brain , disease heart coronary For vessels blood heart , and hypertrophy ventricles right For muscle heart (Candra, 2020). The results of Basic Health Research 2018 prevalence acquired hypertension in Indonesia through measurement with aged 45-54 years (45.32%), aged 55-64 years (55.22%), aged 65-74 years (63.22%) and experienced increase in the age group >75 years (69.53%). In Indonesia, it was found prevalence hypertension based on measurement of the population aged > 18 years by 34.1%, or as many as 63,309,620 cases of people affected hypertension with number 427,218 deaths ( Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2019). Meanwhile in West Sumatra Province , out of 10 diseases the most hypertension in West Sumatra Province occupy ranking third as many as 248,964 cases (13.8%) ( Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2018). Based on the Profile Data of the Agam Regency Health Office in 2019 , the number of sufferers hypertension was 10,951. Meanwhile, in 2020 , hypertension sufferers aged > 15 years is 7,340 (7.1% ). Based on data from community health center field outside on the moon January until with month June 2025 number hypertension aged > 70 years is 1,680. . Efforts to handle health family with easy that is with giving complementary therapy stew celery that aims For lower pressure blood . Objective: To be able to provide Care Nursing Stage Development VIII With Approach Complementary in the Family Mr. ADi Jorong Padang Lua II Village Padang Lua . Method : Data collection using studies case done in the family with problem main Lowering High Blood Pressure. Results: Care nursing complementary with hypertension obtained diagnosis that is management health family No effective , health behavior tends to risky and disruptive integrity skin Conclusion : problem nursing family at Mrs. S with hypertension can achieved so that can resolved with good . Suggestion: expected work write This can used as material reference complementary to life daily For increase health for family.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pende...
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pendekatan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Tn.D Di Wilayah Kerja Puskesmas Lasi Tahun 2025.

Del Fatmawati, Agusti Shintia · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Keluarga dengan tahap VIII yaitu tahap keluarga lansia, cenderung memiliki masalah kesehatan penyakit degeneratif yang dapat memengaruhi kualitas hidupnya, salah satunya adalah rematik. Penyakit rematik ini dapat ditangani dengan terapi nonfarmakologi, salah satunya terapi akupresur yang berfungsi untuk menurunkan nyeri. Tujuan: Memberikan asuhan keperawatan dengan pendekatan terapi komplementer berupa terapi akupresur serta edukasi kesehatan sesuai dengan diagnosa keperawatan yang ditemukan pada keluarga Tn. D. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dan studi kepustakaan dengan pendekatan asuhan keperawatan pada keluarga Tn. D, dengan tiga diagnosa keperawatan yang ditegakkan yaitu: (1) Manajemen Kesehatan Keluarga Tidak Efektif b/d kompleksitas program perawatan dibuktikan dengan Ny. A yang mengalami nyeri akibat rematik, (2) Perilaku Kesehatan Cenderung Berisiko b/d gaya hidup tidak sehat dibuktikan dengan Tn. D merokok, dan (3) Risiko Jatuh b/d usia Tn. D dan Ny. A. Hasil: Pada diagnosa pertama dilakukan intervensi berupa terapi akupresur pada Ny. A, dengan hasil skala nyeri yang semula berada pada angka 7 menurun menjadi skala 3 pada hari ketiga. Pada diagnosa kedua dan ketiga diberikan edukasi kesehatan, meliputi bahaya merokok serta upaya pencegahan jatuh di rumah. Hasilnya, keluarga Tn. D menunjukkan peningkatan pemahaman, perubahan pola pikir ke arah yang lebih sehat, serta komitmen dalam menghindari kebiasaan buruk yang dapat memengaruhi kesehatan. Kesimpulan: Terapi akupresur efektif dalam menurunkan skala nyeri pada lansia dengan rematik. Edukasi kesehatan terkait gaya hidup sehat dan pencegahan jatuh juga berdampak positif terhadap derajat kualitas hidup keluarga. Oleh karena itu, penerapan evidence-based nursing ini dapat direkomendasikan dalam memberikan asuhan keperawatan. Abstract (EN): Families in stage VIII, the elderly family stage, tend to have health problems such as degenerative diseases that can affect their quality of life, one of which is rheumatism. This rheumatic disease can be treated with non- pharmacological therapies, one of which is acupressure therapy, which functions to reduce pain. Objective: To provide nursing care using a complementary therapy approach in the form of acupressure therapy and health education in accordance with the nursing diagnoses found in Mr. D's family. Method: This study used a case study and literature review method with a nursing care approach for Mr. D's family, with three nursing diagnoses established: (1) Ineffective Family Health Management related to the complexity of the care program, as evidenced by Mrs. Mr. A experienced pain due to rheumatism, (2) Health Behavior Tends to be Risky related to an unhealthy lifestyle, as evidenced by Mr. D's smoking, and (3) Fall Risk related to the ages of Mr. D and Mrs. A. Results: In the first diagnosis, acupressure therapy was administered to Mrs. A, resulting in a pain scale decreasing from 7 to 3 on the third day. In the second and third diagnoses, health education was provided, covering the dangers of smoking and fall prevention efforts at home. As a result, Mr. D's family demonstrated increased understanding, a change in mindset towards a healthier one, and a commitment to avoiding bad habits that can affect health. Conclusion: Acupressure therapy is effective in reducing pain levels in elderly people with rheumatism. Health education related to a healthy lifestyle and fall prevention also has a positive impact on the family's quality of life. Therefore, the application of evidence-based nursing can be recommended in providing nursing care.

KIAN 2025
Detail
Perbandingan Efektivitas Pemberian Jus J...
Perbandingan Efektivitas Pemberian Jus Jus Buah Naga Merah Dan Buah Bit Terhadap Kadar Hemoglobin Remaja Di SMA N 1 Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman Tahun 2024

Novi Wulan Sari, Sylvia Nureti Santi Jelita R · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Anemia defiensi besi merupakan suatu kondisi dimana tubuh kekurangan sel darah merah akibat kadar zat besi yang tidak mencukupi, yang merupakan bahan utama dalam pembentukan sel darah merah. Sebagai uapaya pencegahan anemia pada reamaja putri selain dengan suplementasi Fe juga dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, seperti buah naga dan buah bit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efektivitas pemberian jus buah naga merah dan jus buah naga bit terhadap kadar hemoglobin remaja di SMA N 1 Lubuk Sikaping. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Quasy Eksperimental dengan pendekatan Two Group Pretest Posttest. Sampel penelitian sebanyak 30 orang remaja putri dengan teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Intervensi diberikan sebanyak 100 gr sekali sehari selama 14 hari. Analisis bivariat menggunakan uji Paired T test dan T test Independen. Hasil penelitian univariat menunjukkan rata - rata kadar Hb remaja putri sebelum pemberian buah naga = 11,8 g/dl dan setelah pemberian jus buah naga = 13,6 g/dl. Rata- rata kadar Hb remaja putri sebelum pemberian jus buah = 11,6 g/dl dan setelah pemberian jus buah bit = 13,7 g/dl. Hasil penelitian bivariat di peroleh nilai p-value 0,352, yang berarti tidak ada perbedaan signifikan pengaruh buah naga dan buah bit terhadap kadar Hb remaja putri di SMA N 1 Lubuk Sikaping. Abstract (EN): Iron deficiency anemia is a condition in which the body lacks red blood cells due to insufficient iron levels, which are the main component in the formation of red blood cells. The prevalence of anemia among adolescent girls remains high, at approximately 48.9%. In addition to iron supplementation, anemia prevention efforts for adolescent girls can also be carried out by consuming foods containing iron, such as dragon fruit and beetroot. The aim of this study was to compare the effectiveness of red dragon fruit juice and beetroot juice on the hemoglobin levels of adolescents at SMA N 1 Lubuk Sikaping. This study is quantitative research with a Quasi-Experimental design and a Two-Group Pretest-Posttest approach. The research sample consisted of 30 adolescent girls selected through purposive sampling. The intervention involved giving 100 grams once daily for 14 days. Bivariate analysis was performed using the Paired T-Test and Independent T-Test. The univariate results showed the average hemoglobin level of adolescent girls before consuming dragon fruit juice was 11.8 g/dl and after consuming it was 13.6 g/dl. The average hemoglobin level before consuming beetroot juice was 11.6 g/dl and after consuming it was 13.7 g/dl. The bivariate results showed a p-value of 0.352, indicating no significant difference in the effects of dragon fruit and beetroot on hemoglobin levels among adolescent girls at SMA N 1 Lubuk Sikaping.

Skripsi 2025
Detail
Pengaruh Metode Kangguru Dan Pijat Bayi...
Pengaruh Metode Kangguru Dan Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Berat Badan Bayi Baru Lahir di Wilayah Kerja Puskesmas Kinali Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2024

Nurhayati, Susi Helmi · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Indonesia, jumlah bayi baru lahir pada tahun 2022 mencapai sekitar 4,5 juta Jika bayi baru lahir tidak mendapatkan perawatan yang tepat maka akan beresiko mengalami masalah salah satunya penurunan berat badan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Metode Kangguru Dan Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Berat Badan Bayi Baru Lahir di Wilayah Kerja Puskesmas Kinali Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2024. Jenis penelitian ini yaitu pra eksperimen dengan desain pretest and posttest one group design. Penelitian ini telah dilaksanakan di Puskesmas Kinali pada bulan Agustus – Desember 2024. Populasi pada penelitian ini yaitu semua bayi baru lahir dengan berat badan 2500 – 3000 gram yang lahir di bulan November tahun 2024 di Puskesmas Kinali dengan jumlah 26 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Setelah data terkumpul maka data akan dianalisa secara univariat dan bivariate dengan menggunakan uji t test paired. Hasil penelitian didapatkan Rata – rata berat badan sebelum dilakukan metode kangguru dan pijat bayi adalah 2773,09 gram dengan standar deviasi 156,35 dan sesudah adalah 3176,9 gram dengan standar deviasi 215,97. Hasil uji statistik terdapat Pengaruh Metode Kangguru Dan Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Berat Badan Bayi Baru Lahir dengan nilai p value 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan terdapat Pengaruh Metode Kangguru Dan Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Berat Badan Bayi Baru Lahir. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk dapat melakukan metode kangguru dan pijat bayi untuk menjaga berat badan bayi baru lahir. Abstract (EN): According to data from the Indonesian Ministry of Health, the number of newborns in 2022 reached approximately 4.5 million. Without proper care, newborns are at risk of experiencing various problems, including weight loss. This study aims to determine the effect of the Kangaroo Method and Baby Massage on weight gain in newborns in the working area of Kinali Community Health Center, West Pasaman Regency, in 2024. This study is a pre-experimental research using a pretest-posttest one-group design. It was conducted at the Kinali Community Health Center from August to December 2024. The population consisted of all newborns weighing 2500–3000 grams born in November 2024 at the health center, totaling 26 individuals. The sampling technique used was total sampling. Collected data were analyzed using univariate and bivariate analysis with paired t-tests. The results showed that the average weight of newborns before the application of the Kangaroo Method and baby massage was 2773.09 grams (standard deviation: 156.35), and after the intervention, it increased to 3176.9 grams (standard deviation: 215.97). Statistical analysis revealed a significant effect of the Kangaroo Method and baby massage on weight gain in newborns, with a p-value of 0.000 (p < 0.05). The conclusion is that the Kangaroo Method and baby massage have a significant effect on weight gain in newborns. It is recommended that healthcare providers apply the Kangaroo Method and baby massage to help maintain newborns' weight.

Skripsi 2025
Detail
Hubungan Status gizi, Riwayat Keluarga d...
Hubungan Status gizi, Riwayat Keluarga danPENGGUNAAN JARUM SUNTIK DENGAN KEJADIAN HEPATITIS B (HBSAG +) PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS SEKECAMATAN KINALI KABUPATEN PASAMAN BARAT PER TAHUN 2021 S/D 2023

Sunarti, Detty Afrinawati Sukandar · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Kejadian Hepatitis B (HBsAg +) yang masih menjadi perhatian khusus yang akan berdampak kepada perkembangan janin. Laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat pada tahun 2022 kejadian Hepatitis B (HBsAg +) 68 orang (0,58%) dari 11.615 ibu hamil sedangkan pada tahun 2023 jumlah kejadian hepatitis B dalam kehamilan yaitu 49 orang (0,47%) dari 10.325 ibu hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan status gizi, riwayat keluarga dan penggunaan jarum suntik dengan kejadian hepatitis B (HBsAg +) Pada Ibu Hamil di Puskesmas Sekecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat Per Tahun 2021 s/d 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah retrospektif dengan desain penelitian case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang mengalami hepatitis B (HBsAg +) tahun 2021 – 2023 dengan jumlah sampel 168 orang. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu dengan melihat rekam medik pasien, analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil uji statistitik terdapat hubungan status gizi (p = 0,009 dan OR=2,496), riwayat keluarga (p = 0,000 dan OR=7,701), Penggunaan jarum suntik (p = 0,025 dan OR = 2,232) dengan Kejadian Hepatitis B (HBsAg +) Pada Ibu Hamil di Puskesmas Sekecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat Per Tahun 2021 s/d 2023. Kesimpulan terdapat hubungan status gizi (IMT) riwayat keluarga dan Penggunaan jarum suntik dengan Kejadian Hepatitis B (HBsAg +) Pada Ibu Hamil. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk dapat membantu mengurangi faktor resiko terjadinya hepatitis B dalam kehamilan. Abstract (EN): The incidence of Hepatitis B (HBsAg +) is still a special concern which will have an impact on fetal development. The West Pasaman District Health Service report in 2022 was 68 people (0.58%) out of 11,615 pregnant women, while in 2023 the number of hepatitis B incidents in pregnancy was 49 people (0.47%) out of 10,325 pregnant women. The aim of this study was to determine the relationship between nutritional status, family history and use of injection needles with the incidence of hepatitis B (HBsAg +) in pregnant women at the Kinali Community Health Center, West Pasaman Regency from 2021 to 2023. The type of research used was retrospective with a research design. case control. The population in this study were all pregnant women who experienced hepatitis B (HBsAg +) in 2021 - 2023 with a sample size of 168 people. The data used is secondary data, namely by looking at the patient's medical records, data analysis using the Chi-Square test. The statistical test results show a relationship between nutritional status (p = 0.009 and OR = 2,496), family history (p = 0.000 and OR = 7,701), use of injection needles (p = 0.025 and OR = 2,232) with the incidence of Hepatitis B (HBsAg +) in pregnant women at the Kinali District Health Center, West Pasaman Regency as of 2021 until 2023. Conclusion: There is a relationship between nutritional status (BMI), family history and use of injection needles with the incidence of Hepatitis B. (HBsAg +) in pregnant women. It is recommended that health workers help reduce the risk factors for hepatitis B in pregnancy.

Skripsi 2025
Detail