Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pende...
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pendekatan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Ny.N Dengan Tahap Perkembangan VIII Di Wilayah Kerja Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi Tahun 2025.

Rahmiwati, Astri Yulania Safitri · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Dalam keperawatan keluarga di masyarakat banyak ditemukan penyakit yang tidak menular, penyakit tersebut menjadi salah satu masalah kesehatan utama dalam permasalahan kesehatan keluarga, salah satunya adalah penyakit Hipertensi. Penyakit ini dapat ditangani dengan terapi non farmakologi salah satunya terapi foot massage yang merupakan terapi komplementer berfungsi untuk merelaksasikan otot- otot yang kaku sehingga terjadi vasodilatasi yang menyebabkan tekanan darah turun secara stabil. Metode penelitian ini adalah case study dan studi kepustakaan dengan pendekatan asuhan keperawatan pada keluarga Ny.N sebelum dilakukan foot massage didapatkan hasil pengukuran tekanan darah 150/ 90 mmHg dan sering terbangun di malam hari setelah dilakukan foot massage selama 15 menit selama 3 hari berturut- turut tekanan darah turun menjadi 143/ 85 mmHg secara bertahap serta kualitas tidur yang mulai membaik . Kemudiaan setelah diberikan pendidikan kesehatan mengenai pentingnya deteksi dini dan upaya penanggulan penyakit keluarga, keluarga Ny.N dapat mengalami perubahan pola pikir menjadi lebih sehat dan menghindari kebiasaan buruk yang mempengaruhi kesehatan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terapi foot massage dapat menurunkan tekanan darah dan memperbaiki kualitas tidur. Asuhan keperawatan yang diberikan kepada keluarga Ny.N berdampak positif terhadap derjat kualitas kesehatan keluarga. Oleh karena itu, penerapan Evidence Based ini dapat di rekomendasikan dalam memberikan asuhan keperawatan. Abstract (EN): In family nursing, many non-communicable diseases are found in the community. These diseases are a major health problem in family health issues, one of which is hypertension. This disease can be treated with non-pharmacological therapies, one of which is therapy.foot massage which is a complementary therapy that functions to relax stiff muscles, resulting in vasodilation that causes blood pressure to decrease steadily. The research method is case study and literature study with a nursing care approach to Mrs. N's family before it was carried out foot massage .The results of the blood pressure measurement were 150/90 mmHg and he often woke up at night after the measurement was carried out.foot massage For 15 minutes over 3 consecutive days, blood pressure gradually decreased to 143/85 mmHg, and sleep quality began to improve. Then, after being given health education about the importance of early detection and efforts to overcome family illnesses, Mrs. N's family experienced a change in mindset to become healthier and avoided bad habits that affect health. Therefore, it can be concluded that therapy foot massage can lower blood pressure and improve sleep quality. The nursing care provided to Mrs. N's family had a positive impact on the family's health quality. Therefore, the application of Evidence-Based Nursing Care (EHS) This based can be recommended in providing nursing care.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Strok...
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Stroke Pada Tn. Y Dengan Tahap Perkembangan VIII Berbasis Komplementer Di Nagari Jorong 100 Janjang Tahun 2025

Lisavina Juwita, Tiara syafril · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Latar Belakang : Keluarga merupakan unit utama dalam sistem perawatan kesehatan yang berperan penting dalam mendukung proses pemulihan anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan, termasuk penyakit stroke. Stroke merupakan gangguan neurologis yang menyebabkan penurunan fungsi motorik, khususnya pada ekstremitas, sehingga memerlukan perawatan dan rehabilitasi jangka panjang. peran aktif keluarga sangat dibutuhkan untuk memberikan dukungan fisik, emosional, dan sosial kepada pasien. Salah satu upaya yang dapat dilakukan keluarga dalam membantu proses rehabilitasi adalah dengan memberikan terapi komplementer berupa latihan menggenggam bola karet. Terapi ini terbukti dapat meningkatkan kekuatan otot tangan, memperbaiki fungsi motorik, serta mendorong pasien menjadi lebih mandiri dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Tujuan : mampu mengelola asuhan keperawatan komplementer pada keluarga Tn.Y dengan stroke non hemoragik di Nagari Jonjong 100 Janjang Tahun 2025. Metode : pengumpulan data menggunakan studi kasus dilakukan pada satu keluarga. Hasil : asuhan keperawatan keluarga dengan stroke non hemoragik didaptkan 3 diagnosa yaitu gangguan mobilitas fisik, resiko jatuh dan gangguan koping keluarga. Kesimpulan : masalah keperawatan keluarga pada Tn.Y dengan stroke non hemoragik dapat tercapai dan teratasi dengan baik. Saran : diharapkan karya tulis ini dapat digunakan sebagai bahan acuan untuk melakukan terapi komplementer yang telah diajarkan dalam kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan derajat kesehatan anggota keluarga. Abstract (EN): Background : The family is the primary unit in the healthcare system that plays an important role in supporting the recovery process of family members who experience health problems, including stroke. Stroke is a neurological disorder that causes decreased motor function, especially in the extremities, thus requiring long-term care and rehabilitation. The active role of the family is highly needed to provide physical, emotional, and social support to the patient. One of the efforts that can be carried out by the family to support the rehabilitation process is through complementary therapy in the form of rubber ball grasping exercises. This therapy has been proven to improve hand muscle strength, enhance motor function, and encourage the patient to become more independent in daily activities. Objective : To be able to manage complementary-based nursing care for the family of Mr. Y with non-hemorrhagic stroke in Nagari Jorong 100 Janjang, Year 2025. Method : Data collection used a case study approach conducted on one family. Results : In the provision of family nursing care for non- hemorrhagic stroke, three nursing diagnoses were identified, namely impaired physical mobility, risk of falls, and ineffective family coping. Conclusion : The nursing problems in Mr. Y's family with non-hemorrhagic stroke were successfully addressed and resolved. Recomendation : It is expected that this paper can be used as a reference material to implement complementary therapy that has been taught in daily life to improve the health status of family members.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Tahap VIII B...
Asuhan Keperawatan Keluarga Tahap VIII Berbasis Komplementer Pada Keluarga Tn. S Di Wilayah Kerja Puskesmas Lasi Kabupaten Agam Tahun 2025.

Rahmiwati, Ardiwel Putra · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi masalah serius karena prevalensi penyakit ini terus meningkat. Prevalensi hipertensi terjadi di seluruh negara di dunia. Prevalensi Prevalensi hipertensi di Sumatera Barat sebanyak 25,1%, dimana kota Bukittinggi 30,05%. Penderita hipertensi terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, Dimana hal yang menjadi penyebabnya adalah factor perilaku Kesehatan keluarga dalam merawat pasien hipertensi yang kurang baik. Hasil pengakjian ditemukan klien tidak pernah mengontrol apa saja yang di konsumsi. Masalah yang ditemukan adalah Manajemen Kesehatan Keluarga Tidak Efektif. Tujuan diberikannya asuhan keperawatan keluarga berbasis komplementer adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian jus semangka terhadap penurunan tekanan darah pada keluarga Tn. S khususnya Ny. W. Jus Semangka menjadi metode efektif dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Keunggulan terapi ini adalah tidak menimbulkan efek samping, murah, mudah di dapatkan. Implementasi dilakukan selama 3 hari berturut-turut dan didapatkan rata- rata nilai tekanan darah sebelum diberikan implementasi 171/109 mmHg dan setelah implementasi 128/90 mmHg. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh dari terapi pemberian Jus Semangka selama 3 hari berturut-turut terhadap ketidakstabilan tekanan darah Ny. W. saran kepada pemberian asuhan keperawata selanjutnya agar dapat mencari referensi yang lebih baik untuk asuhan keperawatan dengan diagnose Manajemen Kesehatan Keluarga Tidak Efektif pada pasien Hiertensi. Abstract (EN): -

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Tahap Perkem...
Asuhan Keperawatan Keluarga Tahap Perkembangan IV Dengan Pendekatan Komplementer Pada Keluarga “Ny. M Di Perumnas Kubang Duo Koto Panjang Kecamatan Canduang Kabupaten Agam Tahun 2025.

Lidya Mardison, Aprilia Satya Ananda · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Keluarga adalah suatu lembaga yang merupakan satuan (unit) Terkecil dari masyarakat,terdiri atas ayah,ibu,dan anak. Pada saat pengkajian, keluarga ini termasuk tipe keluarga inti ( Nuclear Family) yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak, pada keluarga ini ditemukan 3 masalah keperawatan yaitu, Manajemen Kesehatan Keluarga Tidak Efekti,Perilaku Kesehatan Cenderung Beresiko, Ketidakmampuan Koping Keluarga. Tujuan : Maka diberikan terapi rendam air hangat dengan kencur untuk mengurangi edema kaki , edukasi bahaya merokok, dan relaksasi nafas dalam untuk menurunkan tingkat kecemasan. Abstract (EN): -

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Tahap VI Ber...
Asuhan Keperawatan Keluarga Tahap VI Berbasis Komplementer Pada Keluarga Ny.D Di Jorong Kubang Duo Koto Panjang Nagari Bukik Batabuah Tahun 2025

Cory Febrina, Syapitri Feronika · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi masalah serius karena prevenlensi penyakit ini terus meningkat. Prevalensi hipertensi terjadi di seluruh negara di dunia. Prevalensi hipertensi di Sumatera Barat sebanyak 25,1%, dimana kota Bukittinggi 30,05%. Penderita hipertensi terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, dimana hal yang menjadi penyebabnya adalah faktor perilaku kesehatan keluarga dalam merawat pasien hipertensi yang kurang baik. Hasil pengkajian ditemukan klien tidak pernah mengontrol apa saja yang dikonsumsi. Masalah yang ditemukan adalah pemeliharaan kesehatan tidak efektif. Tujuan diberikannya asuhan keperawatan keluarga berbasis komplementer adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian relaksasi otot progresif terhadap penurunan tekanan darah pada keluarga Ny.D khususnya Ny.D. Relaksasi otot progresif dapat menjadi metode efektif dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Keunggulan terapi ini adalah tidak menimbulkan efek samping, murah, mudah karena tidak memerlukan banyak biaya dan properti, aman, cepat dan sederhana dan bisa dilakukan dimana saja. Implementasi dilakukan selama selama 3 hari berturut-turut dan didapatkan rata-rata nilai tekanan darah sebelum dilakukan implementasi 170/100 mmHg dan setelah implementasi 155/95 mmHg. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh dari terapi relaksasi otot progrsif selama 3 hari terhadap ketidakstabilan tekanan darah pada Ny.D. Saran kepada pemberian asuhan keperawatan selanjutnya agar dapat mencari referensi yang lebih baik untuk asuhan keperawatan dengan diagnosa pemeliharaan ksesehatn tidak efektif pada pasien hipertensi. Abstract (EN): Hypertension is a non-communicable disease that is a serious problem because its prevalence continues to increase. The prevalence of hypertension occurs in all countries worldwide. The prevalence of hypertension in West Sumatra is 25.1%, while in Bukittinggi it is 30.05%. The number of hypertension sufferers continues to increase every year, where the cause is poor family health behavior in caring for hypertensive patients. The results of the assessment found that the client never controlled what he consumed. The problem identified was ineffective health maintenance. The purpose of providing complementary family-based nursing care is to determine the effect of progressive muscle relaxation on reducing blood pressure in Mrs. D's family, especially Mrs. D. Progressive muscle relaxation can be an effective method in lowering blood pressure in hypertension patients. The advantages of this therapy are that it does not cause side effects, is inexpensive, easy because it does not require a lot of money and property, is safe, fast and simple, and can be done anywhere.. Implementation was carried out for 3 consecutive days and the average blood pressure value before implementation was 170/100 mmHg and after implementation was 155/95 mmHg. This shows the effect of progressive muscle relaxation therapy for 3 days on blood pressure instability in Mrs. D. Suggestions for the provision of further nursing care are to find better references for nursing care with a diagnosis of ineffective health maintenance in hypertensive patients.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Pende...
Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Pendekatan Keperawatan Komplementer pada Keluarga Tn. S di Jorong Kubang Duo Nagari Bukik Batabuah Kecamatan Canduang Tahun 2025.

Fitrianola Rezkiki, Anissa · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang memainkan peran, baik itu sebagai suami dan istri, orang tua dan anak, maupun anak dan saudara. Jika salah satu anggota keluarga bermasalah terhadap kesehatannya pasti akan mempengaruhi beberapa fungsi dari keluarga. Pada saat dilakukan pengkajian dengan keluarga Tn. S didapatkan masalah keperawatan yaitu Manajemen Kesehatan Keluarga Tidak Efektif yang dialami Tn. S akibat Diabetes Mellitus yang dideritanya, Pemeliharaan Kesehatan Tidak Efektif akibat kurangnya pemeliharaan keluarga dalam melakukan perawatan kesehatan keluarga ditandai dengan Ny. Y yang menderita Gout Arthritis, serta masalah Penurunan Koping Keluarga karena adanya kecemasan yang dialami keluarga terhadap penyakit dan kurang adanya dukungan dan motivasi dalam keluarga, serta adanya perubahan peran yang terjadi dalam keluarga. Berdasarkan masalah keperawatan tersebut maka diberikanlah implementasi komplementer yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan keluarga Tn. S yaitu terapi pemberian jahe merah, edukasi Kesehatan mengenai perawatan Gout Arthritis pada keluarga, dan terapi mendengarkan Murrotal Al- Qur’an untuk mengurangi tingkat stress dan kecemasan. Metode penelitian adalah Case Study dan studi kepustakaan dengan pendekatan asuhan keperawatan pada keluarga Tn. S. Setelah dilakukan implementasi berupa pemberian rebusan air jahe merah kadar gula darah Tn. menurun menjadi 170 mg/dL, kemudian dengan pemberian edukasi Gout Arthritis pada keluarga Tn. S menyebabkan kadar asam urat Ny. Y menurun dan meningkatkan pengetahuan dan dapat diaplikasikan di dalam keluarga. Pada terapi mendengarkan Murrotal Al-Qur’an dapat menurunkan tingkat kecemasan pada keluarga Tn. S. Sehingga didapatkan hasil bahwa asuhan keperawatan yang diberikan kepada keluarga Tn. A berdampak positif terhadap derajat kesehatan keluarga. Abstract (EN): The family is the smallest unit of society that plays multiple roles—as husband and wife, parents and children, as well as siblings. If one family member experiences a health issue, it will inevitably affect several family functions. During an assessment with the family of Mr. S, several nursing problems were identified: Ineffective Family Health Management due to Mr. S’s Diabetes Mellitus; Ineffective Health Maintenance stemming from the family’s insufficient efforts in managing health care, indicated by Mrs. Y’s Gout Arthritis; and Impaired Family Coping caused by anxiety related to illness, lack of support and motivation within the family, and role changes among family members. Based on these issues, complementary interventions were implemented to improve the health status of Mr. S’s family. These included red ginger herbal therapy, health education on managing Gout Arthritis, and Qur’anic recitation (Murrotal) therapy aimed at reducing stress and anxiety. The research used a case study method and literature review with a nursing care approach to the family of Mr. S. After implementing red ginger boiled water therapy, Mr. S’s blood glucose level decreased to 170 mg/dL. The Gout Arthritis education provided to the family improved Mrs. Y’s uric acid level, increased the family’s knowledge, and was applicable within the household. The Murrotal Qur’an therapy was effective in lowering anxiety levels within Mr. S’s family. These findings indicate that the nursing care provided had a positive impact on the family's health status.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pende...
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pendekatan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Tn.R Tahap Perkembangan V Di Wilayah Kerja Puskesmas Lasi Kabupaten Agam 2025.

Rina Mariyana, Suci Zoniati · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Gastritis merupakan peradangan pada mukosa lambung yang dapat menyebabkan nyeri ulu hati, mual hingga muntah, dan sangat mengganggu kualitas hidup. Penggunaan terapi komplementer berbasis herbal menjadi pilihan alternative yang semakin diminati karena efek samping yang minimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian parutan kunyit dan kompres hangat terhadap penurunan gejala gastritis. Metode yang dilakukan menerapkan terapi komplementer pada gastritis dengan mengkonsumsi perasan air kunyit setelah makan pagi dan sore hari sebanyak 5 rimpang kunyit berat 250 mg dan menambahkan 60 ml air dan kompres hangat di daerah epigastrium dengan lama penerapan selama 10-20 menit dilakukan yang dilakukan selama 7 hari. Tujuan dari terapi ini adalah untuk mengurangi tingkat nyeri, mual muntah akibat peningkatan asam lambung. Kandungan kurkumin dalam kunyit memiliki sifat antiinflamasi dan mampu melapisi serta melindungi dinding lambung yang teriritasi, sehingga membantu meredakan nyeri. Di sisi lain, kompres hangat bekerja dengan memberikan efek relaksasi pada otot dan saraf di daerah yang terasa nyeri, yang pada akhirnya membantu mengurangi persepsi nyeri tersebut. Hasil dari terapi menunjukkan adanya penurunan nyeri pada pasien An.N, dari skala nyeri 4 sebelum intervensi menjadi skala nyeri 0 setelah melakukan intervensi selama 7 hari. Kesimpulannya, pemberian perasan air kunyit dan kompres hangat terbukti efektif dalam mengurangi nyeri ataupun mual muntah pada pasien gastritis. Dengan demikian, intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan keperawatan yang berbasis bukti (evidence-based practice) untuk pasien yang mengalami keluhan gastritis. Abstract (EN): is an inflammation of the stomach lining that can cause epigastric pain, nausea, and vomiting, significantly affecting quality of life. The use of herbal-based complementary therapy has become an inc reasingly popular alternative due to its minimal side effects. This study aims to determine the effectiveness of grated turmeric and warm compresses in reducing gastritis symptoms. The method involved applying complementary therapy to a patient with gastritis by consuming turmeric juice after breakfast and dinner, using 5 turmeric rhizomes (weighing 250 mg) mixed with 60 ml of water, and applying warm compresses for 10–20 minutes, carried out over 7 days. The purpose of this therapy is to reduce the intensity of pain, nausea, and vomiting caused by increased stomach acid. The curcumin content in turmeric has anti-inflammatory properties and can coat and protect the irritated stomach lining, thereby helping relieve pain. On the other hand, warm compresses provide a relaxing effect on the muscles and nerves in the painful area, ultimately helping reduce the perception of pain. The results of the therapy showed a decrease in pain in patient An.N, from a pain scale of 4 before the intervention to a pain scale of 0 after undergoing the intervention for 7 days. In conclusion, the administration of turmeric juice and warm compresses proved effective in reducing pain, nausea, and vomiting in gastritis patients. Therefore, this intervention can be recommended as part of evidence-based nursing care for patients experiencing gastritis complaints.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pende...
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pendekatan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Tn.Z Di Wilayah Kerja Puskesmas Lasi Tahun 2025.

Delfatmawati, Anggun Rhaidatul Ardi · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Keluarga dengan tahap VIII yaitu tahap keluarga lansia, cenderung memiliki masalah kesehatan penyakit degeneratif yang dapat mempengaruhi kualitas hidupnya, salah satunya adalah Gout Arthritis. Penyakit asam urat ini dapat ditangani dengan terapi non farmakologi, salah satu terapi rendam kaki menggunakan air jahe merah hangat yang berfungsi untuk menurunkan nyeri dan kadar asam urat karena terdapat kandungan kimia minyak atsiri memberikan sensasi hangat dan pedas menimbulkan efek anti nyeri dan anti radang. Metode penelitian adalah Case Study dan studi kepustakaan dengan pendekatan asuhan keperawatan pada keluarga Tn.Z. Setelah dilakukan terapi berupa rendam kaki menggunakan air hangat dengan jahe merah pada Ny.D untuk skala nyeri hari pertama didapatkan sebelum diberikan skala nyeri asam urat berada di skala 7 dan kadar asam urat 8 mg/dl untuk hari ketiga setelah diberikan terapi skala nyeri berada di skala 3 dan kadar asam urat 6,35 mg/dl, lalu setelah diberikan pendidikan kesehatan mengenai pentingnya deteksi dini dan upaya penanggulangan penyakit keluarga, keluarga Tn.Z dapat mengalami perubahan pola pikir menjadi lebih sehat dan menghindari kebiasaan buruk yang mempengaruhi pengaruhi kesehatan. Sehingga dapat disimpulkan terapi rendam kaki menggunakan air jahe merah hangat efektif dapat menurunkan skala nyeri dan kadar asam urat dalam darah dan asuhan keperawatan yang diberikan kepada keluarga Tn.Z berdampak positif terhadap derajat kualitas hidup kesehatan keluarga. Oleh karena itu, penerapan evidance based ini dapat direkomendasikan dalam memberikan asuhan keperawatan. Abstract (EN): Families in stage VIII, the elderly family stage, tend to have health problems such as degenerative diseases that can affect their quality of life, one of which is gouty arthritis. This gout can be treated with non-pharmacological therapies, one of which is foot soaking therapy using warm red ginger water, which functions to reduce pain and uric acid levels due to the chemical content of essential oils that provide a warm and spicy sensation, resulting in analgesic and anti-inflammatory effects. The research method used was a case study and literature review, using a nursing care approach for Mr. Z's family. After administering foot soak therapy using warm water and red ginger to Mrs. D, her pain score on the first day was 7, and her uric acid level was 8 mg/dl. On the third day after therapy, her pain score was 3, and her uric acid level was 6.35 mg/dl. After receiving health education on the importance of early detection and management of family illnesses, Mr. Z's family experienced a shift in their mindset to healthier behaviors and avoided unhealthy habits that negatively impact their health. Therefore, it can be concluded that foot soak therapy using warm red ginger water effectively reduced pain and uric acid levels, and the nursing care provided to Mr. Z's family positively impacted their quality of life. Therefore, the application of this evidence-based approach can be recommended in providing nursing care.

KIAN 2025
Detail