Indreswati, Suhaila Ihsan · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan
Kematian bayi pada masa neonatal di Indonesia masih menjadi tantangan. Salah satu intervensi efektif untuk mengatasi masalah ini adalah Inisiasi Menyusui Dini (IMD), yang mampu mencegah hingga 33% kematian neonatal jika dilakukan segera setelah lahir. Namun, di wilayah Kecamatan Tambang, penerapan IMD masih sangat rendah, dengan hanya 34 (1,8%) bayi baru lahir yang mendapatkan IMD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penghambat keberhasilan IMD di wilayah kerja Puskesmas Tambang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah bidan bekerja di wilayah kerja Puskesmas Tambang. Sampel penelitian berjumlah 53 responden dengan pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil analisis univariat menunjukan mayoritas responden (50,9%) memiliki sikap negatif, (71,7%) memiliki motivasi sedang, (50,9%) standar operasional prosedur (SOP) IMD tidak memadai, (62,3%) dukungan keluarga cukup, dan (71,7%) responden tidak melaksanakan IMD. Berdasarkan analisis uji statistik dari chi-square diperoleh hasil sikap (p- value=0,002), motivasi (p-value=0,002), SOP (p-value=0,002) dan dukungan keluarga (p-value=0,018). Disimpulkan belum optimalnya pelaksanaan IMD, dimana terdapat hubungan sikap, motivasi, SOP, dan dukungan keluarga terhadap pelaksanaan pelaksanaan IMD di wilayah kerja puskesmas tambang. Diharapkan petugas kesehatan meningkatkan dukungan terhadap implementasi IMD dengan meningkatkan frekuensi untuk melakukan penyuluhan mengenai IMD kepada masyarakat. Abstract (EN): Neonatal death in Indonesia remains a challenge. One effective intervention to address this issue is Early Initiation of Breastfeeding (IMD), which can prevent up to 33% of neonatal deaths if performed immediately after birth. However, in the Tambang sub-district, the implementation of IMD is still very low, with only 34 (1.8%) newborns receiving IMD. This study aims to analyze the factors hindering the success of IMD in the working area of Tambang Health Center. The research uses a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. The research population consists of midwives working in the Tambang Health Center's jurisdiction. The sample size was 53 respondents, selected using total sampling. Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods. Univariate analysis results showed that the majority of respondents (50.9%) had a negative attitude, (71.7%) had moderate motivation, (50.9%) had inadequate IMD Standard Operating Procedure (SOP), (62.3%) had adequate family support, and (71.7%) did not implement IMD. Based on chi-square statistical analysis, the results showed significant relationships between attitude (p-value = 0.002), motivation (p-value = 0.002), SOP (p-value = 0.002), and family support (p-value = 0.018) with the implementation of IMD. It can be concluded that the implementation of IMD is not optimal, and there are significant relationships between attitude, motivation, SOP, and family support with the implementation of IMD in the working area of Tambang Health Center. It is expected that all parties involved will increase their support for the implementation of IMD by increasing the frequency of providing education regarding IMD to the community.