Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Faktor Penghambat Keberhasilan Inisiasi...
Faktor Penghambat Keberhasilan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) Di Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Kabupaten Kampar Tahun 2024

Indreswati, Suhaila Ihsan · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Kematian bayi pada masa neonatal di Indonesia masih menjadi tantangan. Salah satu intervensi efektif untuk mengatasi masalah ini adalah Inisiasi Menyusui Dini (IMD), yang mampu mencegah hingga 33% kematian neonatal jika dilakukan segera setelah lahir. Namun, di wilayah Kecamatan Tambang, penerapan IMD masih sangat rendah, dengan hanya 34 (1,8%) bayi baru lahir yang mendapatkan IMD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penghambat keberhasilan IMD di wilayah kerja Puskesmas Tambang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah bidan bekerja di wilayah kerja Puskesmas Tambang. Sampel penelitian berjumlah 53 responden dengan pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil analisis univariat menunjukan mayoritas responden (50,9%) memiliki sikap negatif, (71,7%) memiliki motivasi sedang, (50,9%) standar operasional prosedur (SOP) IMD tidak memadai, (62,3%) dukungan keluarga cukup, dan (71,7%) responden tidak melaksanakan IMD. Berdasarkan analisis uji statistik dari chi-square diperoleh hasil sikap (p- value=0,002), motivasi (p-value=0,002), SOP (p-value=0,002) dan dukungan keluarga (p-value=0,018). Disimpulkan belum optimalnya pelaksanaan IMD, dimana terdapat hubungan sikap, motivasi, SOP, dan dukungan keluarga terhadap pelaksanaan pelaksanaan IMD di wilayah kerja puskesmas tambang. Diharapkan petugas kesehatan meningkatkan dukungan terhadap implementasi IMD dengan meningkatkan frekuensi untuk melakukan penyuluhan mengenai IMD kepada masyarakat. Abstract (EN): Neonatal death in Indonesia remains a challenge. One effective intervention to address this issue is Early Initiation of Breastfeeding (IMD), which can prevent up to 33% of neonatal deaths if performed immediately after birth. However, in the Tambang sub-district, the implementation of IMD is still very low, with only 34 (1.8%) newborns receiving IMD. This study aims to analyze the factors hindering the success of IMD in the working area of Tambang Health Center. The research uses a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. The research population consists of midwives working in the Tambang Health Center's jurisdiction. The sample size was 53 respondents, selected using total sampling. Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods. Univariate analysis results showed that the majority of respondents (50.9%) had a negative attitude, (71.7%) had moderate motivation, (50.9%) had inadequate IMD Standard Operating Procedure (SOP), (62.3%) had adequate family support, and (71.7%) did not implement IMD. Based on chi-square statistical analysis, the results showed significant relationships between attitude (p-value = 0.002), motivation (p-value = 0.002), SOP (p-value = 0.002), and family support (p-value = 0.018) with the implementation of IMD. It can be concluded that the implementation of IMD is not optimal, and there are significant relationships between attitude, motivation, SOP, and family support with the implementation of IMD in the working area of Tambang Health Center. It is expected that all parties involved will increase their support for the implementation of IMD by increasing the frequency of providing education regarding IMD to the community.

Skripsi 2025
Detail
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian...
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kehamilan Beresiko Tinggi di Wilayah Kerja Puskesmas Singkarak Kabupaten Solok Tahun 2024

Nita Tri Putri, m Suci Firman · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Kategori resiko tinggi berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional tahun 2020, resiko tinggi tunggal (4 Terlalu) mencapai 22,4%. Faktor penyebab kehamilan beresiko yaitu rendahnya tingkat pengetahuan, sosial ekonomi yang rendah, sosial budaya yang tidak mendukung, dukungan keluarga, persepsi. Tujuan penelitian untuk mengetahui Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kehamilan Beresiko Tinggi di Wilayah Kerja Puskesmas Singkarak Kabupaten Solok Tahun 2024. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan tanggal 21 Oktober s.d 21 November Tahun 2024 di di Wilayah Kerja Puskesmas Singkarak. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Singkarak yang berjumlah 212 orang. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 68 orang. Hasil penelitian terdapat hubungan pengetahuan dengan kehamilan resiko tinggi (p value = 0,037, OR 3,27), dukungan keluarga dengan kehamilan resiko tinggi (p value = 0,039, OR 3,52), sosial budaya dengan kehamilan resiko tinggi (p value = 0,017, OR 3,78), peran petugas kesehatan dengan kehamilan resiko tinggi (p value = 0,005, OR 5,20), dan persepsi dengan kehamilan resiko tinggi (p value = 0,018, OR 3,74). Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk terus memberikan penyuluhan kesehatan kepada ibu hamil tentang perencanaan kehamilan sehat sehingga tidak terjadi kehamilan beresiko tinggi. Abstract (EN): According to the National Population and Family Planning Agency (BKKBN) data from 2020, single high-risk categories (the "4 Too's": too young, too old, too close, and too many) account for 22.4%. Factors contributing to high- risk pregnancies include low levels of knowledge, poor socioeconomic status, unsupportive socio-cultural norms, family support, and perception. This study aims to identify the factors associated with high-risk pregnancy incidents in the working area of Singkarak Community Health Center, Solok Regency, in 2024. The research employed a descriptive analytic method with a cross-sectional design. It was conducted from October 21 to November 21, 2024, in the working area of Singkarak Community Health Center. The study population consisted of 212 pregnant women, and the sample was selected using simple random sampling, resulting in 68 respondents. The results showed significant relationships between high-risk pregnancy and the following factors: Knowledge (p-value = 0.010, OR = 4.40) Family support (p-value = 0.039, OR = 3.52) Socio-cultural norms (p-value = 0.017, OR = 3.78) Role of healthcare workers (p-value = 0.005, OR = 5.20) Perception (p-value = 0.018, OR = 3.74). It is recommended that healthcare workers continue to provide health education to pregnant women on healthy pregnancy planning to prevent high-risk pregnancies.

Skripsi 2025
Detail
Pengaruh Hydrotheraphy Rendam Air Hangat...
Pengaruh Hydrotheraphy Rendam Air Hangat Campur Garam Pada Kaki Ibu Hamil Dengan Hipertensi di Puskesmas Tanah Sepenggal Kabupaten Bungo Tahun 2024

Sri Wahyuni, VIsti Delvina · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Di Indonesia penyebab langsung kematian ibu terkait kehamilan dan persalinan masih didominasi oleh tiga penyebab utama yaitu perdarahan, infeksi, dan salah satunya hipertensi selama kehamilan. Dinas kesehatan Bungo tahun 2022 menyatakan 2 kasus kematian ibu dikarenakan eklampsia dan tahun 2023 ada kematian ibu sebanyak 7 orang dan salah satu penyebab kematian tersebut adalah eklampsia yang berhubungan dengan hipertensi pada kehamilan. Selain pemberian obat-obatan sebagai pengobatan Farmakologis salah satu tindakan Non Farmakologis yang dapat di lakukan dengan memberikan teknik hydrotherapy rendam kaki menggunakan air hangat untuk melancarkan peredaran darah serta air garam yang memiliki kemampuan mengaliri listrik dibandingkan dengan air tawar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hydrotherapy rendam air hangat campur garam terhadap penurunan tekanan darah pada ibu hamil dengan hipertensi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Posttest Only Control Design. Data dikumpulkan melalui observasi tekanan darah sebelum dan setelah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tekanan darah sebelum intervensi adalah 148,90/96,00 mmHg, menurun menjadi 141,70/91,50 mmHg setelah intervensi. Analisis menggunakan Paired Sample T-Test menghasilkan nilai P < 0,001, hasil tersebut menunjukkan adanya pengaruh hydrotherapy rendam air hangat campur garam terhadap penurunan tekanan darah. Hasil ini mendukung bahwa hydrotherapy rendaman air hangat campur garam pada kaki ibu hamil dengan hipertensi merupakan metode nonfarmakologis yang cukup efektif untuk mengelola hipertensi kehamilan namun tidak untuk mengganti pengobatan secara Farmakologis (menggunakan obat-obatan). Bagi peneliti selanjutnya untuk lebih menelusuri terkait konsumsi obat ibu hamil selama kehamilan, menambahkan masa intervensi lebih dari tiga kali perlakuan agar mendapatkan ahsil yang lebih efektif lagi. Abstract (EN): In Indonesia, the direct causes of maternal death related to pregnancy and childbirth are still dominated by three main causes: hemorrhage, infection, and one of them being hypertension during pregnancy. The Bungo Health Office in 2022 reported two cases of maternal deaths due to eclampsia, and in 2023, there were seven maternal deaths, one of which was due to eclampsia related to hypertension during pregnancy. In addition to the use of pharmacological medications, one non-pharmacological treatment that can be done is hydrotherapy, which involves soaking the feet in warm water to improve blood circulation, along with saltwater, which has better electrical conductivity compared to freshwater. This study aims to analyze the effect of hydrotherapy using warm salt water soak on lowering blood pressure in pregnant women with hypertension. The research method used a quantitative approach with a Posttest Only Control Design. Data were collected by observing blood pressure before and after the intervention. The results of the study showed that the average blood pressure before the intervention was 148.90/96.00 mmHg, which decreased to 141.70/91.50 mmHg after the intervention. The analysis using Paired Sample T-Test yielded a P-value < 0.001, indicating that there was an effect of hydrotherapy using warm salt water soak on lowering blood pressure. These results support that hydrotherapy using warm salt water soak on the feet of pregnant women with hypertension is an effective non-pharmacological method to manage pregnancy-induced hypertension, but it is not a substitute for pharmacological treatment (medication). Future researchers are encouraged to further explore medication consumption during pregnancy and consider extending the intervention period beyond three treatments to achieve more effective results.

Skripsi 2025
Detail
HUBUNGAN ANTENATAL CARE DAN STATUS GIZI...
HUBUNGAN ANTENATAL CARE DAN STATUS GIZI IBU HAMIL TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BIARO KABUPATEN AGAM TAHUN 2024

Evi Hasnita, Sri Mulyanti · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Salah satu permasalahan gizi yang terjadi pada balita yaitu stunting. Prevalensi stunting di Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2022 berdasarkan survey status gizi Indonesia (SSGI) yaitu sebanyak 23,2% dan mengalami peningkatan pada tahun 2023 yaitu 25,2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Antenatal Care Dan Status Gizi Ibu Hamil Terhadap Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Biaro Kabupaten Agam Tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah retrospektif dengan desain penelitian case control. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 6 – 59 bulan dari bulan Januari – Juni 2024 di Wilayah Kerja Puskesmas Biaro Kabupaten Agam yang berjumlah 2.948 orang dengan jumlah sampel 96 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian terdapat 24 orang (25%) responden yang mengalami stunting dan 72 orang (75%) tidak mengalami stunting, 32 orang (33,3%) responden yang melakukan kunjungan antenatal care saat hamil dalam kategori tidak lengkap dan 40 orang (41,7%) responden yang mengalami kekurangan energi kronik saat hamil. Hasil uji statistik terdapat hubungan kunjungan antenatal care (p = 0,006 dan status gizi ibu saat hamil (p = 0,009) dengan kejadian stunting pada balita. Kesimpulan terdapat hubungan kunjungan antenatal care dan status gizi ibu saat hamil dengan kejadian stunting pada balita. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk dapat melakukan upaya pencegahannya sehingga dapat memperbaiki generasi terbaik dan mengurangi kejadian stunting.

Skripsi 2025
Detail
Hubungan Tingkat Pendidikan, Pengetahuan...
Hubungan Tingkat Pendidikan, Pengetahuan Dan Peran Orang Tua Tentang Pendidikan Seks Pada Anak Usia 7-13 Tahun Terhadap Pencegahan Kekerasan Seksual Di SD 01 BASO Tahun 2024

Evi Hasnita, Sri Lindayani · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Angka kasus kekerasan seksual di Sumater Barat angka pemerkosaan di tahun 2019 mencapai 25 kasus, 6 kasus pelecehan seksual, dan 9 kasus sodomi. Sedangkan pada tahun 2020, angka pemerkosaan mencapai 34 kasus, pelecehan seksual 13 kasus, dan sodomi 1 kasus. Pada tahun 2021 cukup tinggi. Nurani Perempuan mencatat, setidaknya ada 63 kasus kekerasan seksual. Sementara diwilayah Hukum Polres Agam pada tahun 2024 sebanyak 41 kasus pelecehan seksual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pendidikan, Pengetahuan Dan Peran Orang Tua Tentang Pendidikan Seks Pada Anak Usia 7- 13 Tahun Terhadap Pencegahan Kekerasan Seksual Di SD 01 BASO Tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah desain corss sectional. Penelitian ini telah dilakukan di di SD 01 Baso Tahun 2024 pada bulan September Tahun 2024. Populasi dalam penilitian ini adalah seluruh orang tua siswa SD 01 Baso sebanyak 276 orang dengan teknik pengambilan sampel random sampling sebanyak 74 orang. Data yang digunakan adalah data primer yaitu dengan melakukan kuesioner kepada responden, Data diolah dan di analisa dengan uji chi-squaret. Hasil penelitian didapatkan lebih dari separoh (51,4%) pendidikan orang tua sedang, lebih separoh (73%) orang tua memiliki tingkat pengetahuan tinggi tentang pendidikan seks pada anak usia 7-13 tahun, lebih separoh (67,6%) peran orang tua baik, lebih separoh (55,4%) pencegahan kekerasan seksual baik, terdapat hubungan bermakna tingkat pendidikan dengan pencegahan sesksual, terdapat hubungan bermakna tingkat pengetahuan dengan pencegahan sesksual di SD 01 Baso Tahun 2024, terdapat hubungan bermakna peran orang tua dengan pencegahan sesksual. Diharapkan kepada orang tua untuk memperhatikan perkembangan anaknya dirumah baik itu dalam pertemanan dan selalu memberikan pendidikan tentang seks kepada anak sehingga perilaku kekerasan seks pada anak dapat dihindari serta meningkatkan pelajaran agama Abstract (EN): The number of sexual violence cases in West Sumatra is concerning. In 2019, there were 25 cases of rape, 6 cases of sexual harassment, and 9 cases of sodomy. In 2020, these numbers rose to 34 cases of rape, 13 cases of sexual harassment, and 1 case of sodomy. By 2021, the cases remained significantly high, with Nurani Perempuan recording at least 63 cases of sexual violence. In the jurisdiction of Agam Police in 2024, there were 41 cases of sexual harassment. This study aims to examine the relationship between education level, knowledge, and the role of parents in sex education for children aged 7-13 years and the prevention of sexual violence at SD 01 Baso in 2024. This research employed a cross-sectional design and was conducted at SD 01 Baso in September 2024. The population consisted of all 276 parents of students at SD 01 Baso, with a random sampling technique selecting 74 respondents. Primary data were collected using questionnaires and analyzed using the chi-square test. The study results revealed that more than half (51.4%) of parents had a moderate education level, 73% of parents had a high level of knowledge about sex education for children aged 7-13 years, and 67.6% of parents demonstrated good involvement in their children’s education. Additionally, 55.4% of parents reported good efforts in preventing sexual violence. The study found a significant relationship between education level and the prevention of sexual violence, knowledge level and prevention efforts, and the role of parents and prevention efforts at SD 01 Baso in 2024. It is recommended that parents pay closer attention to their children's development, both at home and in their social interactions, and consistently provide sex education to prevent sexual violence. Strengthening religious education is also advised.

Skripsi 2025
Detail
Pengaruh Pemberian Bubur Kacang Hijau Gu...
Pengaruh Pemberian Bubur Kacang Hijau Gula Aren Dengan Telur Rebus Terhadap Kenaikan Berat Badan Balita Di Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2024

P.S Sri Intan, Restry Noflida Putri · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Menurut WHO (World Health Organization) lebih dari 50% kematian bayi dan anak terkait dengan gizi kurang dan gizi buruk, Prevalensi (underweight) di Indonesia merupakan data dari Riskesdas yaitu 12,7%. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian bubur kacang hijau gula aren dengan telur rebus terhadap kenaikan berat badan balita di Kabupaten Lima Puluh Kota tahun 2024. Metode Quasi Experiment dalam dua kelompok. Jumlah sample 30 orang. Penelitian ini dilakukan bulan November s/d Desember 2024. Data dikumpulkan melalui observasi pretest dan posttest. Dengan menggunakan uji Pvalue = 0,165 > α (0,05). Hasil penelitian rerata kenaikan BB sebelum diberikan bubur kacang hijau gula aren dengan telur rebus 11,80 dan rerata BB sebelum diberikan bubur kacang hijau gula aren 11,54, rerata setelah diberikan bubur kacang hijau gula aren dengan telur rebus 13,38 dan rerata kenaikan BB setelah diberikan bubur kacang hijau gula aren 12,53, rerata diberikan bubur kacang hijau gula aren dengan telur rebus lebih tinggi sebesar 0.86. Jadi pemberian bubur kacang hijau gula aren dengan telur rebus lebih berpengaruh menambah BB balita. Berdasarkan data diharapkan bagi ibu dari balita gizi kurang untuk memberikan (PMT) balitanya. Abstract (EN): According to WHO (World Health Organization), more than 50% of infant and child deaths are associated with malnutrition. The prevalence of underweight children in Indonesia, based on Riskesdas data, is 12.7%. The purpose of this study was to determine the effect of providing green bean porridge with palm sugar and boiled eggs on weight gain in toddlers in Lima Puluh Kota Regency in 2024. The study used a quasi-experimental method with two groups and a sample size of 30 participants. It was conducted from November to December 2024. Data were collected through pretest and posttest observations. Statistical analysis using a p-value test showed P= 0.165>α(0.05). The results indicated that the average weight before being given green bean porridge with palm sugar and boiled eggs was 11.80 kg, while the average weight before being given green bean porridge with palm sugar was 11.54 kg. After the intervention, the average weight for the group receiving green bean porridge with palm sugar and boiled eggs increased to 13.38 kg, compared to 12.53 kg for the group receiving only green bean porridge with palm sugar. The weight gain for the group receiving green bean porridge with palm sugar and boiled eggs was higher by 0.86 kg. In conclusion, providing green bean porridge with palm sugar and boiled eggs has a greater impact on increasing toddlers' weight. Based on these findings, mothers of malnourished toddlers are encouraged to provide supplementary feeding (PMT) to their children.

Skripsi 2025
Detail
Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Asfiks...
Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Asfiksia Neonatorum di Rumah Sakit Permata Hati Muara Bungo Tahun 2024

Resty Noflidaputri, Indah sari Mayasari · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Menurut WHO (2022) 2,3 juta anak meninggal dalam 20 hari pertama kehidupan, kematian bayi di Indonesia tahun 2023 sebanyak 29.945 kasus, provinsi Jambi 35 kasus dan RS Permata Hati 28 kasus. Salah satu penyebabnya adalah asfiksia Neonatorum. Faktor resiko kejadian Asfiksia Neonatorum adalah ketuban pecah dini, pre eklampsi, usia kehamilan, jenis persalinan, kala I memanjang dan berat bayi lahir. Tujuan penelitian untuk mengetahui Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Asfiksia Neonatorum di Rumah Sakit Permata Hati Muara Bungo Tahun 2024. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain case control. Penelitian dilakukan tanggal 20 Desember 2024 s/d 05 Januari 2024 di RS Permata Hati Muara Bungo. Populasi semua bayi yang berjumlah 128 orang. Jumlah sampel 384 orang, sampel kasus 128 orang dan sampel kontrol 256 orang. Hasil penelitian terdapat hubungan persalinan preterm dengan asfiksia neonaorum (p value = 0,000, OR 6,33), pre eklampsia dengan asfiksia neonatorum (p value = 0,000, OR 4,05) dan berat bayi lahir dengan asfiksia neonatorum (p value = 0,000, OR 5,26). Diharapkan petugas kesehatan agar memberikan pelayanan maksimal kepada ibu hamil serta melakukan edukasi tentang penyebab atau komplikasi selama hamil dan bersalin yang dapat menyebakan terjadinya asfiksia neonatorum. Abstract (EN): According to WHO (2022), 2.3 million children die within the first 20 days of life, with 29,945 neonatal deaths in Indonesia in 2023, including 35 cases in Jambi Province and 28 cases at Permata Hati Hospital. One of the causes of these deaths is Neonatal Asphyxia. Risk factors for Neonatal Asphyxia include premature rupture of membranes, preeclampsia, gestational age, type of delivery, prolonged first stage of labor, and birth weight. This study aims to identify the factors influencing the incidence of Neonatal Asphyxia at Permata Hati Hospital, Muara Bungo, in 2024. This quantitative study uses a case-control design. The research was conducted from December 20, 2024, to January 5, 2024, at Permata Hati Hospital, Muara Bungo. The study population consisted of 128 neonates, with a sample size of 384, comprising 128 case samples and 256 control samples. The results of the study showed a significant association between preterm delivery and neonatal asphyxia (p-value = 0.000, OR 6.33), preeclampsia and neonatal asphyxia (p-value = 0.000, OR 4.05), and birth weight and neonatal asphyxia (p-value = 0.000, OR 5.26). The study recommends that healthcare providers deliver optimal services to pregnant women and provide education on the causes or complications during pregnancy and childbirth that may lead to neonatal asphyxia.

Skripsi 2025
Detail
Pengaruh Pemberian Sari Kacang Hijau Ter...
Pengaruh Pemberian Sari Kacang Hijau Terhadap Peningkatan Kadar Haemoglobin Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Gading Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2024

Ainal Mardiah, Sonia Dora · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2020, persentase anemia pada ibu hamil di Indonesia adalah 37.1%. Upaya meningkatkan kadar Haemoglobin ibu hamil dengan non farmakologi dengan pemberian sari kacang hijau. Tujuan penelitian untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Sari Kacang Hijau Terhadap Peningkatan Kadar Haemoglobin Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Gading Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2024. Desain penelitian yaitu quasi eksperiment dengan one group pre-post test design. Penelitian telah dilakukan pada bulan Oktober s/d Desember 2024 di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Gading. Populasi adalah seluruh ibu hamil trimester II dan III di wilayah kerja Puskesmas Ujung Gading berjumlah 30 orang, teknik purposive sampling berjumlah 15 orang. Penelitian ini menggunakan 1 kelompok penelitian yang akan diberikan intervensi sari kacang hijau untuk meningkatkan kadar Haemoglobin ibu hamil. Data diolah secara komputerisasi dan dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian rata-rata peningkatan kadar Haemoglobin ibu hamil trimester II sebelum dan sesudah diberikan sari kacang hijau yaitu 10,353 dan 11,220 dan terdapat Pengaruh Pemberian Sari Kacang Hijau Terhadap Peningkatan Kadar Haemoglobin Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Gading Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2024 p value 0,000. Kesimpulan Adanya Pengaruh Pemberian Sari Kacang Hijau Terhadap Peningkatan Kadar Haemoglobin Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Gading Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2024. Diharapkan pihak puskesmas bahwa melalui pemberian sari kacang hijau sehingga kejadian anemia pada ibu hamil dapat berkurang

Skripsi 2025
Detail
Pengaruh Edukasi Gizi Terhadap FEEDING P...
Pengaruh Edukasi Gizi Terhadap FEEDING PRACTICE Ibu Belita Stunting Usia 6-59 Bulan di wilayah kerja Puskesmas Biaro Kabupaten Agam Tahun 2024

Evi Hasnita, Sofiati Adnan · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Pada saat ini masalah stunting pada balita masih cukup tinggi yang dapat dipicu karena feeding practice yang kurang baik. Laporan Puskesmas Biaro, pada tahun 2022 dari 3.036 balita, terdapat 172 orang (5,67%) yang mengalami stunting. Pada tahun 2023 dari 3.096 balita, jumlah anak stunting meningkat menjadi 227 orang (7,33%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Edukasi Gizi Terhadap Feeding Practice Ibu Balita Stunting Usia 6 – 59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Biaro Kabupaten Agam Tahun 2024. Jenis penelitin ini yaitu pre eksperimen dengan desain pretest and posttest one group design. Penelitian ini telah dilaksanaan bulan Agustus – Desember 2024 di Wilayah Kerja Puskesmas Biaro. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh sasaran ibu balita stunting usia 6 – 59 pada bulan Oktober 2024 di Wilayah Kerja Puskesmas Biaro yang berjumlah 39 orang dengan jumlah sampel 16 orang. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner kemudian dianalisa menggunakan analisis univariat dan bivariate dengan menggunakan uji t-test yaitu t paired. Hasil penelitian didapatkan Rata – rata feeding practice ibu balita stunting usia 6 – 59 bulan sebelum dilakukan edukasi gizi adalah 35,0 dengan standar deviasi 5,657 dan sesudah adalah 49,94 dengan standar deviasi 4,864. Hasil uji statistik terdapat pengaruh edukasi gizi terhadap feeding practice ibu balita stunting usia 6 – 59 bulan dengan nilai p value 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan terdapat pengaruh edukasi gizi terhadap feeding practice ibu balita stunting usia 6 – 59 bulan. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk dapat memberikan edukasi gizi secara rutin untuk meningkat feeding practice ibu balita stunting. Abstract (EN): Currently, the issue of stunting in toddlers remains quite high and can be triggered by poor feeding practices. According to the Biaro Health Center report in 2022, of the 3,036 toddlers, 172 (5.67%) were stunted. In 2023, from 3,096 toddlers, the number of stunted children increased to 227 (7.33%). The purpose of this study was to determine the effect of nutrition education on the feeding practices of mothers with stunted toddlers aged 6 – 59 months in the working area of Puskesmas Biaro, Agam Regency in 2024. This study is a pre-experimental research with a pretest-posttest one-group design. The research was conducted from August to December 2024 in the Biaro Health Center working area. The population of this study was all mothers of stunted toddlers aged 6 – 59 months in October 2024 in the Biaro Health Center working area, totaling 39 individuals, with a sample size of 16. Sampling was done using purposive sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed with univariate and bivariate analysis using paired t-test. The results showed that the average feeding practice score of mothers with stunted toddlers aged 6 – 59 months before nutrition education was 35.0 with a standard deviation of 5.657, and after the education, it was 49.94 with a standard deviation of 4.864. The statistical test results indicated a significant effect of nutrition education on the feeding practices of mothers with stunted toddlers aged 6 – 59 months, with a p-value of 0.000 (p < 0.05). The conclusion is that nutrition education has an effect on the feeding practices of mothers with stunted toddlers aged 6 – 59 months. It is recommended that health workers provide routine nutrition education to improve the feeding practices of mothers with stunted toddlers.

Skripsi 2025
Detail
Hubungan Teknik Menyusui Terhadap Respon...
Hubungan Teknik Menyusui Terhadap Respon Nyeri Pada Bayi Saaat Di Imunisasi DPT di Puskesmas Lubuk Buaya PadangTahun 2024

Vedjia Medhyna, Silvia Wulandari · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Cakupan pemberian imunisasi DPT di Sumatera Barat berada pada urutan ke- 4 cakupan terendah nasional. Cakupan imunisasi DPT di Puskesmas Lubuk Buaya masih dibawah target yaitu 62,8%. Salah satu penyebabnya adalah karena rasa sakit dan nyeri akibat imunisasi DPT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Hubungan Teknik Menyusui Terhadap Respon Nyeri Pada Bayi Saat Imunisasi DPT Di Puskesmas Lubuk Buaya Padang Tahun 2024”. Jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan case control. Populasi penelitian adalah bayi yang di imunisasi DPT. Sampel berjumlah 60 orang terdiri dari 30 kelompok kontrol dan 30 kelompok intervensi. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi skala FLACC. Analisa data dengan univariat dan bivariat. Hasil penelitian univariat didapatkan 23 responden (76,7%) kelompok kontrol dengan nyeri berat dan 26 responden (86,7%) kemlompok intervensi dengan nyeri ringan. Hasil uji statistic chi square diperoleh nilai p value 0.000 < 0,05 yang berarti ada hubungan antara teknik menyusui terhadap respon nyeri pada bayi saat imunisasi DPT. Kesimpulan penelitian adalah teknik menyusui berhubungan dengan respon nyeri pada bayi saat imunisasi DPT di Puskesmas Lubuk Buaya Padang tahun 2024. Bagi tenaga kesehatan dan puskesmas agar menyarankan ibu untuk menyusui bayinya pada saat imunisasi karena dapat mengurangi rasa nyeri imunisasi. Abstract (EN): The coverage of DPT immunization in West Sumatra is in the 4th lowest national coverage. DPT immunization coverage at the Lubuk Buaya Community Health Center is still below the target, namely 62.8%. One of the causes is pain and soreness due to DPT immunization. This study aims to determine "The relationship between breastfeeding techniques and pain responses in babies during DPT immunization at the Lubuk Buaya Padang Community Health Center in 2024". Type of analytical survey research with a case control approach. The study population was babies who were immunized with DPT. The sample consisted of 60 people consisting of 30 control groups and 30 intervention groups. The sampling technique is purposive sampling. Data collection used the FLACC scale observation sheet. Data analysis using univariate and bivariate. The results of the univariate research showed that 23 respondents (76.7%) in the control group had severe pain and 26 respondents (86.7%) in the intervention group had mild pain. The results of the chi square statistical test obtained a p value of 0.000 < 0.05, which means there is a relationship between breastfeeding technique and the pain response in babies during DPT immunization. The conclusion of the research is that breastfeeding technique is related to the pain response in babies during DPT immunization at the Lubuk Buaya Padang Community Health Center in 2024. Health workers and community health centers should advise mothers to breastfeed their babies during immunization because it can reduce the pain of immunization.

Skripsi 2025
Detail