Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Pengaruh Konsumsi Jus Mentimun dalam Men...
Pengaruh Konsumsi Jus Mentimun dalam Menurunkan Hipertensi Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru Tahun 2024

Salma Assyifa, Rahmi Sari Koesoman · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Profil Kesehatan Indonesia tahun 2023 mencatat angka kematian ibu sebanyak 4.482, dengan hipertensi dalam kehamilan sebanyak 412 kasus. Salah satu pendekatan non-farmakologis untuk mengelola hipertensi pada ibu hamil adalah melalui konsumsi jus mentimun yang mengandung kalium sebagai vasodilator untuk menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi jus mentimun dalam menurunkan hipertensi pada ibu hamil di Wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest dan posttest design. Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru pada Oktober 2024 - Januari 2025. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil hipertensi gestasional sebanyak 30 orang dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Sphygmomanometer. Analisa data dilakukan dengan uji Wilcoxon signed ranks test. Hasil penelitian menunjukkan rata – rata tekanan darah sebelum konsumsi jus mentimun 145,67/93 mmHg dengan standar deviasi 5,040/9,154 mmHg dan sesudah konsumsi jus mentimun 130,33/80,33 mmHg dengan standar deviasi 10,334/7,649 mmHg. Uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 untuk kedua pengukuran tekanan darah. Kesimpulan penelitian ada pengaruh konsumsi jus mentimun dalam menurunkan hipertensi pada ibu hamil di Wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru tahun 2024. Oleh karena itu, disarankan agar ibu hamil mengonsumsi jus mentimun sebagai bagian dari manajemen kesehatan Hipertensi karena kandungan kalium dalam mentimun berfungsi sebagai vasodilator yang dapat melebarkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah. Abstract (EN): The 2023 Health Profile of Indonesia recorded 4,482 maternal deaths, with 412 cases due to hypertension during pregnancy. One non-pharmacological approach to managing hypertension in pregnant women is through cucumber juice consumption, which contains potassium as a vasodilator to lower blood pressure. This study aims to determine the effect of cucumber juice consumption in reducing hypertension in pregnant women in the working area of Community Health Center Payung Sekaki, Pekanbaru City, in 2024. This study is a quasi- experimental research with a one-group pretest and posttest design. The research was conducted in the working area of Community Health Center Payung Sekaki, Pekanbaru City, from October 2024 to January 2025. The study population consisted of 30 pregnant women with gestational hypertension, and the sample was selected using purposive sampling. The research instrument used was a sphygmomanometer. Data analysis was performed using the Wilcoxon signed ranks test. The results showed that the average blood pressure before cucumber juice consumption was 145.67/93 mmHg with a standard deviation of 5.040/9.154 mmHg, and after cucumber juice consumption, it was 130.33/80.33 mmHg with a standard deviation of 10.334/7.649 mmHg. Statistical tests showed a p-value of 0.000 for both blood pressure measurements. The study concludes that cucumber juice consumption has an effect on reducing hypertension in pregnant women in the working area of Puskesmas Payung Sekaki, Pekanbaru City, in 2024. Therefore, it is recommended that pregnant women consume cucumber juice as part of hypertension health management, as the potassium content in cucumber serves as a vasodilator, helping to dilate blood vessels and lower blood pressure.

Skripsi 2025
Detail
Efektifitas Pemberian Buah Pepaya Dan Sa...
Efektifitas Pemberian Buah Pepaya Dan Sari Kurma Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Silaping Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2024.

Ainal Mardiah, Yulisda · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Menurut World Organization Health (2023), angka pemberian ASI eksklusif di dunia menunjukkan angka 38%. Masalah yang sering terjadi pada ibu nifas dalam menyusui salah satunya adalah Produksi ASI yang tidak lancar. Upaya untuk meningkattkan produksi ASI secara non farmakologi yaiu mengkonsumsi buah-buahan seperti buah pepaya dan kurma. Tujuan penelitian untuk mengetahui Efektifitas Pemberian Buah Pepaya Dan Sari Kurma Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Silaping Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2024. Jenis penelitian Quasi Experiment dengan desain Two Group pre-posttest. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2024 s/d Januari 2025 di Wilayah Kerja Puskesmas Silaping. Populasi penelitian ini adalah seluruh Ibu Nifas yang berjumlah 119 orang. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 54 orang. Teknik pengambilan sampel secara Simple Random sampling. Hasil penelitian didapatkan Rata-rata produksi ASI sebelum pemberian Buah Pepaya yaitu 5,48 dan sesudah 6,93. Rata-rata produksi ASI sebelum pemberian Sari Kurma yaitu 5,59 dan sesudah 8,52. Ada Efektifitas Pemberian Buah Pepaya Dan Sari Kurma Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Nifas (Pvalue 0,000). Kesimpulan terdapat Efektifitas Pemberian Buah Pepaya Dan Sari Kurma Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Nifas. Diharapkan kepada ibu nifas untuk dapat mengkonsumsi buah pepaya dan sari kurma agar produksi ASI ibu tetap lancar dan kebutuhan bayi tterpenuhi. Abstract (EN): According to the World Health Organization (2023), the global exclusive breastfeeding rate is 38%. One of the common issues faced by postpartum mothers in breastfeeding is inadequate breast milk production. A non-pharmacological approach to increasing breast milk production is consuming fruits such as papaya and dates. This study aims to determine the effectiveness of papaya fruit and date palm extract on breast milk production in postpartum mothers in the working area of Silaping Community Health Center, West Pasaman Regency, in 2024. This study used a quasi-experimental design with a two-group pre-posttest approach. The research was conducted from August 2024 to January 2025 in the working area of Silaping Community Health Center. The study population consisted of 119 postpartum mothers, with a sample size of 54 mothers selected using simple random sampling. The results showed that the average breast milk production before consuming papaya was 5.48, increasing to 6.93 after consumption. Meanwhile, the average breast milk production before consuming date palm extract was 5.59, increasing to 8.52 afterward. Statistical analysis confirmed the effectiveness of papaya fruit and date palm extract in enhancing breast milk production (p-value = 0.000). In conclusion, papaya fruit and date palm extract significantly improve breast milk production in postpartum mothers. Postpartum mothers are encouraged to consume papaya and date palm extract to maintain smooth breast milk production and fulfill their baby's nutritional needs.

Skripsi 2025
Detail
Efektivitas Pijat Laktasi dan Pemberian...
Efektivitas Pijat Laktasi dan Pemberian Susu Kedelai campur Madu Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Parit Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2024

VIsti Delvina, Puspa Yulinda · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Penelitian.ini bertujuan untuk.mengetahui.Efektivitas Pijat Laktasi dan.Pemberian Susu.Kedelai campur Madu Terhadap.Produksi.ASI Pada Ibu.Nifas.di.Wilayah Kerja.Puskesmas.Parit Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2024. Jenis.penelitian.ini adalah penelitian.kuantitatif.dengan pendekatan quasy eksperiment.dengan rancangan.one group pretest and posttest design. Sampel dalam.penelitian.ini adalah ibu.nifas normal hari pertama berjumlah 30 orang. Faktor pembeda penelitian ini adalah intervensi pijat laktasi dan pemberian susu kedelai campur madu, serta intervensi pemberian susu kedelai campur madu. Variabel yang diamati adalah karakteristik responden, efektivitas kombinasi pijat laktasi dan pemberian susu kedelai campur madu, dan efektivitas pemberian susu kedelai campur madu. Hasil.penelitian.menunjukkan.sebagian.besar responden di.wilayah.kerja Puskesmas Parit Kabupaten Pasaman Barat berumur kurang dari 25 tahun, pendidikan SMA/sederajat, tidak bekerja, mempunyai 1 orang anak, tidak memiliki komplikasi kehamilan, dan frekuensi menyusui >8 kali sehari. Intervensi pijat laktasi dan pemberian susu kedelai campur madu berpengaruh nyata (P Abstract (EN): This study aims to determine the effectiveness of lactation massage and the administration of soy milk mixed with honey on breast milk production in postpartum mothers in the working area of the Parit Community Health Center, Pasaman Barat Regency, in 2024. This research is quantitative with a quasi- experimental approach, using a one-group pretest and posttest design. The sample in this study consisted of 30 normal postpartum mothers on the first day. The distinguishing factors of this study are the interventions of lactation massage and the administration of soy milk mixed with honey, as well as the intervention of soy milk mixed with honey alone. The variables observed include respondent characteristics, the effectiveness of the combination of lactation massage and soy milk with honey, and the effectiveness of soy milk with honey alone. The research results show that the majority of respondents in the working area of the Parit Community Health Center in Pasaman Barat Regency are under 25 years old, have high school or equivalent education, are unemployed, have one child, do not have pregnancy complications, and breastfeed more than 8 times a day. The lactation massage and soy milk mixed with honey intervention significantly (P

Skripsi 2025
Detail
Efektifitas Kombinasi Pemberian Kompres...
Efektifitas Kombinasi Pemberian Kompres Hangat Dan Relaksasi Genggam Jari Terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif di PMB Wilayah Kerja Puskesmas Kinali Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2024

Indreswati, Rusilah · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Kondisi nyeri hebat pada kala I fase aktif menyebabkan banyak ibu bersalin menginginkan persalinan dengan sectio caesarea (SC). Menurut Global Survey on Maternal and Perinatal Health tahun 2021 sebesar 46,1% kelahiran dilakukan melalui SC. Metode nonfarmakologi dalam mengatasi nyeri persalinan yaitu terapi hangat dan terapi genggam jari. Tujuan penelitian untuk mengetahui Efektifitas Kombinasi Pemberian Kompres Hangat Dan Relaksasi Genggam Jari Terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif di PMB Wilayah Kerja Puskesmas Kinali Kabupaten Pasaman Barat. Jenis penelitian Quasi Experiment dengan desain One Group pre-posttest design. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 08 Oktober s/d 16 November Tahun 2024 di PMB Wilayah Kerja Puskesmas Kinali. Populasi penelitian seluruh ibu bersalin Primigravida yang berjumlah 15 orang, jumlah sampel 15 orang dan teknik pengambilan sampel secara total sampling. Hasil penelitian didapatkan Rata-rata nyeri persalinan kala I fase aktif sebelum diberikan kombinasi kompres hangat dan genggam jari yaitu 6,47 dan sesudah diberikan kombinasi kompres hangat dan genggam jari 4,67. Ada pengaruh kombinasi pemberian kompres hangat dan relaksasi genggam jari terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif (Pvalue = 0,000). Kesimpulan terdapat Efektifitas Kombinasi Pemberian Kompres Hangat Dan Relaksasi Genggam Jari Terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif. Disarankan agar kombinasi kompres hangat dan genggam jari ini dapat dilakukan oleh ibu bersalin atau keluarga pada saat bersalin dan diterapkan oleh bidan di tempat bersalin untuk mengurangi nyeri persalinan kala I fase aktif sehingga proses persalinan menjadi lancar. Abstract (EN): Severe pain during the active phase of Stage I labor often leads many women to prefer delivery via cesarean section (C-section). According to the Global Survey on Maternal and Perinatal Health in 2021, 46.1% of deliveries were performed through C-sections. Non-pharmacological methods to manage labor pain include warm compress therapy and finger hold relaxation therapy. This study aimed to evaluate the effectiveness of combining warm compress therapy and finger hold relaxation in reducing labor pain during the active phase of Stage I labor at Independent Midwifery Practices (PMB) in the working area of Kinali Community Health Center, Pasaman Barat Regency. This research employed a quasi- experimental method with a one-group pre- test and post-test design. It was conducted from October 8 to November 16, 2024, involving all primigravida mothers in labor, with a total sample size of 15, selected through total sampling. The study results showed that the average labor pain level during the active phase of Stage I before the intervention was 6.47, and after the intervention, it decreased to 4.67. Statistical analysis revealed a significant effect of the combination of warm compress and finger hold relaxation on reducing labor pain (p-value = 0.000). In conclusion, the combination of warm compress therapy and finger hold relaxation is effective in reducing labor pain during the active phase of Stage I. It is recommended that this combination be practiced by laboring mothers or their families and adopted by midwives in delivery settings to alleviate labor pain, thereby facilitating a smoother delivery process.

Skripsi 2025
Detail
Efektivitas Elevasi Kaki Dengan Rendam K...
Efektivitas Elevasi Kaki Dengan Rendam Kaki Terhadap Penurunan Edema Pada Kaki Ibu Hamil Trimester III Di Wilayah Kerja Puskesmas Koto Baru Simalanggang.

Nurul Amalina, Yulia N · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Sebanyak 80% ibu hamil trimester III mengalami edema yang dapat berdampak negatif pada ibu dan janin jika tidak ditangani. Penelitian ini membandingkan efektivitas elevasi kaki dan rendam kaki dalam mengurangi edema. Penelitian ini menggunakan metode quasi-experiment with control group desain yang melibatkan 30 responden pada masing-masing kelompok yang dipilih secara purposive sampling di Puskesmas Koto Baru Simalanggang. Hasil penelitian menunjukkan penurunan lingkar kaki pada kelompok elevasi kaki dari 26,05 cm menjadi 24,77 cm, sedangkan kelompok rendam kaki dari 25,78 cm menjadi 25,35 cm. Dengan nilai p 0,000 dan t 7,5, elevasi kaki terbukti lebih efektif dalam mengurangi edema.Disimpulkan elevasi kaki merupakan metode yang lebih efektif dibandingkan rendam kaki untuk mengatasi edema pada ibu hamil trimester III. Mengingat elevasi kaki terbukti lebih efektif dibandingkan rendam kaki, diharapkan petugas kesehatan dapat menjadikan terapi alternative ini dalam pendidikan kesehatan dengan cara demonstrasi dalam kegiatan kelas ibu hamil baik di dalam maupun di luar gedung dalam mengurangi edema ibu hamil trimester III. Abstract (EN): As many as 80% of pregnant women in the third trimester experience edema which can have a negative impact on the mother and fetus if not treated. This study compared the effectiveness of foot elevation and foot soaking in reducing edema. This study used a quasi-experimental method with a control group design involving 30 respondents in each group selected by purposive sampling at the Koto Baru Simalanggang Health Center. The results showed a decrease in leg circumference in the foot elevation group from 26.05 cm to 24.77 cm, while the foot soaking group from 25.78 cm to 25.35 cm. With a p value of 0.000 and t 7.5, foot elevation was proven to be more effective in reducing edema. It was concluded that foot elevation is a more effective method than foot soaking to overcome edema in pregnant women in the third trimester. Given that foot elevation has been proven to be more effective than foot soaking, it is hoped that health workers can make this alternative therapy in health education by demonstrating it in pregnant women's class activities both inside and outside the building in reducing edema in pregnant women in the third trimester.

Skripsi 2025
Detail
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Med...
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Komunikasi Booklet dan lembar balik Terhadp Minat Ibu Dalam Menggunakan Kontrasepsi Pasca Salin di Wilayah Kerja Puskesmas Kinali Kecamatan Pasaman Barat

Widya Nengsih, Rosmaneli · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Salah satu program Keluarga Berencana untuk menurunkan AKI yaitu dengan KB paska persalinan. Berdasarkan data kontrasepsi pasca salin di Kabupaten Pasaman Barat pada tahun 2022 yaitu sebesar 38,9% dan pada tahun 2023 mengalami penurunan menjadi 35,95%.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Kombinasi Booklet dan Lembar Balik Terhadap Minat Ibu Dalam Menggunakan Kontrasepsi Pasca Salin di Wilayah Kerja Puskesmas Kinali Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2024. Jenis penelitian ini yaitu pre eksperimen dengan desain pretest and posttest one group design. Penelitian ini telah dilaksanakan di Puskesmas Kinali pada bulan Oktober - November 2024. Populasi pada penelitian ini yaitu semua ibu nifas pada bulan Oktober – November tahun 2024 yang berjumlah 44 dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Setelah data terkumpul maka data akan dianalisa secara univariat dan bivariate dengan menggunakan uji t test paired. Hasil penelitian didapatkan Rerata minat ibu dalam menggunakan kontrasepsi pasca salin sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan media kombinasi booklet dan lembar balik adalah 5,45 dengan standar deviasi 0,130 dan sesudah adalah 8,70 dengan standar deviasi 0,978. Hasil uji statistik terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan media kombinasi booklet dan lembar balik terhadap minat ibu dalam menggunakan kontrasepsi pasca salin dengan nilai p value 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan media kombinasi booklet dan lembar balik terhadap minat ibu dalam menggunakan kontrasepsi pasca salin. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk dapat memberikan pendidikan kesehatan secara rutin untuk meningkat minat ibu menggunakan kontrasepsi pasca salin. Abstract (EN): One of the Family Planning programs to reduce maternal mortality rates (AKI) is postpartum contraception. According to data on postpartum contraceptive use in West Pasaman Regency, it was 38.9% in 2022 and decreased to 35.95% in 2023. This study aims to determine the effect of health education using a combination of booklets and flipcharts on mothers' interest in using postpartum contraceptives in the working area of Kinali Community Health Center, West Pasaman Regency, in 2024. This study employed a pre-experimental design with a pretest and posttest one- group design. The research was conducted at the Kinali Public Health Center from October to November 2024. The population consisted of all postpartum mothers during October–November 2024, totaling 44 individuals, with the total sampling technique used. Data collected were analyzed using univariate and bivariate analyses with paired t-tests. The results showed that the average interest of mothers in using postpartum contraceptives before receiving health education with a combination of booklets and flipcharts was 5.45 (standard deviation = 0.130), and after the intervention, it was 8.70 (standard deviation = 0.978). Statistical tests revealed a significant effect of health education using the combination of booklets and flipcharts on mothers' interest in using postpartum contraceptives, with a p-value of 0.000 (p < 0.05). In conclusion, health education using a combination of booklets and flipcharts significantly influences mothers' interest in using postpartum contraceptives. It is recommended that health workers routinely provide health education to increase mothers' interest in using postpartum contraceptives.

Skripsi 2025
Detail
Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian...
Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah Di Wilayah Kerja Pukesmas Air Dingin Padang Tahun 2024.

Nurul Amalina, Yosi Eka Yuswanda · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Bayi dengan BBLR memiliki risiko lebih tinggi mengalami kematian, keterlambatan petumbuhan dan perkembangan selama masa kanak-kanak dibandingkan dengan bayi yang tidak BBLR. Berdasarkan data yang diperoleh pada tahun 2023 prevalensi angka kejadian BBLR di Kota Padang yaitu sebesar 1,7%.Kejadian BBLR tertinggi berada di Pukesmas Air Dingin sebesar (25%).Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan desain Case Control. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Air Dingin Padang dari bulan Juli- Desember Tahun 2024.Populasi penelitian ini adalah bayi baru lahir yang tercatat yaitu berjumlah 558 bayi. Pengambilam sampel diambil dengan teknik total sampling dengan prinsip 1:2 dengan jumlah sampel sebanyak 76 responden. Data penelitian ini menggunakan data rekam medik dengan instrumen penelitiannya koesioner dan dianalisa dengan analisa univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square.Hasil penelitian lebih dari separuh responden (53%) tidak mengalami kejadian BBLR. (81,6%) responden tidak mengalami hipertensi, (82,2%) responden tidak mengalami preeklampsia, (85,5%) responden tidak mengalami kejadian anemia, (78,9%) responden tidak mengalami kejadian KEK. Kemudian nilai p=vlue antara hipertensi (p= 0,06), preeklampsia (p= 0,003), anemia (p=0,000) dan KEK (0,016) dengan kejadian BBLR. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan hipertensi, preeklampsia, anemia dan KEK dengan kejadian BBLR.Disarankan untuk tenaga kesehatan diharapkan mampu melakukan deteksi dini terhadap hipertensi, preeklampsia, anemia dan KEK pada calon ibu hamil yang akan mempengaruhi kejadian berat badan lahir rendah (BBLR). Abstract (EN): Babies with LBW have a higher risk of death, delayed growth and development during childhood compared to babies who are not LBW. Based on data obtained in 2023, the prevalence of LBW in Padang City is 1.7%. The highest LBW incidence is in the Air Cold Community Health Center at (25%). The aim of this research is to determine factors related to the incidence of low birth weight (LBW). The type of research used is an analytical survey with a case control design. This research was carried out at the Padang Cold Air Health Center from July-December 2024. The population of this study was 558 newborns who were registered. Samples were taken using a total sampling technique with a 1:2 principle with a total sample of 76 respondents. This research data used medical record data with a questionnaire research instrument and analyzed using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square statistical test. The research results showed that more than half of the respondents (53%) did not experience LBW. (81.6%) respondents did not experience hypertension, (82.2%) respondents did not experience preeclampsia, (85.5%) respondents did not experience anemia, (78.9%) respondents did not experience CED. Then the p=vlue value between hypertension (p= 0.06), preeclampsia (p= 0.003), anemia (p=0.000) and CED (0.016) with the incidence of LBW. The conclusion of this study is that there is a relationship between hypertension, preeclampsia, anemia and CED with the incidence of LBW. It is recommended that health workers be able to carry out early detection of hypertension, preeclampsia, anemia and CED in prospective pregnant women which will influence the incidence of low birth weight(LBW).

Skripsi 2025
Detail
Pengaruh Membersihkan Luka Perineum deng...
Pengaruh Membersihkan Luka Perineum dengan Rebusan Daun Sirih Merah terhadap Penyembuhan Luka Perineum di Ruang Kebidanan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2024

Indreswati, Rosi Hardiknas · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) pada tahun 2020 kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin di dunia sebanyak 2,7 juta kasus, dimana angka ini di perkirakan akan mencapai 6,3 juta pada tahun 2050. Di Benua Asia sendiri 50% ibu bersalin mengalami ruptur perineum. Berdasarkan laporan tahunan Ruang KB PONEK tahun 2021 terdapat sebanyak 65 kasus ibu nifas (73 %) yang mengalami luka perineum dari 89 ibu bersalin, pada tahun 2022 sebanyak 195 ibu nifas (82,9 %) mengalami luka perineum dari 235 ibu bersalin sedangkan pada tahun 2023 mengalami peningkatan sebanyak 232 kasus ibu nifas (92 %) yang mengalami luka perineum dari 252 ibu bersalin dan mengalami infeksi sebanyak 3 kasus, bahkan ada satu kasus yang mengalami vistel. Salah satu penyebab langsung kematian ibu adalah Infeksi pada luka perineum. Luka perineum dapat disembuhkan dengan dua metode yaitu secara farmakologis (bethadine/profidone iodine) dan non farmakologis (rebusan daun sirih merah). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Membersihkan Luka Perineum dengan Rebusan Daun Sirih Merah terhadap Penyembuhan Luka Perineum di Ruang Kebidanan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2024. Desain penelitian ini menggunakan quasy eksperimen dengan desain posttest only control group design. Populasi ibu nifas di Ruang Kebidanan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi berjumlah 52 orang, sampel dalam penelitian berjumlah 30 orang secara purposive sampling. Instrument penelitian menggunakan lembar observasi Skala REEDA. Hasil uji statistic menggunakan uji Mann Whitney menunjukkan ada Pengaruh Membersihkan Luka Perineum dengan Rebusan Daun Sirih Merah terhadap Penyembuhan Luka Perineum dengan p value 0,002 < α 0,05. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa membersihkan luka perineum dengan rebusan daun sirih merah lebih cepat sembuh dibandingkan dengan yang tidak memakai rebusan daun sirih merah. Abstract (EN): According to data from the World Health Organization (WHO), in 2020, there were 2.7 million cases of perineal rupture among women in labor globally, and this number is projected to reach 6.3 million by 2050. In Asia, 50% of women giving birth experience perineal rupture. Based on the annual report of the Family Planning and PONEK Room in 2021, there were 65 cases of postpartum women (73%) who experienced perineal wounds out of 89 women in labor, while in 2022, 195 postpartum women (82.9%) experienced perineal wounds out of 235 women in labor. In 2023, the number increased to 232 cases (92%) out of 252 women in labor, with 3 cases of infection, and one case even developed a fistula. One of the direct causes of maternal death is infection in perineal wounds. Perineal wounds can be healed through two methods: pharmacological (such as Betadine or povidone-iodine) and non- pharmacological (such as cleaning with red betel leaf decoction). This study aims to determine the effect of cleaning perineal wounds with red betel leaf decoction on the healing of perineal wounds in the Maternity Ward of Dr. Achmad Mochtar General Hospital Bukittinggi in 2024. This study uses a quasi- experimental design with a posttest-only control group design. The population of postpartum women in the Maternity Ward of Dr. Achmad Mochtar General Hospital Bukittinggi is 52, and the sample consists of 30 women selected through purposive sampling. The research instrument uses the REEDA scale observation sheet. Statistical analysis was conducted using the Mann-Whitney test, which showed a significant effect of cleaning perineal wounds with red betel leaf decoction on the healing of perineal wounds, with a p-value of 0.002 < α 0.05. The results of this study concluded that cleaning perineal wounds with red betel leaf decoction leads to faster healing compared to those who did not use red betel leaf decoction.

Skripsi 2025
Detail
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Tentang Gi...
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Tentang Gizi Seimbang Terhadap Pengetahuan Pada Ibu Hamil dengan Media Buku Saku di Wilayah Kerja Puskesmas Pondok Tinggi Kota Sungai PenuhTahun 2024.

Detty Afriyanti Sukandar, Yolanda Nestiana · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Kekurangan gizi selama kehamilan bisa menyebabkan anemia, bayi terlahir dengan berat badan lahir rendah, juga menyebabkan bayi lahir cacat, sehingga hal ini nantinya dapat memicu terjadinya stunting pada anak. Dengan masih banyaknya mitos-mitos tentang nutrisi di Indonesia yang dapat menimbulkan masalah bagi kesehatan ibu hamil yang merupakan akibat kurangnya pengetahuan ibu serta jarangnya mendapat penyuluhan kesehatan terkait kebutuhan gizi pada masa kehamilan. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan tentang gizi seimbang terhadap pengetahuan pada ibu hamil dengan media buku saku di Puskesmas Pondok Tinggi. Metode penelitian ini adalah kuantitatif, menggunakan desain quasy eksperimen dengan rancangan penelitian one grup pretest posttest desaign. Teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling. Jumlah sampel 40 orang ibu hamil trimester 1,2,3. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dengan item 20 pertanyaan. Uji normalitas data menggunakan uji Shapiro Wilk. Pengelolaan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Paired Sample T Test. Hasil analisis univariat didapatkan rata-rata pengetahuan sebelum diberikan penyuluhan kesehatan dengan media buku saku sebanyak 8,88% , setelah diberikan penyuluhan 15,23%. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh peningkatan skor pengetahuan ibu hamil yang diberikan penyuluhan dengan media buku saku dengan p value = 0,000 < dari 0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah adanya pengaruh penyuluhan kesehatan tentang gizi seimbang terhadap pengetahuan ibu hamil dengan media buku saku di Puskesmas Pondok Tinggi Kota Sungai Penuh. Saran pada penelitian ini diharapkan ibu lebih aktif mengikuti penyuluhan kesehatan pada kegiatan posyandu yang di adakan petugas kesehatan,dimana dalam kegiatan posyandu ibu lebih banyak mendapatkan informasi yang lebih akurat. Abstract (EN): Malnutrition during pregnancy can cause anemia, babies are born with low birth weight, it can also cause babies to be born with defects, so this can later lead to stunting in children. There are still many myths about nutrition in Indonesia which can cause problems for the health of pregnant women which is a result of mothers' lack of knowledge and rarely receiving health education regarding nutritional needs during pregnancy. The aim of this research was to determine the effect of health education about balanced nutrition on knowledge among pregnant women using pocket books at the Pondok Tinggi Community Health Center. This research method is quantitative, using a quasi-experimental design with a one group pretest posttest research design. The sampling technique was accidental sampling. The total sample was 40 pregnant women in trimesters 1, 2, 3. This research instrument uses a questionnaire with 20 questions. Data normality test using the Shapiro Wilk test. Data management and analysis was carried out using the Paired Sample T Test. The results of the univariate analysis showed that the average knowledge before being given health education using pocket book media was 8.88%, after being given the education it was 15.23%. The results of this study show that there is an effect of increasing the knowledge scores of pregnant women who are given counseling using pocket book media with p value = 0.000 < 0.05. The conclusion of this research is that there is an influence of health education about balanced nutrition on the knowledge of pregnant women using pocket book media at the Pondok Tinggi Community Health Center, Sungai Penuh City. The suggestion in this research is that it is hoped that mothers will be more active in participating in health education at Posyandu activities held by health workers, where in Posyandu activities mothers will get more accurate information.

Skripsi 2025
Detail
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian...
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung Tahun 2024

Sari Ida Miharti, Rizki Arinda Sari · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Stunting merupakan suatu kondisi yang mengalami gangguan pertumbuhan sehingga dapat mengakibatkan tinggi badan anak tidak sesuai dengan usia. Data Kemenkes RI (2023) pada pertengahan tahun 2023 prevalensi stunting di Indonesia adalah 21,6 persen. Banyak faktor yang terkait dengan kejadian stunting yaitu faktor langsung dan tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung tahun 2024. Jenis penelitian adalah retrospektif dengan desain case control. Populasi pada penelitian adalah seluruh balita Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung tahun 2023 sebanyak 1663 dengan stunting sebanyak 397. Sampel diambil dengan prinsip 1:2 yaitu sebanyak 94 orang pada balita stunting dan 188 balita tidak stunting. Analisa data univariat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square, pengolahan data menggunakan komputerisasi program SPSS versi IBM 26.0. Hasil penelitian menemukan bahwa 95,0% ibu balita tidak memiliki riwayat KEK. 86,2% balita tidak memiliki riwayat BBLR. 93,3% balita memiliki riwayat pemberian ASI sampai usia 24 bulan dan 73,8% balita memiliki keluarga berpendapatan tinggi. Ada hubungan riwayat ibu hamil KEK (p=0,000), riwayat BBLR (p=0,044), riwayat pemberian ASI (p=0,000) dan pendapatan keluarga (p=0,000) dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung. Penelitian disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi kejadian stunting adalah Riwayat KEK, Riwayat BBLR, Riwayat pemberian ASI dan Pendapatan Keluarga. Abstract (EN): Stunting is a condition that experiences growth disorders so that it can result in a child's height not in accordance with age. According to the Indonesian Ministry of Health (2023), the prevalence of stunting in Indonesia was 21.6% in mid-2023. Several factors are associated with the incidence of stunting, both direct and indirect. This study aims to determine the factors associated with stunting in children under five in the Working Area of Tanjung Gadang Health Center, Sijunjung Regency, in 2024. The study used a retrospective design with a case-control approach. The population consisted of all children under five in the working area of Tanjung Gadang Health Center, Sijunjung Regency, in 2023, totaling 1663 children with stunting totaling 397. The sample was taken on the principle of 1:2, included 94 stunted children and 188 non-stunted children. Data analysis was conducted using univariate frequency distribution and bivariate analysis with chi-square tests. The data were processed using SPSS software version IBM 26.0. The results of found that 95.0% of mothers under five did not have a history of KEK. 86.2% of children did not have a history of BBLR. 93.3% of children had a history of breastfed until the age of 24 months and 73.8% of children had a high-income family. There was a significant relationship between maternal history of KEK (p = 0.000), history of BBLR (p = 0.044), history of exclusive breastfeeding (p = 0.000), and family income (p = 0.000) with stunting incidence in children under five in the Working Area of Tanjung Gadang Health Center, Sijunjung Regency. The study concludes that the factors influencing stunting incidence include the history of KEK, history of BBLR, history of exclusive breastfeeding, and family income.

Skripsi 2025
Detail
Pengaruh Pijat Bayi terhadap Frekuensi d...
Pengaruh Pijat Bayi terhadap Frekuensi dan Durasi Menyusu pada Bayi Usia 1-3 Bulan di Puskesmas Air Bangis Kabupaten Pasaman Barat.

Rahmi Sari Kasoema, Yesta Amelia Diana · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Penelitian pijat bayi ini bertujuan untuk melihat pengaruh pijat bayi terhadap frekuensi dan durasi menyusu bayi usia 1-3 bulan di puskesmas Air Bangis Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasy eksperimental pretest dan posttest one only group. Penelitian telah dilakukan di Puskesmas Air Bangis Kabupaten Pasaman Barat pada bulan April 2024. Populasi adalah bayi 1-3 bulan sebanyak 43 bayi dan pengambil sampel menggunakan rumus slovin didapatkan 30 responden. Data dianalisa secara univariat dan bivariat mengunakan uji paired sampel t-test. Hasil penelitian menunjukan rata-rata frekuensi meyusui sebelum diberikan pijat bayi yaitu 4.83 dan sesudah 10.13. rata-rata durasi meyusui sebelum diberikan pijat bayi yaitu 6.83 dan sesudah 16.43 pada bayi usia 1-3 bulan. Ada pengaruh pijat bayi terhadap frekuensi dan durasi menyusu (p=0,000) pada bayi usia 1-3 bulan di Puskesmas Air Bangis Kabupaten Pasaman Barat. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa Ada pengaruh pijat bayi terhadap frekuensi dan durasi menyusu pada bayi usia 1-3 bulan di Puskesmas Air Bangis Kabupaten Pasaman Barat. Saran, melalui Kepala Puskesmas, diharapkan kepada semua bidan agar memberikan informasi dan dapat melakukan pijat bayi di wilayah kerja puskesmas air bangis untuk meningkatkan frekuensi dan durasi menyusui pada bayi usia 1-3 bulan. Abstract (EN): This study baby massage aims to see the effect of baby massage on the frequensi and duration of breastfeeding for babies aged 1-3 months at the Air Bangis Health Center, West Pasaman Regency. This research is a quantitative research with a quasi-experimental design of pretest and posttest one only group. The research was conducted at the Puskesmas Air Bangis, West Pasaman Regency in April 2024. The population was 43 babies 1-3 months old and 30 respondents were taken using the Slovin formula. Data were analyzed univariately and bivariately using the paired sample t-test. The research results showed that the average frequency of breastfeeding before giving a pijat bayi was 4.83 and after 10.13. The average duration of breastfeeding before giving pijat bayi was 6.83 and after 16.43 for babies aged 1-3 months. There was an effect of pijat bayi on the frequency and duration of breastfeeding (p=0.000) in babies aged 1-3 months at the Puskesmas Air Bangis, West Pasaman Regency. Based on the research results, it can be concluded that there is an influence of pijat bayi on the frequency and duration of breastfeeding in babies aged 1-3 months at the Puskesmas Air Bangis, West Pasaman Regency. Advice, through the Head of the health center, t is hoped that all midwives will provide information and be able to carry out baby massage in the working area of the Air Bangis Health Center to increase the frequency and duration of breastfeeding for babies aged one to three months.

Skripsi 2025
Detail