Salma Assyifa, Rahmi Sari Koesoman · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan
Profil Kesehatan Indonesia tahun 2023 mencatat angka kematian ibu sebanyak 4.482, dengan hipertensi dalam kehamilan sebanyak 412 kasus. Salah satu pendekatan non-farmakologis untuk mengelola hipertensi pada ibu hamil adalah melalui konsumsi jus mentimun yang mengandung kalium sebagai vasodilator untuk menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi jus mentimun dalam menurunkan hipertensi pada ibu hamil di Wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest dan posttest design. Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru pada Oktober 2024 - Januari 2025. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil hipertensi gestasional sebanyak 30 orang dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Sphygmomanometer. Analisa data dilakukan dengan uji Wilcoxon signed ranks test. Hasil penelitian menunjukkan rata – rata tekanan darah sebelum konsumsi jus mentimun 145,67/93 mmHg dengan standar deviasi 5,040/9,154 mmHg dan sesudah konsumsi jus mentimun 130,33/80,33 mmHg dengan standar deviasi 10,334/7,649 mmHg. Uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 untuk kedua pengukuran tekanan darah. Kesimpulan penelitian ada pengaruh konsumsi jus mentimun dalam menurunkan hipertensi pada ibu hamil di Wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru tahun 2024. Oleh karena itu, disarankan agar ibu hamil mengonsumsi jus mentimun sebagai bagian dari manajemen kesehatan Hipertensi karena kandungan kalium dalam mentimun berfungsi sebagai vasodilator yang dapat melebarkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah. Abstract (EN): The 2023 Health Profile of Indonesia recorded 4,482 maternal deaths, with 412 cases due to hypertension during pregnancy. One non-pharmacological approach to managing hypertension in pregnant women is through cucumber juice consumption, which contains potassium as a vasodilator to lower blood pressure. This study aims to determine the effect of cucumber juice consumption in reducing hypertension in pregnant women in the working area of Community Health Center Payung Sekaki, Pekanbaru City, in 2024. This study is a quasi- experimental research with a one-group pretest and posttest design. The research was conducted in the working area of Community Health Center Payung Sekaki, Pekanbaru City, from October 2024 to January 2025. The study population consisted of 30 pregnant women with gestational hypertension, and the sample was selected using purposive sampling. The research instrument used was a sphygmomanometer. Data analysis was performed using the Wilcoxon signed ranks test. The results showed that the average blood pressure before cucumber juice consumption was 145.67/93 mmHg with a standard deviation of 5.040/9.154 mmHg, and after cucumber juice consumption, it was 130.33/80.33 mmHg with a standard deviation of 10.334/7.649 mmHg. Statistical tests showed a p-value of 0.000 for both blood pressure measurements. The study concludes that cucumber juice consumption has an effect on reducing hypertension in pregnant women in the working area of Puskesmas Payung Sekaki, Pekanbaru City, in 2024. Therefore, it is recommended that pregnant women consume cucumber juice as part of hypertension health management, as the potassium content in cucumber serves as a vasodilator, helping to dilate blood vessels and lower blood pressure.