Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Pengaruh Edukasi Kesehatan Melalui Media...
Pengaruh Edukasi Kesehatan Melalui Media Booklet Dan Audio Visual (group whatsapp) Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Trimester I Dan II Tentang Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Lembah Binuang Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2024

Vedjia Medhyna, Revita · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) (Scaling Up Nutrition Indonesia,2020), yang berisiko menghambat perkembangan fisik, kognitif, serta meningkatkan ketrentanan terhadap penyakit. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pra eksperimen one group pretest- posttest. Sampel penelitian 30 ibu hamil yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrument yang digunakan kuesioner. Serta media edukasi berupa booklet dan video. Data dianalisi menggunakan uji t dependen untuk menguji perubahan yang terjadi pada pengetahuan dan sikap responden setelah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tingkat pengetahuan ibu hamil sebelum edukasi adalah 44,67 dengan (SD 22,240) dan setelah edukasi meningkat menjadi 75,50 dengan (SD 13,980). Adapun rata-rata sikap ibu hamil sebelum edukasi adalah 66,97 dengan (SD 4,635) dan setelah edukasi meningkat menjadi 76,63 dengan (SD 10,769). Uji statistik menunjukkan bahwa pemberian edukasi stunting berpengaruh signifikat terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang stunting, dengan nilai p-value=0,000 (p Abstract (EN): Stunting is a growth disorder in children caused by chronic malnutrition during the first 1,000 days of life (HPK) (Scaling Up Nutrition Indonesia, 2020), which can hinder physical and cognitive development and increase vulnerability to diseases. This study uses a quantitative approach with a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 30 pregnant women selected using purposive sampling. The instruments used were questionnaires, and the educational media included booklets and videos. Data were analyzed using dependent t-tests to assess changes in the knowledge and attitudes of respondents after the intervention. The results showed that the average knowledge level of pregnant women before education was 44.67 (SD 22.240), which increased to 75.50 (SD 13.980) after education. The average attitude level of pregnant women before education was 66.97 (SD 4.635), which increased to 76.63 (SD 10.769) after education. Statistical tests revealed that the education on stunting had a significant effect on the knowledge and attitudes of pregnant women, with a p-value of 0.000 (p < 0.05). This research suggests that using booklet and audiovisual media can continue to be an effective strategy for improving the knowledge and attitudes of pregnant women about stunting prevention.

Skripsi 2025
Detail
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian...
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) Di Wilayah Kerja Puskesmas Maninjau Tahun 2024.

Novi Wulan Sari, Widya Mayang Sari · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Angka kejadian BBLR di Puskesmas Maninjau pada tahun 2021 sebanyak 5,65%, tahun 2022 sebanyak 6,8%, dan tahun 2023 sebanyak 10% dari jumlah bayi baru lahir Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) Di Wilayah Kerja Puskesmas Maninjau Tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan case control. Populasi adalah semua Ibu yang melahirkan bayi yang tercatat dalam data Kohort Ibu dari Bulan Januari 2021 s/d Desember tahun 2023 sebanyak 753. Teknik pengambilan sampel sistematik random sampling dan diolah dan secara komputerisasi. Hasil analias univariat didapatkan 79,8% usia yang tidak beresiko, 55,2% paritas yang tidak beresiko, 91,8% jarak kehamilan yang tidak beresiko, 80,3% tidak KEK, 88,5% tidak anemia, 79,2% sampel melahirkan dengan usia kehamilan yang aterm, 83,1% tidak memiliki komplikasi kehamilan, 81,4% terpapar asap rokok, 67,7% tidak BBLR. Hasil analisa bivariat didapatkan terdapat hubungan usia ibu ( p 0,004 dan OR 2,269), jarak kehamilan ( p 0,045 dan OR 3,346), LiLA (p 0,0001 dan OR 4,352), kadar Hb ( p 0,001 dan OR 4,894), usia kehamilan (p 0,0001 dan OR 186,542), komplikasi kehamilan ( p 0,0001 dan OR 13,426) dan paparan asap rokok (p 0,019 dan OR 3,492) dengan kejadian BBLR. Dapat disimpulkan bahwa usia ibu, jarak kehamilan, LiLA, kadar Hb, usia kehamilan, komplikasi kehamilan dan paparan asap rokok memiliki pengaruh besar terhadap kejadian BBLR di Wilayah Kerja Puskesmas Maninjau. Untuk itu disarankan kepada petugas puskesmas Maninjau agar dapat memberikan upaya preventif yang optimal dalam penanganan bayi berat lahir rendah (BBLR). Abstract (EN): The incidence of Low Birth Weight (LBW) at Maninjau Health Center in 2021 was 5.65%, in 2022 it was 6.8%, and in 2023 it was 10% of the total number of newborns. This study aims to identify the factors that influence the incidence of Low Birth Weight (LBW) in the working area of Maninjau Community Health Center in 2024. The research type used is quantitative with a case-control approach. The population consists of all mothers who gave birth to babies recorded in the Cohort Mother data from January 2021 to December 2023, totaling 753. The sampling technique used was systematic random sampling and the data was processed using computerized methods. The results of the univariate analysis showed that 79.8% of the mothers were at low risk for age, 55.2% had non-risk parity, 91.8% had a non-risk pregnancy interval, 80.3% did not have Chronic Energy Deficiency (KEK), 88.5% were not anemic, 79.2% of the samples gave birth at full-term, 83.1% did not have pregnancy complications, 81.4% were exposed to cigarette smoke, and 67.7% did not have LBW. The results of the bivariate analysis showed significant relationships between maternal age (p 0.004, OR 2.269), pregnancy interval (p 0.045, OR 3.346), Upper Arm Circumference (LiLA) (p 0.0001, OR 4.352), hemoglobin level (p 0.001, OR 4.894), gestational age (p 0.0001, OR 186.542), pregnancy complications (p 0.0001, OR 13.426), and exposure to cigarette smoke (p 0.019, OR 3.492) with the incidence of LBW. It can be concluded that maternal age, pregnancy interval, LiLA, hemoglobin level, gestational age, pregnancy complications, and exposure to cigarette smoke significantly influence the occurrence of LBW in the working area of Maninjau Health Center. It is recommended that health workers at Maninjau Health Center provide optimal preventive efforts in handling Low Birth Weight (LBW) babies.

Skripsi 2025
Detail
Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gi...
Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Pada Balita di Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru Tahun 2024

Retni Ayumaningseh Utami, Ainal Marfiah · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Kekurangam gizi pada balita saat ini telah menjadi permasalahan global khususnya di negara-negara miskin dan berkembang. Faktor yang dapat mempengaruhi gizi buruk atau kurang gizi pada balita yaitu tidak cukup pangan, pola asuh yang tidak memadai, sanitasi, dan air bersih /pelayanan kesehatan dasar yang tidak memadai. Selain itu status gizi juga dipengaruhi oleh pemberian ASI eksklusif, penyakit infeksi, tingkat pengetahuan. Tujuan Penelitian untuk faktor yang berhubungan dengan status gizi pada balita di Puskesmas Rejosari Tahun 2024. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik observasional melalui pendekatan cross sectional. Penelitian diaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Rejosari dimulai bulan November 2024 s/d Januari 2025. Populasi penelitian adalah seluruh balita yang ada diwilayah Puskesmas Rejosari. Sampel dalam penelitian sebanyak 78 orang dengan teknik sampling pusposive sampling. Data dianalisa menggunakamn analisa univariat dan bivariat dan diuji dengan menggunakan Uji statistik menggunaka Chi-square. Hasil penelitian diperoleh status gizi kurang 28,2%, balita dengan tidak ada riwayat pemberian ASI eksklusif 57,7%, balita dengan riwayat penyakit infeksi 67,9%. Sedangkan hasil analisa bivariat diperoleh hasil hubungan riwayat pemberian ASI Eksklusif p-value (1,000 > 0,05), riwayat penyakit infeksi p-value (0,001 < 0,05) dan pengetahuan ibu p-value (0,0029 < 0,05). Kesimpulan penelitian adalah terdapat hubungan riwayat penyakit infeksi dan pengetahuan ibu terhadap status gizi balita di Wilayah Kerja Puskesmas Rejosari. Disarankan kepada ibu balita untuk lebih memperhatikan menjaga kesehatan balita selama masa pertumbuhan serta mencari informasi yang lebih banyak terkait pemenuhan gizi pada masa balita. Abstract (EN): Malnutrition in toddlers has become a global issue, especially in poor and developing countries. Factors that can influence malnutrition or undernutrition in toddlers include food insecurity, inadequate parenting practices, poor sanitation, lack of clean water, and insufficient access to basic health services. Additionally, nutritional status is also affected by exclusive breastfeeding, infectious diseases, and the level of maternal knowledge. The purpose of this study is to determine the factors associated with the nutritional status of toddlers at Rejosari Public Health Center in 2024. This is a quantitative study using an analytic observational design with a cross-sectional approach. The study was conducted in the working area of Rejosari Public Health Center from November 2024 to January 2025. The population consisted of all toddlers in the Rejosari area. A total sample of 78 respondents was selected using purposive sampling techniques. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis and tested with the Chi-square statistical test. The study found that 28.2% of toddlers were undernourished, 57.7% had not received exclusive breastfeeding, and 67.9% had a history of infectious diseases. Bivariate analysis showed that the p-value for exclusive breastfeeding history was 1.000 (> 0.05), for infectious disease history was 0.001 (< 0.05), and for maternal knowledge was 0.0029 (< 0.05). The conclusion of the study is that there is a significant relationship between the history of infectious diseases and maternal knowledge with the nutritional status of toddlers in the Rejosari Public Health Center area. It is recommended that mothers of toddlers pay more attention to their children’s health during growth periods and seek more information related to nutritional needs during early childhood.

Skripsi 2025
Detail
Pengaruh Foot Massage Dengan Minyak Zait...
Pengaruh Foot Massage Dengan Minyak Zaitun Terhadap Pengurangan Nyeri Edema Pada Ibu Hamil Dengan Pre Eklamsia Berat (PEB) Di RSUD Tuanku Imam Bonjol.

Nina Fitri, Widia Warta · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Edema kaki atau pembengkakan pada kaki ditemukan sekitar 80% pada Ibu hamil trimester III. Pembengkakan kaki yang dibiarkan tanpa penanganan maka akan menyebabkan nyeri pada kaki ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah foot massage dengan minyak zaitun bisa berpengaruh terhadap pengurangan nyeri edema pada ibu hamil dengan Pre-eklampsia Berat di RSUD Tuanku Imam Bonjol. Pada penelitian ini menggunakan sampel 33 responden. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan jenis one-grup pre post-test design dengan penentuan jumlah sampel menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis data univariate dan analisis bivariate. Hasil penelitian diperoleh nilai p-value 0,000 ( Abstract (EN): Leg edema or swelling of the legs is found in around 80% of pregnant women in the third trimester. Swelling of the feet that is left untreated will cause pain in the feet of pregnant women. This study aims to find out whether foot massage with olive oil can have an effect on reducing edema pain in pregnant women with severe pre-eclampsia at Tuanku Imam Bonjol Regional Hospital. This research used a sample of 33 respondents. This type of research uses experimental research with a one-group pre-post-test design by determining the number of samples using accidental sampling technique. The data analysis used is univariate data analysis and bivariate analysis. The research results obtained a p-value of 0.000 (

Skripsi 2025
Detail
Pengaruh Penggunaan Lidah Buaya (Aloe Ve...
Pengaruh Penggunaan Lidah Buaya (Aloe Vera) Terhadap Penyembuhan Luka Bekas Sectio Caesarea Di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Medan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2024

VIsti Delvina, Resti Syaflina · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Kematian ibu di Sumatera barat 2023 sebanyak 178 orang. Kasus kematian nifas terbanyak terjadi pada 24 jam pertama, yang dapat diakibatkan salah satunya karena infeksi. Kasus infeksi masa nifas sering berlanjut menjadi infeksi akut. Luka terjadi karena rusaknya struktur dan fungsi anatomis yang normal akibat proses patologis yang berasal baik dari internal maupun eksternal dan mengenai organ tertentu. Aloe vera adalah tanaman yang telah digunakan untuk mengobati berbagai penyakit sejak zaman kuno. Gel aloe vera mengandung berbagai glikoprotein yang dapat mengurangi peradangan dan rasa sakit, sehingga mempercepat penyembuhan luka. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan lidah buaya (aloe vera) terhadap penyembuhan luka bekas sectio caesarea di wilayah kerja Puskesmas Gunung Medan. Penelitian ini telah dilakukan bulan September 2024 di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Medan Kabupaten Dharmasraya Tahun 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu SC November 2024 di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Medan sebanyak 21 orang. Sampel di ambil dengan teknik pengambilan Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi. Penelitian dilakukan dengan metode quasi-eksperimen dengan desain pre post test. Analisa data yaitu analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistic wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan rata-rata skor penyembuhan luka sebelum diberikan lidah buaya yaitu 3,095 dengan standar deviasi 0,624. skor minimal 2 dan maksimal 4. Rata-rata skor penyembuhan luka sesudah diberikan lidah buaya yaitu 0,300 dengan standar deviasi 0,300. Analisa bivariate diperoleh ada pengaruh penggunaan lidah buaya (aloe vera) terhadap penyembuhan luka bekas section caesarea dengan nilai p – value 0,000. Diharapkan kepada ibu dapat menambah pengetahuan mengenai penggunaan gel lidah buaya yang berguna untuk penyembuhan luka bekas SC. Abstract (EN): Maternal deaths in West Sumatra in 2023 will be 178 people. The most cases of postpartum death occur within the first 24 hours, which can be caused by infections among other factors. Cases of postpartum infections often progress to acute infections. Wounds occur due to the damage to normal anatomical structures and functions as a result of pathological processes originating from both internal and external sources and affecting specific organs. Aloe vera is a plant that has been used to treat various diseases since ancient times. Aloe vera gel contains various glycoproteins which can reduce inflammation and pain, thereby speeding up wound healing. The aim of the research was to determine the effect of using aloe vera on the healing of caesarean section scars in the working area of the Gunung Medan Community Health Center. This research was conducted in September 2024 in the Working Area of the Gunung Medan Health Center, Dharmasraya Regency in 2024. The population in this study were all 21 SC mothers in November 2024 in the Working Area of the Gunung Medan Health Center. Samples were taken using the Purposive Sampling technique. The instrument used in this research was a observation sheet. The research was conducted using a quasi-experimental method with a pre-post test design. Data analysis is univariate and bivariate analysis using the Wilcoxon statistical test. The research results showed that the average wound healing score before being given aloe vera was 3.095 with a standard deviation of 0.624. The minimum score is 2 and the maximum is 4. The average score for wound healing after being given aloe vera is 0.300 with a standard deviation of 0.300. Bivariate analysis showed that there was an effect of using aloe vera on the healing of caesarean section scars with a p - value of 0.000. It is hoped that mothers can increase their knowledge regarding the use of aloe vera gel which is useful for healing SC wounds.

Skripsi 2025
Detail
Pengaruh Abdominal Streching Terhadap Ny...
Pengaruh Abdominal Streching Terhadap Nyeri Haid Pada Remaja di Kelas XI MAN 1 Kota Sungai penuhTahun 2024.

Wahyuni, Wetri Pebrianti · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Di Indonesia angka kejadian dismenorhaea tipe primer adaalah 55% sedangkan sisanya penderita dengan dismenorhea sekunder. Dismenorhea terjadi pada remaja dengan prevelensi berkisar antara 45% hingga 95% dimana sekitar 75- 85% remaja mengalami dismenorhea ringan. Penanganan non-farmakologi yang dapat mengurangi Dismenorhea salah satunya dengan menggunakan Latihan Abdominal Streching. Tujuan penelitian mengetahui Pengaruh Abdominal Streching Terhadap Nyeri Haid Pada Remaja di Kelas XI MAN 1 Kota Sungai penuh Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian pre- experiment design pendekatan one group pretest post est, teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. populasi dalam penelitian ini sebanyak 68, sampel dalam penelitian ini sebanyak 40, dimana pengambilan sampel kasus Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas XI. Penelitian ini bulan November – Desember Tahun 2024 sebanyak 30 orang. Analisa bivariate dengan uji Wilcoxon. hasil penelitian tingkat nyeri sebelum dilakukan abdominal steching mayoritas tingkat nyeri dengan nyeri sedang sebanyak 18 responden (60,0%) dan sesudah mayoritas tingkatan nyeri dengan ringan 22 responden (73,3%). uji alternatif Wilcoxon dan diperoleh nilai p = 0,008 dan α = 0.05 (p < α) yang berarti bahwa Pengaruh Abdominal Stretching Terhadap Tingkat Dismenorea Pada Remaja Putri di MAN I Kota Sungai Penuh Tahun 2024. Dapat Simpulkan Latihan abdominal stretching efektif untuk penurunan nyeri haid pada remaja putri. Disaran dalam penelitian ini untuk Institusi pendidikan, untuk tempat penelitian, untuk responden dan untuk peneliti selanjutnya. Abstract (EN): In Indonesia, the incidence of primary dysmenorrhea is 55% while the rest are sufferers with secondary dysmenorrhea. Dysmenorrhea occurs in adolescents with a prevalence ranging from 45% to 95% where around 75-85% of adolescents experience mild dysmenorrhea. One of the non-pharmacological treatments that can reduce Dysmenorrhea is by using Abdominal Stretching Exercises. The purpose of the study was to determine the Effect of Abdominal Stretching on Menstrual Pain in Adolescents in Class XI MAN 1 Kota Sungai Penuh in 2024. This study is a pre-experimental design study with a one group pretest posttest approach, a sampling technique with purposive sampling. The population in this study was 68, the sample in this study was 40, where the sampling of cases The population in this study were all female students in class XI. This study was conducted in November - December 2024 as many as 30 people. Bivariate analysis with the Wilcoxon test. The results of the study showed that the level of pain before abdominal stretching was carried out, the majority of the pain level was moderate, 18 respondents (60.0%) and after the majority of the pain level was mild, 22 respondents (73.3%). Wilcoxon alternative test and obtained a value of p = 0.008 and α = 0.05 (p

Skripsi 2025
Detail
Pengaruh Pijat Laktasi Terhadap Kelancar...
Pengaruh Pijat Laktasi Terhadap Kelancaran Produksi Asi Pada Ibu Post Partum Di Wilayah Kerja Puskesmas Koto Besar Di Kabupaten Dharmasraya Tahun 2024

VIsti Delvina, Resti Sandri · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2021 menampilkan angka 52.5 persen untuk capaian ASI eksklusif di dunia, sedangkan menurut data terbaru tahun 2023 di Kabupaten Dharmasraya di Puskesmas Koto Besar Kabupaten Dharmasraya capaian ASI eksklusifnya yaitu 8 persen. Rendahnya capaian ASI eksklusif tersebut bisa diakibatkan karena ketidaklancaran ASI, yang dipengaruhi oleh sedikitnya jumlah ASI setelah bersalin akibat rangsangan hormon penghasil ASI yang masih kurang. Berbagai cara diupayakan dalam mengatasi permasalahan tersebut termasuk salah satunya dengan pijat laktasi. Penelitian ini dilakukan agar peneliti dapat membuktikan secara langsung bagaimana kelancaran ASI setelah pijat laktasi ini di aplikasikan ke ibu post partum di Puskesmas Koto Besar. Metode yang diambil untuk penelitian ini adalah dengan quasi-eksperimen yaitu One group pretest-posttest Analysis. Dengan memakai analisa univariat, bivariat dan uji normalitas serta uji Wilcoxon karena berdistribusi tidak normal, yang didapatkan dengan pengolahan data menggunakan program komputerisasi Dengan menggunakan teknik purposive sampling, maka peneliti melakukan penelitian pada 30 orang sampel yang diteliti dari bulan November sampai Desember tahun 2024. Hasil uji statistik didapatkan nilai 4.83 untuk rata-rata kelancaran ASI sebelum pijat laktasi dan nilai 6.87 setelah pijat laktasi. Berdasarkan uji Wilcoxon Signed Ranks p-value 0.00. Dapat disimpulkan dari skor rata-rata kelancaran pengeluaran ASI bahwa pijat laktasi mampu meningkat jumlah ASI dan dapat dijadikan alternative dalam upaya meningkatkan jumlah ASI. Abstract (EN): Basic Health Research (RISKESDAS) in 2021 shows a figure of 52.5 percent for exclusive breastfeeding achievements in the world, while according to the latest data for 2023 in Dharmasraya Regency at the Koto Besar Community Health Center, Dharmasraya Regency, exclusive breastfeeding achievements are 8 percent. The low achievement of exclusive breastfeeding can be caused by poor breastfeeding, which is influenced by the small amount of breast milk after giving birth due to insufficient stimulation of breast milk-producing hormones. Various methods have been attempted to overcome this problem, including lactation massage. This research was conducted so that researchers could prove directly how smooth breast milk is after lactation massage is applied to post partum mothers at the Koto Besar Community Health Center. The method taken for this research was quasi-experiment, namely One group pretest-posttest Analysis. By using univariate, bivariate analysis and normality tests as well as the Wilcoxon test because the distribution is not normal, which was obtained by processing the data using a computerized program. Using purposive sampling techniques, the researchers conducted research on 30 samples of people studied from November to December 2024. The statistical test results obtained a value of 4.83 for the average smoothness of breast milk before lactation massage and a value of 6.87 after lactation massage. Based on the Wilcoxon Signed Ranks test, p-value is 0.00. It can be concluded from the average score for the smooth flow of breast milk that lactation massage is able to increase the amount of breast milk and can be used as an alternative in an effort to increase the amount of breast milk.

Skripsi 2025
Detail
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Tenta...
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Tentang Anemia Dengan Kejadian Anemia Dalam Kehamilan Di Puskesmas Piladang Tahun 2024.

Nurul Amalina, Wenny Hervyanti · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Angka kejadian Anemia pada Ibu hamil bulan Januari sampai Juli tahun 2024 di Puskesmas Piladang berjumlah 54 orang dari 155 ibu hamil atau 35% ibu hamil yang Anemia.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Tentang Anemia Dengan Kejadian Anemia Dalam Kehamilan Di Puskesmas Piladang Tahun 2024. Penelitian dilakukan dengan metode Deskriptif Analitik dengan rancangan cross sectional bulan Juni sampai Oktober 2024 di Puskesmas piladang, populasi dalam penelitian ini 54 orang, dan sampel penelitian sebanyak 54 orang, dengan teknik pengambilan sampel total sampling dan data di olah secara univariate dan bivariate. Hasil univariat didapatkan 51,9% responden memiliki pengetahuan tinggi, 55,6% responden memiliki sikap negatif, dan 51,9%) responden terjadinya anemia dalam kehamilan. Hasil bivariate didapatkan p value 0,000 artinya ada Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Tentang Anemia Dengan Kejadian Anemia Dalam Kehamilan Di Puskesmas Piladang Tahun 2024. Kesimpulan dari penelitian ini adanya Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Tentang Anemia Dengan Kejadian Anemia Dalam Kehamilan Di Puskesmas Piladang Tahun 2024. Disarankan pada puskesmas agar dapat memberikan pendidikan kesehatan pada semua ibu hamil tentang anemia kehamilan agar ibu hamil tau cara pencegahan anemia kehamilan dimasa akan datang. Abstract (EN): The incidence of anemia in pregnant women from January to July 2024 at the Piladang Community Health Center is 54 people out of 155 pregnant women or 35% of pregnant women who are anemic. The aim of this research is to determine the relationship between maternal knowledge and attitudes about anemia and the incidence of anemia in pregnancy at the community health center. Piladang 2024. The research was conducted using the Descriptive Analytical method with a cross sectional design from June to October 2024 at the Community Health Center piladang, the population in this study was 54 people, and the research sample was 54 people, with a total sampling technique and data processed univariate and bivariate. Univariate results showed that 51.9% of respondents had high knowledge, 55.6% of respondents had negative attitudes, and 51.9% of respondents had anemia in pregnancy. The bivariate results obtained a p value of 0.000, meaning that there is a relationship between maternal knowledge and attitudes about anemia and the incidence of anemia in pregnancy at the Piladang Community Health Center in 2024. The conclusion of this research is that there is a relationship between maternal knowledge and attitudes about anemia and the incidence of anemia in pregnancy at the Piladang Community Health Center in 2024. It is recommended at community health centers to provide health education to all pregnant women about pregnancy anemia so that pregnant women know how to prevent pregnancy anemia in the future come.

Skripsi 2025
Detail
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Perkem...
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa dan Bicara pada Anak Usia Pra Sekolah di Puskesmas Koto Baru Dharmasraya Tahun 2024

Resty Noflidaputri, Resmanita · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Deteksi Dini Kelainan Tumbuh Kembang Anak di kabupaten Dharmasara pada tahun 2023 menunjukkan masalah keterlambatan perkembangan bicara dan bahasa terjadi sebanyak 34 kasus. Masalah gangguan perkembangan bicara dan bahasa tertinggi terjadi di Wilayah kerja Puskesmas koto Baru dengan angka kejadian sebesar 12 kasus (21,5%). Tujuan penelitian mengetahui Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa dan Bicara pada Anak Usia Pra Sekolah di Wilayah Puskesmas Koto Baru Kabupaten Dharmasraya. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain crossectionaol study. Penelitian ini akan dilakukan bulan November 2024 di Puskesmas Koto Baru. Populasi 971 anak pra sekolah. Teknik pengambilan sampel propotional sampling 66 responden. Analisa data diolah dengan komputerisasi dan di analisis dengan analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian 43 (65,2%) responden memiliki perkembangan bicara dan Bahasa yang meragukan. 43 (65,2%) responden memiliki social ekonomi rendah. 49 (74,2%) responden memiliki hubungan keluarga yang cukup. 37 (56,1%) responden memiliki intensitas pemberian gadget sedang. Tidak ada Hubungan sosial ekonomi dengan perkembangan bicara dan bahasa nilai p = 0,589. Ada Hubungan hubungan keluarga (p=0.000), intensitas pemberian gadget (p=0,000) dengan perkembangan bicara dan Bahasa. Disimpulkan ada Hubungan hubungan keluarga dan intensitas dengan perkembangan bicara dan Bahasa. Diharapkan kepada Puskesmas untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang dampak pemberian gadjet terhadap perkembangan bicara dan bahasa pada anak usia prasekolah serta sebagai masukan untuk para orang tua agar memperhatikan perkembangan anaknya. Abstract (EN): Early Detection of Child Growth and Development Abnormalities in Dharmasara district in 2023 shows that the problem of delayed speech and language development occurred in 34 cases. The highest problem of speech and language development disorders occurred in the Koto Baru Community Health Center working area with an incidence of 12 cases (21.5%). The aim of the research is to determine the factors that influence the development of language and speech in pre- school children in the Koto Baru Health Center area, Dharmasraya Regency. The type of research is quantitative with a cross-sectional study design. This research will be conducted in November 2024 at the Koto Baru Community Health Center. Population 971 pre-school children. The sampling technique was proportional sampling of 66 respondents. Data analysis was processed by computerization and analyzed using univariate and bivariate analysis using the chi square test. The research results showed that 43 (65.2%) respondents had questionable speech and language development. 43 (65.2%) respondents had low socioeconomic status. 49 (74.2%) respondents had sufficient family relationships. 37 (56.1%) respondents had a moderate intensity of giving gadgets. There is no socio-economic relationship with speech and language development, p value = 0.589. There is a relationship between family relationships (p=0.000), intensity of giving gadgets (p=0.000) with speech and language development. It was concluded that there was a relationship between family relationships and intensity with speech and language development. It is hoped that the Community Health Center will provide information to the public about the impact of providing gadgets on speech and language development in preschool-aged children as well as input for parents to pay attention to their children's development.

Skripsi 2025
Detail
Perbedaan Posisi Miring Kiri dan Setenga...
Perbedaan Posisi Miring Kiri dan Setengah Duduk Terhadap Kemajuan Persalinan Kala 1 Fase Aktif Pada Ibu Bersalin Primigravida di Ruang Bersalin RSU Mayjen H.A Thalib Kota Sungai Penuh Tahun 2024.

Indreswati, Weni Lisa Fitria · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Persalinan lama dapat berakibat pada resiko dehidrasi, kelelahan, perdarahan, infeksi dan komplikasi lainnya bagi ibu. Salah satu Intervensi medis untuk mempercepat kemajuan persalinan yaitu dengan terapi non invasif yakni pemberian posisi miring kiri yang lebih aman dan membantu mempercepat pembukaan serviks dan penurunan kepala bayi serta efek samping sedikit dibandingkan dengan terapi invasif. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan rata - rata waktu persalinan posisi miring kiri dan setengah duduk terhadap kemajuan persalinan kala I fase aktif. Metode penelitian ini adalah Eksperiment dengan rancangan True Eksperiment (postest only control group design). Besar sampel penelitian ini adalah 10 orang ibu bersalin primigravida kala I fase aktif dengan pembukaan 5 cm, yang mana dibagi dua kelompok yaitu kelompok yang diberikan perlakuan (posisi miring kiri) dan kelompok kontrol (posisi setengah duduk). instrumen yang digunakan adalah lembar Partograf. Hasil penelitian menunjukkan dari 5 Responden posisi miring kiri 100 % dengan lama persalinan < 360 menit yaitu 100 menit ( 1 jam 40 menit ) dan 100 % dengan posisi setengah duduk lama persalinan 184 menit ( 3 jam 4 menit ). Hasil uji t- Test Indenpendent diperoleh p = 0.000 ( p < 0.05 ) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan pada percepatan persalinan kala I fase aktif. Kesimpulannya bahwa posisi miring kiri lebih mengalami percepatan persalinan kala I fase aktif dan yang membedakannya dengan posisi setengah duduk yaitu pada penurunan kepala bayi lebih cepat turun pada responden dengan posisi miring kiri. Diharapkan kepada para bidan dapat menyarankan dan menerapkan posisi miring kiri dalam mempercepat kemajuan persalinan. Abstract (EN): Prolonged labor can result in the risk of dehydration, fatigue, bleeding, infection and other complications for the mother. One of the medical interventions to speed up the progress of labor is non-invasive therapy, namely giving the left side position which is safer and helps speed up the opening of the cervix and lowering of the baby's head and has fewer side effects compared to invasive therapy. The aim of this study was to see the difference in the average time of delivery in the left side and half-sitting positions on the progress of labor in the active phase of the first stage. This research method is experimental with a True Experiment design (posttest only control group design). The sample size for this study was 10 primigravida mothers in the first active phase with a dilation of 5 cm, who were divided into two groups, namely the treatment group (left side position) and the control group (half sitting position). The instrument used is a partograph sheet. The results of the study showed that 100% of the 5 respondents were in the left tilt position with a labor time of

Skripsi 2025
Detail
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan St...
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Status gizi pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Limau Purut Kabupaten Padang Pariaman

Novi Wulan Sari, Reni Ramli · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF) memperkirakan, 45,4 juta anak di bawah lima tahun secara global mengalami kekurangan gizi akut (wasting) pada 2020. Munculnya masalah gizi pada anak- anak balita dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling terkait. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Status gizi pada Balita. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan populasi penelitian adalah orang tua balita dan sampel didapat sebanyak 85 orang diambil dengan teknik random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56,5% memiliki pengetahuan yang kurang tentang gizi, 50,6% memiliki pola makan yang tidak normal, 89,4% tidak memiliki riwayat penyakit infeksi, 61,2% memiliki status gizi baik. Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan status gizi dengan p value 0,019 < 0,05. Terdapat hubungan antara pola makan dengan status gizi dengan p value 0,001 < 0,05. Terdapat hubungan antara riwayat penyakit infeksi dengan status gizi dengan p value 0,019 < 0,05. Bagi petugas kesehatan Perlunya memperbanyak media informasi tentang gizi berupa leaflet, booklet serta poster yang dipajang di tempat umum. Penyuluhan-penyuluhan di posyandu lebih diintensifkan lagi dalam hal penyampaian pentingnya gizi seimbang pada balita. Abstract (EN): The United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF) estimates that 45.4 million children under five years globally will experience acute malnutrition (wasting) in 2020. The emergence of nutritional problems in children under five is influenced by many interrelated factors. The aim of the research is to determine factors related to nutritional status in toddlers. The research design used was quantitative with the research population being parents of toddlers and the sample obtained was 85 people taken using random sampling techniques. The results showed that 56.5% had insufficient knowledge about nutrition, 50.6% had abnormal eating patterns, 89.4% had no history of infectious diseases, 61.2% had good nutritional status. There is a relationship between knowledge and nutritional status with a p value of 0.019 < 0.05. There is a relationship between diet and nutritional status with a p value of 0.001 < 0.05. There is a relationship between a history of infectious disease and nutritional status with a p value of 0.019 < 0.05. For health workers, there is a need to increase information media about nutrition in the form of leaflets, booklets and posters displayed in public places. Counseling at posyandu has been further intensified in terms of conveying the importance of balanced nutrition to toddlers.

Skripsi 2025
Detail
Hubungan Pekerjaan, Efek Samping Dan Duk...
Hubungan Pekerjaan, Efek Samping Dan Dukungan Sosial Terhadap Pemberian Imunisasi DPT-HB-Hib 3 di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Pua Kabupaten Agam Tahun 2024

Fitria Komala Sari, Reni Angraini · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Pada saat ini capaian imunisasi DPT-HB-Hib masih belum mencapai target. Berdasarkan laporan Puskesmas Sungai Pua pada tahun 2021 capaian DPT 1 (57,4%), DPT 2 (52,6%) dan DPT 3 (49,7%). Pada tahun 2022 capaian DPT 1 (57,6%), DPT 2 (57,6%) dan DPT 3 (47,4%). Sedangkan pada tahun 2023 capaian DPT 1 (54,6%), DPT 2 (46,0%) dan DPT 3 (46,5%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Pekerjaan, Efek Samping Dan Dukungan Sosial Terhadap Pemberian Imunisasi DPT-HB-Hib 3 di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Pua Kabupaten Agam Tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia 18 bulan – 36 bulan yang berjumlah 202 orang, jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 74 orang dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Data yang digunakan adalah data primer yaitu dengan melakukan wawancara kepada responden, analisis data menggunakan uji chi- square. Hasil uji statistitik terdapat hubungan pekerjaan (p = 0,006 dan OR=1,235), efek samping (p = 0,001 dan OR=5,6) dan dukungan sosial (p = 0,032 dan OR=1,136) dengan pemberian imunisasi DPT-HB-Hib 3 di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Pua Kabupaten Agam Tahun 2024. Kesimpulan dalam penelitian ini ada pekerjaan, efek samping dan dukungan sosial dengan pemberian imunisasi DPT-HB-Hib 3 di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Pua Kabupaten Agam Tahun 2024. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk dapat membantu meningkatkan penyuluhan tentang imunisasi dasar serta mengajak ibu untuk melakukan imunisasi DPT-HB-Hib 3. Abstract (EN): Currently, the coverage of DPT-HB-Hib immunization has not yet reached the target. According to the report from Sungai Pua Health Center in 2021, the coverage for DPT 1 was 57.4%, DPT 2 was 52.6%, and DPT 3 was 49.7%. In 2022, the coverage for DPT 1 was 57.6%, DPT 2 was 57.6%, and DPT 3 was 47.4%. In 2023, the coverage for DPT 1 was 54.6%, DPT 2 was 46.0%, and DPT 3 was 46.5%. The aim of this study was to investigate the relationship between employment, side effects, and social support on the administration of DPT-HB- Hib 3 immunization in the work area of Sungai Pua Health Center, Agam District, in 2024. The research used an analytical design with a cross-sectional approach. The population consisted of all mothers with children aged 18 to 36 months, totaling 202 individuals. The sample size in this study was 74 participants, selected using simple random sampling. The data used were primary data, collected through interviews with respondents. Data analysis was performed using chi-square tests. The results of statistical tests showed a significant relationship between employment (p = 0.006 and OR = 1.235), side effects (p = 0.001 and OR = 5.6), and social support (p = 0.032 and OR = 1.136) with the administration of DPT-HB-Hib 3 immunization in the work area of Sungai Pua Health Center, Agam District, 2024. The conclusion of this study indicates that employment, side effects, and social support are related to the administration of DPT-HB-Hib 3 immunization in the work area of Sungai Pua Health Center, Agam District, 2024. It is recommended that health workers assist in improving education on basic immunization and encourage mothers to have their children receive DPT-HB-Hib 3 immunization.

Skripsi 2025
Detail