Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock
← Kembali
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) Di Wilay...
Buka Dokumen (Google Drive)
Skripsi 2025

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) Di Wilayah Kerja Puskesmas Maninjau Tahun 2024.

Penulis
Widya Mayang Sari
Pembimbing
Novi Wulan Sari
Jenis repository
Skripsi
Tahun
2025
Fakultas
Fakultas Ilmu Kesehatan
Program studi
S1 Kebidanan
Metode penelitian
—
Jenis metode
—
Variabel
—
Sumber dana
—
Lokasi/wilayah penelitian
— (Kabupaten Agam, Sumatera Barat)
Dipublikasikan
03 Februari 2026

Abstrak

Angka kejadian BBLR di Puskesmas Maninjau pada tahun 2021 sebanyak 5,65%, tahun 2022 sebanyak 6,8%, dan tahun 2023 sebanyak 10% dari jumlah bayi baru lahir Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) Di Wilayah Kerja Puskesmas Maninjau Tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan case control. Populasi adalah semua Ibu yang melahirkan bayi yang tercatat dalam data Kohort Ibu dari Bulan Januari 2021 s/d Desember tahun 2023 sebanyak 753. Teknik pengambilan sampel sistematik random sampling dan diolah dan secara komputerisasi. Hasil analias univariat didapatkan 79,8% usia yang tidak beresiko, 55,2% paritas yang tidak beresiko, 91,8% jarak kehamilan yang tidak beresiko, 80,3% tidak KEK, 88,5% tidak anemia, 79,2% sampel melahirkan dengan usia kehamilan yang aterm, 83,1% tidak memiliki komplikasi kehamilan, 81,4% terpapar asap rokok, 67,7% tidak BBLR. Hasil analisa bivariat didapatkan terdapat hubungan usia ibu ( p 0,004 dan OR 2,269), jarak kehamilan ( p 0,045 dan OR 3,346), LiLA (p 0,0001 dan OR 4,352), kadar Hb ( p 0,001 dan OR 4,894), usia kehamilan (p 0,0001 dan OR 186,542), komplikasi kehamilan ( p 0,0001 dan OR 13,426) dan paparan asap rokok (p 0,019 dan OR 3,492) dengan kejadian BBLR. Dapat disimpulkan bahwa usia ibu, jarak kehamilan, LiLA, kadar Hb, usia kehamilan, komplikasi kehamilan dan paparan asap rokok memiliki pengaruh besar terhadap kejadian BBLR di Wilayah Kerja Puskesmas Maninjau. Untuk itu disarankan kepada petugas puskesmas Maninjau agar dapat memberikan upaya preventif yang optimal dalam penanganan bayi berat lahir rendah (BBLR). Abstract (EN): The incidence of Low Birth Weight (LBW) at Maninjau Health Center in 2021 was 5.65%, in 2022 it was 6.8%, and in 2023 it was 10% of the total number of newborns. This study aims to identify the factors that influence the incidence of Low Birth Weight (LBW) in the working area of Maninjau Community Health Center in 2024. The research type used is quantitative with a case-control approach. The population consists of all mothers who gave birth to babies recorded in the Cohort Mother data from January 2021 to December 2023, totaling 753. The sampling technique used was systematic random sampling and the data was processed using computerized methods. The results of the univariate analysis showed that 79.8% of the mothers were at low risk for age, 55.2% had non-risk parity, 91.8% had a non-risk pregnancy interval, 80.3% did not have Chronic Energy Deficiency (KEK), 88.5% were not anemic, 79.2% of the samples gave birth at full-term, 83.1% did not have pregnancy complications, 81.4% were exposed to cigarette smoke, and 67.7% did not have LBW. The results of the bivariate analysis showed significant relationships between maternal age (p 0.004, OR 2.269), pregnancy interval (p 0.045, OR 3.346), Upper Arm Circumference (LiLA) (p 0.0001, OR 4.352), hemoglobin level (p 0.001, OR 4.894), gestational age (p 0.0001, OR 186.542), pregnancy complications (p 0.0001, OR 13.426), and exposure to cigarette smoke (p 0.019, OR 3.492) with the incidence of LBW. It can be concluded that maternal age, pregnancy interval, LiLA, hemoglobin level, gestational age, pregnancy complications, and exposure to cigarette smoke significantly influence the occurrence of LBW in the working area of Maninjau Health Center. It is recommended that health workers at Maninjau Health Center provide optimal preventive efforts in handling Low Birth Weight (LBW) babies.

Kata Kunci

asap rokok bblr jarak kehamilan usia ibu usia kehamilan