Adriani, Vinci Renza Zahira · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan
Daftar Repository
8825 dokumen ditemukan
Putri Susanti, Detty Afdriyanti · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan
Pemberdayaan adalah sebuah proses dan tujuan, dimana proses, pemberdayaan adalah serangkaian kegiatan untuk memperkuat kekuasaan atau keberdayaan kader. Berdasarkan data yang didapatkan dari Puskesmas Kampung Dalam, diketahui bahwa, pada tahun 2022 jumlah keseluruhan ibu hamil yang mengalami anemia sebanyak 43 orang, sedangkan pada tahun 2023 ibu hamil yang mengalami anemia terjadi peningkatan yaitu sebanyak 49 orang, dan pada tahun 2024 jumlah keseluruhan ibu hamil yang mengalami anemia terhitung dari bulan Januari sampai Juli sebanyak 26 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan kader posyandu terhadap pengetahuan anemia dalam kehamilan. Jenis penelitian ini yaitu eksperimen research dan desain penelitian ini adalah pra eksperiment pre test dan post test menggunakan rancangan one group pre test post test. Populasi pada penelitian ini adalah kader yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Dalam Tahun 2024 yaitu sebanyak 75 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 42 orang, cara pengambilan sampel yang digunakan peneliti adalah teknik nonprobility, purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan rata-rata pengetahuan kader posyandu sebelum pemberdayaan diperoleh hasil yaitu rata-rata sebanyak 8.79 dan rata-rata pengetahuan kader posyandu setelah pemberdayaan diperoleh hasil yaitu rata-rata sebanyak 12.26 dengan Hasil P Value = 0.000 < 0,05, menunjukan bahwa pengetahuan kader posyandu tentang anemia dalam kehamilan yang di lakukan pemberdayaan berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan. Berdasarkan hasil diatas dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberdayaan kader posyandu terhadap pengetahuan tentang anemia dalam kehamilan. Disarankan untuk peneliti selanjutnya untuk menambah luas penelitian serta menambah waktu penelitian sehingga akan diperoleh hasil penelitian yang lebih akurat. Abstract (EN): Empowerment is both a process and a goal, where the process involves a series of activities to strengthen the power or capability of the cadres. Based on data from the Kampung Dalam Health Center, it was found that in 2022, a total of 43 pregnant women experienced anemia. In 2023, this number increased to 49, and from January to July 2024, the total number of pregnant women experiencing anemia was 26. The aim of this study is to examine the influence of Posyandu cadre empowerment on knowledge about anemia during pregnancy. This research is an experimental study, with a pre-experimental design using a one-group pre- test post-test approach. The population for this study is the cadres in the working area of Kampung Dalam Health Center in 2024, totaling 75 individuals. The sample size is 42, and the sampling method used is nonprobability purposive sampling. The results show that the average knowledge of Posyandu cadres before empowerment was 8.79, while the average knowledge after empowerment increased to 12.26. With a P value of 0.000 < 0.05, it indicates that the empowerment of Posyandu cadres significantly influenced the improvement in their knowledge about anemia during pregnancy. Based on these results, it can be concluded that there is an effect of Posyandu cadre empowerment on knowledge about anemia in pregnancy. It is recommended that future researchers extend the scope and duration of the study to obtain more accurate results.
VIsti Delvina, Ummu Kalsum · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan
Menurut World Organization Health (2023), angka pemberian ASI eksklusif di dunia menunjukkan angka 38%. Penyebab rendahnya cakupan ASI Eksklusif atau pemberian ASI ini adalah karena produksi ASI tidak lancar yang diakibatkan oleh asupan nutrisi ibu yang kurang. Upaya dalam meningkatkan produksi ASI yaitu dengan mengkonsumsi sari kacang hijau. Tujuan penelitian untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Sari Kacang Hijau Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Silaping Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2024. Jenis penelitian Quasi Experiment dengan desain One Group pre-posttest. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus s/d Desember tahun 2024 di Wilayah Kerja Puskesmas Silaping. Populasi penelitian ini seluruh ibu nifas yang berjumlah 30 orang. Jumlah sampel sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel secara total sampling. Hasil penelitian didapatkan Rata-rata produksi ASI sebelum diberikan sari kacang hijau yaitu 7,2 dan sesudah diberikan sari kacang hijau yaitu 12,2. Ada Pengaruh Pemberian Sari Kacang Hijau Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Nifas (Pvalue 0,000). Kesimpulan terdapat Pengaruh Pemberian Sari Kacang Hijau Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Nifas di Wilayaj Kerja Puskesmas Silaping. Diharapkan kepada ibu nifas untuk dapat mengkonsumsi sari kacang hijau setiap hari agar produksi ASI semakin lancar dan kebutuhan bayi terpenuhi. Abstract (EN): According to the World Health Organization (2023), the global rate of exclusive breastfeeding is 38%. The main cause of low exclusive breastfeeding rates is the insufficient production of breast milk, which is due to inadequate maternal nutrition intake. One way to increase breast milk production is by consuming green bean extract. The objective of this study is to examine the effect of green bean extract on breast milk production in postpartum mothers in the working area of Silaping Community Health Center, West Pasaman Regency, in 2024. This research uses a Quasi-Experimental method with a One Group pre-posttest design. The study was conducted from August to December 2024 in the working area of Silaping Community Health Center. The population of this study consisted of 30 postpartum mothers. A total sample of 30 participants was taken using total sampling. The results showed that the average breast milk production before receiving green bean extract was 7.2, and after receiving the extract, it increased to 12.2. There is a significant effect of green bean extract on breast milk production in postpartum mothers (P-value 0.000). In conclusion, the study found that green bean extract has an effect on breast milk production in postpartum mothers in the working area of Silaping Health Center. It is recommended that postpartum mothers consume green bean extract daily to enhance breast milk production and meet the baby’s nutritional needs.
Indreswati, Puti Sovena Elvis · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan
Persalinan adalah suatu proses fisiologis yang seringkali diiringi dengan risiko komplikasi, salah satunya adalah ruptur perinium. Ruptur perinium merupakan robekan yang terjadi pada jaringan antara vagina dan anus yang disebabkan oleh tekanan saat proses persalinan. Berdasarkan hasil data Laporan program KIA Puskesmas Palembayan bulan Januari-Juli tahun 2024, bahwa dari 31 orang ibu bersalin, 23 orang diantaranya mengalami ruptur perinium saat bersalin, baik dalam derajat I, II, III, dan IV, yang artinya 74 % ibu bersalin mengalami ruptur perinium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat perinium pada ibu bersalin primigravida terhadap kejadian ruptur perinium saat persalinan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan metode penelitian menggunakan desain posstest only control group desain, data dianalisis dengan analisa univariat dan bivariat. Analisa univariat disajikan dalam bentuk uji statistic deskriptif dan analisa bivariat dengan uji chi-square dengan pengolahan data menggunakan komputerisasi. Sampel penelitian ini adalah ibu hamil primigravida dengan usia kehamilan >36 minggu berjumlah 30 orang yang terdiri dari 15 orang kelompok kontrol dan 15 orang kelompok intervensi, dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuiesioner dan lembar checklist. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September hingga November Tahun 2024. Hasil penelitian ini adalah adanya pengaruh pijat perinium pada kejadian ruptur perinium pada ibu bersalin primigravida dengan P value = 0.03 yang artinya nilai Pvalue < α=0.05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pijat perinium yang dilakukan pada ibu hamil primigravida terbukti berpengaruh pada kejadian ruptur perinium pada saat proses persalinan. Abstract (EN): Childbirth is a physiological process that is often accompanied by the risk of complications, one of which is perineal rupture. Perineal rupture is a tear occurring in the tissue between the vagina and anus caused by pressure during childbirth. Based on data from the Maternal and Child Health (MCH) Program Report of Palembayan Community Health Center for January– July 2024, among 31 mothers giving birth, 23 experienced perineal rupture to varying degrees (I, II, III, and IV), accounting for 74% of the cases. The aim of this study is to determine the effect of perineal massage on the incidence of perineal rupture in primigravida mothers during childbirth. This experimental research uses a posttest- only control group design. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis. Univariate analysis is presented in descriptive statistical tests, while bivariate analysis was conducted using the chi-square test with computerized data processing. The research sample consisted of 30 primigravida pregnant women with gestational age ≥36 weeks, divided into 15 participants in the control group and 15 in the intervention group, selected using a total sampling technique. The research instruments included questionnaires and checklist sheets. The study was conducted from September to November 2024. The results showed that perineal massage influenced the incidence of perineal rupture in primigravida mothers, with a P-value = 0.03, which is less than the significance level of α = 0.05. The conclusion of this study is that perineal massage performed on primigravida mothers significantly affects the incidence of perineal rupture during childbirth.
VIsti Delvina, Puti Anisa · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan
Menurut WHO (2021) kejadian anemia pada ibu postpartum sebesar 56%. Upaya pencegahan anemia pada masa nifas yaitu mengkonsumsi tablet Fe dan buah-buahan, seperti buah kurma. Tujuan penelitian untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Tablet Fe Dan Jus Kurma Terhadap Kadar Hemoglobin Ibu Nifas Dengan Anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Silaping Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2024. Jenis penelitian Quasi Experiment dengan desain Two Group pre- posttest. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus s/d Desember tahun 2024 di Wilayah Kerja Puskesmas Silaping. Populasi penelitian seluruh Ibu Nifas yang berjumlah 115 orang. Jumlah sampel 50 orang. Teknik pengambilan sampel secara Purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan Rata-rata Kadar Hemoglobin Ibu Nifas Sebelum Pemberian Tablet Fe yaitu 11,1 gr/dL dan sesudah 12,1 gr/dL. Rata-rata Kadar Hemoglobin Ibu Nifas Sebelum Pemberian Jus Kurma yaitu 11,2 gr/dL dan sesudah 14,1 gr/dL.Ada Pengaruh Pemberian Tablet Fe Dan Jus Kurma Terhadap Kadar Hemoglobin Ibu Nifas (Pvalue 0,000). Kesimpulan terdapat Pengaruh Pemberian Tablet Fe Dan Jus Kurma Terhadap Kadar Hemoglobin Ibu Nifas Dengan Anemi. Diharapkan kepada ibu nifas untuk dapat mengkonsumsi tablet Fe selama masa nifas sesuai dengan anjuran petugas kesehatan dan mengkonsumsi jus kurma untuk mempercepat peningkatkan kadar hemoglobin ibu nifas dengan anemia. Abstract (EN): According to WHO (2021), the incidence of anemia in postpartum mothers is 56%. Efforts to prevent anemia during the postpartum period include consuming Fe tablets and fruits, such as dates. The aim of this study is to determine the effect of Fe tablet and date juice administration on the hemoglobin levels of postpartum mothers with anemia in the work area of Silaping Health Center, West Pasaman Regency, in 2024. This research is a Quasi-Experiment with a Two-Group Pre- Posttest design. The study was conducted from August to December 2024 in the work area of Silaping Community Health Center. The population consisted of all postpartum mothers, totaling 115 individuals. The sample size was 50 individuals, selected using purposive sampling. The results of the study showed that the average hemoglobin level of postpartum mothers before receiving Fe tablets was 11.1 g/dL and after was 12.1 g/dL. The average hemoglobin level of postpartum mothers before receiving date juice was 11.2 g/dL and after was 14.1 g/dL. There was a significant effect of Fe tablet and date juice administration on the hemoglobin levels of postpartum mothers (P-value 0.000). The conclusion of this study is that there is an effect of Fe tablet and date juice administration on the hemoglobin levels of postpartum mothers with anemia. It is recommended that postpartum mothers consume Fe tablets during the postpartum period according to health workers' recommendations and consume date juice to accelerate the increase of hemoglobin levels in postpartum mothers with anemia.
Puji Lestari, Ainal Maardiah · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan
Remaja putri yang menderita anemia dapat berisiko terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan sel ataupun gangguan perilaku dan emosional. Kacang merah baik untuk mencegah anemia dengan kandungan zat besi, seng dan tembaga bermanfaat untuk membantu perkembangan sel darah merah, enzim, dan tulang. Berdasarkan data kesehatan Kabupaten Dharmasraya tahun 2024. Anemia remaja yang teringgi yaitu Puskesmas Sungai Rumbai ada 108 orang. Tujuan penelitian melihat pengaruh konsumsi puding kacang merah (vigna angularis) terhadap kadar hemoglobin (HB) siswi di SMP N 1 Sungai Rumbai Kabupaten Dharmasraya Tahun 2024. Jenis penelitian adalah one grup dengan pretest – posttest group design. Populasi penelitian ini adalah siswi kelas VII berjumlah 114 orang yang di periksa dan yang mengalami anemia ringan di SMPN 1 Sungai Rumbai berjumlah 37 siswi. Sampel dengan total sampling yang anemia ringan yaitu 37 siswi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi. Analisa data diolah dengan dengan univariat dan bivariate menggunakan uji paired sample T-test. Hasil penelitian didapatkan rata-rata kadar Hb siswi sebelum pemberian pudding kacang merah adalah 10,59 g/dl dengan standar deviasi 0,48. Sedangkan rata-rata kadar Hb siswi sesudah pemberian pudding kacang merah adalah 12,81 g/dl dengan standar deviasi 0,93. Analisa bivariate diperoleh, ada perbedaan kadar Hb sebelum dan sesudah diberikan puding kacang merah pada siswi SMPN 1 Sungai Rumbai (p = 0,000). Disimpulkan bahwa ada pengaruh puding kacang merah terhadap kadar Hb siswi SMPN 1 Sungai Rumbai.Diharapkan kepada siswi untuk mengkonsumsi makanan sehat dan mengandung gizi yang baik seperti puding kacang merah agar dapat meningkatkan kadar Hb dan mencegah anemia pada remaja. Abstract (EN): Young women who suffer from anemia can be at risk of cell growth and development or behavioral and emotional disorders. Red beans are good for preventing anemia because they contain iron, zinc and copper which are useful for helping the development of red blood cells, enzymes and bones. Based on health data from Dharmasraya Regency in 2024, the highest incidence of adolescent anemia is at the Sungai Rumbai Community Health Center, with 108 people. The aim of the research was to look at the effect of consuming red bean pudding (vigna angularis) on female students' hemoglobin (HB) levels at SMP N 1 Sungai Rumbai, Dharmasraya Regency in 2024. The type of research was one group with a pretest - posttest group design. The population of this study was 114 class VII female students who were examined and 37 female students experienced mild anemia at SMPN 1 Sungai Rumbai. The total sample with mild anemia was 37 female students. Data collection was carried out by observation. Data analysis was processed using univariate and bivariate using the paired sample T-test. The research results showed that the average Hb level of female students before giving red bean pudding was 10.59 g/dl with a standard deviation of 0.48. Meanwhile, the average Hb level of female students after being given red bean pudding was 12.81 g/dl with a standard deviation of 0.93. Bivariate analysis showed that there was a difference in Hb levels before and after being given red bean pudding to female students at SMPN 1 Sungai Rumbai (p = 0.000). It was concluded that there is an influence of red bean pudding on the Hb levels of female students at SMPN 1 Sungai Rumbai. It is hoped that female students will consume healthy foods that contain good nutrition such as red bean pudding in order to increase Hb levels and prevent anemia in adolescents.
Nurhayati, Nurdin, Zulhelma Yetti · 2025 · Tesis · Fakultas Ilmu Kesehatan, S2 Kesehatan Masyarakat
Salah satu langkah prioritas Kementerian Kesehatan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat TBC adalah dengan penemuan kasus dengan strategi secara pasif, aktif intensif dan masif. Estimasi kasus TBC di Indonesia pada tahun 2025 mencapai 1.090.000 kasus, dengan target deteksi 90% sementara Puskesmas Malalak adalah salah satu puskesmas di Kabupaten Agam dengan capaian penemuan kasus tuberkulosis sampai Agustus 2025 sebesar 6,8%. Ketidaktercapaian pelaksanaan penemuan kasus TBC dipengaruhi oleh input dan proses pelaksanaan program. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan penemuan kasus Tuberkulosis di Puskesmas Malalak tahun 2025. Jenis penelitian ini kualitatif dengan menggunakan wawancara mendalam. Informan dalam penelitian ini adalah informan yang berjumlah 15 orang dengan teknik pengambilan informan purposive sampling dengan instrument pedoman wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu penyajian data berdasarkan triangulasi data. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 4 sampai 15 Agustus 2025. Hasil penelitian didapatkan komponen input: kebijakan mengacu kepada Perpres nomor 67 tahun 2021, SDM masih kurang karena adanya rangkap jabatan, dana bersumber dari dana BLUD dan BOK, sarana prasarana sudah ada namun untuk pemeriksaan sputum kita mengirim ke Puskesmas yang ada TCM. Komponen proses: pelaksanaan, penemuan kasus TBC lebih banyak secara pasif daripada aktif dan adanya pot sputum yang tidak kembali ke petugas dari terduga TBC, dan monitoring dan evaluasi sudah berjalan dengan baik. Komponen output: capaian penemuan kasus TBC masih rendah (6,8%). Kesimpulan bahwa capaian penemuan kasus TBC di Puskesmas Malalak belum mencapai target Nasional 70 %. Diharapkan puskesmas dapat memaksimalkan kegiatan penemuan kasus secara aktif dengan pemberdayaan kader wilayah melalui kegiatan skrining intensif ke masyarakat. Abstract (EN): One of the Ministry of Health's priority steps to reduce morbidity and mortality due to TB is through case detection with passive, active, intensive, and massive strategies. The estimated number of TB cases in Indonesia in 2025 reached 1,090,000 cases, with a detection target of 90% while the Malalak Community Health Center is one of the community health centers in Agam Regency with a tuberculosis case detection achievement until August 2025 of 6.8%. The failure to achieve TB case detection is influenced by input and program implementation processes. The purpose of this study is to describe and analyze the implementation of Tuberculosis case detection at the Malalak Community Health Center in 2025. This type of research is qualitative using in-depth interviews. Informants in this study were 15 informants with a purposive sampling technique with interview guide instruments and documentation. Data analysis used is data presentation based on data triangulation. This research was conducted from August 4 to 15, 2025. The results of the research obtained input components: policies refer to Presidential Decree number 67 of 2021, human resources for implementation are still lacking, funds are sourced from the APBN, APBD and BOK, infrastructure is inadequate. Process components: implementation, TB case detection and monitoring but still has obstacles and evaluation are already underway. Output components: the results of the implementation of TB case detection in achievement (6.8%) have not met the national target. The conclusion is that lack of public understanding of TB so that the achievement of TB case detection is still low (6.8%). Community health centers are expected to maximize active case detection by empowering regional cadres through intensive community screening.
Vitria Meilinda, Prima Yunita · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan
Masalah yang masih tinggi saat ini dalam kehamilan yaitu masalah anemia. Berdasarkan data Dinas Kabupaten Lima Puluh Kota pada tahun 2022 dari 7.847 jumlah ibu hamil terdapat 1.362 orang (17,35%) ibu hamil yang mengalami anemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Dua Katrol (Edukasi Anemia Dan Penggunaan Kartu Kontrol Minum Tablet Tambah Darah) Melalui Leaflet Dan Buku KIA Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil. Jenis penelitian ini yaitu pre eksperimen dengan desain pretest and posttest one group design. Penelitian ini telah dilaksanakan diwilayah kerja Puskesmas Pakan Rabaa pada bulan Oktober - November 2024. Populasi pada penelitian ini yaitu semua ibu hamil trimester pertama di wilayah kerja Puskesmas Pakan Rabaa dari bulan Mei sampai Juli yang berjumlah 120 orang dengan jumlah sampel 32 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Setelah data terkumpul data dianalisa secara univariat dan bivariate dengan menggunakan uji t test paired. Hasil penelitian didapatkan Rata - rata pengetahuan ibu hamil sebelum dilakukan edukasi tentang anemia dan penggunaan kartu kontrol minum tablet tambah darah (TTD) adalah 14,78 dengan standar deviasi 2,802 dan sesudah adalah 25,44 dengan standar deviasi 2,961. Hasil uji statistik terdapat Pengaruh Pemberian Dua Katrol dengan nilai p value 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan terdapat Pengaruh Pemberian Dua Katrol Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk dapat memberikan pendidikan kesehatan secara rutin untuk meningkat pengetahuan ibu tentang anemia dan penggunaan kartu kontrol minum tablet tambah darah. Abstract (EN): One of the prominent issues in pregnancy is anemia. According to data from the Health Department of Lima Puluh Kota Regency in 2022, out of 7,847 pregnant women, 1,362 (17.35%) were reported to have anemia. This study aims to investigate the effect of the "Dua Katrol" intervention (Anemia Education and the Use of Iron Tablet Intake Control Cards) through leaflets and MCH books on pregnant women's knowledge.This study is a pre-experimental research using a pretest-posttest one-group design. It was conducted in the working area of Pakan Rabaa Health Center from October to November 2024. The population comprised all first-trimester pregnant women in the working area of Pakan Rabaa Health Center from May to July, totaling 120 women, with a sample size of 32 selected using purposive sampling. The data were analyzed using univariate and bivariate methods with a paired t-test.The results showed that the average knowledge score of pregnant women before receiving anemia education and the use of the iron tablet intake control card was 14.78 (standard deviation: 2.802), which increased to 25.44 (standard deviation: 2.961) after the intervention. Statistical analysis revealed a significant effect of the "Dua Katrol" intervention, with a p-value of 0.000 (p < 0.05). The conclusion is that the "Dua Katrol" intervention significantly improves pregnant women's knowledge. It is recommended for healthcare providers to routinely provide health education to enhance pregnant women’s understanding of anemia and the use of iron tablet intake control cards.
Oktavianis, Nurdin, Yunia Refica · 2025 · Tesis · Fakultas Ilmu Kesehatan, S2 Kesehatan Masyarakat
Di Indonesia, kanker serviks menempati urutan ketiga sebagai kasus kanker yang banyak terjadi. Di Sumatera Barat terdapat 61 perempuan mengidap kanker serviks dan 358 orang dinyatakan positif IVA .Tujuan penelitian untuk mengetahui Analisis Faktor- faktor yang mempengaruhi Wanita usia subur (WUS) melakukan pemeriksaan IVA di Kota Pariaman tahun 2025. Jenis penelitian ini bersifat mix- metod dilakukan pada Juli-Agustus 2025. Populasi dalam penelitian ini WUS di Kota Pariaman, jumlah sampel 374 orang. Teknik pengambilan sampel dengan Teknik cluster sampling. Teknik pengolahan datanya yaitu editing, coding, entry, cleaning, tabulating dan data analisis dengan univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan terdapat 245 orang (65,5%) WUS yang pengetahuannya rendah, lebih dari separoh 53,5% suami yang tidak mendukung WUS untuk melakukan pemeriksaan IVA. 65% WUS yang tidak mendapatkan informasi tentang IVA. 35,8 % peran petugas Kesehatan rendah dalam pemeriksaan IVA. Dan 51,9 % sosial budaya mengenai IVA kurang baik. Hasil uji statistic tidak ada hubungan antara Tingkat pengetahuan dan peran petugas Kesehatan dengan pemeriksaan IVA. Hasil uji statistic ada hubungan dukungan suami, sumber informasi, peran petugas Kesehatan dan sosial budaya dengan pemeriksaan IVA. Kesimpulan adalah adanya hubungan, p-value Dukungan Suami: 0,00, p-value sumber informasi/media: 0,00, p value sosial budaya 0,008) dan yang tidak berhubungan (p-value tingkat pengetahuan: 0,89 dan p-value peran petugas kesehatan: 0,084). Kebijakan pelaksanaan pemeriksaan IVA di Kota Pariaman telah didukung sumber daya manusia yang cukup memadai walaupun masih diperlukan SDM lagi jika ada pencapaian pemeriksaan IVA, sarana dan prasarana, dana cukup memadai. Capaian program masih belum mencapai target.Untuk itu disarankan kepada petugas Kesehatan untuk meningkatkan pemberian informasi/penyuluhan lebih mendalam kepada WUS bahwa pentingnya pemeriksaan IVA agar Masyarakat/pemerintah bisa mendeteksi sejak dini kanker leher Rahim. Abstract (EN): In Indonesia, cervical cancer ranks third as the most common cancer case. In West Sumatra, 61 women were diagnosed with cervical cancer and 358 tested positive for IVA. The purpose of this study was to analyze the factors influencing women of childbearing age (WUS) to undergo IVA screening in Pariaman City in 2025. This type of research is a mixed- method study conducted in July-August 2025. The population in this study was WUS in Pariaman City with a sample size of 374 people. The sampling technique used was cluster sampling. The data processing techniques were editing, coding, entry, cleaning, tabulating, and data analysis with univariate and bivariate methods. The results of the study showed that there were 245 people (65.5%) WUS who had low knowledge, more than half of 53.5% of husbands did not support WUS to do IVA examination. 65% of WUS did not receive information about IVA. 35,8% of the role of health workers was high in VIA examination. And 51.9% of socio- cultural aspects regarding IVA were poor. The results of statistical tests showed no relationship between the level of knowledge and the role of health workers with IVA examination. The results of statistical tests showed a relationship between husband's support, information sources, the role of health workers and socio-cultural aspects with IVA examination. The conclusion is that there are factors related to WUS in conducting IVA examinations, namely (p-value Husband's Support: 0.00, p-value information/media sources: 0.00, socio-cultural p- value 0.008) and those that are not related (p-value knowledge level: 0.89 and p-value role of health workers: 0.084). Therefore, it is recommended to health workers to increase the provision of more in-depth information/counseling to WUS about the importance of IVA examinations so that the community/government can detect cervical cancer early.
Oktavianis, Efriza, Yolla Wirpiani · 2025 · Tesis · Fakultas Ilmu Kesehatan, S2 Kesehatan Masyarakat
Masa remaja merupakan periode transisi yang rentan terhadap berbagai masalah, termasuk kecanduan rokok. Proporsi perokok lebih tinggi pada remaja berusia ≤ 15 tahun. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku merokok pada remaja di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Koto Alam. Metode yang digunakan adalah Mixed Method Research dengan desain kuantitatif cross sectional dan kualitatif explanatory sequential. Sampel kuantitatif berjumlah 300 siswa dari populasi 838 siswa menggunakan stratified random sampling, sedangkan data kualitatif diperoleh dari 10 informan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian, siswa merokok 157 orang (52,2%), pengetahuan kurang 186 orang (61,8%), sikap negatif 115 orang (38,2%), terpengaruh orang tua 72 orang (23,9%), terpengaruh teman sebaya 154 orang (51,2%), terpengaruh iklan 152 orang (50,5%), peran tenaga kesehatan kurang baik 141 orang (46,8%). Tidak ada hubungan pengetahuan (p- value 0,353) dan perilaku merokok teman sebaya (p-value 0.908) dengan perilaku merokok remaja, ada hubungan sikap dengan perilaku merokok remaja (p- value 0,000), perilaku merokok orang tua dengan perilaku merokok remaja (p-value 0,003), pengaruh iklan dengan perilaku merokok remaja (p-value 0,000), peran tenaga kesehatan (p-value 0,021) dengan perilaku merokok remaja. Variabel yang paling berpengaruh adalah pengaruh iklan rokok (OR=26,97). Perilaku merokok remaja disebabkan oleh lemahnya regulasi, mudahnya akses rokok, ketersediaan sumber daya yang tidak efektif dan efisien, rendahnya komitmen diri sendiri untuk tidak merokok, pengaruh orang tua dan lingkungan, dan tidak adanya sanksi tegas bagi remaja yang merokok. Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi, keterlibatan keluarga, dan intervensi khusus untuk mengatasi kecanduan, sehingga perilaku merokok remaja dapat ditekan secara efektif. Abstract (EN): Adolescence is a transitional period that is highly vulnerable to various problems, including tobacco addiction. The proportion of smokers is higher among adolescents aged ≤15 years. This study aimed to analyze the factors influencing smoking behavior among adolescents in the working area of UPTD Koto Alam Public Health Center. A Mixed Method Research was applied, using a quantitative cross-sectional design and a qualitative explanatory sequential design. The quantitative sample consisted of 300 students selected from a population of 838 students using stratified random sampling, while the qualitative data were obtained from 10 informants through interviews, observations, and document reviews. The results showed that 157 students (52.2%) smoked; 186 students (61.8%) had low knowledge; 115 students (38.2%) had negative attitudes; 72 students (23.9%) were influenced by parents; 154 students (51.2%) by peers; 152 students (50.5%) by advertisements; and 141 students (46.8%) reported poor health worker involvement. There was no significant relationship between knowledge (p=0.353) or peer smoking behavior (p=0.908) with adolescent smoking behavior. However, there was a significant relationship between attitude (p=0.000), parental smoking behavior (p=0.003), cigarette advertising (p=0.000), and health worker involvement (p=0.021) with adolescent smoking behavior. The most influential factor was cigarette advertising (OR=26.97). Adolescent smoking behavior is driven by weak regulations, easy access to cigarettes, ineffective and inefficient resource availability, low self-commitment to avoid smoking, parental and environmental influence, and the absence of strict sanctions for underage smoking. This study recommends strengthening regulations, enhancing family involvement, and implementing targeted interventions to address addiction, thereby effectively reducing adolescent smoking behavior.
Adriani, Pitri Yohana · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan
Emesis Gravidarum pada umumnya dialami oleh ibu Primigravida sebanyak 60- 80%, dan multigravida sebanyak 40-60%. China.Tujuan penelitian mengetahui Pengaruh Pemberian Rebusan Jahe Madu Terhadap Frekuensi Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I di Praktek Dr. Yulia, Sp.OG Kota Sungai Penuh Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pre eksperimen yaitu penelitian yang dilakukan one grup pre and post-test design,.Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester I yang mengalami mual dan muntah pada bulan Februari sebanyak 15 orang. Cara pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Total Sampling yaitu keseluruhan populasi dijadikan sampel penelitian sampel sebnayak 15 orang ibu hamil . Penelitian ini bulan Februari 2025 .Analisa bivariat dengan uji Wilcoxon test. Hasil penelitian rata-rata emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I sebelum diberikan Rebusan Jahe Madu adalah nilai Mean 8,20 SD 2,859 dengan nilai minimum 4 dan nilai maksimum 15dan rata-rata emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I setelah diberikan Rebusan Jahe Madu adalah nilai Mean 4,80, SD 1,568 dengan nilai minimum 3 dan nilai maksimum 8 hasil analisa statistic Wilcoxon Signed Ranks Test.diperoleh p-value 0,001 < 0,05. Dapat di simpulkan bahwa Pengaruh Pemberian Rebusan Jahe Madu Terhadap Frekuensi Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I di Praktek Dr. Yulia, Sp.OG Kota Sungai Penuh Tahun 2025. Saran kepada diharapkan dapat menambah wawasan bahwa rebusan jahe dapat mengurangi emes gravidarum. Abstract (EN): Emesis Gravidarum is generally experienced by Primigravida mothers as much as 60-80%, and multigravida as much as 40-60%. China. The purpose of the study was to determine the Effect of Giving Ginger Honey Decoction on the Frequency of Emesis Gravidarum in Pregnant Women in the First Trimester at the Practice of Dr. Yulia, Sp.OG, Sungai Penuh City in 2025. This study used a pre-experiment, namely a study conducted by one group pre and post-test design. The population in this study were all pregnant women in the first trimester who experienced nausea and vomiting in February as many as 15 people. The sampling method in this study was Total Sampling, namely the entire population was used as a sample of 15 pregnant women. This study was in February 2025. Bivariate analysis with the Wilcoxon test. The results of the study on the average emesis gravidarum in pregnant women in the first trimester before being given Ginger Honey Decoction were a Mean value of 8.20 SD 2.859 with a minimum value of 4 and a maximum value of 15 and the average emesis gravidarum in pregnant women in the first trimester after being given Ginger Honey Decoction was a Mean value of 4.80, SD 1.568 with a minimum value of 3 and a maximum value of 8. The results of the Wilcoxon Signed Ranks Test statistical analysis obtained a p-value of 0.001
Nurhayati, Evi Hasnita, Yet Widiawati · 2025 · Tesis · Fakultas Ilmu Kesehatan, S2 Kesehatan Masyarakat
Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat serius di tingkat global maupun nasional, khususnya di negara berkembang termasuk Indonesia. Di Indonesia, prevalensi stunting tahun 2024 tercatat sebesar 19,8%, masih jauh dari target RPJMN 2020–2024 sebesar 14%. Provinsi Bengkulu termasuk wilayah dengan prevalensi cukup tinggi, salah satunya di Kabupaten Mukomuko. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kejadian ttunting dan evaluasi program BKKBN dalam Pencegahan Stunting di Kecamatan Air Manjuto Kabupaten Mukomuko Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain studi mix-methode dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pada bagian kuantitatif, digunakan desain studi cross sectional yang dilakukan pada bulan Mei-Agustus 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 120 balita (total sampling). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan cara wawancara. Analisis data secara univariat, biavriat menggunakan uji chi-square dan multivariat menggunakan regresi logistik. Analisis kualitatif dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting sebesar 21,7%. Faktor yang berhubungan dengan stunting yaitu pengetahuan ibu (p=0,046), pemberian ASI eksklusif (p=0,017), berat lahir anak (p=0,009), dan pendapatan keluarga (p Abstract (EN): Stunting remains a serious public health problem both globally and nationally, particularly in developing countries, including Indonesia. In Indonesia, the prevalence of stunting in 2024 was recorded at 19.8%, still far from the 2020–2024 RPJMN target of 14%. Bengkulu Province is among the areas with a relatively high prevalence, including Mukomuko Regency. Air Manjuto District is one of the priority intervention areas, making it crucial to conduct research to identify the determinants of stunting incidence. This study aims to analyze the determinants of stunting incidence and evaluate the National Population and Family Planning Board (BKKBN) program for stunting prevention in Air Manjuto District, Mukomuko Regency, in 2025. This study employed a mixed-methods study design with both quantitative and qualitative approaches. The quantitative part employed a cross-sectional study design conducted from May to August 2025, with a total sample size of 120 toddlers (total sampling). Data were collected using a questionnaire and interviews. Data were analyzed univariately, bivariately using the chi-square test, and multivariately using logistic regression. Qualitative analysis was conducted through triangulation of sources and techniques. The results showed a stunting prevalence of 21.7%. Factors associated with stunting included maternal knowledge (p=0.046), exclusive breastfeeding (p=0.017), child birth weight (p=0.009), and family income (p