Analisis Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Merokok Pada Remaja di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Koto Alam Kabupaten Agam Tahun 2025.
- Penulis
- Yolla Wirpiani
- Pembimbing
- Oktavianis; Efriza
- Jenis repository
- Tesis
- Tahun
- 2025
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S2 Kesehatan Masyarakat
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- — (Kabupaten Agam, Sumatera Barat)
- Dipublikasikan
- 03 Februari 2026
Abstrak
Masa remaja merupakan periode transisi yang rentan terhadap berbagai masalah, termasuk kecanduan rokok. Proporsi perokok lebih tinggi pada remaja berusia ≤ 15 tahun. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku merokok pada remaja di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Koto Alam. Metode yang digunakan adalah Mixed Method Research dengan desain kuantitatif cross sectional dan kualitatif explanatory sequential. Sampel kuantitatif berjumlah 300 siswa dari populasi 838 siswa menggunakan stratified random sampling, sedangkan data kualitatif diperoleh dari 10 informan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian, siswa merokok 157 orang (52,2%), pengetahuan kurang 186 orang (61,8%), sikap negatif 115 orang (38,2%), terpengaruh orang tua 72 orang (23,9%), terpengaruh teman sebaya 154 orang (51,2%), terpengaruh iklan 152 orang (50,5%), peran tenaga kesehatan kurang baik 141 orang (46,8%). Tidak ada hubungan pengetahuan (p- value 0,353) dan perilaku merokok teman sebaya (p-value 0.908) dengan perilaku merokok remaja, ada hubungan sikap dengan perilaku merokok remaja (p- value 0,000), perilaku merokok orang tua dengan perilaku merokok remaja (p-value 0,003), pengaruh iklan dengan perilaku merokok remaja (p-value 0,000), peran tenaga kesehatan (p-value 0,021) dengan perilaku merokok remaja. Variabel yang paling berpengaruh adalah pengaruh iklan rokok (OR=26,97). Perilaku merokok remaja disebabkan oleh lemahnya regulasi, mudahnya akses rokok, ketersediaan sumber daya yang tidak efektif dan efisien, rendahnya komitmen diri sendiri untuk tidak merokok, pengaruh orang tua dan lingkungan, dan tidak adanya sanksi tegas bagi remaja yang merokok. Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi, keterlibatan keluarga, dan intervensi khusus untuk mengatasi kecanduan, sehingga perilaku merokok remaja dapat ditekan secara efektif. Abstract (EN): Adolescence is a transitional period that is highly vulnerable to various problems, including tobacco addiction. The proportion of smokers is higher among adolescents aged ≤15 years. This study aimed to analyze the factors influencing smoking behavior among adolescents in the working area of UPTD Koto Alam Public Health Center. A Mixed Method Research was applied, using a quantitative cross-sectional design and a qualitative explanatory sequential design. The quantitative sample consisted of 300 students selected from a population of 838 students using stratified random sampling, while the qualitative data were obtained from 10 informants through interviews, observations, and document reviews. The results showed that 157 students (52.2%) smoked; 186 students (61.8%) had low knowledge; 115 students (38.2%) had negative attitudes; 72 students (23.9%) were influenced by parents; 154 students (51.2%) by peers; 152 students (50.5%) by advertisements; and 141 students (46.8%) reported poor health worker involvement. There was no significant relationship between knowledge (p=0.353) or peer smoking behavior (p=0.908) with adolescent smoking behavior. However, there was a significant relationship between attitude (p=0.000), parental smoking behavior (p=0.003), cigarette advertising (p=0.000), and health worker involvement (p=0.021) with adolescent smoking behavior. The most influential factor was cigarette advertising (OR=26.97). Adolescent smoking behavior is driven by weak regulations, easy access to cigarettes, ineffective and inefficient resource availability, low self-commitment to avoid smoking, parental and environmental influence, and the absence of strict sanctions for underage smoking. This study recommends strengthening regulations, enhancing family involvement, and implementing targeted interventions to address addiction, thereby effectively reducing adolescent smoking behavior.