Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Analisis Determinan Kepatuhan Ibu Hamil...
Analisis Determinan Kepatuhan Ibu Hamil terhadap Pemeriksaan Kehamilan (ANC) di Kecamatan Dumai Kota Kota Dumai Tahun 2025.

Neila Sulung, Nurdin, Risti Nori Anom · 2025 · Tesis · Fakultas Ilmu Kesehatan, S2 Kesehatan Masyarakat

Angka Kematian Ibu di Indonesia masih tinggi, menurut data Kemenkes RI, pada tahun 2023 mencapai 4.129 kasus, angka ini meningkat dari 4.005 kasus di tahun 2022. Pemeriksaan Antenatal care (ANC) merupakan langkah kunci untuk mencegah komplikasi kehamilan, namun kepatuhan ibu hamil terhadap pemeriksaan ANC masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor determinan kepatuhan ibu hamil terhadap pemeriksaan kehamilan (ANC) di Kecamatan Dumai Kota tahun 2025. Desain penelitian adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 153 responden menggunakan metode Total Sampling. Hasil analisis univariat menunjukkan 61,4% responden patuh melakukan pemeriksaan ANC lengkap. Analisis bivariat memperlihatkan adanya hubungan signifikan antara usia (p=0,043;OR=0,974), pendidikan (p=0,004;OR=3,163), pengetahuan (p=0,047;OR=1,009), dinamika sosial (p=0,041;OR=1,418), budaya (p=0,001;OR=5,451), dukungan keluarga (p=0,003;OR=4,645), dan peran tenaga kesehatan (p=0,001;OR=8,906) dengan kepatuhan ANC, sedangkan sikap ibu tidak berhubungan (p=1,000;OR=1,026). Analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan adalah peran tenaga kesehatan (p=0,000; OR=6,671), yang berarti ibu dengan dukungan tenaga kesehatan yang maksimal berpeluang 6,7 kali lebih patuh dibandingkan yang kurang maksimal mendapat dukungan. Kesimpulan penelitian ini adalah kepatuhan ANC masih dipengaruhi oleh faktor internal (usia, pendidikan, pengetahuan) maupun eksternal (dinamika sosial, budaya, dukungan keluarga, dan peran tenaga kesehatan), dengan faktor dominan peran tenaga kesehatan. Saran: Klinik dan puskesmas diharapkan memperkuat program edukasi, pendampingan, serta pendekatan berbasis budaya melalui tenaga kesehatan. Dan bagi ibu yang melakukan ANC semoga dapat meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya ANC. Abstract (EN): The maternal mortality rate in Indonesia is still high, according to data from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia, in 2023 it will reach 4,129 cases, this number has increased from 4,005 cases in 2022. Antenatal care (ANC) examination is a key step to prevent pregnancy complications, but pregnant women's compliance with ANC examination is still low. This research aims to analyze the determinants of pregnant women's compliance with pregnancy examination (ANC) in Dumai City District in 2025. Research design is quantitative analytical with cross sectional approach. The research sample consisted of 153 respondents using the Total Sampling method. The results of univariate analysis showed that 61.4% of respondents complied with the complete ANC check. Bivariate analysis shows a significant relationship between age (p=0,043;OR=0,974), education (p=0,004;OR=3,163), knowledge (p=0,047;OR=1,009), social dynamics (p=0,041;OR=1,418), culture (p=0,001;OR=5,451), family support (p=0,003;OR=4,645), and the role of health workers (p=0,001;OR=8,906) with ANC compliance, while maternal attitudes are not related (p=1,000;OR=1,026). Multivariate analysis shows that the most dominant factor is the role of health workers (p=0,000; OR=6,671), which means that mothers with maximum health worker support have a 6.7 times more opportunity to be obedient than those who do not receive maximum support. The conclusion of this study is that ANC compliance is still influenced by internal factors (age, education, knowledge) as well as external (social dynamics, culture, family support, and the role of health workers), with the dominant role of health workers. Suggestion: Clinics and public health centers are expected to strengthen education programs, assistance, and cultural-based approaches through health workers. and for mothers who do ANC hopefully can increase knowledge about the importance of ANC.

Tesis 2025
Detail
Pengaruh Pemberian Sayur Daun Kelor (Mor...
Pengaruh Pemberian Sayur Daun Kelor (Moringa Olifera) Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil dengan Anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Koto Baru Kab. Dharmasraya

Nurhayati, Ainal Mardiah · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Anemia kehamilan adalah salah satu masalah di Indonesia. Prevalensi anemia mencapai 48,9% dan meningkat tiap tahunnya. Anemia pada ibu hamil dihubungkan dengan meningkatnya kelahiran prematur, kematian ibu dan bayi serta penyakit infeksi. Anemia defisiensi besi pada ibu dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin saat kehamilan maupun setelahnya. Konsumsi olahan daun kelor merupakan terapi non farmakologi untuk meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil. Puskesmas Koto Baru masuk peringkat kasus anemia kehamilan urutan ke 3 di Kabupaten Dharmasraya dengan jumlah penderita 71,6%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sayur daun kelor terhadap kadar hemoglobin ibu hamil ≥ 24 minggu di Wilayah kerja Puskesmas Koto Baru Kabupaten Dharmasraya. Desain penelitian yaitu pra eksperimen dengan melakukan pendekatan one group pretest posttest. Sampel dari penelitian ini yaitu seluruh ibu hamil ≥ 24 minggu sebanyak 30 responden dengan. Instrumen penelitian yaitu, alat cek Hb, ceklis, dan lembar observasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa sebelum diberikan perlakuan seluruhnya pada kategori anemia ringan sebanyak 30 orang (100%), setelah diberikan perlakuan paling banyak tidak anemia sebanyak 22 orang (73,3%). Ada pengaruh kadar Hb sebelum dan sesudah pemberiaan sayur daun kelor pada dengan P value 0,027. Kesimpulan didapatkan Ada pengaruh konsumsi sayur daun kelor terhadap kadar hemoglobin ibu hamil. Disarankan sayur bening daun kelor dapat menjadi upaya tambahan dalam meningkatkan kadar Hb pada ibu hamil yang mengalami anemia,sehingga diharapkan ibu terhindar dari komplikasi anemia pada kehamilan. Abstract (EN): Pregnancy anemia is a significant problem in Indonesia, with a prevalence rate of 48.9%, which continues to rise each year. Anemia in pregnant women is linked to an increased risk of premature birth, maternal and infant mortality, and infections. Iron deficiency anemia in pregnant women can affect fetal growth and development both during pregnancy and afterward. The consumption of processed moringa leaves is a non-pharmacological therapy to increase hemoglobin levels in pregnant women. Koto Baru Community Health Center ranks third in the incidence of pregnancy anemia in Dharmasraya Regency, with a prevalence rate of 71.6%. This study aims to determine the effectiveness of moringa leaf vegetable consumption in increasing hemoglobin levels in pregnant women ≥ 24 weeks gestation in the working area of Koto Baru Community Health Center, Dharmasraya Regency. The research design was a pre-experiment with a one- group pretest-posttest approach. The sample consisted of 30 pregnant women ≥ 24 weeks gestation. The research instruments were hemoglobin checking tools, checklists, and observation sheets. The results showed that before the intervention, all participants were categorized as having mild anemia (100%). After the intervention, the majority were no longer anemic, with 22 individuals (73.3%) showing no anemia. There was a significant difference in hemoglobin levels before and after the consumption of moringa leaf vegetable, with a p-value of 0.027. The conclusion of the study is that there is an effect of consuming moringa leaf vegetable on the hemoglobin levels of pregnant women. It is recommended that moringa leaf vegetable soup be used as an additional effort to increase hemoglobin levels in pregnant women with anemia, to help prevent complications due to anemia during pregnancy.

Skripsi 2025
Detail
Analisis Pengaruh Persepsi Kinerja, Kemu...
Analisis Pengaruh Persepsi Kinerja, Kemudahan Penggunaan, Pengaruh Sosial dan Dukungan Manajemen terhadap Penggunaan Rekam Medis Elektronik di RSUD Prof. Dr. M.A. Hanafiah Batusangkar.

Evi Hasnita, Billy Hernaldo Putra, Riri Novia Neri · 2025 · Tesis · Fakultas Ilmu Kesehatan, S2 Kesehatan Masyarakat

Transformasi digital dalam pelayanan kesehatan mendorong rumah sakit mengimplementasikan Rekam Medis Elektronik (RME) untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kualitas layanan. Namun, pemanfaatannya masih menghadapi tantangan dari sisi pengguna dan manajemen. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persepsi kinerja, kemudahan penggunaan, pengaruh sosial, dan dukungan manajemen terhadap penggunaan RME di RSUD Prof. Dr. M.A. Hanafiah Batusangkar dengan landasan teori Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Metode yang digunakan adalah mixed methods dengan desain sequential explanatory, melibatkan 168 responden dan 10 informan. Analisis data dilakukan dengan uji bivariat (chi-square) dan multivariat (regresi logistik). Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa seluruh variabel independen berhubungan signifikan dengan penggunaan RME, yaitu persepsi kinerja (p=0,000; OR=3,36), kemudahan penggunaan (p=0,000; OR=12,69), pengaruh sosial (p=0,001; OR=4,63), dan dukungan manajemen (p=0,000; OR=20,78). Analisis multivariat mengungkapkan bahwa dukungan manajemen (OR=10,70; p Abstract (EN): Digital transformation in healthcare encourages hospitals to implement Electronic Medical Records (EMR) to improve efficiency, accuracy, and service quality. However, its utilization still faces challenges from both users and management. This study aims to analyze the influence of performance expectancy, effort expectancy, social influence, and management support on the use of EMR at Prof. Dr. M.A. Hanafiah Batusangkar Hospital, based on the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). The study employed a mixed- methods design with a sequential explanatory approach, involving 168 respondents and 10 informants. Data were analyzed using bivariate tests (chi-square) and multivariate analysis (logistic regression). Bivariate analysis revealed that all independent variables were significantly associated with EMR use: performance expectancy (p=0.000; OR=3.36), effort expectancy (p=0.000; OR=12.69), social influence (p=0.001; OR=4.63), and management support (p=0.000; OR=20.78). Multivariate analysis showed that management support (OR=10.70; p

Tesis 2025
Detail
Pengaruh Edukasi Kesehatan Tentang Penda...
Pengaruh Edukasi Kesehatan Tentang Pendampingan Persalinan Terhadap Pengetahuan, Sikap, Dan Tindakan Suami Dalam Mendampingi Ibu Bersalin Di Klinik Pratama Budi Setia Kota Sungai Penuh Tahun 2024

Nurhayati, Nurazlin · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi AKI adalah kurangnya dukungan dari suami selama proses persalinan. Berdasarkan survey awal didapatkan jumlah kunjungan ibu hamil trimester III dari bulan januari sampai agustus sebanyak 54 orang dan jumlah ibu bersalin dari bulan januari sampai agustus sebanyak 110 orang. Salah satu masalah di Klinik bersalin yaitu masih banyak ibu bersalin yang di dampingi oleh orang tua dalam proses persalinan. Dikarenakan ketidak siapan seorang suami dalam mendampingi proses persalinan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Pra-eksperimental desain One grup pretest-posttest desigh. Data dianalisis dengan analisis univariat dan analisis bivariat. Penelitian ini dilakukan pada bulan November-Desember 2024 dengan cara perlakuan menggunakan leaflet, kuesioner dan lembar observasi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua suami dari ibu hamil trimester III dan bersalin di Klinik Pratama Budi Setia Kota Sungai Penuh dengan menetapkan sampel 10 orang responden. Berdasarkan hasil penelitian diketahui rerata pengetahuan suami sebelum diberikan edukasi 1,90 setelah diberikan edukasi 9,00. Dengan (p-value 0.000). rerata sikap suami sebelum diberikan edukasi 11,90 setelah diberikan edukasi 23,10 dengan (p-value 0.000). rerata tindakan suami setelah diberikan edukasi 81,00 yang sebagian besar (80%) mempunyai tindakan baik, (10%) tindakan cukup, (10%) tindakan kurang. Kesimpulan dari penelitian ini ada pengaruh edukasi kesehatan tentang pendampingan persalinan terhadap pengetahuan suami, sikap suami, dan tindakan suami dalam mendampingi ibu bersalin di Klinik Pratama Budi Setia Kota Sungai Penuh. Dan diharapkan kepada pihak Klinik dapat memberikan edukasi tentang pendampingan persalinan mulai dari kehamilan trimester III sampai proses persalinan. Abstract (EN): One factor that can influence AKI is a lack of support from the husband during the birthing process. Based on the initial survey, it was found that the number of visits by pregnant women in the third trimester from January to August was 54 people and the number of mothers giving birth from January to August was 110 people. Birth assistance refers to the presence of someone accompanying and directly involved as support during childbirth. The presence of a birth companion, especially the husband, can provide emotional support to reduce maternal anxiety. This study employed a quantitative method with a pre-experimental design, specifically a one- group pretest-posttest design. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis. The study was conducted from November to December 2024, with educational treatment using leaflets, questionnaires, and observation sheets. The population consisted of all husbands of third-trimester pregnant women giving birth at Klinik Pratama Budi Setia, Sungai Penuh City, with a sample size of 10 respondents. The results showed that the average knowledge score before education was 1.90, increasing to 9.00 after the intervention (p-value = 0.000). The average attitude score increased from 11.90 to 23.10 after education (p-value = 0.000). The average action score was 81.00, with most respondents (80%) demonstrating good behavior, 10% showing moderate behavior, and 10% showing poor behavior. The conclusion of this study indicates a significant effect of health education on birth assistance in improving husbands' knowledge, attitudes, and actions in assisting mothers during childbirth at Klinik Pratama Budi Setia, Sungai Penuh City. And it is hoped that the clinic can provide education about childbirth assistance starting from the third trimester of pregnancy until the birth process.

Skripsi 2025
Detail
Efektifitas Pemberian Air Rebusan Daun B...
Efektifitas Pemberian Air Rebusan Daun Binahong (Anrederae Folium) Dan Lidah Buaya (Aloe Vera) Terhadap Penyembuhan Luka Perenium Pada Ibu Post Partum di Wilayah Kerja Puskesmas Kinali Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2024

VIsti Delvina, Nur Aljanah · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Menurut World Health Organization terdapat 2,7 juta kasus rupture perineum pada ibu bersalin, 26% diantaranya mengalami penyembuhan luka lebih dari 7 hari setelah persalinan. Metode nonfarmakologi yang sudah terbukti mempercepat penyembuhan luka adalah lidah buaya dan Binahong. Tujuan penelitian untuk mengetahui Efektifitas Pemberian Air Rebusan Daun Binahong (Anrederae Folium) Dan Lidah Buaya (Aloe Vera) Terhadap Penyembuhan Luka Perenium Pada Ibu Post Partum di Wilayah Kerja Puskesmas Kinali Kabupaten Pasaman Barat. Jenis penelitian Quasi Experiment dengan desain Two Group pre- posttest design. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober s/d November Tahun 2024 di Wilayah Kerja Puskesmas Kinali. Populasi penelitian seluruh seluruh ibu post partum, jumlah sampel 60 orang, 30 kelompok pemberian air rebusan daun binahong dan 30 orang kelompok pemberian lidah buaya dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan penyembuhan luka perenium dengan air rebusan daun binahong yaitu 2,27 dan rata- rata penyembuhan luka dengan lidah buaya yaitu 2,90. Ada perbedaan pemberian air rebusan daun binahong (anrederae folium) dan lidah buaya (aloe vera) terhadap proses penyembuhan luka perenium (Pvalue = 0,013). Kesimpulan terdapat Efektifitas Pemberian Air Rebusan Daun Binahong (Anrederae Folium) Dan Lidah Buaya (Aloe Vera) Terhadap Proses Penyembuhan Luka Perenium. Diharapkan kepada ibu post partum yang mengalami luka perineum agar dapat merawat luka setalah melahirkan secara alami, yaitu dengan pemberian air rebusan daun binahong untuk cebok dan pemberian gel lidah buaya pada luka perineum. Abstract (EN): According to the World Health Organization, there are 2.7 million cases of perineal rupture in mothers giving birth, with 26% experiencing wound healing that takes longer than 7 days after delivery. Non-pharmacological methods that have been proven to accelerate wound healing are Aloe Vera and Binahong. This study aims to determine the effectiveness of Binahong leaf (Anrederae Folium) and Aloe Vera (Aloe Vera) decoction in perineal wound healing in postpartum mothers in the working area of Puskesmas Kinali, Pasaman Barat Regency. The type of research is a Quasi-Experiment with a Two Group Pretest-Posttest Design. The study was conducted from October to November 2024 in the Puskesmas Kinali working area. The research population consisted of all postpartum mothers, with a sample size of 60 participants, divided into 30 in the Binahong decoction group and 30 in the Aloe Vera gel group. Sampling was done using purposive sampling. The results of the study showed that the average perineal wound healing time with Binahong leaf decoction was 2.27, and the average perineal wound healing with Aloe Vera was 2.90. There was a significant difference between the effects of Binahong leaf decoction (Anrederae Folium) and Aloe Vera (Aloe Vera) on the perineal wound healing process (Pvalue = 0.013). The conclusion of the study is that both Binahong leaf decoction and Aloe Vera are effective in the process of perineal wound healing. It is recommended for postpartum mothers experiencing perineal wounds to care for the wound naturally, using Binahong leaf decoction for cleansing and Aloe Vera gel for treating the perineal wound.

Skripsi 2025
Detail
Evaluasi Pemanfaatan Sim-Rs (Sistem Info...
Evaluasi Pemanfaatan Sim-Rs (Sistem Informasi Rumah Sakit) Dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Pasien Rawat Jalan DiEvaluasi Pemanfaatan Sim-Rs (Sistem Informasi Rumah Sakit) Dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Pasien Rawat Jalan Di RSUD Sungai Rumbai Tahun 202

Febriyeni, Oktavianis, Pitriani · 2025 · Tesis · Fakultas Ilmu Kesehatan, S2 Kesehatan Masyarakat

Rumah Sakit adalah Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan perseorangan secara paripurna melalui Pelayanan Kesehatan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan atau paliatif dengan menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan Gawat Darurat. Berdasarkan Indek Mutu di Rumah Sakit Umum Daerah Sungai Rumbai, masalah yang ditemui salah satunya capaian waktu tunggu rawat jalan di RSUD Sungai Rumbai 39.27%, capaian ini di bawah target yang ditetapkan yaitu >= 80%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan sistem informasi manajemen di Rumah Sakit di RSUD Sungai Rumbai Tahun 2025. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan Grounded Theory, tentang Input meliputi SDM,Dana,Metode/Kebijakan, Sarana dan Prasarana, proses meliputi perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Output tentang capaian mutu pelayanan. Informan penelitian, direktur RSUD, Rekam Medis, Tenaga Sarana kesehatan,dan Penanggung Jawab Mutu serta 2 orang pasien.Waktu penelitian Juli sampai Agustus Tahun 2025. Pengumpulan data kondisi natural setting (kondisi alamiah), sumber data primer, dan teknik pengumpulan data engan observasi berperanserta (participation observation), wawancara mendalam (in depth interview) dan dokumentasi. Triangulasi data dan wawancara serta dokumentasi untuk keabsahan data memenuhi etika penelitian. Hasil penelitian kualitatif SDM mencukupi kekurangan pada tenaga dokter spesialis dan pelatihan sudah dilakukan, dana bersumber APBD kurang mencukupi, sarana, prasarana tersedia tapi belum mencukupi, kebijakan ada, proses sesuai manajemen pelayanan, output belum tercapai optimal terutama waktu tunggu pelayanan. Kesimpulan pelaksanaan sistem informasi manajemen di Rumah Sakit di RSUD Sungai Rumbai Tahun 2025 sudah terlaksana namun masih terdapat kekurangan yaitu sumber daya manusia, sarana dan perlu adanya perbaikan untuk mencapai hasil yang maksimal sehingga disarankan rumah sakit agar meningkatkan pelayanan rawat jalan dengan SIMRS. Abstract (EN): A hospital is a healthcare facility that provides comprehensive individual health services through promotive, preventive, curative, rehabilitative, and/or palliative care, including inpatient, outpatient, and emergency services. Based on the Quality Index at Sungai Rumbai Regional Public Hospital (RSUD Sungai Rumbai), one identified issue is the outpatient waiting time achievement, which stands at 39.27%, below the target of ≥80%. This study aims to evaluate the utilization of the hospital management information system (SIM-RS) at RSUD Sungai Rumbai in 2025. The research used a qualitative method with a Grounded Theory approach. Input components include: human resources, funding, methods/policies, infrastructure and facilities. Process includes: planning, implementation, monitoring, and evaluation. Output focuses on the quality of service achievements. Informants included the hospital director, medical records officer, health facilities staff, quality assurance personnel, and 2 patients. The study was conducted from July to August 2025. Data collection was done in a natural setting using primary sources, with techniques such as participant observation, in-depth interviews, and documentation. Data triangulation and validation were carried out following ethical research standards. Results: The results of qualitative research show that human resources are sufficient to meet the shortage of specialist doctors and training has been carried out, funds from the regional budget are insufficient, facilities and infrastructure are available but not yet sufficient, policies exist, processes are in accordance with service management, output has not been optimal, especially waiting times for services. Conclusion: The implementation of the hospital management information system (SIM-RS) at RSUD Sungai Rumbai in 2025 has been carried out, but shortcomings remain. Improvements are needed to achieve optimal results. It is recommended that the hospital enhance its outpatient services through more effective use of SIM-RS.

Tesis 2025
Detail
Faktor- faktor yang berhubungan denganke...
Faktor- faktor yang berhubungan dengankejadian Endometriosis di RSU Mayjen H.A Thalib sungai penuh

Oktavianis, Novrinda Yulianti · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Secara pasti angka kejadian endometriosis sulit diketahui, namun angka terduga prevalensi terjadinya endometriosis berkisar 3-10% pada wanita usia reproduktif, pada wanita pasca menopause berkisar 2-5%, dan pada kelompok infertile berkisar 25-80%.2 Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2023. Dalam Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian Endometriosis Pada Usia, Paritas, Manarche, Genetik Serta Imunitas di RSU Mayjen H.A Thalib Sungai Penuh. Dengan mengambil semua data rekam medik pasien dengan diagnosis Endometriosis. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini didapatkan sebanyak 184 orang dengan kelainan Ovarium yang telah memeriksakan diri di RSUD Mayjen H.A Thalib sungai penuh. terdapat pada usia terhadap Endometriosis yaitu pada Usia 20 - 30 Tahun, terdapat pada Paritas terhadap Endometriosis Berisiko yaitu 1,1% dengan Frenkuensi 2. terdapat pada manarche terhadapa endometriosis Abstract (EN): The exact incidence rate of endometriosis is difficult to determine, but the estimated prevalence ranges from 3-10% in women of reproductive age, 2-5% in postmenopausal women, and 25-80% in infertile women, according to the World Health Organization (WHO) in 2023. This study aims to analyze the incidence of endometriosis based on age, parity, menarche, genetic factors, and immunity at RSU Mayjen H.A Thalib Sungai Penuh. Data was collected from all patient medical records with a diagnosis of endometriosis. The study population consisted of 184 patients with ovarian abnormalities who sought medical care at RSU Mayjen H.A Thalib Sungai Penuh. The findings include: The highest incidence of endometriosis occurred in women aged 20- 30 years. The parity-related risk for endometriosis was 1.1%, with a frequency of 2 cases. Early menarche (

Skripsi 2025
Detail
Evaluasi Penerapan Aplikasi E-Puskesmas...
Evaluasi Penerapan Aplikasi E-Puskesmas Dengan Menggunakan Metode Technology Acceptance Model di Puskesmas Sungai Pua Tahun 2025.

Febriyeni, Efriza, Nova Suryati, Hendri Rusdian · 2025 · Tesis · Fakultas Ilmu Kesehatan, S2 Kesehatan Masyarakat

Puskesmas wajib menggunakan Sistem Rekam Medis Elektronik yaitu E- Puskemas. Namun dalam penerapannya, aplikasi E-Puskesmas masih terdapat masalah seperti jaringan, gangguan jaringan dan sarana komputer. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penerapan aplikasi E-Puskesmas di Puskesmas Sungai Pua dengan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Metode penelitian adalah kualitatif dengan wawancara mendalam, FGD, observasi, dan telaah dokumen. Penelitian ini melibatkan 18 informan. Analisis data secara triangulasi. Hasil penelitian penerapan aplikasi E- Puskesmas dari kebijakan E-Puskesmas belum terintegrasi ke aplikasi lainnya, belum ada SOP, ketersediaan dana sudah ada, sarana cukup lengkap namun jaringan wifi dan aplikasi terkadang error, komputer lambat, belum adanya genset yang memadai, belum ada tenaga IT dan pelatihan berkala bagi petugas. Dari sisi kemudahan, aplikasi mudah digunakan. Dari sisi manfaat pengguna, aplikasi cukup efektif dan bermanfaat. Dari sikap pengguna diterima dengan baik oleh petugas, Dari minat perilaku pengguna ingin terus menggunakan. Dari sisi penggunaan yang sesungguhnya pelaporan masih manual. Kesimpulan bahwa penerapan aplikasi E-Puskesmas sudah berjalan baik namun belum optimal. Harapannya integrasi E-puskesmas dengan aplikasi lainnya, tersedia genset yang memadai, penambahan kapasitas wifi, update komputer, pengembangan aplikasi E-Puskesmas, pengadaan tenaga IT, pelatihan berkala petugas, dan pelaporan secara elektronik. Abstract (EN): Puskesmas are required to use the Electronic Medical Records System (E- Puskesmas). However, the implementation of E-Puskesmas application still faces issues such as network issues, connection issues, and computer infrastructure. The purpose of this study was to evaluate the implementation of E-Puskesmas application at Sungai Pua Puskesmas using the Technology Acceptance Model (TAM) approach. The research method was qualitative, using indepth interviews, focus group discussions (FGD), observation, and document review. This study involved 18 informants. Data analysis utilized triangulation of sources and methods. The results of the research on the implementation of the E-Puskesmas application from the policy is the application not integrated into other application, there is no SOP, availability of funds, facilities are quite complete but the wifi network and E-Puskesmas sometimes error, the computer is slow, there is no aqdequate generator, there is no IT staff and periodic training for officers. Perceived ease of use, the application is easy to use. Perceived usefulness, the application is quite effective and useful. Attitude toward using is well received by officers. Intention to use they want to continue using it, and actual usage reporting is still manual. The conclusion is that the implementation of the E-Puskesmas application has been well but not optimal. It is hoped that E-Puskesmas integration with other application, adequate generators will be available, additional wifi capacity, updated computers, optimization of the E-Puskesmas application server, addition of IT staff, periodic training for officers, and electronic reporting.

Tesis 2025
Detail
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian...
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Abortus Inkomplit di RSUD Lubuk Basung Kabupaten Agam Periode Tahun 2021 s/d 2023

Detty Afriyanti Sukandar, Novia Pusmuja · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Abortus salah satu penyumbang angka kematian ibu namun sering dilaporkan sebagai kasus perdarahan. Pendekatan etiologi merupakan upaya terbaik dalam menurunkan mortalitas dan morbiditas akibat abortus yang kejadiannya dipengaruhi oleh beberapa faktor resiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah faktor usia, paritas, riwayat abortus dan jarak kehamilan mempengaruhi kejadian abortus inkomplit di RSUD Lubuk Basung Kabupaten Agam Periode Tahun 2021 s/d 2023. Penelitian ini menggunakan desain case control. Populasinya 134 ibu hamil usia < 20 minggu dengan perdarahan. Dengan perbandingan sampel 1: 1 menggunakan tehnik purposive sampling. 67 sampel dengan diagnosa abortus inkomplit dan 67 sampel tidak dengan diagnosa abortus inkomplit. Hasil penelitian ditemukan 67 sampel (50%) mengalami abortus inkomplit, 71 sampel (53,0% ) usia beresiko, paritas beresik 90 sampel (67,2%), ada riwayat abortus 47 sampel (35,1%) dan jarak kehamilan beresiko 65 sampel (48,5%). Hasil uji analisis Chi-Square menunjukkan nilai p-value usia : 0,001, paritas: 0,006, pada riwayat abortus 0,001 dan jarak kehamilan 0,300. Kesimpulannya terdapat hubungan dari usia, paritas, riwayat abortus terhadap kejadian abortus inkomplit dan tidak terdapat hubungan yang signifikan pada jarak kehamilan terhadap abortus inkomplit di RSUD Lubuk Basung Periode Tahun 2021 s/d 2023. Harapan agar pendokumentasian di rumah sakit terstandar sehingga informasi medis pasien bisa ditindak lanjuti. Abstract (EN): Abortion is one of the contributors to maternal mortality rates but is often reported as a case of bleeding. An etiological approach is the best effort to reduce mortality and morbidity due to abortion, which is influenced by several risk factors. This study aims to determine whether factors such as age, parity, history of abortion, and pregnancy spacing influence the incidence of incomplete abortion at RSUD Lubuk Basung, Agam Regency, for the period 2021 to 2023. This research uses a case- control design. The population consisted of 134 pregnant women under 20 weeks of gestation with bleeding. A 1:1 sample ratio was used with a purposive sampling technique, including 67 samples diagnosed with incomplete abortion and 67 samples without an incomplete abortion diagnosis. The study results showed that 67 samples (50%) experienced incomplete abortion, 71 samples (53.0%) were of risky age, 90 samples (67.2%) had risky parity, 47 samples (35.1%) had a history of abortion, and 65 samples (48.5%) had risky pregnancy spacing. The Chi-Square test analysis results showed a p- value of 0.001 for age, 0.006 for parity, 0.001 for abortion history, and 0.300 for pregnancy spacing. The conclusion is that there is a relationship between age, parity, and history of abortion with the incidence of incomplete abortion, while there is no significant relationship between pregnancy spacing and incomplete abortion at RSUD Lubuk Basung for the period 2021 to 2023. It is hoped that hospital documentation will be standardized so that patients' medical information can be properly followed up.

Skripsi 2025
Detail
Analisis Determinan Penyebab Anemia Pada...
Analisis Determinan Penyebab Anemia Pada Remaja Putri Melalui Skrining Anemia Di Kota Sungai Penuh Tahun 2025.

Nurhayati, Oktavianis, Monalisa · 2025 · Tesis · Fakultas Ilmu Kesehatan, S2 Kesehatan Masyarakat

Salah satu masalah kesehatan yang menjadi beban pada remaja, khususnya remaja putri adalah anemia. Data kesehatan Kota Sungai penuh (2024) diperoleh remaja putri yang melakukan skrining 1013 orang (80,1%), dan teridentifikasi anemia 343 orang (33,8%). Tujuan penelitian mengetahui Determinan Penyebab Anemia Pada Remaja Putri Melalui Skrining Anemia Di Kota Sungai Penuh. Metode penelitian mixed method. Penelitian dilaksanakan Mei – Juli 2025. Populasi siswi SMA 702 siswi. Sampel dengan simple random sampling 88 siswi. Desain penelitian kuantitatif pendekatan crossectionalstudy. Pengumpulan data dengan observasi. Kualitatif dengan indepth interview. Informan berjumlah 20. Analisa data univariate, bivariate uji chisquare-test. Multivariat menggunakan uji regresi logistik. Pengolahan data kualitatif menggunakan proses reduksi data, penyajian data, menafsirkan data serta analisa dengan triangulasi data. Hasil penelitian univariate (53,4%) mengalami anemia, 54 (61,4%) pengetahuan tinggi. 57 (64,8%) lama menstruasi yang tidak berisiko. 59 (67%) memiliki pola makan yang sesuai. 64 (72,7%) memiliki pola tidur yang baik. 55 (62,5%) memiliki IMT normal. 51 (58%) responden penghasilan orang tua remaja putri sudah diatas UMR. 54 (61,4%) mendapat dukungan orang tua. 48 (54,5%) mendapat dukungan guru. 57 (64,8%) peran tenaga kesehatan sudah baik. Analisa bivariate variabel yang paling berhubungan yaitu pengetahuan (0,005), dukungan orang tua (0,005), pola makan (0,006), lama menstruasi (0,024), dan peran petugas kesehatan (0,027). Kemudian untuk analisa multivariate diperoleh nilai Rsquare = 0,494 artinya semua variabel mempengaruhi kejadian anemia sebesar 49,4%. Dari nilai OR paling besar yaitu variabel lama menstruasi yang paling mempengaruhi kejadian anemia remaja OR yaitu 4,773. Hasil kualitatif diperoleh pelaksanaan skrining anemia pada remaja putri di Kota Sungai Penuh masih belum mencapai cakupan maksimal. Umumnya pemeriksaan Hb hanya dilakukan pada siswi kelas X (SMA) , dan belum menyeluruh ke semua kelas. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan alat, tenaga, dan waktu. Meskipun ada yang menyebut kegiatan sudah sesuai sasaran, sebagian besar menyatakan cakupan masih rendah, berkisar 60–70%, bahkan ada sekolah yang belum pernah dilakukan pemeriksaan. Diharapkan kepada Remaja putri diharapkan aktif mencari informasi tentang penyebab, gejala, dan dampak anemia, serta cara pencegahannya, terutama melalui media edukatif atau konsultasi dengan petugas kesehatan sekolah maupun Puskesmas. Abstract (EN): One of the health problems that burdens adolescents, especially young women, is anemia. Health data from Sungai Penuh City (2024) obtained from 1,013 adolescent girls (80.1%) who underwent screening, identified anemia in 343 (33.8%). The purpose of this study was to determine the determinants of anemia in adolescent girls through anemia screening in Sungai Penuh City. The research method was mixed methods. The study was conducted from May to July 2025. The population was 702 high schoolstudents. The sample size was 88 students using simple random sampling. The quantitative research design used a cross-sectional study approach. Data collection was conducted through observation. Qualitative data collection was conducted through in-depth interviews. There were 20 informants. Data analysis used univariate and bivariate chi-square tests. Multivariate data analysis used logistic regression. Qualitative data processing used data reduction, data presentation, data interpretation, and analysis using data triangulation. The results of the study showed that univariate (53.4%) had anemia, 54 (61.4%) had high knowledge. 57 (64.8%) had a non-risky menstrual period. 59 (67%) had a proper diet. 64 (72.7%) had a good sleep pattern. 55 (62.5%) had a normal BMI. 51 (58%) of the respondents' parents' income was above the minimum wage. 54 (61.4%) received parental support. 48 (54.5%) received teacher support. 57 (64.8%) had a good role of health workers. Bivariate analysis of the most related variables were knowledge (0.005), parental support (0.005), diet (0.006), menstrual period (0.024), and the role of health workers (0.027). Then, for multivariate analysis, the Rsquare value was obtained = 0.494, meaning that all variables influenced the incidence of anemia by 49.4%. The highest OR value is the menstrual duration variable, which most influences the incidence of anemia in adolescents (OR 4.773). Qualitative results show that the implementation of anemia screening in adolescent girls in Sungai Penuh City has not yet achieved maximum coverage. Generally, Hb testing is only carried out on 10th grade (high school) female students, and not all classes. This is due to limited equipment, personnel, and time. Although some say the activity has met its target, most state that coverage is still low, ranging from 60–70%. Some schools have even never had screenings. It is hoped that adolescent girls will actively seek information about the causes, symptoms, and impacts of anemia, as well as how to prevent it, especially through educational media or consultations with school health workers or community health centers.

Tesis 2025
Detail
Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku...
Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Merokok pada Remaja di Kecamatan Sutera Kecamtan Pesisir Selatan

Nita Tri Putri, Novia Nefsari · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Perilaku merokok khusunya pada usia remaja mengalami peningkatan berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh (Kemenkes RI, 2022) bahwa sebanyak 2% remaja baik laki-laki maupun perempuan positif sebagai pecandu rokok. Hal ini menyebabkan Indonesia merupakan negara dengan konsumsi rokok terbesar ketiga di dunia. Sedangkan tahun 2024 di Sumatera barat pada tahun 2021 30,50% menurun pada tahun 2022 menjadi 30,27% dan meningkat kembali menjadi 30,42% pada tahun 2023. Sedangkan berdasarkan data dinas kesehatan kabupaten Pesisir Selatan tahun 2024 remaja merokok tahun 2022 umur 10-14 tahun 310 dan umur 15-19 tahun 477 remaja, meningkat pada tahun 2023 umur 10-14 tahun 462 dan umur 15-19 tahun 513 remaja. Jenis penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan bulan januari 2025 di wilayah kerja kecamatan Sutera. Sampel penelitian adalah 38 orang remaja laki-laki. Instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu kuesioner dan dianalisa menggunakan Analisis Univariat dan Bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil uji statistik terdapat hubungan yang signifikan antara sikap (p = 0,022), pengaruh keluarga (p = 0,023), pengaruh teman sebaya (p = 0,003), stress (p = 0,024), dengan perilaku merokok, dan tidak terdapat hubungan yang signifikan anatara istitahat dan tidur (p = 0,944) dengan perilaku merokok. Kesimpulan terdapat hubungan antara sikap, pengaruh keluarga, pengaruh teman sebaya, stress terhadap perilaku merokok, dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara istirahat dan tidur dengan perilaku merokok. Disarankan kepada petugas kesehatan di wilayah kerja Kecamatan Sutera perlu melakukan meningkatkan edukasi tentang bahaya merokok dengan pendekatan yang membentuk sikap negatif terhadap rokok, misalnya melalui kampanye anti-rokok, konseling pribadi dan menjadi motivator yang baik kepada remaja sehingga dapat meningkatkan kesehatan pada remaja. Abstract (EN): Smoking behavior, especially among adolescents, has shown an increasing trend. According to a survey conducted by the Indonesian Ministry of Health (Kemenkes RI, 2022), 2% of adolescents, both male and female, tested positive as smokers. This makes Indonesia the third- largest cigarette consumer in the world. In West Sumatra, the smoking rate was 30.50% in 2021, decreased slightly to 30.27% in 2022, and rose again to 30.42% in 2023. Based on data from Pesisir Selatan in Figures 2024, the number of adolescent smokers in 2022 was 310 aged 10–14 and 477 aged 15–19. This increased in 2023 to 462 adolescents aged 10–14 and 513 aged 15–19. This study employed a quantitative research design with a cross-sectional approach. The study was conducted in January 2025 in the working area of Sutera Sub-district. The research sample consisted of 38 male adolescents. The research instrument used was a questionnaire, and univariate and bivariate analyses were conducted using the Chi-Square test. The statistical test results showed a significant relationship between attitude (p = 0.022), family influence (p = 0.023), peer influence (p = 0.003), and stress (p = 0.024) with smoking behavior. However, there was no significant relationship between rest and sleep (p = 0.944) and smoking behavior. In conclusion, there is a significant association between attitude, family influence, peer influence, and stress with adolescent smoking behavior, while rest and sleep do not have a significant relationship. It is recommended that health workers in the Sutera Sub-district area increase educational outreach and act as motivators to improve adolescent health.

Skripsi 2025
Detail
Strategi Pengelolaan Limbah Medis Padat...
Strategi Pengelolaan Limbah Medis Padat Rumah Sakit Berdasarkan Permenkes No. 2 Tahun 2023 di RSUD Padang Pariaman Tahun 2025.

Silvia, Nurdin, Melia Memory · 2025 · Tesis · Fakultas Ilmu Kesehatan, S2 Kesehatan Masyarakat

Pengelolaan limbah medis padat di rumah sakit merupakan aspek penting untuk menjaga kesehatan lingkungan dan keselamatan kerja. Apabila tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan berbagai kerugian manusia, lingkungan dan dapat menimbulkan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengelolaan limbah medis padat berdasarkan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 di RSUD Padang Pariaman. Penelitian menggunakan desain deskriptif pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan telaah dokumen. Informan terdiri dari semua petugas yang terlibat dalam pengelolaan limbah medis padat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun rumah sakit telah memiliki SOP dalam pengelolaan limbah medis padat, sumber daya manusia yang mencukupi, TPS limbah medis padat, dan bekerja sama dengan pihak ketiga, masih terdapat beberapa kendala berupa keterbatasan anggaran dan sarana prasarana, rendahnya kepatuhan dalam melaksanakan SOP, dan kurangnya monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Dapat disimpulkan bahwa pengelolaan limbah medis padat di RSUD Padang Pariaman Tahun 2025 sudah mengacu kepada Permenkes No.2 Tahun 2023, meskipun dalam pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah kendala. RSUD Padang Pariaman sudah memiliki arah strategis yang jelas dalam mengelola limbah medis padat, akan tetapi keberhasilan implementasinya masih sangat bergantung pada dukungan dana, kelengkapan sarana, serta kecukupan dan kompetensi SDM. Abstract (EN): Solid medical waste management in hospitals is a crucial aspect of maintaining environmental health and occupational safety. If not managed properly, it can cause various harm to humans and the environment, and can even lead to disease. This study aims to determine the solid medical waste management strategy based on Minister of Health Regulation No. 2 of 2023 at Padang Pariaman Regional Hospital. The study used a descriptive design with a qualitative approach through in-depth interviews, field observations, and document reviews. Informants consisted of all personnel involved in solid medical waste management. The research results show that although the hospital has SOPs for solid medical waste management, sufficient human resources, a solid medical waste disposal site (TPS), and collaboration with third parties, several obstacles remain, including limited budget and infrastructure, low compliance with SOPs, and a lack of ongoing monitoring and evaluation. It can be concluded that solid medical waste management at Padang Pariaman Regional Hospital in 2025 adheres to Minister of Health Regulation No. 2 of 2023, although its implementation still faces several obstacles. Padang Pariaman Regional Hospital has a clear strategic direction for solid medical waste management, but its successful implementation still depends heavily on financial support, complete facilities, and the adequacy and competence of human resources.

Tesis 2025
Detail