Pengaruh Pemberian Sayur Daun Kelor (Moringa Olifera) Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil dengan Anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Koto Baru Kab. Dharmasraya
- Penulis
- Nurhayati
- Pembimbing
- Ainal Mardiah
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2025
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kebidanan
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- — (Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat)
- Dipublikasikan
- 03 Februari 2026
Abstrak
Anemia kehamilan adalah salah satu masalah di Indonesia. Prevalensi anemia mencapai 48,9% dan meningkat tiap tahunnya. Anemia pada ibu hamil dihubungkan dengan meningkatnya kelahiran prematur, kematian ibu dan bayi serta penyakit infeksi. Anemia defisiensi besi pada ibu dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin saat kehamilan maupun setelahnya. Konsumsi olahan daun kelor merupakan terapi non farmakologi untuk meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil. Puskesmas Koto Baru masuk peringkat kasus anemia kehamilan urutan ke 3 di Kabupaten Dharmasraya dengan jumlah penderita 71,6%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sayur daun kelor terhadap kadar hemoglobin ibu hamil ≥ 24 minggu di Wilayah kerja Puskesmas Koto Baru Kabupaten Dharmasraya. Desain penelitian yaitu pra eksperimen dengan melakukan pendekatan one group pretest posttest. Sampel dari penelitian ini yaitu seluruh ibu hamil ≥ 24 minggu sebanyak 30 responden dengan. Instrumen penelitian yaitu, alat cek Hb, ceklis, dan lembar observasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa sebelum diberikan perlakuan seluruhnya pada kategori anemia ringan sebanyak 30 orang (100%), setelah diberikan perlakuan paling banyak tidak anemia sebanyak 22 orang (73,3%). Ada pengaruh kadar Hb sebelum dan sesudah pemberiaan sayur daun kelor pada dengan P value 0,027. Kesimpulan didapatkan Ada pengaruh konsumsi sayur daun kelor terhadap kadar hemoglobin ibu hamil. Disarankan sayur bening daun kelor dapat menjadi upaya tambahan dalam meningkatkan kadar Hb pada ibu hamil yang mengalami anemia,sehingga diharapkan ibu terhindar dari komplikasi anemia pada kehamilan. Abstract (EN): Pregnancy anemia is a significant problem in Indonesia, with a prevalence rate of 48.9%, which continues to rise each year. Anemia in pregnant women is linked to an increased risk of premature birth, maternal and infant mortality, and infections. Iron deficiency anemia in pregnant women can affect fetal growth and development both during pregnancy and afterward. The consumption of processed moringa leaves is a non-pharmacological therapy to increase hemoglobin levels in pregnant women. Koto Baru Community Health Center ranks third in the incidence of pregnancy anemia in Dharmasraya Regency, with a prevalence rate of 71.6%. This study aims to determine the effectiveness of moringa leaf vegetable consumption in increasing hemoglobin levels in pregnant women ≥ 24 weeks gestation in the working area of Koto Baru Community Health Center, Dharmasraya Regency. The research design was a pre-experiment with a one- group pretest-posttest approach. The sample consisted of 30 pregnant women ≥ 24 weeks gestation. The research instruments were hemoglobin checking tools, checklists, and observation sheets. The results showed that before the intervention, all participants were categorized as having mild anemia (100%). After the intervention, the majority were no longer anemic, with 22 individuals (73.3%) showing no anemia. There was a significant difference in hemoglobin levels before and after the consumption of moringa leaf vegetable, with a p-value of 0.027. The conclusion of the study is that there is an effect of consuming moringa leaf vegetable on the hemoglobin levels of pregnant women. It is recommended that moringa leaf vegetable soup be used as an additional effort to increase hemoglobin levels in pregnant women with anemia, to help prevent complications due to anemia during pregnancy.