Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Analisis Penyelenggaraan Rekam Medis Ele...
Analisis Penyelenggaraan Rekam Medis Elektronik Di Puskesmas Kabupaten Bungo Tahun 2025.

Adriani, Evi Hasnita, Dewi Sarah Parinduri · 2025 · Tesis · Fakultas Ilmu Kesehatan, S2 Kesehatan Masyarakat

Dalam era digitalisasi layanan kesehatan, implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) menjadi salah satu aspek krusial di layanan di fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas. Tujuan penelitian mengetahui Analisis Penyelenggaraan Rekam Medis Elektronik Di Puskesmas Kabupaten Bungo Tahun 2025. Penelitian dilaksanakan bulan Mei - Juni 2025. Desain penelitian Sequental Explanatory pendekatan Mix Methode. Populasi 59 responden menggunakan teknik total sampling. Informan 8 orang. Teknik pengolahan data kuantatif menggunakan analisis univariat, bivariate uji chisquare dan multivariat uji regresi logistic sedangkan untuk kualitatif dilakukan dengan metode Collaizi. Hasil penelitian menunjukkan variabel masa kerja dan persepsi signifikan terhadap penyelenggaraan RME yaitu p-value < 0,05. Kemudian bila dilihat dari nilai OR paling besar, variabel masa kerja yang paling mempengaruhi penyelenggaraan RME dengan OR yaitu 0,151. Artinya semakin lama masa kerja maka semakin baik dalam menyelenggarakan RME sebesar 15,1% begitu sebaliknya. Hasil Kualitatif diperoleh penyelenggaraan RME belum sepenuhnya optimal karena keterbatasan sarana prasarana, sistem yang belum berjalan di seluruh unit, dan hambatan teknis seperti gangguan server. Secara umum, RME dinilai mampu meringankan beban kerja petugas, mengurangi kesalahan pencatatan, dan meningkatkan kepuasan pasien, meskipun diperlukan peningkatan infrastruktur dan pemanfaatan penuh di semua lini layanan agar dampak positifnya maksimal. Disimpulkan bahwa masa kerja paling mempengaruhi RME. Dimana masa kerja yang lebih singkat dan persepsi positif berpengaruh dalam penyelenggaraan RME yang lebih optimal. Abstract (EN): In the era of digitalized healthcare services, the implementation of Electronic Medical Records (EMR) has become a crucial aspect of services at healthcare facilities, including community health centers. The purpose of this study was to analyze the implementation of Electronic Medical Records in Bungo Regency Community Health Centers in 2025. The study was conducted from May to June 2025. The research design used a sequential explanatory mixed methods approach. The population was 59 respondents using a total sampling technique. 8 informants. Quantitative data processing techniques used univariate analysis, bivariate chi-square test, and multivariate logistic regression test, while qualitative data processing was carried out using the Collaizi method. The results of the study indicate that the variables of tenure and perception are significant for the implementation of EMR, with a p-value

Tesis 2025
Detail
Pengaruh Effleurage Masase dan Teknik Re...
Pengaruh Effleurage Masase dan Teknik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Intensitas Nyeri Kala 1 Primi Para pada Persalinan Normal di Bidan Praktik Mandiri (BPM) F tahun 2024

Indreswati, Neneng Susanti · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Semua ibu bersalin di Bidan Praktik Mandiri (BPM) tersebut mengalami nyeri persalinan pada kala 1 Primi Para dengan rata-rata tingkat nyeri sedang sampai berat, namun di BPM belum ada dilakukan masase effleurage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Effleuarge Masase dan Teknik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Intensitas Nyeri Kala 1 Primi Para Persalinan Normal Di Bidan Praktik Mandiri (BPM) F Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan quasy experiment atau experiment semu. Penelitian quasy experiment atau experiment semu merupakan jenis penelitian yang digunakan untuk mencari sebab akibat dengan memberikan perlakuan suatu teknik perawatan pada waktu tertentu. Hasil penelitian yang mengukur tingkat intenstias nyeri dinyatakan memiliki perbedaan efektifiitas antara perlakuan masase effleurage dengan teknik relaksasi nafas dalam. Berdasarkan hassil penelitian, Rata-rata intensitas nyeri sebelum dilakukan masase effluerage pada ibu bersalin kala I primi para di Bidan Praktek Mandiri F yaitu 9,4. Sedangkan sesudah perlakuan rata-rata intensitas nyeri menjadi 5,7. Selanjutnya, Rata-rata intensitas nyeri sebelum dilakukan teknik relaksasi nafas dalam pada ibu bersalin kala I primi para di Bidan Praktek Mandiri F yaitu 9,6. Sedangkan rata-rata intensitas nyeri sesudah perlakuan menjadi 7. Dengan melakukan uji Mann-Whitney didapatkan nilai Uhitung 11,5 (Uhitung < Utabel , H1 Diterima) dengan Utabel 16, dimana artinya terdapat perbedaan efektivitas masase effleurage dan teknik relaksasi nafas dalam mengurangi nyeri persalinan kala I primi para di Bidan Praktek Mandiri F Tahun 2024. Abstract (EN): All mothers giving birth at the Independent Midwife Practice (BPM) experienced labor pain in the 1st stage of Primi Para with an average level of moderate to severe pain, but no effleurage massage had been performed at BPM. This study aims to determine the Effect of Effleurage Massage and Deep Breathing Relaxation Techniques on the Intensity of Pain in the 1st Stage of Primi Para Normal Labor at the Independent Midwife Practice (BPM) F in 2024. This study used a quasi-experiment or pseudo-experiment. Quasi-experimental or pseudo-experimental research is a type of research used to find cause and effect by providing treatment with a treatment technique at a certain time. The results of the study that measured the level of pain intensity were stated to have a difference in effectiveness between effleurage massage treatment and deep breathing relaxation techniques. Based on the results of the study, the average pain intensity before effleurage massage was performed on mothers giving birth in the 1st stage of primi para at the Independent Midwife Practice F was 9.4. While after treatment the average pain intensity became 5.7. Furthermore, the average pain intensity before deep breathing relaxation techniques were performed on mothers giving birth in the first stage of primi para at Independent Midwife Practice F was 9.6. While the average pain intensity after treatment was 7. By conducting the Mann-Whitney test, the Ucount value was 11.5 (Ucount

Skripsi 2025
Detail
Pengaruh Pemberian Puding Pepaya Terhada...
Pengaruh Pemberian Puding Pepaya Terhadap Produksi ASI Ibu Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Bungo II Tahun 2024

Sari Ida Miharti, Neneng Indayani · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Menurut World Health Organization tahun 2023, angka pemberian ASI eksklusif di dunia menunjukkan angka 38% dan ini masih belum sesuai dengan target yang telah ditentukan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah kurangnya produksi ASI, salah satunya dengan memperhatikan asupan nutrisi ibu yaitu dengan mengkonsumsi buah papaya. Tujuan penelitian untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Puding Pepaya Terhadap Produksi ASI Ibu Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Bungo II. Jenis penelitian Quasi Experiment dengan desain One Group pre- posttest design. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 03 Desember 2024 s/d 04 Januari Tahun 2025 di wialayah kerja Puskesmas Muara Bungo II. Populasi penelitian ini seluruh Ibu Menyusui yang berjumlah 38 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 38 orang. Teknik pengambilan sampel secara total sampling. Hasil penelitian didapatkan Rata-rata produksi ASI sebelum diberikan puding pepaya yaitu 129,47 dan sesudah diberikan puding papaya yaitu 192,89. Ada Pengaruh Pemberian Puding Pepaya Terhadap Produksi ASI Ibu Menyusui (Pvalue = 0,000). Kesimpulan terdapat Pengaruh Pemberian Puding Pepaya Terhadap Produksi ASI Ibu Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Bungo II. Disarankan kepada ibu menyusui agar rutin mengkonsumsi buah-buahan yang banyak mengandung lactogogum seperti buah papaya dan olahannya sehingga produksi ASI ibu menjadi lancar. Abstract (EN): According to the World Health Organization (WHO) in 2023, the global rate of exclusive breastfeeding is 38%, which still does not meet the established target. One effort to address the issue of low breast milk production is by ensuring proper maternal nutrition intake, such as consuming papaya fruit. The purpose of this study is to determine the effect of papaya pudding administration on breast milk production in breastfeeding mothers in the working area of Muara Bungo II Public Health Center. This study uses a Quasi-Experimental design with a One Group PrePosttest Design approach. The research was conducted from December 3, 2024, to January 4, 2025, in the working area of Muara Bungo II Public Health Center. The study population consisted of all breastfeeding mothers, totaling 38 people, with a sample size of 38 individuals using a total sampling technique. The results showed that the average breast milk production before consuming papaya pudding was 129.47 ml, while after consuming papaya pudding, it increased to 192.89 ml. There is a significant effect of papaya pudding administration on breast milk production in breastfeeding mothers (P-value = 0.000). Conclusion: There is a significant effect of papaya pudding administration on breast milk production in breastfeeding mothers in the working area of Muara Bungo II Public Health Center. It is recommended that breastfeeding mothers regularly consume fruits rich in lactogogum, such as papaya and its processed forms, to ensure smooth breast milk production.

Skripsi 2025
Detail
Evaluasi Kualitas Pelayanan terhadap Imp...
Evaluasi Kualitas Pelayanan terhadap Implementasi Permenkes Nomor 2052 Tahun 2011 pada RSUD Prof.H.Muhammad Yamin,SH pariaman Tahun 2025.

Nurhayati, Evi Hasnita, Birna Marwikka · 2025 · Tesis · Fakultas Ilmu Kesehatan, S2 Kesehatan Masyarakat

Permasalahan pelayanan dokter di rumah sakit menjadi salah satu tantangan utama dalam sistem kesehatan di Indonesia. Salah satu isu mendesak adalah keterbatasan jumlah dokter. Berdasarkan data Konsil Kedokteran Indonesia tahun 2022, terdapat 254.894 dokter terdaftar yang terdiri dari dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis. Namun demikian, rasio dokter di Indonesia baru mencapai 0,37 per 1.000 penduduk, jauh di bawah standar minimum WHO yaitu 1 dokter per 1.000 penduduk. Regulasi mengenai Surat Izin Praktik (SIP) tiga tempat diharapkan dapat memperluas akses pelayanan kesehatan, terutama di daerah dengan kekurangan tenaga dokter. Namun dalam praktiknya, masyarakat sering mengeluhkan ketidakpastian waktu pelayanan di rumah sakit akibat keterlambatan kehadiran dokter. Pelayanan kesehatan merupakan indikator penting keberhasilan sistem kesehatan nasional. RSUD Prof. H. Muhammad Yamin, SH Pariaman sebagai rumah sakit rujukan di wilayah Sumatera Barat memiliki tanggung jawab dalam memberikan pelayanan bermutu sesuai regulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas pelayanan di RSUD Prof. H. Muhammad Yamin, SH Pariaman terhadap implementasi Permenkes Nomor 2052 Tahun 2011 Pasal 11 tentang praktik kedokteran dan kewenangan klinis dokter. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dengan 15 informan yang terdiri atas direktur, wakil direktur pelayanan, dokter, dan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan tenaga dokter di rumah sakit belum seimbang dengan klasifikasinya. Pemanfaatan SIP tiga tempat menyebabkan beban kerja dokter meningkat dan berdampak pada ketepatan waktu pelayanan. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi manajemen terhadap kebijakan SIP tiga tempat agar implementasinya tidak menurunkan kualitas pelayanan rumah sakit. Abstract (EN): Problems related to doctors‟ services in hospitals remain one of the major challenges faced by the Indonesian health system. One of the most urgent issues is the shortage of doctors. Data from the Indonesian Medical Council (KKI) in 2022 recorded 254,894 registered doctors, consisting of general practitioners, dentists, and specialists. However, the doctor-to-population ratio in Indonesia remains at 0.37 per 1,000 people, far below the World Health Organization (WHO) minimum standard of 1 doctor per 1,000 people. The regulation on the Three- Practice License (SIP tiga tempat) aims to increase accessibility and availability of health services, particularly in regions lacking doctors. However, patients often complain about uncertain service schedules caused by doctors‟ delayed attendance at hospitals. Health services are a key indicator of the success of the national health system. The Prof. H. Muhammad Yamin, SH Regional General Hospital (RSUD) in Pariaman, as a referral hospital in West Sumatra, bears the responsibility of providing quality services in accordance with regulations. This study aims to evaluate the quality of services at RSUD Prof. H. Muhammad Yamin, SH Pariaman in implementing the Ministry of Health Regulation (Permenkes) No. 2052 of 2011, Article 11, concerning medical practice and clinical authority. This research employed a descriptive qualitative approach using in-depth interviews with 15 informants, consisting of the hospital director, deputy director of services, doctors, and patients. The results showed that the availability of doctors at the hospital is not yet proportional to its classification. The implementation of the Three-Practice License increases doctors‟ workload and negatively affects punctuality in providing services. Therefore, hospital management is expected to evaluate and adjust the Three-Practice License policy to ensure that its implementation does not compromise service quality.

Tesis 2025
Detail
Analisis Survey Epidemiologi Perilaku Ke...
Analisis Survey Epidemiologi Perilaku Kesehatan Gigi Mulut Dengan Indeks DMF-T Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri Di Kabupaten Sijunjung Tahun 2025.

Oktavianis, Zuraida, Betri Sari · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S2 Kesehatan Masyarakat

Pada usia 12 tahun semua gigi primer telah tanggal dan mayoritas gigi permanen telah tumbuh mempunyai risiko mengalami karies gigi yang semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis survey epidemiologi perilaku kesehatan gigi mulut dengan indeks DMF-T Siswa Sekolah Menengah Pertama Kabupaten Sijunjung Tahun 2025. Metode penelitian adalah mix method. Data kuantitatif menggunakan desain cross sectional, sedangkan metode kualitatif menggunakan wawancara mendalam. Populasi dalam penelitian ini adalah Siswa dari 4 SMP di Kabupaten Sijunjung dengan teknik sampel accidental sampling sebanyak 100 orang dan informan sebanyak 20 orang. Analisis data kuantitatif secara univariat dan bivariat sedangkan data kualitatif berdasarkan triangulasi data. Penelitian dilakukan pada bulan Mei- Juni 2025. Hasil analisa univariat, 66% pengetahuan tinggi, 72% sikap positif, 87% perilaku baik, 62% dukungan orang tua baik, 61% peran guru yang baik, 63% peran tenaga kesehatan dan 85% indeks DMF-T yang baik. Hasil analisa bivariate terdapat hubungan pengetahuan (p value 0,044 OR 3,600), sikap (p value 0,05 OR 5,211), perilaku (p value 0,004 OR 7,429), dukungan orang (p value 0,006 OR 5,907), peran guru (p value 0,036 OR 3,862), peran tenaga kesehatan (p value 0,022 OR 4,296) terhadap DMF-T siswa SMP di Kabupaten Sijunjung. Hasil penelitian komponen input sudah mencukupi. Komponen proses sudah berjalan dengan output berupa capaian kegiatan UKGS Puskesmas. Kesimpulan terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, perilaku, dukungan orang tua, peran guru dan peran petugas kesehatan dengan kejadian indeks DMF-T. Pelaksanaan program UKGS sudah berjalan. Saran bagi sekolah dan Pihak Puskesmas berkolaborasi untuk menumbuhkan minat siswa sadar pentingnya kesehatan gigi dan mulut. Abstract (EN): By the age of 12, all primary teeth have fallen out and the majority of permanent teeth have grown in. Children entering school age are at an increasing risk of developing dental caries. This study aims to analyze an epidemiological survey of oral health behavior using the DMF-T index of public Junior High School Students in Sijunjung Regency in 2025. The research method used was a mixed methods approach. The quantitative data used a cross-sectional design, while the qualitative method used in-depth interviews. The population in this study were students from four junior high schools in Sijunjung Regency. The sampling technique used was proportional random sampling with a sample size of 100 students.This study involved 20 informants. The quantitative data were analyzed using univariate and bivariate methods, while the qualitative data were analyzed using data triangulation. The study was conducted between May and June 2025. Based on quantitative data, the results of univariate analysis, 66% high knowledge, 72% positive attitude, 87% good behavior, 62% good parental support, 61% good teacher role, 63% role of health workers and 85% good DMF- T index events. The results of bivariate analysis there is a relationship between knowledge (p value 0.044 OR 3.600), attitude (p value 0.05 OR 5.211), behavior (p value 0.004 OR 7.429), people's support (p value 0.006 OR 5.907), teacher role (p value 0.036 OR 3.862), health worker role (p value 0.022 OR 4.296) to DMF-T of Junior High School students in Sijunjung Regency in 2025. Based on qualitative data, hThe results of the research obtained input components: policies already exist, human resources, funds and infrastructure are sufficient. Process components: planning, implementation, and evaluation are already running Output components: Community Health Centers are capable of providing UKGS implementation with the achievement of UKGS activities. The conclusion is that there is a significant relationship between knowledge, attitudes, behavior, parental support, the role of teachers and the role of health workers with the incidence of the DMF-T index. PimplementationThe UKGS program is running as expected. Schools and community health centers are advised to collaborate on innovative dental and oral examinations to foster student interest and awareness of the importance of dental and oral health.

Skripsi 2025
Detail
Perbedaan Efektifitas Pemberian Tablet F...
Perbedaan Efektifitas Pemberian Tablet Fe dan Teh Daun Kelor (Moringa Oleifera Lamk) Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin (Hb) Ibu Hamil Dengan Anemia Ringan Di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Pekanbaru Tahun 2024

Nurul Amalina, Neneng Dwi Mayang Sari · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih banyaknya ibu hamil yang mengalami anemia di Indonesia khususnya di wilayah Puskesmas Sidomulyo Kota Pekanbaru tahun 2021- 2023 ditemukan permasalahan pada ibu hamil terbanyak yaitu anemia. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh dan efektivitas pemberian teh daun kelor terhadap kadar hemoglobin ibu hamil dengan anemia ringan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, yakni Quasy Intervesi rancangan Two Group Pretest Posttest dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan populasinya adalah seluruh ibu hamil anemia ringan di puskesmas Sidomulyo dan jumlah sampel 60 orang.Pengumpulan data menggunakan lembar observasi kadar Hb. Analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan paired T-test. Penelitian ini menemukan rata-rata Hb kelompok intervensi sebelum perlakuan sebesar 10,36 g/dL dan sesudah perlakuan rata-rata Hb responden 11,50 g/dL sedangkan rata-rata Hb kelompok kontrol (hanya konsumsi Tablet Fe saja) 10,20 g/dL dan sesudah perlakuan rata-rata Hb kelompok kontrol sebesar 11,18 g/dL. Hasil analisa menunjukkan P-value 0,007, sehingga H0 ditolak yang artinya kandungan Hb Ibu hamil sebelum dan setelah mengonsumsi teh daun kelor berbeda secara signifikan. Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dan efektivitas teh daun kelor. Hal ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan kadar Hb secara non farmakologi memiliki pengaruh pada peningkatan kadar Hb pada ibu hamil. Disarankan pada tenaga kesehatan khususnya di Puskesmas Sidomulyo agar selalu berupaya meningkatkan kesehatan masyarakat dengan mengadakan program sosialisasi menanggulangi masalah anemia pada ibu hamil melalui pemberian daun kelor dengan aturan pakai dan penjelasan tentang manfaatnya serta meningkatkan kerjasama dengan kader terkait informasi pelayanan pemeriksaan kehamilan. Abstract (EN): This study was motivated by the high number of pregnant women experiencing anemia in Indonesia, particularly in the Sidomulyo Community Health Center area, Pekanbaru City, from 2021 to 2023, where anemia was the most common issue among pregnant women. The purpose of this research was to analyze the influence and effectiveness of Moringa leaf tea in increasing hemoglobin levels in pregnant women with mild anemia. The method used was a quantitative approach with a quasi-experimental design, specifically a Two-Group Pretest-Posttest design. The sampling technique applied was purposive sampling, with a population of all pregnant women with mild anemia at the Sidomulyo Community Health Center and a total sample size of 60 respondents. Data collection was conducted using an Hb observation sheet. Univariate and bivariate analyses were performed using a paired t-test. The results showed that the average hemoglobin level in the intervention group before treatment was 10.36 g/dL and increased to 11.50 g/dL after treatment. Meanwhile, the control group (Fe tablets only) had an average hemoglobin level of 10.20 g/dL before treatment and 11.18 g/dL after treatment. Statistical analysis revealed a p-value of 0.007, indicating a significant difference in hemoglobin levels before and after consuming Moringa leaf tea. The study concluded that Moringa leaf tea has a significant influence and effectiveness in increasing hemoglobin levels, indicating that non-pharmacological efforts can positively impact hemoglobin levels in pregnant women. It is recommended that healthcare workers, particularly at the Sidomulyo Community Health Center, enhance community health through educational programs addressing anemia in pregnant women by promoting the consumption of Moringa leaf tea with proper instructions and explanations of its benefits. Collaboration with health cadres should also be strengthened to provide better pregnancy checkup services.

Skripsi 2025
Detail
Analisis Program Rujukan Universal Healt...
Analisis Program Rujukan Universal Health Coverage (UHC) dari Aspek Policy Analysis Triangle di Kabupaten Tanah Datar Tahun 2025.

Adriani, Zuraida, Astri Anggreini · 2025 · Tesis · Fakultas Ilmu Kesehatan, S2 Kesehatan Masyarakat

Universal Health Coverage (UHC) merupakan kebijakan global yang diimplementasikan sejak 2005. di Indonesia, pemerintah telah aktif mensosialisasikan dan mengimplementasi sejak 2014. Melalui program UHC, diharapkan akses dan jaminan pelayanan kesehatan yang berkualitas meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis program rujukan Universal Health Coverage (UHC) dari aspek Policy Analysis Triangle dengan melihat keterkaitan antara aktor, konten, konteks dan proses. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang dilakukan di Kabupaten Tanah Datar tahun 2025. Informan penelitian ini terdiri dari 2 Informan utama dan 8 Informan tambahan. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara mendalam serta dilakukan metode triangulasi. Analisis data kualitatif diperoleh dari data reduction, data display dan conclusion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran masing-masing informan sesuai dengan bidang kerjanya, adanya anggaran yang cukup, namun tidak semua pasien mendapatkan konseling tentang JKN. Berdasarkan Konten, semua pelayanan promotif, preventif, kuratif dan rehablitatif ditanggung UHC. Tidak ada perbedaan pelayanan pasien umum dan pasien UHC. Pelayanan non cut off sudah berjalan dengan baik, namun ada beberapa kendala di system rujukan. Berdasarkan Konteks, semua Masyarakat wajib tercover UHC. Kabupaten/Kota bisa menganggarkan pembiayaan UHC sesuai Perpres nomor 83 tahun 2018. Semua Penyakit menular dan penyakit tidak menular tercover UHC. Tidak ada diskriminasi layanan di faskes tingkat pertama. Berdasarkan proses, perencanaan UHC di maret 2024 terealisasi aktif di bulan Oktober 2024. Faktor pendorong UHC adalah pengintegrasian data DTKS serta sosialisasi dan advokasi yang dilakukan terus menerus. Saran yaitu meningkatkan intensitas dan diversifikasi sosialisasi mengenai UHC, terutama kepada masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta UHC, serta dapat melibatkan berbagai media, termasuk media sosial, untuk mencapai audiens yang lebih luas. Abstract (EN): Universal Health Coverage (UHC) is a global policy that has been implemented since 2005. In Indonesia, the government began actively promoting and implementing UHC in 2014, aiming to improve access to and guarantee the provision of quality healthcare services for all citizens. This study aims to analyze the referral system under the UHC program in Tanah Datar Regency, using the Policy Analysis Triangle framework, which comprises four main components: actors, content, context, and process.A qualitative research approach was employed, conducted in 2025. The study involved two key informants and eight additional informants. Data were collected through observations and in-depth interviews, with triangulation methods used to enhance data validity. Data analysis followed three stages: data reduction, data display, and conclusion drawing. Actors: All stakeholders fulfilled their respective roles, supported by adequate budget allocations. However, not all patients received appropriate counseling regarding the National Health Insurance (JKN). Content: The UHC program covers a full spectrum of health services, including promotive, preventive, curative, and rehabilitative care. No significant differences were observed between services provided to general patients and UHC participants. Non-cut-off services have been effectively implemented, although several challenges remain in the referral system. Context: All citizens are mandated to be covered under UHC. Local governments (districts and cities) are permitted to allocate UHC funding in accordance with Presidential Regulation No. 83 of 2018.: UHC planning, which commenced in March 2024, was fully implemented by October 2024. Key enabling factors included the integration of DTKS and ongoing socialization and advocacy efforts. This study recommends enhancing both the intensity and diversity of UHC-related socialization efforts, particularly targeting individuals who have not yet enrolled in the program. A variety of communication channels including social media should be utilized to reach a broader audience and increase public awareness and participation.

Tesis 2025
Detail
Pengaruh Media Booklet Terhadap Pengetah...
Pengaruh Media Booklet Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Trimester III Tentang Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Pua Tahun 2024

Febriniwati Rifdi, Nazella Nur Afifa · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Imunisasi dasar lengkap (IDL) merupakan imunisasi yang diberikan pada bayi usia 0-9 bulan. Di Indonesia target cakupan Universal Child Immunization (UCI) sebesar 100% pada tahun 2024. Puskesmas Sungai Pua pada tahun 2024 angka capaian imunisasi dasar lengkap pada bayi masih belum memenuhi target yaitu 95%. Penelitian ini dilakukan selama 3 hari dengan memberikan penyuluhan menggunakan media booklet. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Pre-Experiment. Desain penelitian menggunakan One Group Pre-test and Post-test design. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling dengan jumlah sampel 36 orang di wilayah kerja Puskesmas Sungai Pua. Analisis data melalui uji statistik Shapiro-Wilk dilanjutkan dengan uji paired sample T-test yang digunakan. Hasil analisis rata-rata pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar lengkap yaitu pre-test (58,78%) dan post-test (79,72%). Hasil analisis rata-rata sikap ibu tentang imunisasi dasar lengkap pada pre-test (58,36%) dan post-test (64,75%). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh peningkatan skor pengetahuan (p-value = 0,000) dan sikap (p-value = 0,000). Dapat disimpulkan bahwa penyuluhan melalui media booklet efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil trimester III tentang imunisasi dasar lengkap. Sehingga penyuluhan melalui media booklet dapat diaplikasikan dalam penyuluhan imunisasi dasar lengkap di puskesmas dan dapat direkomendasikan untuk digunakan dalam program kesehatan ibu hamil. Abstract (EN): Complete basic immunization (IDL) is immunization given to infants aged 0-9 months. In Indonesia, the target coverage of Universal Child Immunization (UCI) is 100% in 2024. Sungai Pua Health Center in 2024, the achievement rate of complete basic immunization in infants still has not met the target of 95%. This study was conducted for 3 days by providing counseling using booklet media. This study is a quantitative study using the Pre-Experiment method. The research design used the One Group Pre-test and Post-test design. Sampling was done using total sampling with a sample size of 36 people in the Sungai Pua Health Center work area. Data analysis through the Kolmogorov- Smirnov statistical test was continued with the paired sample T-test used. The results of the analysis of the average knowledge of mothers about complete basic immunization were pre-test (58.33%) and post-test (69.4%). The results of the analysis of the average attitude of mothers about complete basic immunization were pre-test (55.56%) and post- test (61%). This study's results indicate an effect of increasing knowledge scores (p-value = 0.000) and attitudes (p-value = 0.000). It can be concluded that counseling through booklet media effectively increases pregnant women's knowledge and attitudes in the third trimester about complete basic immunization. So counseling through booklet media can be applied in counseling on complete basic immunization at health centers and can be recommended for use in health programs for pregnant women.

Skripsi 2025
Detail
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Ti...
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tindakan Pencegahan Penyakit Rabies Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Ampalu Kabupaten Sijunjung Tahun 2024.

Vina Novela, Yusdila Jenova · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Rabies adalah penyakit infeksi akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies dan ditularkan melalui gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) terutama anjing. Gigitan hewan penular rabies yang tidak divaksinasi adalah penyebab dari sebagian besar kasus rabies yang dapat menyebabkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tindakan pencegahan penyakit rabies di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Ampalu Kabuaten Sijunjung tahun 2024 Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan pendekatan kuantitatif serta desain cross sectional study. Sampel penelitian ini sebanyak 83 yaitu orang yang memelihara anjing. Teknik yang digunakan adalah probability sampling dengan jenis pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat, dengan menggunakan uji chi-square. Dari hasil penelitian 57 orang (68,7 %) memiliki pengetahuan tinggi, 50 orang (60,2%) memeiliki sikap positif, 56 orang (67,5) mendukung peranan petugas kesehatan dalam tindakan pencegahan penyakit rabies. Hasil uji chi square didapatkan ada hubungan antara pengetahuan dengan tindakan pencegahan penyakit rabies dengan nilai (p=0.000), ada hubungan antara sikap dengan tindakan pencegahan penyakit rabies dengan nilai (p=0.008) dan ada hubungan antara peranan petugas dengan tindakan pencegahan penyakit rabies dengan nilai (p=0.000). Disimpulkan ada Hubungan pengetahuan,sikap dan peranan petugas kesehatan dengan tindakan pencegahan penyakit rabies. Diharapkan kepada pihak- pihak kesehatan untuk melakukan penyuluhan tentang rabies kepada masyarakat sehingga masyarakat memahami akan pentingnya tindakan pencegahan penyakit rabies. Abstract (EN): Rabies is an acute infectious disease of the central nervous system caused by the rabies virus and transmitted through the bite of Rabies-Transmitting Animals (RTAs), particularly dogs. Bites from unvaccinated rabies-transmitting animals are the primary cause of most rabies cases, which can lead to death. This study aims to determine the factors associated with rabies prevention measures in the working area of the Tanjung Ampalu Public Health Center, Sijunjung Regency, in 2024. This is an analytical survey study with a quantitative approach and a cross- sectional design. The study involved 83 dog owners as the sample. The sampling technique used was probability sampling, specifically simple random sampling. Data analysis included univariate and bivariate analyses using the chi-square test. The results showed that 57 respondents (68.7%) had a high level of knowledge, 50 respondents (60.2%) had a positive attitude, and 56 respondents (67.5%) supported the role of health workers in rabies prevention efforts. The chi- square test results indicated a significant relationship between knowledge and rabies prevention measures (p = 0.000), between attitude and rabies prevention measures (p = 0.008), and between the role of health workers and rabies prevention measures (p = 0.000). In conclusion, there is a significant relationship between knowledge, attitude, and the role of health workers with rabies prevention measures. It is recommended that health authorities conduct public education and outreach about rabies so that communities understand the importance of preventive actions against the disease.

Skripsi 2025
Detail
Faktor Penyebab Kejadian Berat Badan Lah...
Faktor Penyebab Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2024

Resty Noflidaputri, Mulhayati · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Berat bayi lahir rendah atau yang biasa disebut dengan BBLR masih menjadi penyebab utama kematian pada bayi. Di tahun 2023 terdapat 237 kelahiran BBLR dan 4 kematian bayi disebabkan karena BBLR dan komplikasi asfiksia neonatorum. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui factor penyebab kelahiran BBLR di Kabupaten Pasaman Barat. Jenis Penelitian deskriptif dengan desain case control. Penelitian ini dilaksanakan pada November-Desember 2024 di Kabupaten Pasaman Barat. Populasi Penelitin ini adalah semua bayi BBLR tahun 2023 sebanyak 237 orang. Sampel pada penelitian ini berujumlah ditetapkan 1:1 sehingga total sampel adalah 474. Analisa data yaitu secara univariat dan bivariat. Uji data secara komputerisasi dengan menggunakan uji chi square. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa 36,1% responden memiliki paritas beresiko, 36,3% usia beresiko, 21,9% meiliki jarak kehamilan beresiko, 31% mengalami anema saat hamil, 27,4% memiliki status gizi KEK saat hamil, 26,6% mengalami preeklamsi dan 27,2% terlahir premature. Analisis bivariat didapatkan p value 0,04 (paritas), 0,000 (usia), 0,006 (jarak kehamilan), 0,00 (anemia), 0,000 (status gizi), 0,000 (preeklamsia) dan 0,000 (premature). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa paritas, usia, jarak kehamilan, anemia, status gizi, preeklamsia dan prematur berhubungan dengan kejadian BBLR di Pasaman Barat. Oleh sebab itu, hendaknya ditingkatkan pelayanan pada ibu hamil dan KIE KB untuk meningkatkan peserta KB dan menghambat kelahiran. Abstract (EN): Low birth weight or commonly called LBW is still the main cause of death in infants. In 2023 there were 237 LBW births and 4 infant deaths due to LBW and complications of neonatal asphyxia. The purpose of this study was to determine the factors causing LBW births in West Pasaman Regency. Type of descriptive research with case control design. This study was conducted in November- December 2024 in West Pasaman Regency. The population of this study was all LBW babies in 2023 as many as 237 people. The sample in this study was set at 1:1 so that the total sample was 474. Data analysis was univariate and bivariate. Computerized data testing using the chi square test. Based on the results of the study, it was found that 36.1% of respondents had risky parity, 36.3% risky age, 21.9% had risky pregnancy spacing, 31% experienced anemia during pregnancy, 27.4% had KEK nutritional status during pregnancy, 26.6% experienced preeclampsia and 27.2% were born premature. Bivariate analysis obtained p value 0.04 (parity), 0.000 (age), 0.006 (pregnancy spacing), 0.00 (anemia), 0.000 (nutritional status), 0.000 (preeclampsia) and 0.000 (premature). Based on the results of the study, it was concluded that parity, age, pregnancy spacing, anemia, nutritional status, preeclampsia and prematurity were related to the incidence of LBW in West Pasaman. Therefore, services for pregnant women and KB IEC should be improved to increase KB participants and inhibit births.

Skripsi 2025
Detail
Pengaruh Permainan Congklak Terhadap Per...
Pengaruh Permainan Congklak Terhadap Perkembangan Motorik Halus Pada Anak Usia 3-4 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Panas Kabupaten Solok Tahun 2024

Vedjia Medhyna, Muhajadailla Mulya · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Perkembangan motorik halus adalah suatu perkembangan gerak jasmani melalui kegiatan pusat saraf, urat syaraf, dan otot yang koordinasi. motorik adalah semua gerakan yang kemungkinan di dapat oleh seluruh tubuh, sedangkan perkembangan adalah prosses seorang anak belajar tumbuh terampil menggerakkan tubuhnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh permainan congklak terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia 3-4 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Panas Kabupaten Tahun 2024. Penelitian yang bersifat quasi eksperimental dengan rancangan yang digunakan adalah one group pretest-postest design. Penelitian telah dilakukan pada tanggal 9 September sampai 28 Oktober 2024 dengan jumlah responden sebanyak 36 orang anak teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan setelah permainan congklak. Kemudian data diolah dan dianalisis dengan analisis univariat dan analisis bivariate menggunakan uji hipotesis adalah uji T-Test dependen secara komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan rata–rata perkembangan motorik responden sebelum permainan congklak adalah 6,78 dan Rata – rata perkembangan motorik responden setelah permainan congklak adalah 8,31 dan ada permainan congklak terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia 3-4 Tahun p value = 0,000. Dapat disimpulkan terdapat ada permainan congklak terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia 3-4 Tahun. Diharapkan petugas kesehatan dapat menjalin kerjasama dengan orang tua untuk memonitoring dan memberikan stimulasi dini perkembangan motorik halus melalui permainan congklak. Juga dapat digunakan untuk mensosialisasikan, mengedukasi, serta mengaplikasikan kepada masyarakat tentang permainan congklak guna perkembangan motorik halus pada anak. Abstract (EN): Smooth motor development is a development of physical movement through the activities of the nerve center, nerves, and muscles that are coordinated. Motoric is all movements that are possible to be obtained by the whole body, while development is the process of a child learning to grow skilled at moving his body. The purpose of the study was to determine the effect of congklak games on smooth motor development in children aged 3-4 years in the Muara Panas Health Center Work Area, Regency in 2024. This quasi-experimental study used a one-group pretest-posttest design. The study was conducted from September 9 to October 28, 2024 with 36 children as respondents using a purposive sampling technique. Data collection was carried out using a questionnaire before and after the congklak game. Then the data was processed and analyzed using univariate analysis and bivariate analysis using a hypothesis test, namely a computerized dependent T-Test. The results of the study showed that the average motor development of respondents before the congklak game was 6.78 and the average motor development of respondents after the congklak game was 8.31 and there was a congklak game on smooth motor development in children aged 3-4 years p value = 0.000. It can be concluded that there is a congklak game on smooth motor development in children aged 3-4 years. It is hoped that health workers can collaborate with parents to monitor and provide early stimulation of smooth motor development through the congklak game. It can also be used to socialize, educate, and apply to the community about the congklak game for smooth motor development in children.

Skripsi 2025
Detail