Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Hubungan Antara Parameter Fisik Dengan K...
Hubungan Antara Parameter Fisik Dengan Kandungan Escherichia Coli Pada Kolam Renang Umum Di Kota Padang Tahun 2025.

Loly Novita Winas, Widya Yunita Fitri · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Kolam renang umum berpotensi menjadi media penularan penyakit apabila kualitas air tidak memenuhi standar kesehatan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko kontaminasi bakteri Escherichia Coli (E. Coli) pada kolam renang umum di Kota Padang. Tujuan penelitian adalah menilai parameter fisik air kolam (suhu, kekeruhan, bau, dan kepadatan perenang), mendeteksi keberadaan E. Coli, serta menganalisis hubungan keduanya. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan teknik total sampling. Sampel penelitian adalah 10 kolam renang umum di Kota Padang yang memenuhi kriteria inklusi. Data diperoleh melalui observasi lapangan dan pemeriksaan laboratorium, kemudian dianalisis menggunakan uji Korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan kepadatan perenang sebagian besar memenuhi syarat, sedangkan kekeruhan (80%) dan bau (100%) tidak memenuhi syarat. Sebanyak 70% kolam renang terdeteksi positif mengandung E. Coli. Uji statistik menunjukkan hanya kekeruhan yang berhubungan signifikan dengan keberadaan E. Coli (p < 0,05). Kesimpulannya, kualitas fisik air kolam renang umum di Kota Padang belum sepenuhnya sesuai standar, terutama pada aspek kekeruhan dan bau. Disarankan agar pengelola memperkuat sistem filtrasi dan desinfeksi, melakukan pemeriksaan laboratorium rutin, serta mengontrol jumlah perenang untuk mencegah risiko kesehatan masyarakat. Abstract (EN): Public swimming pools have the potential to become a medium for disease transmission if the water quality does not meet health standards. This study was motivated by the high risk of Escherichia Coli (E. Coli) contamination in public swimming pools in Padang City. The aim was to assess the physical parameters of pool water (temperature, turbidity, odor, and swimmer density), detect the presence of E. Coli, and analyze their relationship. This research applied a quantitative design with a cross-sectional approach using total sampling. The study sample consisted of 10 public swimming pools that met the inclusion criteria. Data were collected through field observation and laboratory testing, then analyzed using the Spearman correlation test with a 95% confidence level. The results showed that temperature and swimmer density mostly met the standards, while turbidity (80%) and odor (100%) did not. A total of 70% of pools were positive for E. Coli. Statistical analysis revealed that only turbidity had a significant relationship with the presence of E. Coli (p < 0.05). In conclusion, the physical quality of public swimming pool water in Padang City has not fully met standards, particularly in terms of turbidity and odor. Pool operators are advised to improve filtration and disinfection systems, conduct routine laboratory testing, and regulate swimmer density.

Skripsi 2025
Detail
Efektifitas Konsumsi Nugget Teri Terhada...
Efektifitas Konsumsi Nugget Teri Terhadap Penyembuhan Luka Perineum Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Sariak Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2024

Vitria Komala Sari, Monalasa Melinda · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Berdasarkan data cakupan ibu nifas Puskesmas Sungai Sariak tahun 2024 yaitu jumlah ibu nifas dengan luka perineum sebanyak 184 orang. ibu nifas harus mengkonsumsi makanan dengan kandungan protein tinggi yang sangat efektif untuk penyembuhan luka perineum seperti Teri yang mengandung omega-3, vitamin B,C,D dan mineral. Tujuan penelitian untuk menentukan efektifitas konsumsi Nugget teri dalam mempercepat penyembuhan luka perineum ibu nifas. Desain penelitian adalah quasi eksperimen dengan two group pre-post test design. Populasi adalah ibu yang melahirkan secara normal di Puskesmas Sungai Sariak sebanyak 250 orang, sedangkan sampel ibu yang melahirkan dengan luka perineum derajat 2 yang berjumlah 30 orang dan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap luka perineum dan instrumen penelitian adalah skala REEDA. Analisis dilakukan dengan analisa univariat dan bivariat menggunakan uji statistik paired T-Test. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2024 sampai Desember 2024. Hasil penelitian menunjukkan pada kelompok kontrol rata-rata sebelum pemberian Nugget Teri 13,47, standar devisiasi 1,552. Rata-rata sesudah pemberian Nugget Teri 2,53, standar devisiasi 1,767. Pada kelompok intervensi rata-rata sebelum pemberian Nugget Teri 13,40, standar devisiasi 1,502 dan rata-rata sesudah pemberian Nugget Teri 1,27, standar devisiasi 1,163 dan nilai p value 0,004 < 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian Nugget Teri lebih efektif terhadap penyembuhan luka perineum ibu nifas dibandingkan tidak diberikan Nugget Teri pada ibu nifas. Disarankan kepada instansi kesehatan untuk berinovasi pada praktek kebidanan diberbagai tata pelayanan kesehatan, khususnya pada pelayanan ibu nifas dengan memberikan Nugget Teri sebagai makanan tinggi protein dalam percepatan penyembuhan luka perineum. Abstract (EN): Based on the type of data from the Sungai Sariak Health Center in 2024, the number of postpartum mothers with perineal injuries is 184 people. Postpartum mothers must consume foods with high protein content that are very effective for the healing of perineal wounds such as anchovies which contain omega-3, vitamins B, C, D and minerals. The purpose of the study was to determine the effectiveness of anchovy nugget consumption in accelerating the healing of perineal wounds in postpartum mothers. The research design is a quasi- experiment with two groups pre-post test design. The population is 250 mothers who give birth normally at the Sungai Sariak Health Center, while the sample of mothers who gave birth with 2nd degree perineal wounds totaled 30 people and the sampling technique was purposive sampling. Data were collected through direct observation of perineal lesions and the research instrument was the REEDA scale. The analysis was carried out using univariate and bivariate analysis using the paired T-Test statistical test. The results showed that in the control group the average before the administration of Anchovy Nuggets was 13.47, the standard definition was 1.552. The average after giving Anchovy Nuggets was 2.53, the standard definition was 1.767. In the intervention group, the average before the administration of Anchovy Nuggets was 13.40, the standard of dedication was 1.502 and the average after the administration of Anchovy Nuggets was 1.27, the standard of dedication was 1.163 and the p-value of 0.004 < 0.05. The conclusion of this study is that the administration of Anchovy Nuggets is more effective in healing perineal wounds of postpartum mothers than not giving Anise Nuggets to postpartum mothers. It is recommended to health agencies to innovate in obstetric practices in various health service systems, especially in postpartum services by providing Anchovy Nuggets as a high-protein food in accelerating the healing of perineal wounds.

Skripsi 2025
Detail
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pe...
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penyebab Terjadinya Dermatitis Kontak Pada Pedagang Ikan Di Pasar Bawah Kota Bukittinggi Tahun 2025.

Evi Hasnita, Welza Putri · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Penyakit kulit akibat kerja adalah kerusakan kulit dengan pajanan utama pekerjaan. Insiden penyakit kulit akibat kerja yang merupakan Dermatitis Kontak sebesar 92,5%, sekitar 5,4% karena infeksi kulit dan 2,1% karena penyakit kulit lainnya. Data epidemiologi di Indonesia memperlihatkan bahwa 97% dari 389 kasus adalah Dermatitis Kontak, dimana diantaranya 66,3% adalah DKI (Dermatitis Kontak Iritan) dan 33,7% adalah DKA (Dermatitis Kontak Alergi). Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian Kuantitatif dengan menggunakan Metode Deskriptif Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2025 dan Sampel yang digunakan sebanyak 40 orang Pedagang Ikan yang bekerja di Pasar Bawah Kota Bukittinggi. Analisis yang digunakan adalah analisis Univariat dan Bivariat dengan uji Chi-Square dengan derajat kepercayaan 95% dan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan dari 40 responden terdapat 25 responden dengan persentase (62,5%) memiliki gejala dermatitis negatif, 26 responden dengan persentase (65,0%) memiliki lama kontak Abstract (EN): Occupational skin diseases are skin disorders primarily caused by occupational exposure. The incidence of occupational skin diseases, most commonly Contact Dermatitis, is 92.5%, with approximately 5.4% caused by skin infections and 2.1% by other skin conditions. Epidemiological data in Indonesia show that 97% of 389 reported cases are Contact Dermatitis, of which 66.3% are Irritant Contact Dermatitis (ICD) and 33.7% are Allergic Contact Dermatitis (ACD). This research uses a quantitative method with a descriptive-analytic design and a cross- sectional approach. The study was conducted from June to July 2025 with a sample of 40 fish vendors working at Pasar Bawah, Bukittinggi City. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis, with the Chi-square test at a 95% confidence level (α = 0.05). Results: Among 40 respondents, 25 (62.5%) did not show symptoms of dermatitis, 26 (65.0%) had contact durations of less than 8 hours per day, 20 (50.0%) were exposed to direct contact, 22 (55.0%) used incomplete personal protective equipment (PPE), 26 (65.0%) had good hygiene practices, and 22 (55.0%) had good knowledge. Conclusion: There is no significant relationship between contact duration and personal hygiene with the symptoms of contact dermatitis. However, exposure characteristics, use of PPE, and knowledge showed a significant relationship with the symptoms of contact dermatitis.

Skripsi 2025
Detail
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyembu...
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Nifas Di Wilayah Kerja Puskesmas Sanggaran Agung Tahun 2024

Vitria Komala Sari, Mira Oktavia · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Infeksi masa nifas sebagai penyebab utama kematian ibu di Indonesia, Faktor penyebab terjadinya infeksi pada masa nifas ialah adanya perlukaan pada perineum yang mempengaruhi penyembuhan luka perineum antara lain adalah anemia dan diabetes mellitus, kebutuhan gizi, pengetahuan perawatan luka perineum, personal hygiene, melakukan mobilisasi dini 2 jam setelah persalinan dan tidak ada komplikasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Nifas Di Wilayah Kerja Puskesmas Sanggaran Agung Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian penelitian survey analitik, teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling pendekatan cross-sectional. populasi dalam penelitian ini sebanyak 69, sampel dalam penelitian ini sebanyak 69, dimana pengambilan sampel kasus Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas mulai bulan Januari-Agustus tahun 2024 yang ada di Puskesmas Sanggaran Agung. Analisa bivariate. Hasil penelitian dengan menggunakan uji Chi Square diperoleh P value = 0.014 ( Abstract (EN): Postpartum infection is a leading cause of maternal mortality in Indonesia. The factors causing infections during the postpartum period include perineal wounds, which affect the healing process of perineal wounds. Factors influencing perineal wound healing include anemia and diabetes mellitus, nutritional needs, knowledge of perineal wound care, personal hygiene, early mobilization within 2 hours after delivery, and the absence of complications. The aim of this study is to identify the factors affecting perineal wound healing in postpartum mothers in the work area of Sanggaran Agung Health Center in 2024. This study is an analytical survey research using purposive sampling and a cross-sectional approach. The population in this study consists of 69 participants, and the sample size is 69, where the case sampling is taken from all postpartum mothers from January to August 2024 at Sanggaran Agung Community Health Center. Bivariate analysis was used. The results showed that using the Chi-Square test, the P-value = 0.014 (

Skripsi 2025
Detail
Analisis Hubungan Penerapan Program Kese...
Analisis Hubungan Penerapan Program Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap Kinerja Pegawai Pada Pt. Pln (Persero) Unit Layanan Pengadaan Bukittinggi Tahun 2024.

Evi Hasnita, Wahyu Hidayat · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan meningkatkan kepuasan kerja pegawai. Selain itu, sumber daya manusia juga berperan dalam menghasilkan suatu kinerja Kinerja yang baik akan menghasilkan dampak yang positif terhadap perusahaan dan sebaliknya jika kinerja karyawan kurang baik akan menghasilkan dampak negatif terhadap perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penerapan program K3 dengan kepuasan kerja pegawai di PT. PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Bukittinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 84 pegawai sebagai sampel total. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dengan p-value (0.002 < 0.05), alat kerja dengan p-value (0.000 < 0.05), dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja pegawai (0.002 < 0,05). Nilai Odds Ratio menunjukkan bahwa rendahnya penerapan K3 meningkatkan risiko ketidakpuasan kerja secara signifikan. Kesimpulannya, program K3 berpengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai. Disarankan agar perusahaan meningkatkan pengawasan dan pelaksanaan program K3 secara konsisten serta membangun budaya kerja yang aman dan nyaman guna menunjang produktivitas dan kesejahteraan pegawai. Abstract (EN): Occupational Health and Safety (OHS) is a crucial factor in creating a safe work environment and enhancing employee job satisfaction. In addition, human resources contribute to performance. Good performance benefits the organization, whereas poor performance harms it. This study aims to analyze the relationship between the implementation of OHS programs and employee job satisfaction at PT. PLN (Persero) Customer Service Unit Bukittinggi. The study uses a quantitative approach with a survey method involving a total sample of 84 employees. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using the Chi- Square test. The results indicate a significant relationship between the use of Personal Protective Equipment (PPE) with a p-value of 0.002 (< 0.05), work tools with a p-value of 0.000 (< 0.05), and the work environment with a p-value of 0.002 (< 0.05) in relation to employee job satisfaction. The Odds Ratio values suggest that poor implementation of OHS significantly increases the risk of employee dissatisfaction. In conclusion, the OHS program has an impact on employee job satisfaction. It is recommended that the company enhance supervision and consistently implement OHS programs while fostering a safe and comfortable work culture to support employee productivity and well-being.

Skripsi 2025
Detail
Efektifitas Pemberian Jus Buah Bit (Beta...
Efektifitas Pemberian Jus Buah Bit (Beta Vulgaris) Dan Kurma Terhadap Peningkatan Hb Pada Ibu Hamil Dengan Anemia Di Wilayah Kerja Puskesmas Silungkang Kota Sawahlunto Tahun 2024

Novi Wulan Sari, Miftahul jannah · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Anemia merupakan masalah kesehatan global utama yang terutama menyerang ibu hamil dan anak-anak. Anemia dalam kehamilan merupakan kondisi ibu dengan kadar hemoglobin kurang dari 11,0 gram/dL. Menurut Riset Kesehatan Dasar (RISKESDES) dalam Badan Pusat Statistik Indonesia Tahun 2021, prevelensi anemia pada ibu hamil dipedesaan dan perkotaan sebesar 48,90%. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui efektifitas pemberian jus Buah Bit (Beta Vulgaris ) dan Kurma terhadap peningkatan Hb pada ibu hamil dengan anemia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksperimental dengan pendekatan One Group Pretest Posttest. Penelitian ini telah dilaksanakan di wilayah Kerja Puskesmas Silungkang pada 16 Oktober – 1 November 2024. Informant dari penelitian ini terdiri dari 14 orang responden dengan teknik total sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara, pemeriksaan dan observasi. Analisis data menggunakan uji statistic menggunakan SPSS, uji normalitas (uji Paired T Test), serta uji validitas. Hasil penelitian didapatkan nilai p-value 0.000 < a = 0.05, maka Ha diterima dan Ho ditolak, yang berarti ada efektifitas pemberian jus buah bit terhadap peningkatan Hb pada ibu hamil trimester III dengan Anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Silungkang Kota Sawahlunto. Abstract (EN): Anemia is a major global health problem, particularly affecting pregnant women and children. Anemia during pregnancy is a condition where a woman's hemoglobin level is less than 11.0 grams/dL. According to the 2021 Basic Health Research (RISKESDES) from the Indonesian Central Bureau of Statistics, the prevalence of anemia among pregnant women in both rural and urban areas is 48.90%. The aim of this study is to determine the effectiveness of giving beetroot (Beta Vulgaris) and dates juice on increasing Hb levels in pregnant women with anemia. This study is a quantitative research with a Quasi-Experimental design, using a One Group Pretest Posttest approach. The study was conducted in the working area of Silungkang Health Center from October 16 to November 1, 2024. The informants in this study consisted of 14 respondents selected using total sampling. Data collection was carried out through interviews, examinations, and observations. The data analysis used statistical tests with SPSS, normality tests (Paired T Test), and validity tests. The results showed a p-value of 0.000 < α = 0.05, meaning that Ha is accepted and Ho is rejected, indicating the effectiveness of giving beetroot juice in increasing Hb levels in third-trimester pregnant women with anemia in the working area of Silungkang Health Center, Sawahlunto City.

Skripsi 2025
Detail
Inovasi Pemanfaatan Buah Naga Menjadi Kr...
Inovasi Pemanfaatan Buah Naga Menjadi Kripik Untuk Meningkatkan Kadar Hemoglobin Remaja Putri di Puskesmas Parit Kabupaten Pasaman Barat

Widya Nengsih, Miftahul Huda HSB · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Anemia pada pada remaja masih menjadi masalah di Kabupaten Pasaman Barat karena menempati posisi ketiga di Sumatera Barat. Kejadian anemia tertinggi berada di Puskesmas Parit tahun 2024 yaitu 29% dari jumlah remaja putri yang ada berdasarkan hasil penjaringan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi keripik buah naga terhadap kadar Hb remaja putri.Jenis Penelitian Quasi Eksperimental dengan pendekatan One group Pretest-Posttest design. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari 2025 selama 14 hari di puskesmas Parit. Populasi Penelitin ini adalah remaja putri yang mengalami anemia ringan di SMPN 1 Koto Balingka 32 orang. Sampel pada penelitian ini berjumlah 32 orang dengan Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Analisa data yaitu secara univariat dan bivariat. Uji data secara komputerisasi dengan menggunakan uji statistik t test independent .Rata-rata kadar Hb remaja putri sebelum konsumsi keripik buah naga adalah 11.1129 dan setelah konsumsi keripik buah naga adalah 12.0194. Hasil Analisa bivariat didapatkan pvalue 0,000.Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa ada pengaruh konsumsi keripik buah naga terhadap kadar Hb remaja putri. Oleh sebab itu diharapkan Puskesmas meningkatkan pelayanan Kesehatan remaja putri agar dapat mencegah kejadian anemia Abstract (EN): Anemia in adolescents is still a problem in West Pasaman Regency because it is ranked third in West Sumatra. The highest incidence of anemia is in the Parit Health Center for 2024, which is 29% of the number of adolescent girls based on the results of school screening. This study aims to determine the effect of dragon fruit chip consumption on Hb levels of adolescent girls.Type of Quasi Experimental Research with a One Group Pretest-Posttest design approach. This study was conducted in January 2025 for 14 days at the Parit Health Center. The population of this study was 32 female adolescents with mild anemia at SMPN 1 Koto Balingka. The sample in this study was 32 people with a total sampling technique. Data analysis was univariate and bivariate. Computerized data testing using the independent t-test statistical test.The average Hb level of female adolescents before consuming dragon fruit chips was 11.1129 and after consuming dragon fruit chips was 12.0194. The results of the bivariate analysis obtained a p-value of 0.000.Based on the study, it was concluded that there was an effect of dragon fruit chip consumption on the Hb levels of female adolescents. Therefore, it is hoped that the Health Center will improve health services for young lady in order to prevent the occurrence of anemia

Skripsi 2025
Detail
Perbandingan Kualitas Air Dilihat Dari K...
Perbandingan Kualitas Air Dilihat Dari Kadar Coliform Pada Depot Air Minum Isi Ulang Yang Di Masak Dan Yang Tidak Di Masak Di Kecamatan Padang Gelugur Kabupaten Pasaman Tahun 2024.

Siti Rahma, Vina Novela · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kesehatan Masyarakat

Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) merupakan usaha penyediaan air minum curah tanpa kemasan yang diminati masyarakat karena harganya lebih murah dibandingkan air kemasan. Namun, kualitasnya masih diragukan akibat minimnya informasi tentang proses pengolahan dan pengawasan. Penelitian ini bertujuan membandingkan kualitas air berdasarkan kadar coliform pada air DAMIU yang dimasak dan tidak dimasak di Kecamatan Padang Gelugur, Kabupaten Pasaman. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan desain eksperimen laboratorium pada Februari – Maret 2025, melibatkan 6 depot dengan teknik total sampling. Data diperoleh melalui uji laboratorium dan dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil menunjukkan kadar coliform rata-rata pada air dimasak sebesar 527 CFU/100 mL, dan yang tidak dimasak sebesar 523,67 CFU/100 mL. Kadar tertinggi di depot C (597 CFU/100 mL) dan terendah di depot A (77 CFU/100 mL). Hasil uji independent samples t-test diperoleh Pvalue = 0,990 ≥ α (0,05) (Ho diterima). Artinya tidak terdapat perbedaan kualitas air berdasarkan kadar coliform depot air minum isi ulang dimasak dengan yang tidak dimasak. Disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan kadar coliform antara air DAMIU yang dimasak dan tidak dimasak. Disarankan agar pengelola DAMIU di Kecamatan Padang Gelugur meningkatkan higiene dan sanitasi selama proses pengolahan air agar memenuhi standar mutu dan bebas dari cemaran coliform. Abstract (EN): Refilled Drinking Water Depots (DAMIU) are businesses that provide unpackaged bulk drinking water, widely favored due to its lower cost compared to bottled water. However, its quality is often questioned due to the lack of information regarding the processing and supervision. This study aims to compare water quality based on coliform levels in DAMIU water that is boiled and unboiled in Padang Gelugur Subdistrict, Pasaman Regency. The study was conducted quantitatively using an experimental laboratory design from February to March 2025, involving 6 depots selected through total sampling technique. Data were collected through laboratory testing, and results were analyzed using univariate and bivariate analysis. The results showed the average coliform level in boiled water was 527 CFU/100 mL, while in unboiled water it was 523.67 CFU/100 mL. The highest level was found in depot C (597 CFU/100 mL), and the lowest in depot A (77 CFU/100 mL). The result of the independent samples t-test showed a p-value = 0.990 ≥ α (0.05), indicating that the null hypothesis (Ho) is accepted. This means there is no significant difference in water quality based on coliform levels between boiled and unboiled refilled drinking water according to the laboratory test. It is concluded that there is no difference in water quality based on coliform levels between boiled and unboiled refilled drinking water in Padang Gelugur Subdistrict, Pasaman Regency, in 2024. It is recommended that DAMIU operators in Padang Gelugur Subdistrict, Pasaman Regency, meet the standards for depot management by improving hygiene and proper sanitation during the treatment process to ensure the water is free from coliform.

Skripsi 2025
Detail
Evaluasi Program Penatalaksanaan Stuntin...
Evaluasi Program Penatalaksanaan Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Rumbai Tahun 2024

Oktavianis, Meza Merantika · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Masalah gangguan tumbuh kembang pada anak merupakan masalah gizi buruk di dunia, terutama di negara miskin dan berkembang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Evaluasi Program Penatalaksanaan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Rumbai Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan crossectional study. jenis penelitian kualitatif, metode pengumpulan data menggunakan indepth interview agar ditemukan permasalahan yang lebih terbuka serta melakukan observasi dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini 20 informan. Data dianalisa dengan empat langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Keabsahan data didapatkan dalam proses triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa input yaitu Kebijakan mengacu pada Peraturan Presiden berupa SK tim Percepatan Penurunan stunting. Ketersediaan tenaga dalam Pelaksanaan Program Percepatan Penurunan Stunting sudah cukup. Dana pelaksananaan dari dana BOK (DAK non fisik ), Dana BLUD, Dana Desa. Sarana dan Prasarana sudah memadai seperti Antropometri kit. Proses: Manajemen perencanaan sudah terencana dengan baik dangan adanya POA dan RUK. Pelaksanaan program penurunan stunting sudah dapat menghasilkan informasi yang membantu puskesmas dalam pengambilan keputusan. Evaluasi dilakukan saat Lokmin bulanan dengan memaparkan data dan permasalahan serta pencapaian yang sudah ada. Output: Hasil Program Penurunan Stunting di Puskesmas Sungai Rumbai untuk angka kejadian atau prevalensi stunting sudah dibawah target nasional. Bagi Puskesmas dapat membantu puskesmas dalam memberi motivasi bagi masyarakat, untuk meningkatkan kunjungan serta penyuluhan kepada masyarakat untuk lebih menjaga kualitas serta kuantitas asupan makanan bagi anaknya, meningkatkan kebersihan diri dan lingkungan sekitar, serta pengetahuan mengenai pemanfaatan pelayanan. Abstract (EN): The problem of impaired growth and development in children is a problem of malnutrition in the world, especially in poor and developing countries. The aim of this research is to determine the evaluation of the Stunting Management Program in the Sungai Rumbai Community Health Center Work Area in 2024. This research is an analytical research with a cross-sectional study approach. qualitative research type, data collection method using in-depth interviews to find more open problems as well as carrying out observations and documentation studies. The informants in this research were 20 informants. Data was analyzed in four steps, namely data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing or verification. The validity of the data is obtained in the data triangulation process. The research results show that the input, namely policy, refers to the Presidential Regulation in the form of a Decree on the team for the Acceleration of Reducing Stunting. The availability of personnel for the implementation of the Stunting Reduction Acceleration Program is sufficient. Implementation funds from BOK funds (non- physical DAK), BLUD funds, Village Funds. Facilities and infrastructure are adequate, such as anthropometry kits. Process: Planning management has been well planned with POA and RUK. Implementation of the stunting reduction program can produce information that helps community health centers in making decisions. Evaluations are carried out during monthly Lokmin by presenting existing data, problems and achievements. Output: The results of the Stunting Reduction Program at the Sungai Rumbai Community Health Center for the incidence or prevalence of stunting are below the national target. For Community Health Centers can help puskesmas in providing motivation for the community, to increase visits and outreach to the community to better maintain the quality and quantity of food intake for their children, improve personal hygiene and the surrounding environment, as well as knowledge regarding the use of services.

Skripsi 2025
Detail