Analisis Determinan Kepatuhan Ibu Hamil terhadap Pemeriksaan Kehamilan (ANC) di Kecamatan Dumai Kota Kota Dumai Tahun 2025.
- Penulis
- Risti Nori Anom
- Pembimbing
- Neila Sulung; Nurdin
- Jenis repository
- Tesis
- Tahun
- 2025
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S2 Kesehatan Masyarakat
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- — (Riau)
- Dipublikasikan
- 03 Februari 2026
Abstrak
Angka Kematian Ibu di Indonesia masih tinggi, menurut data Kemenkes RI, pada tahun 2023 mencapai 4.129 kasus, angka ini meningkat dari 4.005 kasus di tahun 2022. Pemeriksaan Antenatal care (ANC) merupakan langkah kunci untuk mencegah komplikasi kehamilan, namun kepatuhan ibu hamil terhadap pemeriksaan ANC masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor determinan kepatuhan ibu hamil terhadap pemeriksaan kehamilan (ANC) di Kecamatan Dumai Kota tahun 2025. Desain penelitian adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 153 responden menggunakan metode Total Sampling. Hasil analisis univariat menunjukkan 61,4% responden patuh melakukan pemeriksaan ANC lengkap. Analisis bivariat memperlihatkan adanya hubungan signifikan antara usia (p=0,043;OR=0,974), pendidikan (p=0,004;OR=3,163), pengetahuan (p=0,047;OR=1,009), dinamika sosial (p=0,041;OR=1,418), budaya (p=0,001;OR=5,451), dukungan keluarga (p=0,003;OR=4,645), dan peran tenaga kesehatan (p=0,001;OR=8,906) dengan kepatuhan ANC, sedangkan sikap ibu tidak berhubungan (p=1,000;OR=1,026). Analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan adalah peran tenaga kesehatan (p=0,000; OR=6,671), yang berarti ibu dengan dukungan tenaga kesehatan yang maksimal berpeluang 6,7 kali lebih patuh dibandingkan yang kurang maksimal mendapat dukungan. Kesimpulan penelitian ini adalah kepatuhan ANC masih dipengaruhi oleh faktor internal (usia, pendidikan, pengetahuan) maupun eksternal (dinamika sosial, budaya, dukungan keluarga, dan peran tenaga kesehatan), dengan faktor dominan peran tenaga kesehatan. Saran: Klinik dan puskesmas diharapkan memperkuat program edukasi, pendampingan, serta pendekatan berbasis budaya melalui tenaga kesehatan. Dan bagi ibu yang melakukan ANC semoga dapat meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya ANC. Abstract (EN): The maternal mortality rate in Indonesia is still high, according to data from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia, in 2023 it will reach 4,129 cases, this number has increased from 4,005 cases in 2022. Antenatal care (ANC) examination is a key step to prevent pregnancy complications, but pregnant women's compliance with ANC examination is still low. This research aims to analyze the determinants of pregnant women's compliance with pregnancy examination (ANC) in Dumai City District in 2025. Research design is quantitative analytical with cross sectional approach. The research sample consisted of 153 respondents using the Total Sampling method. The results of univariate analysis showed that 61.4% of respondents complied with the complete ANC check. Bivariate analysis shows a significant relationship between age (p=0,043;OR=0,974), education (p=0,004;OR=3,163), knowledge (p=0,047;OR=1,009), social dynamics (p=0,041;OR=1,418), culture (p=0,001;OR=5,451), family support (p=0,003;OR=4,645), and the role of health workers (p=0,001;OR=8,906) with ANC compliance, while maternal attitudes are not related (p=1,000;OR=1,026). Multivariate analysis shows that the most dominant factor is the role of health workers (p=0,000; OR=6,671), which means that mothers with maximum health worker support have a 6.7 times more opportunity to be obedient than those who do not receive maximum support. The conclusion of this study is that ANC compliance is still influenced by internal factors (age, education, knowledge) as well as external (social dynamics, culture, family support, and the role of health workers), with the dominant role of health workers. Suggestion: Clinics and public health centers are expected to strengthen education programs, assistance, and cultural-based approaches through health workers. and for mothers who do ANC hopefully can increase knowledge about the importance of ANC.