Evaluasi Pemanfaatan Sim-Rs (Sistem Informasi Rumah Sakit) Dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Pasien Rawat Jalan DiEvaluasi Pemanfaatan Sim-Rs (Sistem Informasi Rumah Sakit) Dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Pasien Rawat Jalan Di RSUD Sungai Rumbai Tahun 202
- Penulis
- Pitriani
- Pembimbing
- Febriyeni; Oktavianis
- Jenis repository
- Tesis
- Tahun
- 2025
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S2 Kesehatan Masyarakat
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- — (Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat)
- Dipublikasikan
- 03 Februari 2026
Abstrak
Rumah Sakit adalah Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan perseorangan secara paripurna melalui Pelayanan Kesehatan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan atau paliatif dengan menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan Gawat Darurat. Berdasarkan Indek Mutu di Rumah Sakit Umum Daerah Sungai Rumbai, masalah yang ditemui salah satunya capaian waktu tunggu rawat jalan di RSUD Sungai Rumbai 39.27%, capaian ini di bawah target yang ditetapkan yaitu >= 80%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan sistem informasi manajemen di Rumah Sakit di RSUD Sungai Rumbai Tahun 2025. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan Grounded Theory, tentang Input meliputi SDM,Dana,Metode/Kebijakan, Sarana dan Prasarana, proses meliputi perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Output tentang capaian mutu pelayanan. Informan penelitian, direktur RSUD, Rekam Medis, Tenaga Sarana kesehatan,dan Penanggung Jawab Mutu serta 2 orang pasien.Waktu penelitian Juli sampai Agustus Tahun 2025. Pengumpulan data kondisi natural setting (kondisi alamiah), sumber data primer, dan teknik pengumpulan data engan observasi berperanserta (participation observation), wawancara mendalam (in depth interview) dan dokumentasi. Triangulasi data dan wawancara serta dokumentasi untuk keabsahan data memenuhi etika penelitian. Hasil penelitian kualitatif SDM mencukupi kekurangan pada tenaga dokter spesialis dan pelatihan sudah dilakukan, dana bersumber APBD kurang mencukupi, sarana, prasarana tersedia tapi belum mencukupi, kebijakan ada, proses sesuai manajemen pelayanan, output belum tercapai optimal terutama waktu tunggu pelayanan. Kesimpulan pelaksanaan sistem informasi manajemen di Rumah Sakit di RSUD Sungai Rumbai Tahun 2025 sudah terlaksana namun masih terdapat kekurangan yaitu sumber daya manusia, sarana dan perlu adanya perbaikan untuk mencapai hasil yang maksimal sehingga disarankan rumah sakit agar meningkatkan pelayanan rawat jalan dengan SIMRS. Abstract (EN): A hospital is a healthcare facility that provides comprehensive individual health services through promotive, preventive, curative, rehabilitative, and/or palliative care, including inpatient, outpatient, and emergency services. Based on the Quality Index at Sungai Rumbai Regional Public Hospital (RSUD Sungai Rumbai), one identified issue is the outpatient waiting time achievement, which stands at 39.27%, below the target of ≥80%. This study aims to evaluate the utilization of the hospital management information system (SIM-RS) at RSUD Sungai Rumbai in 2025. The research used a qualitative method with a Grounded Theory approach. Input components include: human resources, funding, methods/policies, infrastructure and facilities. Process includes: planning, implementation, monitoring, and evaluation. Output focuses on the quality of service achievements. Informants included the hospital director, medical records officer, health facilities staff, quality assurance personnel, and 2 patients. The study was conducted from July to August 2025. Data collection was done in a natural setting using primary sources, with techniques such as participant observation, in-depth interviews, and documentation. Data triangulation and validation were carried out following ethical research standards. Results: The results of qualitative research show that human resources are sufficient to meet the shortage of specialist doctors and training has been carried out, funds from the regional budget are insufficient, facilities and infrastructure are available but not yet sufficient, policies exist, processes are in accordance with service management, output has not been optimal, especially waiting times for services. Conclusion: The implementation of the hospital management information system (SIM-RS) at RSUD Sungai Rumbai in 2025 has been carried out, but shortcomings remain. Improvements are needed to achieve optimal results. It is recommended that the hospital enhance its outpatient services through more effective use of SIM-RS.