Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Pengaruh Terapi Musik Intrumental Terhad...
Pengaruh Terapi Musik Intrumental Terhadap Intensitas Nyeri Persalinan Normal Kala I Fase Aktif di Ruangan PONED Wilayah Kerja Puskesmas Silaping Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2024.

Indreswati, Welda Miarti · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat tahun 2023 persalinan berjumlah 7.767 persalinan, dengan persalinan normal sebanyak 4.464 persalinan (57,5 %) dan SC 3.303 (42,5 %). Metode nonfarmakologi mengatasi nyeri persalinan yaitu terapi musik instrumental. Tujuan penelitian untuk mengetahui Pengaruh Terapi Musik Intrumental Terhadap Intensitas Nyeri Persalinan Normal Kala I Fase Aktif di Ruangan PONED Puskesmas Silaping Kabupaten Pasaman Barat. Jenis penelitian Quasi Experiment dengan desain One Group pre-posttest design. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 13 November s/d 22 Desember Tahun 2024 di Ruangan PONED Wilayah Kerja Puskesmas Silaping. Populasi penelitian seluruh ibu bersalin tafsiran persalinan bulan November s/d Desember tahun 2024 berjumlah 20 orang, teknik pengambilan sampel total sampling. Hasil penelitian didapatkan Rerata nyeri persalinan kala I fase aktif sebelum diberikan musik instrumental yaitu 6,80 dan sesudah diberikan musik instrumental 5,10. Ada pengaruh terapi musik intrumental terhadap intensitas nyeri persalinan normal kala I fase aktif (Pvalue = 0,000). Kesimpulan terdapat Pengaruh Terapi Musik Intrumental Terhadap Intensitas Nyeri Persalinan Normal Kala I Fase Aktif. Disarankan kepada Bidan supaya terapi musik instrumental tetap diberikan selama proses persalinan agar ibu tetap rileks dan nyaman sehingga nyeri persalinan kala I berkurang dan persalinan berjalan dengan lancar. Abstract (EN): According to data from the West Pasaman District Health Office in 2023, there were 7,767 deliveries, with 4,464 (57.5%) normal deliveries and 3,303 (42.5%) cesarean sections (SC). A non-pharmacological method to manage labor pain is instrumental music therapy. This study aims to determine the effect of instrumental music therapy on labor pain intensity in normal labor stage I active phase in the PONED room at Community Health Center Silaping, West Pasaman District. This is a quasi-experimental study with a One-Group Pre-Posttest design. The study was conducted from November 13 to December 22, 2024, in the PONED room at Community Health Center Silaping. The population of the study consisted of all mothers giving birth from November to December 2024, totaling 20 people. The sampling technique used was total sampling. The results showed that the average pain intensity in stage I active phase before receiving instrumental music therapy was 6.80, and after receiving it, the pain intensity decreased to 5.10. There is an effect of instrumental music therapy on labor pain intensity in normal labor stage I active phase (P-value = 0.000). The conclusion is that instrumental music therapy has an effect on labor pain intensity in normal labor stage I active phase. It is recommended that midwives continue to administer instrumental music therapy during labor to help mothers remain relaxed and comfortable, reducing pain and facilitating a smooth delivery.

Skripsi 2025
Detail
Pengaruh Program Konseling, Edukasi, dan...
Pengaruh Program Konseling, Edukasi, dan Pelatihan (Ketapel) terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Asi Eksklusif pada Ibu Menyusui Di Wilayah Kerja Puskesmas Air Dingin Padang Tahun 2024

Sari Ida Miharti, Rara Angraini T · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

ASI eksklusif merupakan hal yang krusial dalam mendukung kesehatan bayi, namun rendahnya pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui menjadi tantangan dalam pelaksanaannya.Untuk menganalisis pengaruh program konseling, edukasi, dan pelatihan (Ketapel) terhadap pengetahuan dan keterampilan ASI eksklusif pada ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Air Dingin Padang tahun 2024. Penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperimen, meliputi one group pretest-posttest desain ini menggunakan kelompok eksperimen untuk membandingkan hasil sebelum dan sesudah diberikan konseling, edukasi, dan pelatihan Asi eksklusif pada ibu menyusui. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Air Dingin Padang dari November hingga Desember 2024 dengan 42 responden yang diambil melalui metode consecutive sampling. Melalui pengukuran pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui sebelum dan setelah intervensi, diharapkan integrasi program Ketapel dapat meningkatkannya dan memberikan dampak positif terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada bayi. Hasil penelitian ini berpengaruh terhadap ibu menyusui didapatkan bahwa terjadi pengaruh sebelum dan sesudah diberikan program Ketapel terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Asi Eksklusif pada Ibu Menyusui dengan selisih peningkatan untuk pengetahuan -16.190, sedangkan selisih peningkatan untuk keterampilan -16.429, dengan pengetahuan pretest (min-max: 50-100) Sd: ±9.106 dan posttest (min-max: 70-100) Sd: ±14.134. Untuk keterampilan pretest (min-max: 40-100) Sd: ±10.415 dan posttest (min-max: 70-100) Sd:±14.820. Hasil uji sampel T test menunjukkan nilai p-value (p=0,000) yaitu Abstract (EN): Exclusive breastfeeding is crucial in supporting infant health. However, the low knowledge and skills of breastfeeding mothers present a challenge in its implementation. This study aims to analyze the effect of the Counseling, Education, and Training Program (Ketapel) on the knowledge and skills of exclusive breastfeeding among breastfeeding mothers in the Working Area of Air Dingin Padang Health Center in 2024. The research used was a quantitative approach with a quasi-experimental research design, including one group pretest-posttest. This design used an experimental group to compare the results before and after being given exclusive breastfeeding counseling, education and training to breastfeeding mothers. The research was conducted at the Padang Cold Water Health Center from November to December 2024 with 42 respondents taken using the consecutive sampling method. By measuring the knowledge and skills of breastfeeding mothers before and after the intervention, it is hoped that the integration of the Ketapel program can improve these aspects and have a positive impact on the success of exclusive breastfeeding. The research results show that there was an impact before and after the Ketapel program was applied to the knowledge and skills of exclusive breastfeeding, with an increase in knowledge of 16.190, and an increase in skills of 16.429. The pre-test knowledge scores (min-max: 50-100) had a standard deviation of ±9.106, while the post-test scores (min-max: 70-100) had a standard deviation of ±14.134. For skills, the pre-test (min-max: 40-100) had a standard deviation of ±10.415, while the post-test (min-max: 70-100) had a standard deviation of ±14.820. The T- test results show a p-value of (p=0.000), which is

Skripsi 2025
Detail
Studi Fenomenologi Pernikahan Usia Dini...
Studi Fenomenologi Pernikahan Usia Dini pada Remaja di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Ganting Tahun 2024.

Ratna Dewi, Volanda Azyza · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Pernikahan dini adalah pernikahan antara lelaki dan perempuan yang belum memenuhi syarat minimal usia pemerintah. Pernikahan dini disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya, kehamilan di luar nikah. Nagari Padang Ganting tahun 2021 – 2024 mencatat sudah 14 orang remaja mengalami pernikahan dini akibat hamil di luar nikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman pernikahan usia dini pada remaja di wilayah kerja Puskesmas Padang Ganting. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif desain fenomenologi. Partisipan adalah remaja hamil di luar nikah sebanyak 6 dari 10 orang dan 6 partisipan pendukung 2 suami dan 4 orangtua. Metode pengumpulan data adalah wawancara mendalam, data dianalisis menggunakan teknik colaizzi. Penelitian ini mengidentifikasi 7 tema: 1)faktor penyebab kehamilan di luar nikah adalah Hubungan orangtua dan anak, pengawasan orangtua, pacaran, pola asuh orangtua, minimnya pemahaman Kespro. 2)Respon emosional keluarga hingga KDRT akibat kehamilan di luar nikah. 3)Dampak Negatif akibat kehamilan di luar nikah seperti Dampak psikologis, Dampak social, Putus sekolah, kesulitan finansial. 4)Perubahan yang dialami setelah Kehamilan di luar nikah seperti perubahan bentuk badan dan dada, serta Perubahan psikologis. 5)Pengalaman remaja dalam kehamilan di luar nikah adalah remaja tidak mengalami komplikasi kehamilan dan persalinan. 6)Hambatan dan tantangan yang dialami remaja akibat kehamilan di luar nikah seperti keterbatasan akses pelayanan kesehatan, tidak ada bantuan LSM. 7)Dukungan dan harapan remaja dalam menyikapi kehamilan di luar nikah adalah dukungan konseling dan layanan khusus, kemandirian. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar program pendidikan seks komprehensif dan pengadaan program pendampingan organisasi bagi dinas kesehatan dan puskesmas untuk remaja, serta dapat menjadi referensi untuk penelitian selanjutnya. Abstract (EN): Early marriage is a union between a male and a female who have not met the government's minimum age requirements. One of the main causes of early marriage is premarital pregnancy. In Nagari Padang Ganting, between 2021 and 2024, records show that 14 adolescents have entered early marriage due to premarital pregnancy. This study aims to explore the experiences of early marriage among adolescents in the working area of Padang Ganting Community Health Center. This research employs a qualitative approach with a phenomenological design. The participants consist of six out of ten adolescents who experienced premarital pregnancy and six supporting participants, including two husbands and four parents. Data was collected through in-depth interviews and analyzed using Colaizzi’s technique. This study identifies seven key themes: 1) Factors leading to premarital pregnancy include parent-child relationships, parental supervision, dating, parenting styles, and limited knowledge of reproductive health. 2) Emotional responses of families, including domestic violence, as a result of premarital pregnancy. 3) Negative impacts of premarital pregnancy, such as psychological and social effects, school dropout, and financial difficulties. 4) Changes experienced after premarital pregnancy, including physical changes in body shape and breasts, as well as psychological changes. 5) Adolescent experiences during pregnancy, where no complications occurred during pregnancy and childbirth. 6) Barriers and challenges faced by adolescents due to premarital pregnancy, such as limited access to healthcare services and the absence of NGO support. 7) Support and hopes of adolescents in dealing with premarital pregnancy, including the need for counseling, specialized services, and independence. This study is expected to serve as a foundation for comprehensive sex education programs and the establishment of support programs for adolescents by the health department and community health centers. Additionally, it can be a reference for future research.

Skripsi 2025
Detail
Hubungan Anemia Pada Ibu Hamil Terhadap...
Hubungan Anemia Pada Ibu Hamil Terhadap Ukuran Antropometri Bayi Baru Lahir Di UPTD RSUD Sungai Dareh

Ainal Mardiah, Rani Arsita · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Rekam Medis UPTD RSUD Sungai Dareh 2021 di temukan ibu melahirkan dengan anemia sebanyak 145 dari 1.950 ibu, 2022 ibu yang melahirkan dengan anemia sebanyak 136 dari 1.890 ibu, 2023 ditemukan ibu melahirkan dengan anemia sebanyak 120 dari 1.590 ibu, data yang penelliti dapatkan ada 10 Orang pasien Ibu post partum 6 orang ibu dengan anemia dengan kadar Hemoglobin (HB) berkisar 7gr/dL sampai 10 gr/dL 4 orang ibu post partum melahirkan bayi dengan berat badan rendah, panjang badan dan lingkar kepala dibawah normal. Tujuan penelitian Hubungan Anemia Pada Ibu Hamil Terhadap Ukuran Antropometri Bayi Baru Lahir Di UPTD RSUD Sungai Dareh. Jenis penelitian crossectional study. Tempat di UPTD RSUD Sungai Dareh. Waktu penelitian Oktober- Desember 2024. Populasi pada penelitian sebanyak 50. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 33 ibu dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling, diuji chisquare.. Hasil penelitian menunjukkan 17 orang (51,1%) mengalami anemia. 22 orang (66,7%) memiliki, ada Hubungan antara anemia pada ibu hamil terhadap antropometri bayi baru lahir nilai p = 0,005 dan OR 21,429. Disimpulkan ada ada Hubungan antara anemia pada ibu hamil terhadap antropometri bayi baru lahir. Diharapkan kepada ibu hamil untuk selalu rutin memeriksakan kehamilan ketenaga kesehatan dan melakukan mengecekan HB rutin, agar ibu hamil menjalani kehamilan yang sehat dan tidak anemia. Sehingga ibu dan bayi sehat. Abstract (EN): Medical records from UPTD RSUD Sungai Dareh in 2021 recorded 145 cases of childbirth with anemia out of 1,950 mothers. In 2022, there were 136 cases out of 1,890 mothers, and in 2023, 120 cases out of 1,590 mothers. The research data included 10 postpartum mothers, of whom 6 had anemia with hemoglobin (HB) levels ranging from 7 g/dL to 10 g/dL. Additionally, 4 postpartum mothers gave birth to babies with low birth weight, length, and head circumference below the normal range. The aim of this study was to examine the relationship between anemia in pregnant women and the anthropometric measurements of newborns at UPTD RSUD Sungai Dareh. This research used a cross-sectional study design and was conducted at UPTD RSUD Sungai Dareh from October to December 2024. The study population consisted of 50 individuals, with a sample size of 33 mothers selected using simple random sampling. The data were analyzed using the chi-square test. The results showed that 17 mothers (51.1%) experienced anemia, while 22 mothers (66.7%) had newborns with abnormal anthropometric measurements. There was a significant relationship between anemia in pregnant women and newborn anthropometry, with a p-value of 0.005 and an odds ratio (OR) of 21.429. It is concluded that anemia in pregnant women is associated with newborn anthropometry. Pregnant women are encouraged to routinely check their pregnancies with healthcare professionals and monitor their hemoglobin levels regularly to ensure a healthy pregnancy and prevent anemia, ultimately promoting maternal and neonatal health.

Skripsi 2025
Detail
Pengaruh Pemberian Terapi Akupresur Terh...
Pengaruh Pemberian Terapi Akupresur Terhadap Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I di Kota Sungai Penuh Tahun 2024

Wiwit Febrina, Rangsi Purwiningsih · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh Tahun 2023 jumlah ibu hamil Trimester 1 yang mengalami mual muntah di kota Sungai Penuh sebanyak 72 orang dengan presentase 64,20% dan data dari bulan Januari sampai Juli 2024 jumlah ibu hamil yang mual muntah pada trimester 1 di Kota Sungai Penuh adalah 60 orang dengan persentase 52,10%. Salah satu terapi yang dapat di lakukan untuk mengurangi mual muntah pada ibu hamil adalah terapi akupresur.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi akupresur terhadap mual muntah pada Ibu Hamil Trimester I di ruang lingkup Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh Tahun 2024. Desain penelitian ini menggunakan design Quasi Eksperimental dengan rancangan penelitian One group pre-post test design. Populasi dalam penelitian adalah 37 orang dengan pengambilan sampel secara total sampling sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 37 orang. Penelitian dilaksanakan di ruang lingkup Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh pada bulan september sampai oktober tahun 2024. Data di analisa secara univariat dan Bivariat dengan menggunakan uji wolxocon,Hasil penelitian rata-rata frekuensi mual muntah sebelum diberikan terapi akupresur yaitu 5,35 kali.dan rata-rata frekuensi mual muntah setelah diberikan terapi akupresur yaitu 2,97 kali. Dengan nilai p value = 0,001. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian terapi akupresur terhadap mual muntah pada ibu hamil trimester 1 di Kota Sungai Penuh Tahun 2024. Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk dapat mempelajari dan mempraktekan terapi akupresur untuk menurunkan mual muntah pada ibu hamil trimester 1. Semakin rutin dilakukan,maka keluhan mual dan muntah akan semakin menurun,sehingga dapat mencegah komplikasi pada kehamilan Abstract (EN): Based on data from the Sungai Banyak City Health Service in 2023, the number of pregnant women in the 1st trimester who experienced nausea and vomiting in the city of Sungai Banyak was 72 people with a percentage of 64.20% and data from January to July 2024, the number of pregnant women who experienced nausea and vomiting in the first- trimester in Sungai Penuh City is 60 people with a percentage of 52.10%. One of the therapies that can be done to reduce nausea and vomiting in pregnant women is acupressure therapy. This study aims to determine the effect of acupressure therapy on nausea and vomiting in first-trimester pregnant women under the jurisdiction of the Sungai Penuh City Health Office in 2024.The research design used a Quasi Experimental method with a One group pre-post test design.The study population consisted of 37 individuals, and the sample was selected through total sampling,resulting in 37 participant. The research was carried out within the scope of the Sungai Penuh City Health Service from September to October 2024. The data was analyzed univariately and bivariately using the wolxocon test. The results of the research were that the average frequency of nausea and vomiting before being given acupressure therapy was 5.35 times and the average -The average frequency of nausea and vomiting after being given acupressure therapy was 2.97 times. With p value = 0.001. The conclusion of this research is that there is an effect of giving acupressure therapy on nausea and vomiting in pregnant women in first-trimester in Sungai Penuh City in 2024. It is hoped that health workers will be able to learn and practice acupressure therapy to reduce nausea and vomiting in pregnant women in the first-rimester. Complaints of nausea and vomiting will decrease, thereby preventing complications in pregnancy

Skripsi 2025
Detail
Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan L...
Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan Lokal Terhadap Peningkatan Tinggi Badan Dan Berat Badan Balita Stunting Di Nagari Balingka Kecamatan Iv Koto Kabupaten Agam Tahun 2024

Resty Noflidaputri, Rahmi F · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal adalah makanan tambahan pangan lokal untuk meningkatkan status gizi sasaran oleh pemerintah untuk penanganan masalah gizi balita,Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas pemberian makanan tambahan lokal terhadap peningkatan Tinggi Badan dan Berat Badan Balita stunting di Nagari Balingka Wilayah Kerja Puskesmas IV Koto Kabupaten Agam Tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif. Design penelitian Pre-eksperimen Design, dengan One Group Pretest-Post test, teknik pengambilan sampel total sampling. Jumlah sample 40 orang. Penelitian dilakukan bulan Oktober sampai dengan November 2024. Instrumen penelitian dengan lembaran obsevasi. Metode pengambilan data dilakukan dengan data awal dan data rata rata akhir setelah pemberian makanan tambahan lokal. Untuk mengolah perhitungan dengan uji wilxocon dengan batasan kemaknaan p Abstract (EN): Providing local food-based supplementary food (PMT) is local food supplementary food to improve the nutritional status targeted by the government for handling nutritional problems of toddlers. The aim of the research is to determine the effectiveness of providing local supplementary food on increasing the height and weight of stunted toddlers in the Nagari Balingka working area. Community Health Center IV Koto, Agam Regency in 2024. The type of research used is quantitative. Pre-experimental research design, with One Group Pretest - Post test, total sampling technique. The total sample is 40 people. The research was conducted from October to November 2024. Research instrument with observation sheet. The data collection method was carried out using initial data and final average data after providing local supplementary food. To process the calculations using the Wilxocon test with a significance limit of p < 0.05. The results of the study showed that there was a significant difference in the weight and height of stunted toddlers before and after the provision of local PMT in Nagari Balingka in 2024 (P = 0.000). Providing local supplementary food is effective in increasing height and weight gain in stunted toddlers. It is hoped that there will be collaboration between Nagari and the Community Health Center and related agencies in efforts to provide local supplementary food for stunted toddlers as an effort to reduce the overall stunting rate.

Skripsi 2025
Detail
Faktor-Faktor Penyebab Kejadian Stunting...
Faktor-Faktor Penyebab Kejadian Stunting di Puskesmas IV Koto Kabupaten Agam Tahun 2024

Silvia, Rahmi Nadya Putri · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Prevalensi balita stunting di Kecamatan IV Koto termasuk peringkat ke 2 dari 23 kecamatan di Kabupaten Agam.Tujuan penelitian Analisis Faktor Penyebab kejadian stunting di Puskesmas IV Koto Kabupaten Agam Tahun 2024.Jenis Penelitian kuantitatif bersifat analitik yaitu penelitian yang bertujuan untuk menganalisa dinamika hubungan variabel dependen dengan independen yang mengunakan pendekatan cross sectional. teknik pengambilan sampel secara random sampling. Jumlah sample 150 orang. Penelitian dilakukan bulan November sampai dengan Desember 2024. Instrumen penelitian dengan kuisioner dan wawancara. Metode pengambilan data dilakukan dengan membagikan kuisioner penelitian kepada responden dan wawancara secara langsung. Untuk mengolah perhitungan dengan chi square menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pola nutrisi OR 13.029, pola asuh OR 9.447 dan sanitasi OR 6.865 dengan p value 0.000 < 0.05, tidak ada hubungan antara sosial ekonomi dengan kejadian stunting dengan p value 0.19. Faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian stunting yaitu pola nutrisi dengan OR tertinggi 13.029 di kecamatan IV Koto Kabupaten Agam tahun 2024 Kesimpulan faktor yang mempengaruhi kejadian stunting di kecamatan IV Koto Kabupaten Agam adalah pola nutrisi, pola asuh dan sanitasi. Saran perlu kerjasama Nagari dengan Puskesmas serta instansi terkait untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita dalam menurunkan stunting. Abstract (EN): The prevalence of stunting in toddlers in IV Koto District ranks second out of 23 districts in Agam Regency. This study aims to analyze the factors causing stunting at IV Koto Community Health Center, Agam Regency, in 2024. This research is a quantitative analytical study designed to analyze the dynamic relationship between dependent and independent variables using a cross-sectional approach. The sampling technique used was random sampling, with a total sample of 150 respondents. The study was conducted from November to December 2024. The research instruments included questionnaires and interviews. Data collection was carried out by distributing research questionnaires to respondents and conducting direct interviews. Data processing and chi-square analysis were performed using SPSS. The results showed a significant relationship between nutritional patterns (OR = 13.029), parenting patterns (OR = 9.447), and sanitation (OR = 6.865) with a p-value of 0.000 (

Skripsi 2025
Detail
Analisis Pemberian PMT Pada Balita Stunt...
Analisis Pemberian PMT Pada Balita Stunting

Nina Fitri, Rahmah R Fitria · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Kasus Stunting tahun 2023 dari 1014 terdapat 100 orang (9,86%) yang mengalami Stunting dan pada tahun 2024 sampai bulan Juli dari 1017 balita terdapat 105 orang (9,48%). Tujuan penelitian menganalisa kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Magek Kabupaten Agam Tahun 2024. Jenis penelitian kualitatif menggunakan desain fenomenalogi. Penelitian dilakukan bulan Oktober sampai dengan Januari 2025 Informan penelitian iterdiri dari Kepala Puskesmas Magek, Pemegang program gizi, Tenaga bidan pelaksana, kader dan ibu dengan balita stunting. Metode pengambilan data primer dan sekunder. Instrumen penelitian lembar wawancara mendalam (indepth interview). Hasil penelitian Input meliputi Man, Money, Material dan Method dimana sumber daya manusia sudah mencukupi tapi upgrade ilmu kurang, dana BOK Pukesmas direalisasikan sesuai juknis tapi kurang mencukupi, Sarana/peralatan cukup dan baik serta kebijakan yaitu pemberian PMT lokal kepada balita stunting, proses pelaksanaannya pemantauan, pelatihan kader, intervensi dengan PMT ada yang disukai dan tidak, evaluasi dan pengawasan dilaksanakan oleh Puskesmas dan kader, Pemberian PMT dipantau oleh kader, PMT diantarkan ke rumah balita di serahkan kepada ibu balita, tidak semua dimakan balita dan out put upaya penurunan dimulai dari remaja, catin ibu hamil dan pemberian PMT belum tercapai. Saran kepada Puskesmas agar dilaksanakan peningkatan upaya penurunan stunting. Abstract (EN): In 2023, out of 1,014 toddlers, 100 (9.86%) experienced stunting, and in 2024, up to July, out of 1,017 toddlers, 105 (9.48%) were affected. The purpose of this research is to analyze the incidence of stunting in toddlers in the work area of Magek Community Health Center, Agam Regency, in 2024. This is a qualitative study using a phenomenological design. The research was conducted from October to January 2025. The research informants consisted of the Head of Magek Community Health Center, Nutrition Program Officer, Midwife Officer, health cadres, and mothers with stunted toddlers. The data collection methods were both primary and secondary. The research instrument used was an in-depth interview sheet. The results of the study show that the inputs include Man, Money, Material, and Method. Human resources are adequate but there is a lack of knowledge upgrading. The Community Health Center's Operational Assistance Funds (BOK) were allocated according to guidelines but were insufficient. Facilities and equipment are sufficient and in good condition. The policy includes the provision of local supplementary feeding (PMT) to stunted toddlers. The implementation process involves monitoring, training cadres, and interventions with PMT, some of which are liked by the toddlers and others are not. Evaluation and supervision are conducted by the Community Health Center and cadres. The provision of PMT is monitored by the cadres and delivered to the toddlers‟ homes, where it is given to the mothers. However, not all toddlers consume the PMT. The output of efforts to reduce stunting begins with adolescents, prospective brides, pregnant mothers, but the provision of PMT has not yet been fully achieved. Recommendations for the Community Health Center include enhancing efforts to reduce stunting.

Skripsi 2025
Detail
Faktor – Faktor yang Berhubungan Dengan...
Faktor – Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24 – 59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kurai Taji Kota Pariaman Tahun 2024.

Febriniwati Rifdi, Vivi Yunisvi · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Stunting merupakan masalah kesehatan global yang signifikan. Pada tahun 2023, Stunting mempengaruhi sekitar 22,3% atau 148,1 juta anak di bawah usia 5 tahun. Kondisi ini disebabkan oleh berbagai faktor multidimensi. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian Stunting pada balita usia 24 – 59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kurai Taji Kota Pariaman tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Kurai Taji Kota Pariaman pada bulan September – November 2024. Populasi penelitian terdiri dari 351 balita yang tersebar di 9 desa/ kelurahan. Sampel sebanyak 78 orang dipilih melalui proportional random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi microtoise, buku Kesehatan Ibu dan Anak, dan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan uji statistik chi-square. Analisis univariat menunjukkan 60,3% balita mengalami Stunting, 76,9% balita tidak memiliki riwayat berat badan lahir rendah, 69,2% ibu tidak mengalami anemia pada saat hamil, 67,9% balita mendapatkan ASI Eksklusif, 78,2% balita memiliki riwayat MP-ASI yang tidak sesuai dan 56,4% balita dengan pola asuh pemberian makan yang tepat. Analisa bivariat menunjukkan hubungan kejadian Stunting dengan riwayat BBLR (p = 0,011), riwayat anemia saat hamil (p = 0,002), ASI Eksklusif (p = 0,007), riwayat MP-ASI (p = 0,008) dan pola asuh pemberian makan (p = 0,019). Ada hubungan antara riwayat BBLR, riwayat anemia saat hamil, ASI Eksklusif, riwayat MP-ASI, dan pola asuh pemberian makan dengan kejadian Stunting pada balita usia 24 – 59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kurai Taji Kota Pariaman tahun 2024. Disarankan agar orang tua membawa balita ke posyandu secara teratur untuk pemantauan status gizi dan pencegahan stunting lebih lanjut. Abstract (EN): Stunting is a significant global health problem. By 2023, Stunting affects an estimated 22.3% or 148.1 million children under the age of 5. This condition arises from various multidimensional factors. This study aims to identify factors associated with stunting in children aged 24–59 months in the working area of the Kurai Taji Health Center, Pariaman City, in 2024. This descriptive-analytical study used a cross-sectional approach. It was conducted in the Kurai Taji Health Center working area from September to November 2024. The population comprised 351 children under five years old from 9 villages/wards, with a sample of 78 selected through proportional random sampling. The instruments used included a microtoise, the Maternal and Child Health (MCH) handbook, and a questionnaire. Data analysis was conducted using the chi-square statistical test. Univariate analysis showed that 60.3% of children experienced stunting, 76.9% had no history of low birth weight, 69.2% of mothers did not experience anemia during pregnancy, 67.9% of children received exclusive breastfeeding, 78.2% had an inappropriate complementary feeding history (MP-ASI), and 56.4% had proper feeding practices. Bivariate analysis revealed significant associations between stunting and low birth weight history (p = 0.011), anemia during pregnancy (p = 0.002), exclusive breastfeeding (p = 0.007), complementary feeding history (p = 0.008), and feeding practices (p = 0.019). There are significant associations between low birth weight history, anemia during pregnancy, exclusive breastfeeding, complementary feeding history, and feeding practices with stunting incidence in children aged 24–59 months in the Kurai Taji Health Center working area, Pariaman City, in 2024. It is recommended that parents regularly bring children to Posyandu (integrated health services) for monitoring nutritional status and further stunting prevention.

Skripsi 2025
Detail
Evaluasi Program Pemberian Makanan Tamba...
Evaluasi Program Pemberian Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal Untuk Balita Underweight di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Pua Kabupaten Agam Tahun 2024

Nina Fitri, Rahma Dewi · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Berdasarkan laporan Survey Status Gizi Balita di Indonesia pada tahun 2022 jumlah masalah gizi pada balita salah satunya yaitu Underweight dengan angka kejadian 27,7% dan pada tahun 2023 angka kejadian Underweight pada balita yaitu 25,4%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Evaluasi Program Pemberian Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal Untuk Balita Underweight di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Pua Kabupaten Agam Tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Penelitian ini telah dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Pua Kabupaten Agam dengan wilayah yang diteliti yaitu Nagari Batagak dan Nagari Sungai Pua pada bulan September - Oktober 2024. Informant pada penelitian ini terdiri dari Kepala Puskesmas Sungai Pua, tenaga gizi Puskesmas Sungai Pua (TGP), 2 orang bidan desa, 4 orang kader posyandu, 2 orang tokoh masyarakat (perangkat nagari dan PKK nagari) dan 6 orang ibu balita underweight. Analisis data yang digunakan yaitu penyajian data berdasarkan triagulasi data. Hasil penelitian dari segi input masih terdapat kendala SDM, sarana dan Promosi. Dari segi proses kendala yang ditemukan dalam proses pemberian PMT lokal yaitu dari segi sarana dan prasarana serta Promosi. Pada komponen output sudah ada penurunan kasus underweight namun belum secara keseluruhan. Keismpulan penelitian ini yaitu program Pemberian Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal Untuk Balita Underweight masih terkendala dari segi SDM, sarana dan Promosi. Untuk kedepannya diharapkan pihak puskesmas untuk dapat menyediakan sarana yang lengkap sehingga proses pemberian PMT berbasis pangan lokal dapat terlaksana dengan maksimal. Abstract (EN): According to the 2022 Survey on Nutritional Status of Toddlers in Indonesia, the prevalence of underweight among toddlers was 27.7%, and in 2023, this figure decreased to 25.4%. The purpose of this study is to evaluate the Program for Providing Supplementary Food Based on Local Food for Underweight Toddlers in the Work Area of Sungai Pua Community Health Center, Agam Regency, in 2024. This research employs a qualitative method. The study was conducted in the work area of Sungai Pua Community Health Center, focusing on the Batagak and Sungai Pua villages during September - October 2024. Informants in this study included the Head of Sungai Pua Community Health Center, a nutrition officer (TGP) from the health center, two village midwives, four posyandu (integrated health post) cadres, two community figures (village officials and PKK members), and six mothers of underweight toddlers. Data collection methods included in-depth interviews, observation, and document review. Data analysis was carried out through data presentation based on triangulation. The study findings reveal several issues: Input: Challenges include human resources, facilities, and marketing. Process: Obstacles in the implementation of the local supplementary food program arise from infrastructure and marketing aspects. Output: There has been a decrease in underweight cases, though not comprehensively. In the future, it is hoped that the community health center can provide complete facilities to optimize the implementation of the local food-based supplementary feeding program

Skripsi 2025
Detail
Hubungan Hipertensi Dan Kekurangan Energ...
Hubungan Hipertensi Dan Kekurangan Energi Kronik Pada Ibu Hamil Dengan Berat Badan Lahir Rendah di Wilayah Kerja Puskesmas Biaro Kabupaten Agam Tahun 2024

Indreswati, Rahma Belinda · 2025 · Skripsi · Fakultas Ilmu Kesehatan, S1 Kebidanan

Pada saat ini masalah berat badan lahir rendah masih cukup tinggi. Data dinas Kesehatan Kabupaten Agam pada tahun 2021 dari 5.135 jumlah persalinan terdapat 421 (8,19%) lahir dengan berat badan lahir rendah, pada tahun 2022 dari 5.647 jumlah persalinan terdapat 581 (10,28%) lahir dengan berat badan lahir rendah dan pada tahun 2023 dari 587 persalinan terdapat 64 (10,90%) lahir dengan berat badan lahir rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Hipertensi Dan Kekurangan Energi Kronik Pada Ibu Hamil Dengan Berat Badan Lahir Rendah di Wilayah Kerja Puskesmas Biaro Kabupaten Agam Tahun 2024. Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian retrospektif dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian telah dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Biaro Kabupaten Agam pada bulan Juli – November tahun 2024. Populasi penelitian ini adalah seluruh jumlah persalinan yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Biaro Kabupaten Agam tahun 2023 berjumlah 587 orang dengan jumlah sampel 266 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Hasil penelitian kemudian di analisis menggunakan analisis univariate dan bivariat menggunakan SPSS. Hasil penelitian terdapat 53 orang (19,9%) responden yang mengalami berat badan lahir rendah, 101 orang (38%) responden yang mengalami hipertensi dalam kehamilan dan 92 orang (34,6%) responden yang mengalami kekurangan energi kronik dalam kehamilan. Hasil uji statistitik terdapat hubungan hipertensi (p = 0,008) dan KEK (p = 0,001) dengan kejadian berat badan lahir rendah. Kesimpulan terdapat hubungan hipertensi dan kekurangan energi kronik dengan kejadian berat badan lahir rendah. Disarankan kepada ibu hamil untuk memperhatikan pola makan dengan gizi seimbang. Abstract (EN): Currently, the issue of low birth weight (LBW) remains quite high. Data from the Health Department of Agam Regency in 2021 showed that out of 5,135 deliveries, 421 (8.19%) had low birth weight; in 2022, from 5,647 deliveries, 581 (10.28%) had low birth weight; and in 2023, from 587 deliveries, 64 (10.90%) were born with low birth weight. The aim of this study is to examine the relationship between hypertension and chronic energy deficiency in pregnant women with low birth weight in the working area of Biaro Health Center, Agam Regency in 2024. This study is a retrospective research with a cross-sectional approach. The research was conducted in the Biaro Health Center working area in Agam Regency from July to October 2024. The study population consists of all deliveries in the Biaro Health Center working area in Agam Regency in 2023, totaling 587 cases, with a sample size of 266 respondents. The sampling technique used was simple random sampling. The data were analyzed using univariate and bivariate analysis with SPSS. The results of the study showed that 53 respondents (19.9%) had low birth weight, 101 respondents (38%) had hypertension during pregnancy, and 92 respondents (34.6%) experienced chronic energy deficiency during pregnancy. Statistical tests revealed a significant relationship between hypertension (p = 0.008) and chronic energy deficiency (p = 0.001) with low birth weight incidence. In conclusion, there is a relationship between hypertension and chronic energy deficiency with the occurrence of low birth weight. Pregnant women are advised to pay attention to balanced nutritious diet.

Skripsi 2025
Detail