Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock
← Kembali
Faktor – Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24 –...
Buka Dokumen (Google Drive)
Skripsi 2025

Faktor – Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24 – 59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kurai Taji Kota Pariaman Tahun 2024.

Penulis
Vivi Yunisvi
Pembimbing
Febriniwati Rifdi
Jenis repository
Skripsi
Tahun
2025
Fakultas
Fakultas Ilmu Kesehatan
Program studi
S1 Kebidanan
Metode penelitian
—
Jenis metode
—
Variabel
—
Sumber dana
—
Lokasi/wilayah penelitian
— (Kota Pariaman, Sumatera Barat)
Dipublikasikan
03 Februari 2026

Abstrak

Stunting merupakan masalah kesehatan global yang signifikan. Pada tahun 2023, Stunting mempengaruhi sekitar 22,3% atau 148,1 juta anak di bawah usia 5 tahun. Kondisi ini disebabkan oleh berbagai faktor multidimensi. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian Stunting pada balita usia 24 – 59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kurai Taji Kota Pariaman tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Kurai Taji Kota Pariaman pada bulan September – November 2024. Populasi penelitian terdiri dari 351 balita yang tersebar di 9 desa/ kelurahan. Sampel sebanyak 78 orang dipilih melalui proportional random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi microtoise, buku Kesehatan Ibu dan Anak, dan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan uji statistik chi-square. Analisis univariat menunjukkan 60,3% balita mengalami Stunting, 76,9% balita tidak memiliki riwayat berat badan lahir rendah, 69,2% ibu tidak mengalami anemia pada saat hamil, 67,9% balita mendapatkan ASI Eksklusif, 78,2% balita memiliki riwayat MP-ASI yang tidak sesuai dan 56,4% balita dengan pola asuh pemberian makan yang tepat. Analisa bivariat menunjukkan hubungan kejadian Stunting dengan riwayat BBLR (p = 0,011), riwayat anemia saat hamil (p = 0,002), ASI Eksklusif (p = 0,007), riwayat MP-ASI (p = 0,008) dan pola asuh pemberian makan (p = 0,019). Ada hubungan antara riwayat BBLR, riwayat anemia saat hamil, ASI Eksklusif, riwayat MP-ASI, dan pola asuh pemberian makan dengan kejadian Stunting pada balita usia 24 – 59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kurai Taji Kota Pariaman tahun 2024. Disarankan agar orang tua membawa balita ke posyandu secara teratur untuk pemantauan status gizi dan pencegahan stunting lebih lanjut. Abstract (EN): Stunting is a significant global health problem. By 2023, Stunting affects an estimated 22.3% or 148.1 million children under the age of 5. This condition arises from various multidimensional factors. This study aims to identify factors associated with stunting in children aged 24–59 months in the working area of the Kurai Taji Health Center, Pariaman City, in 2024. This descriptive-analytical study used a cross-sectional approach. It was conducted in the Kurai Taji Health Center working area from September to November 2024. The population comprised 351 children under five years old from 9 villages/wards, with a sample of 78 selected through proportional random sampling. The instruments used included a microtoise, the Maternal and Child Health (MCH) handbook, and a questionnaire. Data analysis was conducted using the chi-square statistical test. Univariate analysis showed that 60.3% of children experienced stunting, 76.9% had no history of low birth weight, 69.2% of mothers did not experience anemia during pregnancy, 67.9% of children received exclusive breastfeeding, 78.2% had an inappropriate complementary feeding history (MP-ASI), and 56.4% had proper feeding practices. Bivariate analysis revealed significant associations between stunting and low birth weight history (p = 0.011), anemia during pregnancy (p = 0.002), exclusive breastfeeding (p = 0.007), complementary feeding history (p = 0.008), and feeding practices (p = 0.019). There are significant associations between low birth weight history, anemia during pregnancy, exclusive breastfeeding, complementary feeding history, and feeding practices with stunting incidence in children aged 24–59 months in the Kurai Taji Health Center working area, Pariaman City, in 2024. It is recommended that parents regularly bring children to Posyandu (integrated health services) for monitoring nutritional status and further stunting prevention.

Kata Kunci

Balita Usia 24 – 59 Bulan Faktor Risiko Stunting