Analisis Pemberian PMT Pada Balita Stunting
- Penulis
- Rahmah R Fitria
- Pembimbing
- Nina Fitri
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2025
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kebidanan
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- — (Kabupaten Agam, Sumatera Barat)
- Dipublikasikan
- 03 Februari 2026
Abstrak
Kasus Stunting tahun 2023 dari 1014 terdapat 100 orang (9,86%) yang mengalami Stunting dan pada tahun 2024 sampai bulan Juli dari 1017 balita terdapat 105 orang (9,48%). Tujuan penelitian menganalisa kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Magek Kabupaten Agam Tahun 2024. Jenis penelitian kualitatif menggunakan desain fenomenalogi. Penelitian dilakukan bulan Oktober sampai dengan Januari 2025 Informan penelitian iterdiri dari Kepala Puskesmas Magek, Pemegang program gizi, Tenaga bidan pelaksana, kader dan ibu dengan balita stunting. Metode pengambilan data primer dan sekunder. Instrumen penelitian lembar wawancara mendalam (indepth interview). Hasil penelitian Input meliputi Man, Money, Material dan Method dimana sumber daya manusia sudah mencukupi tapi upgrade ilmu kurang, dana BOK Pukesmas direalisasikan sesuai juknis tapi kurang mencukupi, Sarana/peralatan cukup dan baik serta kebijakan yaitu pemberian PMT lokal kepada balita stunting, proses pelaksanaannya pemantauan, pelatihan kader, intervensi dengan PMT ada yang disukai dan tidak, evaluasi dan pengawasan dilaksanakan oleh Puskesmas dan kader, Pemberian PMT dipantau oleh kader, PMT diantarkan ke rumah balita di serahkan kepada ibu balita, tidak semua dimakan balita dan out put upaya penurunan dimulai dari remaja, catin ibu hamil dan pemberian PMT belum tercapai. Saran kepada Puskesmas agar dilaksanakan peningkatan upaya penurunan stunting. Abstract (EN): In 2023, out of 1,014 toddlers, 100 (9.86%) experienced stunting, and in 2024, up to July, out of 1,017 toddlers, 105 (9.48%) were affected. The purpose of this research is to analyze the incidence of stunting in toddlers in the work area of Magek Community Health Center, Agam Regency, in 2024. This is a qualitative study using a phenomenological design. The research was conducted from October to January 2025. The research informants consisted of the Head of Magek Community Health Center, Nutrition Program Officer, Midwife Officer, health cadres, and mothers with stunted toddlers. The data collection methods were both primary and secondary. The research instrument used was an in-depth interview sheet. The results of the study show that the inputs include Man, Money, Material, and Method. Human resources are adequate but there is a lack of knowledge upgrading. The Community Health Center's Operational Assistance Funds (BOK) were allocated according to guidelines but were insufficient. Facilities and equipment are sufficient and in good condition. The policy includes the provision of local supplementary feeding (PMT) to stunted toddlers. The implementation process involves monitoring, training cadres, and interventions with PMT, some of which are liked by the toddlers and others are not. Evaluation and supervision are conducted by the Community Health Center and cadres. The provision of PMT is monitored by the cadres and delivered to the toddlers‟ homes, where it is given to the mothers. However, not all toddlers consume the PMT. The output of efforts to reduce stunting begins with adolescents, prospective brides, pregnant mothers, but the provision of PMT has not yet been fully achieved. Recommendations for the Community Health Center include enhancing efforts to reduce stunting.