Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock
← Kembali
Studi Fenomenologi Pernikahan Usia Dini pada Remaja di Wilayah Kerja Puskesmas P...
Buka Dokumen (Google Drive)
Skripsi 2025

Studi Fenomenologi Pernikahan Usia Dini pada Remaja di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Ganting Tahun 2024.

Penulis
Volanda Azyza
Pembimbing
Ratna Dewi
Jenis repository
Skripsi
Tahun
2025
Fakultas
Fakultas Ilmu Kesehatan
Program studi
S1 Kebidanan
Metode penelitian
—
Jenis metode
—
Variabel
—
Sumber dana
—
Lokasi/wilayah penelitian
— (Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat)
Dipublikasikan
03 Februari 2026

Abstrak

Pernikahan dini adalah pernikahan antara lelaki dan perempuan yang belum memenuhi syarat minimal usia pemerintah. Pernikahan dini disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya, kehamilan di luar nikah. Nagari Padang Ganting tahun 2021 – 2024 mencatat sudah 14 orang remaja mengalami pernikahan dini akibat hamil di luar nikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman pernikahan usia dini pada remaja di wilayah kerja Puskesmas Padang Ganting. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif desain fenomenologi. Partisipan adalah remaja hamil di luar nikah sebanyak 6 dari 10 orang dan 6 partisipan pendukung 2 suami dan 4 orangtua. Metode pengumpulan data adalah wawancara mendalam, data dianalisis menggunakan teknik colaizzi. Penelitian ini mengidentifikasi 7 tema: 1)faktor penyebab kehamilan di luar nikah adalah Hubungan orangtua dan anak, pengawasan orangtua, pacaran, pola asuh orangtua, minimnya pemahaman Kespro. 2)Respon emosional keluarga hingga KDRT akibat kehamilan di luar nikah. 3)Dampak Negatif akibat kehamilan di luar nikah seperti Dampak psikologis, Dampak social, Putus sekolah, kesulitan finansial. 4)Perubahan yang dialami setelah Kehamilan di luar nikah seperti perubahan bentuk badan dan dada, serta Perubahan psikologis. 5)Pengalaman remaja dalam kehamilan di luar nikah adalah remaja tidak mengalami komplikasi kehamilan dan persalinan. 6)Hambatan dan tantangan yang dialami remaja akibat kehamilan di luar nikah seperti keterbatasan akses pelayanan kesehatan, tidak ada bantuan LSM. 7)Dukungan dan harapan remaja dalam menyikapi kehamilan di luar nikah adalah dukungan konseling dan layanan khusus, kemandirian. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar program pendidikan seks komprehensif dan pengadaan program pendampingan organisasi bagi dinas kesehatan dan puskesmas untuk remaja, serta dapat menjadi referensi untuk penelitian selanjutnya. Abstract (EN): Early marriage is a union between a male and a female who have not met the government's minimum age requirements. One of the main causes of early marriage is premarital pregnancy. In Nagari Padang Ganting, between 2021 and 2024, records show that 14 adolescents have entered early marriage due to premarital pregnancy. This study aims to explore the experiences of early marriage among adolescents in the working area of Padang Ganting Community Health Center. This research employs a qualitative approach with a phenomenological design. The participants consist of six out of ten adolescents who experienced premarital pregnancy and six supporting participants, including two husbands and four parents. Data was collected through in-depth interviews and analyzed using Colaizzi’s technique. This study identifies seven key themes: 1) Factors leading to premarital pregnancy include parent-child relationships, parental supervision, dating, parenting styles, and limited knowledge of reproductive health. 2) Emotional responses of families, including domestic violence, as a result of premarital pregnancy. 3) Negative impacts of premarital pregnancy, such as psychological and social effects, school dropout, and financial difficulties. 4) Changes experienced after premarital pregnancy, including physical changes in body shape and breasts, as well as psychological changes. 5) Adolescent experiences during pregnancy, where no complications occurred during pregnancy and childbirth. 6) Barriers and challenges faced by adolescents due to premarital pregnancy, such as limited access to healthcare services and the absence of NGO support. 7) Support and hopes of adolescents in dealing with premarital pregnancy, including the need for counseling, specialized services, and independence. This study is expected to serve as a foundation for comprehensive sex education programs and the establishment of support programs for adolescents by the health department and community health centers. Additionally, it can be a reference for future research.

Kata Kunci

Remaja Pernikahan Dini Kehamilan Diluar Nikah