Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock
← Kembali
Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Merokok pada Remaja di Kecamatan Sutera...
Buka Dokumen (Google Drive)
Skripsi 2025

Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Merokok pada Remaja di Kecamatan Sutera Kecamtan Pesisir Selatan

Penulis
Novia Nefsari
Pembimbing
Nita Tri Putri
Jenis repository
Skripsi
Tahun
2025
Fakultas
Fakultas Ilmu Kesehatan
Program studi
S1 Kebidanan
Metode penelitian
—
Jenis metode
—
Variabel
—
Sumber dana
—
Lokasi/wilayah penelitian
— (Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat)
Dipublikasikan
03 Februari 2026

Abstrak

Perilaku merokok khusunya pada usia remaja mengalami peningkatan berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh (Kemenkes RI, 2022) bahwa sebanyak 2% remaja baik laki-laki maupun perempuan positif sebagai pecandu rokok. Hal ini menyebabkan Indonesia merupakan negara dengan konsumsi rokok terbesar ketiga di dunia. Sedangkan tahun 2024 di Sumatera barat pada tahun 2021 30,50% menurun pada tahun 2022 menjadi 30,27% dan meningkat kembali menjadi 30,42% pada tahun 2023. Sedangkan berdasarkan data dinas kesehatan kabupaten Pesisir Selatan tahun 2024 remaja merokok tahun 2022 umur 10-14 tahun 310 dan umur 15-19 tahun 477 remaja, meningkat pada tahun 2023 umur 10-14 tahun 462 dan umur 15-19 tahun 513 remaja. Jenis penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan bulan januari 2025 di wilayah kerja kecamatan Sutera. Sampel penelitian adalah 38 orang remaja laki-laki. Instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu kuesioner dan dianalisa menggunakan Analisis Univariat dan Bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil uji statistik terdapat hubungan yang signifikan antara sikap (p = 0,022), pengaruh keluarga (p = 0,023), pengaruh teman sebaya (p = 0,003), stress (p = 0,024), dengan perilaku merokok, dan tidak terdapat hubungan yang signifikan anatara istitahat dan tidur (p = 0,944) dengan perilaku merokok. Kesimpulan terdapat hubungan antara sikap, pengaruh keluarga, pengaruh teman sebaya, stress terhadap perilaku merokok, dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara istirahat dan tidur dengan perilaku merokok. Disarankan kepada petugas kesehatan di wilayah kerja Kecamatan Sutera perlu melakukan meningkatkan edukasi tentang bahaya merokok dengan pendekatan yang membentuk sikap negatif terhadap rokok, misalnya melalui kampanye anti-rokok, konseling pribadi dan menjadi motivator yang baik kepada remaja sehingga dapat meningkatkan kesehatan pada remaja. Abstract (EN): Smoking behavior, especially among adolescents, has shown an increasing trend. According to a survey conducted by the Indonesian Ministry of Health (Kemenkes RI, 2022), 2% of adolescents, both male and female, tested positive as smokers. This makes Indonesia the third- largest cigarette consumer in the world. In West Sumatra, the smoking rate was 30.50% in 2021, decreased slightly to 30.27% in 2022, and rose again to 30.42% in 2023. Based on data from Pesisir Selatan in Figures 2024, the number of adolescent smokers in 2022 was 310 aged 10–14 and 477 aged 15–19. This increased in 2023 to 462 adolescents aged 10–14 and 513 aged 15–19. This study employed a quantitative research design with a cross-sectional approach. The study was conducted in January 2025 in the working area of Sutera Sub-district. The research sample consisted of 38 male adolescents. The research instrument used was a questionnaire, and univariate and bivariate analyses were conducted using the Chi-Square test. The statistical test results showed a significant relationship between attitude (p = 0.022), family influence (p = 0.023), peer influence (p = 0.003), and stress (p = 0.024) with smoking behavior. However, there was no significant relationship between rest and sleep (p = 0.944) and smoking behavior. In conclusion, there is a significant association between attitude, family influence, peer influence, and stress with adolescent smoking behavior, while rest and sleep do not have a significant relationship. It is recommended that health workers in the Sutera Sub-district area increase educational outreach and act as motivators to improve adolescent health.

Kata Kunci

Perilaku Merokok Remaja