Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock
← Kembali
Analisis Determinan Kejadian Stunting dan Evaluasi Program BBKBN dalam Pencegaha...
Buka Dokumen (Google Drive)
Tesis 2025

Analisis Determinan Kejadian Stunting dan Evaluasi Program BBKBN dalam Pencegahan Stunting di Kecamatan Air Manjuto Kabupaten Mukomuko Tahun 2025.

Penulis
Yet Widiawati
Pembimbing
Nurhayati; Evi Hasnita
Jenis repository
Tesis
Tahun
2025
Fakultas
Fakultas Ilmu Kesehatan
Program studi
S2 Kesehatan Masyarakat
Metode penelitian
—
Jenis metode
—
Variabel
—
Sumber dana
—
Lokasi/wilayah penelitian
— (Bengkulu)
Dipublikasikan
03 Februari 2026

Abstrak

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat serius di tingkat global maupun nasional, khususnya di negara berkembang termasuk Indonesia. Di Indonesia, prevalensi stunting tahun 2024 tercatat sebesar 19,8%, masih jauh dari target RPJMN 2020–2024 sebesar 14%. Provinsi Bengkulu termasuk wilayah dengan prevalensi cukup tinggi, salah satunya di Kabupaten Mukomuko. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kejadian ttunting dan evaluasi program BKKBN dalam Pencegahan Stunting di Kecamatan Air Manjuto Kabupaten Mukomuko Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain studi mix-methode dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pada bagian kuantitatif, digunakan desain studi cross sectional yang dilakukan pada bulan Mei-Agustus 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 120 balita (total sampling). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan cara wawancara. Analisis data secara univariat, biavriat menggunakan uji chi-square dan multivariat menggunakan regresi logistik. Analisis kualitatif dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting sebesar 21,7%. Faktor yang berhubungan dengan stunting yaitu pengetahuan ibu (p=0,046), pemberian ASI eksklusif (p=0,017), berat lahir anak (p=0,009), dan pendapatan keluarga (p Abstract (EN): Stunting remains a serious public health problem both globally and nationally, particularly in developing countries, including Indonesia. In Indonesia, the prevalence of stunting in 2024 was recorded at 19.8%, still far from the 2020–2024 RPJMN target of 14%. Bengkulu Province is among the areas with a relatively high prevalence, including Mukomuko Regency. Air Manjuto District is one of the priority intervention areas, making it crucial to conduct research to identify the determinants of stunting incidence. This study aims to analyze the determinants of stunting incidence and evaluate the National Population and Family Planning Board (BKKBN) program for stunting prevention in Air Manjuto District, Mukomuko Regency, in 2025. This study employed a mixed-methods study design with both quantitative and qualitative approaches. The quantitative part employed a cross-sectional study design conducted from May to August 2025, with a total sample size of 120 toddlers (total sampling). Data were collected using a questionnaire and interviews. Data were analyzed univariately, bivariately using the chi-square test, and multivariately using logistic regression. Qualitative analysis was conducted through triangulation of sources and techniques. The results showed a stunting prevalence of 21.7%. Factors associated with stunting included maternal knowledge (p=0.046), exclusive breastfeeding (p=0.017), child birth weight (p=0.009), and family income (p

Kata Kunci

ASI Eksklusif Berat lahir BKKBN Pengetahuan ibu Stunting