Pengaruh Pemberdayaan Kader Posyandu Terhadap Pengetahuan Tentang Anemia Dalam Kehamilan Di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Dalam Tahun 2024
- Penulis
- Putri Susanti
- Pembimbing
- Detty Afdriyanti
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2025
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kebidanan
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- — (Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat)
- Dipublikasikan
- 03 Februari 2026
Abstrak
Pemberdayaan adalah sebuah proses dan tujuan, dimana proses, pemberdayaan adalah serangkaian kegiatan untuk memperkuat kekuasaan atau keberdayaan kader. Berdasarkan data yang didapatkan dari Puskesmas Kampung Dalam, diketahui bahwa, pada tahun 2022 jumlah keseluruhan ibu hamil yang mengalami anemia sebanyak 43 orang, sedangkan pada tahun 2023 ibu hamil yang mengalami anemia terjadi peningkatan yaitu sebanyak 49 orang, dan pada tahun 2024 jumlah keseluruhan ibu hamil yang mengalami anemia terhitung dari bulan Januari sampai Juli sebanyak 26 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan kader posyandu terhadap pengetahuan anemia dalam kehamilan. Jenis penelitian ini yaitu eksperimen research dan desain penelitian ini adalah pra eksperiment pre test dan post test menggunakan rancangan one group pre test post test. Populasi pada penelitian ini adalah kader yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Kampung Dalam Tahun 2024 yaitu sebanyak 75 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 42 orang, cara pengambilan sampel yang digunakan peneliti adalah teknik nonprobility, purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan rata-rata pengetahuan kader posyandu sebelum pemberdayaan diperoleh hasil yaitu rata-rata sebanyak 8.79 dan rata-rata pengetahuan kader posyandu setelah pemberdayaan diperoleh hasil yaitu rata-rata sebanyak 12.26 dengan Hasil P Value = 0.000 < 0,05, menunjukan bahwa pengetahuan kader posyandu tentang anemia dalam kehamilan yang di lakukan pemberdayaan berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan. Berdasarkan hasil diatas dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberdayaan kader posyandu terhadap pengetahuan tentang anemia dalam kehamilan. Disarankan untuk peneliti selanjutnya untuk menambah luas penelitian serta menambah waktu penelitian sehingga akan diperoleh hasil penelitian yang lebih akurat. Abstract (EN): Empowerment is both a process and a goal, where the process involves a series of activities to strengthen the power or capability of the cadres. Based on data from the Kampung Dalam Health Center, it was found that in 2022, a total of 43 pregnant women experienced anemia. In 2023, this number increased to 49, and from January to July 2024, the total number of pregnant women experiencing anemia was 26. The aim of this study is to examine the influence of Posyandu cadre empowerment on knowledge about anemia during pregnancy. This research is an experimental study, with a pre-experimental design using a one-group pre- test post-test approach. The population for this study is the cadres in the working area of Kampung Dalam Health Center in 2024, totaling 75 individuals. The sample size is 42, and the sampling method used is nonprobability purposive sampling. The results show that the average knowledge of Posyandu cadres before empowerment was 8.79, while the average knowledge after empowerment increased to 12.26. With a P value of 0.000 < 0.05, it indicates that the empowerment of Posyandu cadres significantly influenced the improvement in their knowledge about anemia during pregnancy. Based on these results, it can be concluded that there is an effect of Posyandu cadre empowerment on knowledge about anemia in pregnancy. It is recommended that future researchers extend the scope and duration of the study to obtain more accurate results.