Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock
← Kembali
Analisis Pelaksanaan Penemuan Kasus Tuberkulosis Di Puskesmas Malalak Kabupaten...
Buka Dokumen (Google Drive)
Tesis 2025

Analisis Pelaksanaan Penemuan Kasus Tuberkulosis Di Puskesmas Malalak Kabupaten Agam Tahun 2025.

Penulis
Zulhelma Yetti
Pembimbing
Nurhayati; Nurdin
Jenis repository
Tesis
Tahun
2025
Fakultas
Fakultas Ilmu Kesehatan
Program studi
S2 Kesehatan Masyarakat
Metode penelitian
—
Jenis metode
—
Variabel
—
Sumber dana
—
Lokasi/wilayah penelitian
— (Kabupaten Agam, Sumatera Barat)
Dipublikasikan
03 Februari 2026

Abstrak

Salah satu langkah prioritas Kementerian Kesehatan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat TBC adalah dengan penemuan kasus dengan strategi secara pasif, aktif intensif dan masif. Estimasi kasus TBC di Indonesia pada tahun 2025 mencapai 1.090.000 kasus, dengan target deteksi 90% sementara Puskesmas Malalak adalah salah satu puskesmas di Kabupaten Agam dengan capaian penemuan kasus tuberkulosis sampai Agustus 2025 sebesar 6,8%. Ketidaktercapaian pelaksanaan penemuan kasus TBC dipengaruhi oleh input dan proses pelaksanaan program. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan penemuan kasus Tuberkulosis di Puskesmas Malalak tahun 2025. Jenis penelitian ini kualitatif dengan menggunakan wawancara mendalam. Informan dalam penelitian ini adalah informan yang berjumlah 15 orang dengan teknik pengambilan informan purposive sampling dengan instrument pedoman wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu penyajian data berdasarkan triangulasi data. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 4 sampai 15 Agustus 2025. Hasil penelitian didapatkan komponen input: kebijakan mengacu kepada Perpres nomor 67 tahun 2021, SDM masih kurang karena adanya rangkap jabatan, dana bersumber dari dana BLUD dan BOK, sarana prasarana sudah ada namun untuk pemeriksaan sputum kita mengirim ke Puskesmas yang ada TCM. Komponen proses: pelaksanaan, penemuan kasus TBC lebih banyak secara pasif daripada aktif dan adanya pot sputum yang tidak kembali ke petugas dari terduga TBC, dan monitoring dan evaluasi sudah berjalan dengan baik. Komponen output: capaian penemuan kasus TBC masih rendah (6,8%). Kesimpulan bahwa capaian penemuan kasus TBC di Puskesmas Malalak belum mencapai target Nasional 70 %. Diharapkan puskesmas dapat memaksimalkan kegiatan penemuan kasus secara aktif dengan pemberdayaan kader wilayah melalui kegiatan skrining intensif ke masyarakat. Abstract (EN): One of the Ministry of Health's priority steps to reduce morbidity and mortality due to TB is through case detection with passive, active, intensive, and massive strategies. The estimated number of TB cases in Indonesia in 2025 reached 1,090,000 cases, with a detection target of 90% while the Malalak Community Health Center is one of the community health centers in Agam Regency with a tuberculosis case detection achievement until August 2025 of 6.8%. The failure to achieve TB case detection is influenced by input and program implementation processes. The purpose of this study is to describe and analyze the implementation of Tuberculosis case detection at the Malalak Community Health Center in 2025. This type of research is qualitative using in-depth interviews. Informants in this study were 15 informants with a purposive sampling technique with interview guide instruments and documentation. Data analysis used is data presentation based on data triangulation. This research was conducted from August 4 to 15, 2025. The results of the research obtained input components: policies refer to Presidential Decree number 67 of 2021, human resources for implementation are still lacking, funds are sourced from the APBN, APBD and BOK, infrastructure is inadequate. Process components: implementation, TB case detection and monitoring but still has obstacles and evaluation are already underway. Output components: the results of the implementation of TB case detection in achievement (6.8%) have not met the national target. The conclusion is that lack of public understanding of TB so that the achievement of TB case detection is still low (6.8%). Community health centers are expected to maximize active case detection by empowering regional cadres through intensive community screening.

Kata Kunci

aktif pasif penemuan kasus tuberkulosis