Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah Di Wilayah Kerja Pukesmas Air Dingin Padang Tahun 2024.
- Penulis
- Yosi Eka Yuswanda
- Pembimbing
- Nurul Amalina
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2025
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kebidanan
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- — (Kota Padang, Sumatera Barat)
- Dipublikasikan
- 03 Februari 2026
Abstrak
Bayi dengan BBLR memiliki risiko lebih tinggi mengalami kematian, keterlambatan petumbuhan dan perkembangan selama masa kanak-kanak dibandingkan dengan bayi yang tidak BBLR. Berdasarkan data yang diperoleh pada tahun 2023 prevalensi angka kejadian BBLR di Kota Padang yaitu sebesar 1,7%.Kejadian BBLR tertinggi berada di Pukesmas Air Dingin sebesar (25%).Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan desain Case Control. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Air Dingin Padang dari bulan Juli- Desember Tahun 2024.Populasi penelitian ini adalah bayi baru lahir yang tercatat yaitu berjumlah 558 bayi. Pengambilam sampel diambil dengan teknik total sampling dengan prinsip 1:2 dengan jumlah sampel sebanyak 76 responden. Data penelitian ini menggunakan data rekam medik dengan instrumen penelitiannya koesioner dan dianalisa dengan analisa univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square.Hasil penelitian lebih dari separuh responden (53%) tidak mengalami kejadian BBLR. (81,6%) responden tidak mengalami hipertensi, (82,2%) responden tidak mengalami preeklampsia, (85,5%) responden tidak mengalami kejadian anemia, (78,9%) responden tidak mengalami kejadian KEK. Kemudian nilai p=vlue antara hipertensi (p= 0,06), preeklampsia (p= 0,003), anemia (p=0,000) dan KEK (0,016) dengan kejadian BBLR. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan hipertensi, preeklampsia, anemia dan KEK dengan kejadian BBLR.Disarankan untuk tenaga kesehatan diharapkan mampu melakukan deteksi dini terhadap hipertensi, preeklampsia, anemia dan KEK pada calon ibu hamil yang akan mempengaruhi kejadian berat badan lahir rendah (BBLR). Abstract (EN): Babies with LBW have a higher risk of death, delayed growth and development during childhood compared to babies who are not LBW. Based on data obtained in 2023, the prevalence of LBW in Padang City is 1.7%. The highest LBW incidence is in the Air Cold Community Health Center at (25%). The aim of this research is to determine factors related to the incidence of low birth weight (LBW). The type of research used is an analytical survey with a case control design. This research was carried out at the Padang Cold Air Health Center from July-December 2024. The population of this study was 558 newborns who were registered. Samples were taken using a total sampling technique with a 1:2 principle with a total sample of 76 respondents. This research data used medical record data with a questionnaire research instrument and analyzed using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square statistical test. The research results showed that more than half of the respondents (53%) did not experience LBW. (81.6%) respondents did not experience hypertension, (82.2%) respondents did not experience preeclampsia, (85.5%) respondents did not experience anemia, (78.9%) respondents did not experience CED. Then the p=vlue value between hypertension (p= 0.06), preeclampsia (p= 0.003), anemia (p=0.000) and CED (0.016) with the incidence of LBW. The conclusion of this study is that there is a relationship between hypertension, preeclampsia, anemia and CED with the incidence of LBW. It is recommended that health workers be able to carry out early detection of hypertension, preeclampsia, anemia and CED in prospective pregnant women which will influence the incidence of low birth weight(LBW).