HUBUNGAN ANTENATAL CARE DAN STATUS GIZI IBU HAMIL TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BIARO KABUPATEN AGAM TAHUN 2024
- Penulis
- Sri Mulyanti
- Pembimbing
- Evi Hasnita
- Jenis repository
- Skripsi
- Tahun
- 2025
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- S1 Kebidanan
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- — (Kabupaten Agam, Sumatera Barat)
- Dipublikasikan
- 03 Februari 2026
Abstrak
Salah satu permasalahan gizi yang terjadi pada balita yaitu stunting. Prevalensi stunting di Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2022 berdasarkan survey status gizi Indonesia (SSGI) yaitu sebanyak 23,2% dan mengalami peningkatan pada tahun 2023 yaitu 25,2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Antenatal Care Dan Status Gizi Ibu Hamil Terhadap Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Biaro Kabupaten Agam Tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah retrospektif dengan desain penelitian case control. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 6 – 59 bulan dari bulan Januari – Juni 2024 di Wilayah Kerja Puskesmas Biaro Kabupaten Agam yang berjumlah 2.948 orang dengan jumlah sampel 96 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian terdapat 24 orang (25%) responden yang mengalami stunting dan 72 orang (75%) tidak mengalami stunting, 32 orang (33,3%) responden yang melakukan kunjungan antenatal care saat hamil dalam kategori tidak lengkap dan 40 orang (41,7%) responden yang mengalami kekurangan energi kronik saat hamil. Hasil uji statistik terdapat hubungan kunjungan antenatal care (p = 0,006 dan status gizi ibu saat hamil (p = 0,009) dengan kejadian stunting pada balita. Kesimpulan terdapat hubungan kunjungan antenatal care dan status gizi ibu saat hamil dengan kejadian stunting pada balita. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk dapat melakukan upaya pencegahannya sehingga dapat memperbaiki generasi terbaik dan mengurangi kejadian stunting.