Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pende...
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pendekatan Keperawatan Komplementer Pada Keluaraga Tn.S Wilayah Kerja Puskesmas Lasi Tahun 2025

Fitrianola Rezkiki, Yoga Handika · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Latar Belakang : Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme terhadap gula darah yang dapat disebabkan karena adanya kekurangan hormon insulin atau resistensi insulin, dimana kadar gula dalam darah akan meningkat dan kelebihannya akan dikeluarkan melalui urin sehingga pengeluaran urin meningkat serta mengandung gula. Seseorang dapat dikatakan diabetes mellitus apabila kadar glukosa darah puasa >126 mg/dL atau kadar gula darah sewaktu >200 mg/dL. Salah satu komplikasi dari Diabetes Melitus adalah neuropati diabetikum pada bagian kaki yaitu ulkus. Salah satu penatalaksanaan yang dapat dilakukan pada pasien diabetes mellitus dengan gulah darah tinggi adalah Relaksasi Otot Progresif. terapi relaksasi otot progresif berpengaruh terhadap penurunan kadar gula darah pasien sehingga kadar gula darah pasien berkurang. Pasien pertama kadar gula darah dari 251 mg/dl menjadi 123 mg/dl dan pasien kedua kadar gula darah dari 388 mg/dl menjadi 141 mg/dl. Tujuan : Mahasiswa mampu mengelola asuhan keperawatan keluarga dengan pendekatan keperawatan komplementer pada keluarga Tn.S di wilayah kerja puskesma lasi tahun 2025 Hasil : Asuhan keperawatan keluarga dengan pendekatan keperawatan komplementer didapatkan tiga diagnosa yaitu manajemen kesehatan keluarga tidak efektif, prilaku kesehtan cendrung beresiko, penurunan koping keluarga. Setelah diberikan terapi Relaksasi otot progresif selama 3 hari berturut-turut didapatkan hasil gulah darah tinggi pasien Tn.S berkurang dari 472 menjadi 286. Kesimpulan : Masalah keperawatan pada Tn.S dapat tercapai dan teratasi dengan baik sesuai dengan rencana keperawatan serta terapi Relaksasi otot progresif dapat menurunkan gula darah tinngi yang memiliki oleh klien. Saran : perawat dapat menerapkan dan mengaplikasikan intervensi yang telah diberikan kepada pasien yang memiliki gula darah tinggi Abstract (EN): Background: Diabetes mellitus is a metabolic disorder of blood sugar that can be caused by a lack of insulin hormone or insulin resistance, where the sugar level in the blood will increase and the excess will be excreted through urine so that urine output increases and contains sugar. A person can be said to have diabetes mellitus if the fasting blood glucose level is >126 mg/dL or random blood sugar level is >200 mg/dL . One of the complications of Diabetes Mellitus is diabetic neuropathy in the feet, namely ulcers. One of the treatments that can be done in diabetes mellitus patients with high blood sugar is Progressive Muscle Relaxation. Progressive muscle relaxation therapy has an effect on reducing the patient's blood sugar level so that the patient's blood sugar level is reduced. The first patient's blood sugar level from 251 mg/dl to 123 mg/dl and the second patient's blood sugar level from 388 mg/dl to 141 mg/dl. Objective: Students are able to manage family nursing care with a complementary nursing approach to Mr. S's family in the LASI community health center work area in 2025 Results: Family nursing care with a complementary nursing approach obtained three diagnoses, namely ineffective family health management, health behavior tends to be risky, decreased family coping. After being given progressive muscle relaxation therapy for 3 consecutive days, the results showed that Mr. S's high blood sugar decreased from 472 to 286. Conclusion: The nursing problems in Mr. S can be achieved and resolved well according to the nursing plan and progressive muscle relaxation therapy can reduce high blood sugar that the client has. Suggestion: nurses can implement and apply the interventions that have been given to patients who have high blood sugar

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Berbasis Kom...
Asuhan Keperawatan Keluarga Berbasis Komplementer Pada Keluarga Tn. A Dengan Tahap PerkembangaN IV Di Wilayah Puskesmas Lasi Kabupaten Agam Sumatera Barat 2025

Wenny Lazdia, Weva Rahma Triana · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Kesehatan pada masa kehamilan harus dijadikan perhatian khusus pada ibu hamil karena memiliki pengaruh terhadap kesehatan ibu, janin dan anak dimasa mendatang. Selama proses kehamilan semua ibu hamil akan mengalami keluhan perubahan fisik, psikologis serta perubahan sosial dalam keluarga. Pada masa periode proses kehamilan keluhan yang paling sering dialami oleh ibu hamil trimester III adalah ketidaknyamanan nyeri punggung hingga kecemasan. Salah satu cara mengatasi nyeri punggung dan kecemasan pada ibu hamil trimester III adalah dengan terapi teknik relaksasi otot progresif dan relaksasi nafas dalam. Tujuan diberikannya asuhan keperawatan keluarga berbasis komplementer adalah unutk mengetahui pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap nyeri punggung dan terapi relaksasi nafas dalam terhadap kecemasan yang dialami Ny. R di kehamilan trimester III. Implementasi dilakukan selama 3 hari dan didapatkan hasil sebelum diberikan terapi skala nyeri 6 dan sesudah diberikan terapi skala nyeri 3, kecemasan sebelum diberikan terapi yaitu kategori sedang dan setelah diberikan terapi menjadi kategori ringan. Klien dapat dengan mandiri menerapkan dan mengaplikasikan intervensi yang diberikan saat mengalami nyeri punggung dan kecemasan. Abstract (EN): Health during pregnancy should be a special concern for pregnant women because it has an impact on the health of the mother, fetus, and child in the future.. During the third trimester, the most common complaints experienced by pregnant women are discomfort, ranging from back pain to anxiety. One way to overcome back pain and anxiety in pregnant women in the third trimester is with progressive muscle relaxation and deep breathing relaxation techniques. The purpose of providing complementary family-based nursing care is to determine the effect of progressive muscle relaxation therapy on back pain and deep breathing relaxation therapy on anxiety experienced by Mrs. R in the third trimester of pregnancy. Implementation was carried out for 3 days and obtained results before the therapy was given a pain scale of 6 and after the therapy was given a pain scale of 3. Anxiety before therapy was in the moderate category and after therapy was in the mild category. Clients can independently implement and apply the interventions given when experiencing back pain and anxiety.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pende...
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pendekatan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Ny.E Tahap Perkembangan VIII Di Wilayah Kerja Puskesmas Lasi Kabupaten Agam Tahun 2025.

Rahmiwati, Dahlia Permata Papa · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Berdasarakan laporan profil Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi Tahun 2020 menunjukkan bahwa penyakit yang banyak menyumbang sebagai 10 penyakit terbanyak di Kota Bukittinggi Tahun 2020 yaitu Diabetes Melitus sebanyak 10,02 % yang menunjukkan prevalensi Diabetes Melitus yang didiagnosis oleh dokter pada penduduk semua umur di Kota Bukittinggi sebesar 1,13 % atau 886 penduduk ( DINKES, 2020 ). Dalam penelitian ini yang diangkat yaitu Diabetes Melitus Tipe II yang dialami Ny.E dan Hernia Nekleus Pulposus yang dialami oleh Tn.R dimana peneliti mengambil terapi komplementer terhadap keluarga yang menderita penyakit Diabetes Melitus. Terapi komplementer dikenal dengan terapi tradisional yang digabungkan dalam pengobatan modern. Pemberian terapi komplementer pada keluarga Ny.E pemberian terapi air rebusan daun kelor sebanyak 1 kali dalam sehari dilakukan selama 4 hari yang dilakukan pada sore hari. Hasil dari masalah Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif setelah diberikan implementasi didapatkan adanya penurunan gula darah sebelum dan sesudah dilakukan intervensi, implementasi dari perilaku kesehatan cenderung beresiko didapatkan Tn.R dan Ny.E sudah menunjukkan peningkatan dalam pengetahuan pelayanan kesehatan, dan implementasi dari Nyeri kronis didapatkan Tn.R sudah mengerti dan memahami tentan terapi autogenic dan cara melakukannya sendiri di rumah. Abstract (EN): The family is the smallest unit of society consisting of the head of the family and several people who gather and live in a place under a roof in a state of interdependence. Based on the 2020 Bukittinggi City Health Office profile report, it shows that the disease that contributed the most to the 10 most common diseases in Bukittinggi City in 2020 was Diabetes Mellitus at 10.02%, which shows the prevalence of Diabetes Mellitus diagnosed by doctors in residents of all ages in Bukittinggi City of 1.13% or 886 residents (DINKES, 2020). In this study, the cases of Type II Diabetes Mellitus experienced by Mrs. E and Hernia Nekleus Pulposus experienced by Mr. R were raised, where researchers took complementary therapy for families suffering from Diabetes Mellitus. Complementary therapy is known as traditional therapy combined with modern medicine. Providing complementary therapy to Mrs. E's family is providing Moringa leaf boiled water therapy once a day for 4 days in the afternoon. The results of the problem of family health management are not effective after being given implementation, there was a decrease in blood sugar before and after the intervention, the implementation of health behaviors that tend to be risky was found that Mr. R and Mrs. E had shown an increase in knowledge of health services, and the implementation of chronic pain was found that Mr. R already understood and understood about autogenic therapy and how to do it himself at home.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Tahap Perkem...
Asuhan Keperawatan Keluarga Tahap Perkembangan VI Dengan Pendekatan Komplementer Pada Keluarga “Ny.E” Di Wilayah Kerja Puskesmas Lasi Tahun 2025.

Mesi Yunia Sari, Azkia Elsa Putri · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Keluarga adalah dua atau lebih individu yang bergabung karena hubungan darah, perkawinan, dan adopsi dalam satu rumah tangga, yang berinteraksi satu dengan lainnya dalam peran dan menciptakan suatu budaya. pada saat pengkajian tipe keluarga ini termasuk keluarga orang tua tunggal (Single-Parent Family): Keluarga yang dikepalai oleh satu orang tua (ayah atau ibu) yang memiliki anak dan tinggal bersama. Terbentuk karena kematian pasangan. pada keluarga ini ditemukan 3 masalah keperawatan yaitu : Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif, Perilaku kesehatan cenderung beresiko, kesiapan meningkatkan manajemen kesehatan. Tujuan : maka diberikan terapi komplementer pada keluarga yaitu pemberian rebusan daun salam 2 kali sehari selama 4 hari untuk penurunan kadar asam urat, Memberikan edukasi kesehatan kepada keluarga tentang pendidikan kesehatan untuk mengontrol kadar asam urat untuk penderita asam urat, dan Memberikan edukasi kesehatan kepada keluarga efektifitas rebusan daun salam terhadap penurunan kadar asam urat. Hasil : Hasil yang didapatkan selama implementasi selama 4 hari pemberian rebusan daun salam 2 kali sehari selama 4 hari yaitu kadar asa urat dan nyerinya berkurang. serta pemberian edukasi nya keluarga sudah memiliki pengetahuan dan pemahaman pengambilan keputusan tindakan yang tepat dilakukan, keluarga mampu mengenal edukasi penanganan asam urat, dan keluarga mampu mengenal masalah tentang perilaku upaya kesehatan. Kesimpulan : Terapi komplementer pada keluarga yaitu pemberian rebusan daun salam 2 kali sehari selama 4 hari untuk penurunan kadar asam urat, Memberikan edukasi kesehatan kepada keluarga tentang pendidikan kesehatan untuk mengontrol kadar asam urat untuk penderita asam urat, dan Memberikan edukasi kesehatan kepada keluarga efektifitas rebusan daun salam terhadap penurunan kadar asam urat sangat bermanfaat oleh karena itu penerapan evidence-based nursing ini dapat direkomendasikan dalam memberikan asuhan keperawatan. Abstract (EN): A family is two or more individuals who are united by blood, marriage, and adoption in one household, interacting with each other in roles and creating a culture. At the time of this study, this type of family included single-parent families: families headed by one parent (father or mother) who has children and lives with them. Formed due to the death of a spouse. In this family, three nursing issues are identified: ineffective family health management, health behaviors that tend to be risky, and readiness to improve health management. Objective : Complementary therapy was provided to the family, namely the administration of bay leaf decoction twice a day for 4 days to reduce uric acid levels. Health education was provided to the family on health education to control uric acid levels for gout sufferers, and health education was provided to the family on the effectiveness of bay leaf decoction in reducing uric acid levels. Results : The results obtained during the 4-day implementation of giving bay leaf decoction twice a day for 4 days were a reduction in uric acid levels and pain. In addition, the family received education and now has the knowledge and understanding to make the right decisions, is able to recognize education on the treatment of gout, and is able to recognize issues related to health behavior. Conclusion : Complementary therapy for families involves administering a decoction of bay leaves twice daily for four days to reduce uric acid levels, Providing health education to families about health education to control uric acid levels for gout patients, and Providing health education to families about the effectiveness of bay leaf decoction in reducing uric acid levels is highly beneficial; therefore, the application of evidence-based nursing can be recommended in providing nursing care.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Tahap Perkem...
Asuhan Keperawatan Keluarga Tahap Perkembangan III Dengan Pendekatan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Tn.Y Di Pakan Kamih Jorong Kubang Duo Koto Panjang Kecematan Candung Kabupaten Agam Tahun 2025

Rina Mariyana, Ulfa Ulandari · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Latar Belakang : Keluarga adalah suatu lembaga yang merupakan satuan (unit) terkecil dari masyarakat, terdiri atas ayah, ibu, dan anak. Pada saat pengkajian, keluarga ini termasuk tipe keluarga inti (nuclear family) yang terdiri dari ayah,ibu dan anak, pada keluarga ini ditemukan 2 masalah keperawatan yaitu, Manajemen Kesehatan Keluarga Tidak Efektif, Gangguan Tumbuh Kembang. Tujuan : Maka diberikan pemberian makanan tambahan dengan kombinasi bubur kacang hijau dan telur ayam rebus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak dan mendukung perkembangan yang optimal, edukasi tentang gizi seimbang Hasil : hasil yang didapatkan selama pemberian makanan tambahan dengan kombinasi bubur kacang hijau dan telur ayam rebus adanya peningkatan berat badan sebanyak (0,5) kg selama pemberian 10 hari sedangkan terapi bicara dengan teknik terapi metode modeling dan audiovisual ada peningkatan anak sudah bisa mengabungkan 2 kalimat atau lebih serta pemberian edukasi gizi seimbang untuk memenuhi kebutuhan gizi pada anak stunting. Kesimpulan : pemberian makanan tambahan dengan kombinasi bubur kacang hijau dan telur ayam rebus dan terapi bicara dengan teknik terapi metode modeling dan audiovisual dan edukasi gizi seimbang. Oleh karena itu penerapan evidence- based nursing ini dapat direkomendasikan dalam memberikan asuhan keperawatan. Abstract (EN): Background: The family is an institution which is the smallest unit of society, consisting of father, mother and children. At the time of the assessment, this family was classified as a nuclear family consisting of father, mother and child. In this family, 2 nursing problems were found, ineffective family health management, growth and development disorders. Objectives: supplementary food was given with a combination of green bean porridge and boiled chicken eggs to meet the child's nutritional needs and support optimal development, education about balanced nutrition. Results: the results obtained when providing additional food with a combination of green bean porridge and boiled chicken eggs showed an increase in body weight of (0.5) kg during 10 days of administration. Meanwhile, speech therapy using modeling and audiovisual method therapy techniques has seen an increase in children being able to combine 2 sentences or more as well as providing balanced nutrition education to meet the nutritional needs of stunted children. Conclusion: providing additional food with a combination of green bean porridge and boiled chicken eggs and speech therapy using modeling and audiovisual methods and education on balanced nutrition. Therefore, the application of evidence-based nursing can be recommended in providing nursing care.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Berbasis Kom...
Asuhan Keperawatan Keluarga Berbasis Komplementer Pada Keluarga Tn. E Tahap Perkembangan Ke III Di Wilayah Kerja Puskesmas Lasi Kabupaten Agam Tahun 2025

Wenny Lazdia, Tri Mulia Ningsih · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Keluarga merupakan unit terkecil dalam struktur masyarakat yang di bangun di atas perkawinan atau pernikahan yang terdiri dari ayah/ suami, ibu/istri dan anak, keluarga memiliki tujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya dan meningkatkan perkembambangan fisik, mental, emosional serta social dari setiap keluarga. Pada saat dilakukan pengkajian dengan keluarga Tn .E didapatkan masalah keperawatan yaitu Pemeliharaan kesehatan Tidak Efektif akibat kurangnya pemeliharaan keluarga dalam melakukan perawatan kesehatan keluarga terutama pada Ny. R dengan Kekurangan energy kronis (KEK), Nyeri pinggang dan Susah tidur malam, Perilaku Cenderung Beresiko karena Tn. E merupakan perokok yang dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan anggota keluarga, serta Kesiapan Peningkatan Manajemen Kesehatan untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengelola kesehatan. Berdasarkan masalah keperawatan tersebut maka diberikanlah implementasi komplementer yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan keluarga Tn. E yaitu Terapi Kompres Hangat Jahe, Aromaterapi Lavender, Edukasi Bahaya Merokok, Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Metode penelitian adalah Case Studi dan Studi kepustakaan dengan pendekatan asuhan keperawatan pada keluarga Tn . E yaitu terapi Kompres Hangat Jahe dapat mengurangi nyeri Pinggang Ny. R, Pada pemberian Aromaterapi Lavender dapat mengatasi masalah tidur pada Ny. R. edukasi yang di berikan mengenai Bahaya Merokok dan edukasi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat dapat meningkatkan pengetahuan keluarga untuk meningkatkan derajat kesehatan dengan mengaplikasikanya. Sehingga didapatkan hasil bahwa asuhan keperawatan yang diberikan kepada keluarga Tn. E berdampak positif terhadap derajat kesehatan keluarga. Abstract (EN): Family is the smallest unit in structure society built on marriage or a marriage consisting of from father/ husband , mother / wife And children , family own objective For create , maintain culture And increase development physical , mental, emotional and social from every family . On moment done assessment with family Mr. E was found problem nursing that is Maintenance health No Effective consequence lack of maintenance family in do maintenance health family especially on Mrs. R with Chronic energy deficiency (CED), Pain waist and trouble sleeping night , Behavior Tend At risk because Mr. E is smokers who can influential bad to health member family , and Readiness Improvement Management Health For increase ability family in manage health . Based on problem nursing the so given implementation complementary purposes For increase degrees health Mr. E's family , namely Therapy Compress Warm Ginger , Lavender Aromatherapy , Education Danger Smoking , Education Behavior Life Clean And Healthy (PHBS). Method study is Case Study And Studies literature with approach care nursing on family Mr. E is therapy Compress Warm Ginger can reduce painful Waist Mrs. R, On giving Lavender Aromatherapy can overcome problem Sleep on Mrs. R. education provided about Danger Smoke And education Behavior Life Clean and Healthy can increase knowledge family For increase degrees health with apply it . So that obtained results that care nursing care provided to Mr. E's family was affected positive to degrees health family

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Pende...
Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Pendekatan Keperawatan Komplementer pada Keluarga Ny. Z dengan Tahap Perkembangan VI di Dusun Suntiang Jorong Pasanehan Nagari Lasi Kecamatan Canduang Kabupaten Agam.

Ratna Dewi, Atika Suci Dwiputri · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Keluarga adalah untit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat dibawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Diabetes Mellitus adalaj kondisi kronis yang terjadi ketika kadar glukosa darah yang meningkat karena tubuh tidak dapat menghasilkan dengan cukup insulin. Angka kejadian Diabetes Mellitus di Sumatera barat mencapai 1,3 juta jiwa dengan data dari puskesmas Lasi terdapat 687 jiwa mengalami Diabetes Mellitus. Tujuan : Mampu memberikan Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pendekatan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Ny.Z Dengan Tahap Perkembangan Vi Di Dusun Suntiang Jorong Pasanehan Nagari Lasi Kecamatan Canduang Kabupaten Agam. Metode :Pengumpulan data menggunakan studi kasus yang dilakukan pada keluarga terutama pada keluarga dengan masalah Diabetes Mellitus. Hasil : Asuhan keperawatan komplementer dengan Diabetes Mellitus didapatkan diagnosa yaitu Kestidakstabilan Kadar Glukosa Darah, Perfusi Perifer Tidak Efektif, dan Manajemen Kesehatan Keluarga Tidak Efektif. Dengan prioritas diagnosa yaitu Ketidak Stabilan Kadar Glukosa Darah dimana masalah yang muncul pada Ny.Z sudah sesuai dengan kriteria hasil yang diharapkan dengan jangka waktu yang ditentukan. Kesimpulan : Masalah keperawatan komplementer pada keluarga Ny.Z dengan Diabetes Mellitus tercapai dan teratasi dengan baik. Abstract (EN): The family is the smallest part of the society consisting of the head of the family and several people who gather and live in one place under one roof in a state of interdependence. Diabetes Mellitus is a chronic condition that occurs when blood glucose levels increase because the body cannot produce enough insulin. The incidence of Diabetes Mellitus in West Sumatra reached 1.3 million people with data from the Lasi health center there were 687 people with Diabetes Mellitus. Objective : Able to provide family nursing care with a complementary nursing approach to Mrs. Z's family with developmental stage VI in Suntiang Jorong Hamlet, Pasanehan Nagari Lasi, Canduang District, Agam Regency. The :P data collection method uses case studies conducted on families, especially on families with Diabetes Mellitus problems. Results : Complementary nursing care with Diabetes Mellitus was diagnosed, namely Blood Glucose Level Instability, Ineffective Peripheral Perfusion, and Ineffective Family Health Management. With the priority of diagnosis, namely Blood Glucose Level Instability where the problems that arise in Mrs. Z are in accordance with the expected outcome criteria with a specified period of time. Conclusion : Complementary nursing problems in Mrs. Z's family with Diabetes Mellitus were achieved and resolved well.

KIAN 2025
Detail