Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pendekatan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Ny.E Tahap Perkembangan VIII Di Wilayah Kerja Puskesmas Lasi Kabupaten Agam Tahun 2025.
- Penulis
- Dahlia Permata Papa
- Pembimbing
- Rahmiwati
- Jenis repository
- KIAN
- Tahun
- 2025
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- Profesi Ners
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- — (Kabupaten Agam, Sumatera Barat)
- Dipublikasikan
- 04 Februari 2026
Abstrak
Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Berdasarakan laporan profil Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi Tahun 2020 menunjukkan bahwa penyakit yang banyak menyumbang sebagai 10 penyakit terbanyak di Kota Bukittinggi Tahun 2020 yaitu Diabetes Melitus sebanyak 10,02 % yang menunjukkan prevalensi Diabetes Melitus yang didiagnosis oleh dokter pada penduduk semua umur di Kota Bukittinggi sebesar 1,13 % atau 886 penduduk ( DINKES, 2020 ). Dalam penelitian ini yang diangkat yaitu Diabetes Melitus Tipe II yang dialami Ny.E dan Hernia Nekleus Pulposus yang dialami oleh Tn.R dimana peneliti mengambil terapi komplementer terhadap keluarga yang menderita penyakit Diabetes Melitus. Terapi komplementer dikenal dengan terapi tradisional yang digabungkan dalam pengobatan modern. Pemberian terapi komplementer pada keluarga Ny.E pemberian terapi air rebusan daun kelor sebanyak 1 kali dalam sehari dilakukan selama 4 hari yang dilakukan pada sore hari. Hasil dari masalah Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif setelah diberikan implementasi didapatkan adanya penurunan gula darah sebelum dan sesudah dilakukan intervensi, implementasi dari perilaku kesehatan cenderung beresiko didapatkan Tn.R dan Ny.E sudah menunjukkan peningkatan dalam pengetahuan pelayanan kesehatan, dan implementasi dari Nyeri kronis didapatkan Tn.R sudah mengerti dan memahami tentan terapi autogenic dan cara melakukannya sendiri di rumah. Abstract (EN): The family is the smallest unit of society consisting of the head of the family and several people who gather and live in a place under a roof in a state of interdependence. Based on the 2020 Bukittinggi City Health Office profile report, it shows that the disease that contributed the most to the 10 most common diseases in Bukittinggi City in 2020 was Diabetes Mellitus at 10.02%, which shows the prevalence of Diabetes Mellitus diagnosed by doctors in residents of all ages in Bukittinggi City of 1.13% or 886 residents (DINKES, 2020). In this study, the cases of Type II Diabetes Mellitus experienced by Mrs. E and Hernia Nekleus Pulposus experienced by Mr. R were raised, where researchers took complementary therapy for families suffering from Diabetes Mellitus. Complementary therapy is known as traditional therapy combined with modern medicine. Providing complementary therapy to Mrs. E's family is providing Moringa leaf boiled water therapy once a day for 4 days in the afternoon. The results of the problem of family health management are not effective after being given implementation, there was a decrease in blood sugar before and after the intervention, the implementation of health behaviors that tend to be risky was found that Mr. R and Mrs. E had shown an increase in knowledge of health services, and the implementation of chronic pain was found that Mr. R already understood and understood about autogenic therapy and how to do it himself at home.