Logo Repository App UFDK Repository UFDK Universitas Fort De Kock

Daftar Repository

8825 dokumen ditemukan

Reset
Asuhan Keperawatan Komplementer Pada Ny....
Asuhan Keperawatan Komplementer Pada Ny.E Dengan Diagnosa Medis Hipertensi Di Koto Panjang Kecematan Candung Kabupaten Agam Tahun 2025.

Imelda R Kartika, Lucia Olifia · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Keluarga merupakan sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran, dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya, dan meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional, serta sosial dari tiap anggota keluarga. Hipertensi merupakan keadaan ketika tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. WHO memperkirakan sekitar 29% atau sekitar 1 miliar warga dunia menderita hipertensi, negara dengan ekonomi yang berkembang memiliki sekitar 40% penderita hipertensi. Di Indonesia didapatkan prevalensi hipertensi berdasarkan pengukuran pada penduduk di usia >18 tahun sebesar 34,1%, atau sebanyak 63.309.620 kasus orang terkena hipertensi dengan angka kematian 427.218 kematian. Prevalensi hipertensi di Sumatera Barat sebanyak 25,1%, dimana kota Bukittinggi 30,05%. Upaya untuk menangani hipertensi dengan rebusan daun salam. Tujuan : Mampu memberikan Asuhan Keperawatan Komplementer Pada Ny.E dengan Diagnosa Medis Hipertensi di Koto Panjang Kecematan Candung Kabupaten Agam Tahun 2025. Metode : Pengumpulan data menggunakan studi kasus dilakukan pada keluarga dengan masalah utama Hipertensi. Hasil : Asuhan keperawatan komplementer dengan Hipertensi yaitu Perilaku Kesehatan cenderung beresiko, Penurunan Koping Keluarga dan Manajemen Kesehatan Keluarga Tidak Efektif. Kesimpulan : Masalah keperawatan keluarga pada Ny.E dengan Hipertensi dapat tercapai sehingga dapat teratasi dengan baik. Saran : Diharapkan karya tulis ini dapat digunakan sebagai bahan acuan komplementer terhadap kehidupan sehari- hari untuk meningkatkan Kesehatan bagi keluarga. Abstract (EN): A family is a group of people with ties of marriage, birth, and adoption that aims to create, maintain culture, and improve the physical, mental, emotional, and social development of each family member. Hypertension is a condition when systolic blood pressure is more than 140 mmHg and diastolic blood pressure is more than 90 mmHg. WHO estimates that around 29% or around 1 billion people worldwide suffer from hypertension, countries with developing economies have around 40% of hypertension sufferers. In Indonesia, the prevalence of hypertension based on measurements of the population aged >18 years was 34.1%, or as many as 63,309,620 cases of people affected by hypertension with a mortality rate of 427,218 deaths. The prevalence of hypertension in West Sumatra is 25.1%, where the city of Bukittinggi is 30.05%. Efforts to treat hypertension with boiled bay leaves.Objective : Able to provide Complementary Nursing Care to Mrs. E with a Medical Diagnosis of Hypertension in Koto Panjang, Candung District, Agam Regency in 2025.Method:Data collection using case studies was carried out on families with the main problem of hypertension.Results : Complementary nursing care for hypertension includes health behavior that tends to be risky, decreased family coping, and ineffective family health management.Conclusion : Family nursing problems in Mrs. E with hypertension can be achieved so that they can be resolved well.Suggestion : It is hoped that this written work can be used as complementary reference material for daily life to improve health for families.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Tahap Perkem...
Asuhan Keperawatan Keluarga Tahap Perkembangan V Dengan Pemberian Terapi Komplementer Pada Keluarga Tn. N di Nagari Bukik Batabuah Kecamatan Canduang Tahun 2025

Silvia, Rizka Rahmadhani Fikra · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Latar Belakang: Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran penting dalam pemeliharaan kesehatan anggotanya. Pada penyakit kronis seperti Diabetes Mellitus Tipe 2, peran keluarga sangat menentukan keberhasilan pengelolaan penyakit dan kualitas hidup pasien. Tujuan: Mengkaji efektivitas asuhan keperawatan keluarga tahap perkembangan V dengan pemberian terapi komplementer dalam menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan mekanisme koping keluarga pada pasien DM Tipe 2 di Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang Tahun 2025. Metode: Studi kasus yang dilakukan melalui wawancara, observasi, dan penerapan intervensi keperawatan berbasis Lima Tahap Ukur Keluarga (TUK) meliputi terapi relaksasi otot progresif, konsumsi rebusan kayu manis, edukasi pola makan sehat, serta edukasi dukungan keluarga menggunakan leaflet. Hasil: Terapi relaksasi otot progresif dan rebusan kayu manis selama tiga hari berturut-turut berhasil menurunkan kadar gula darah pasien dari 257 mg/dL menjadi 206 mg/dL. Edukasi mengenai pola makan sehat dan dukungan keluarga terbukti meningkatkan pengetahuan keluarga dan memperbaiki mekanisme koping individu. Kesimpulan: Asuhan keperawatan keluarga dengan pendekatan terapi komplementer dan edukasi holistik secara signifikan mampu menurunkan kadar gula darah serta meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga. Peran aktif keluarga sangat penting dalam menunjang keberhasilan pengelolaan DM Tipe 2. Saran: Institusi pendidikan keperawatan dianjurkan mengintegrasikan terapi komplementer dalam pembelajaran, fasilitas pelayanan kesehatan diharapkan mengadopsi intervensi berbasis bukti, dan pasien beserta keluarga perlu terus mendapatkan edukasi berkelanjutan untuk menjalankan pengelolaan mandiri penyakit secara konsisten. Penelitian lanjutan disarankan mengembangkan model intervensi inovatif yang sesuai dengan konteks keluarga di berbagai daerah. Abstract (EN): Background: The family is the smallest unit in society that plays a vital role in maintaining the health of its members. In chronic diseases such as Type 2 Diabetes Mellitus, the role of the family is crucial for the success of disease management and the patient's quality of life. Objective: To assess the effectiveness of family nursing care at stage V development with complementary therapy in lowering blood sugar levels and improving family coping mechanisms in Type 2 DM patients in Nagari Bukik Batabuah, Canduang District in 2025.. Methods: A case study conducted through interviews, observations, and the implementation of nursing interventions based on the Five Stages of Family Measurement (TUK) including progressive muscle relaxation therapy, consumption of cinnamon decoction, education on healthy eating patterns, and education on family support using leaflets. Results: Progressive muscle relaxation therapy and cinnamon decoction for three consecutive days successfully reduced the patient's blood sugar level from 257 mg/dL to 206 mg/dL. Education on healthy eating patterns and family support were proven to increase family knowledge and improve individual coping mechanisms. Conclusion: Family nursing care with a complementary therapy approach and holistic education can significantly reduce blood sugar levels and improve the quality of life of patients and their families. The active role of the family is very important in supporting the successful management of Type 2 DM. Recommendations: Nursing educational institutions are encouraged to integrate complementary therapies into their learning, health care facilities are expected to adopt evidence-based interventions, and patients and their families need to continue to receive ongoing education to carry out consistent disease self-management. Further research is recommended to develop innovative intervention models that are appropriate to the family context in various regions.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Ny.R Tahap P...
Asuhan Keperawatan Keluarga Ny.R Tahap Perkembangan VIII di Jorong 100 Janjang Kecamatan Canduang Koto Laweh Kabupaten Agam Tahun 2025

Yelmi Reni Putri, Rifki Hadi Hartono · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Latar Belakang : Keluarga merupakan suatu unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling bergantungan. Osteoartritis atau rematik adalah penyakit sendi yang mengakibatkan terjadinya kerusakan tulang rawan sendi yang berkembang lambat berhubungan dengan usia lanjut, terutama pada sendi-sendi tangan dan besar yang menanggung beban. Hasil dari Riskesdas (2018) Indonesia mengalami peningkatan kejadian Osteoarthristis, pada tahun 2011 prevalensinya mencapai 29,35%, sampai 2013 sebesar 45,59%. Di Sumatera Barat juga mengalami peningkatan. Berdasarkan Laporan sepuluh penyakit terbanyak di Jorong Saratuih Janjang, Kec. Candung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada tahun 2023 yaitu 38 kasus (25,3%), adanya peningkatan pada tahun 2024 dengan jumlah 51 kasus (34%). Upaya untuk menangani kesehatan keluarga dengan mudah yaitu dengan pemberian komplementer terapi Jahe dipercaya dapat mengatasi keluhan penyakit persendian karena berfungsi sebagai anti inflamasi, menurunkan nyeri dan kekakuan.. Tujuan : Mampu memberikan Asuhan Keperawatan Keluarga Ny.R Dengan Osteoatritis Berbasis Komplementer Tahap Perkembangan VIII Di Jorong 100 Janjang. Metode : Pengumpulan data menggunakan studi kasus dilakukan pada keluarga dengan masalah utama Osteoartritis. Hasil : Asuhan keperawatan komplementer dengan Osteoartritis didapatkan diagnosa yaitu pemeliharaan kesehatan tidak efektif, perilaku kesehatan cendrung berisiko, kesiapan meningkatkan proses keluarga Kesimpulan : masalah keperawatan keluarga Ny.R dengan osteoatritis dapat tercapai sehingga dapat teratasi dengan baik. Saran : diharapkan karya tulis ini dapat digunakan sebagai bahan acuan komplementer terhadap kehidupan sehari- hari untuk meningkatkan kesehatan bagi keluarga. Abstract (EN): Background : Family is the smallest unit from society consisting of on head family and several people who gather and live in a place the place below one roof in condition each other dependent . Osteoarthritis or rheumatism is disease joints that result in occurrence damage bone vulnerable developing joints slow relate with age further , especially in the joints hand and big that bear burden . The results of Riskesdas (2018) Indonesia experienced improvement incident Osteoarthritis , in 2011 the prevalence reached 29.35%, until 2013 it was 45.59%. In West Sumatra, it also experienced improvement . Based on Report ten disease the most in Jorong Saratuih Janjang , Candung District , Agam Regency , West Sumatra in 2023 , namely 38 cases ( 25.3%), the presence of increase in 2024 with total of 51 cases (34%). Efforts to handle health family with easy that is with giving complementary therapy Ginger is believed can overcome complaint disease joint Because functioning as an anti -inflammatory , reduces pain and stiffness . Objective: To be able to provide Care Nursing Family Mrs. R With Osteoarthritis Based Complementary Stage Development VIII in Jorong 100 Janjang . Method: Data collection using studies case done in the family with problem main Osteoarthritis . Results: Care nursing complementary with Osteoarthritis obtained diagnosis that is maintenance health No effective , behavior health tend to risky , readiness improving family processes Conclusion : problem nursing family Mrs. R with osteoarthritis can achieved so that can resolved with good . Suggestion: expected work write This can used as material reference complementary to life daily For increase health for family

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Medikal Bedah Pada Ny...
Asuhan Keperawatan Medikal Bedah Pada Ny. R Dengan Gangguan Sitstem Kardiovaskuler : Hipertensi Di Ruangan Interne RSUD Mayjen H.A Thalib Kota Sungai Penuh Tahun 2025.

Wiwit Febrina, Lena Tri Yuliana · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Hipertensi merupakan salah satu penyakit degenerative yang banyak dijumpai dimasyarakat dan sering muncul. Hipertensi merupakan silen killer dimana gejala dapat bervariasi pada masing-masing individu dan hampir sama dengan gejala penyakit lainnya. Gejala yang biasa timbul adalah nyeri kepala, kelelahan, mual, muntah, sesak nafas, dan gelisah. Dengan gejala yang sering muncul ini, dapat mempengaruhi pemenuhan rasa nyaman pada pasien hipertensi. pada kasus ini ditemukan 3 masalah keperawatan yaitu :Nyeri Akut, Penuruan Curah Jantung, dan Defisit Pengetahuan. Tujuan : untuk menerapkan asuhan keperawatan pada pasien hipertensi dengan intervensi Terapi Relaksasi benson dan Jus mentimun diruang interne RSUD Mayjen H.A Thalib Kota sungai penuh selama 3 hari yang bertjuan untuk menurunkan nyeri dan tekanan darah dan Hasil : hasil implementasi menunjukkan sebelum dilakukan terapi relaksasi benson skala nyeri 7 dan setelah terapi relaksasi benson skala nyeri 3. Implementasi sebelum pemberian jus mentimun tekanan darah 180/110 dan setelah diberikan jus mentimun tekanan darah 130/80. Kesimpulan : intervensi terapi relaksi benson dan jus mentimun yang dilakukan selama 3 hari menunjukkan adanya penurunan skala nyeri dan tekanan darah. Diharpkan pihak pelayanan kesehatan khusus nya dirungan interne dapat memberikan informasi dan pengetahuan tentang terapi relaksasi benson dan jus mentimun sesuai SOP. Abstract (EN): Hypertension is one of the degenerative diseases that are often found in the community and often appear. Hypertension is a silent killer where symptoms can vary in each individual and are almost the same as the symptoms of other diseases. Common symptoms are headache, fatigue, nausea, vomiting, shortness of breath, and anxiety. With these frequently occurring symptoms, it can affect the fulfillment of comfort in hypertensive patients. in this case found 3 nursing problems namely: Acute Pain, Decreased Cardiac Output, and Knowledge Deficit. Purpose: to implement nursing care in hypertensive patients with Benson Relaxation Therapy and Cucumber Juice interventions in the internal room of Mayjen H.A Thalib Regional General Hospital, Sungai Penuh City for 3 days which aims to reduce pain and blood pressure and Results: the results of the implementation showed that before Benson relaxation therapy the pain scale was 7 and after Benson relaxation therapy the pain scale was 3. Implementation before giving cucumber juice the blood pressure was 180/110 and after giving cucumber juice the blood pressure was 130/80. Conclusion: The three-day Benson relaxation therapy and cucumber juice intervention demonstrated a reduction in pain and blood pressure. It is hoped that healthcare providers, particularly those in the internal room, can provide information and knowledge about Benson relaxation therapy and cucumber juice, in accordance with standard operating procedures (SOP).

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pende...
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pendekatan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga “Ny. M” Di Desa Kemantan Kecamatan Air Hangat Timur Kabupaten Kerinci Tahun 2025

Lidya Mardison, Reli Amalia · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Latar Belakang : Keluarga adalah suatu lembaga yang merupakan satuan (unit) terkecil dari masyarakat, terdiri atas ayah, ibu, dan anak. Pada saat pengkajian, keluarga ini termasuk keluarga inti tidak lengkap (Single Parent/Incomplate Nuclear Family), yaitu pasangan lanjut usia yang hidup sendiri setelah anak- anaknya dewasa dan sudah mempunyai keluarga masing-masing. Dan Ny. M sekarang tinggal bersama anak terakhirnya karena suaminya sudah meninggal, pada keluarga ini ditemukan 3 masalah keperawatan yaitu : Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif, pemeliharaan Kesehatan tidak efektif, dan Perilaku kesehatan cenderung beresiko. Tujuan : maka diberikan terapi komplementer rebusan kulit kayu manis untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus, edukasi kesehatan tentang Diabetes Mellitus dan edukasi kesehatan tentang bahaya merokok. Hasil : hasil yang didapatkan selama pemberian rebusan kulit kayu manis adanya penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus serta pemberian edukasi kesehatan agar dapat mengetahui diabetes mellitus dan Bahaya merokok. Kesimpulan: terapi komplementer rebusan kulit kayu manis dan edukasi kesehatan. oleh karena itu penerapan evidence-based nursing ini dapat direkomendasikan dalam memberikan asuhan keperawatan. Abstract (EN): Background: The family is an institution that is the smallest unit of society, consisting of a father, mother, and children. At the time of assessment, this family is considered an incomplete nuclear family (Single Parent/Incomplete Nuclear Family), which is an elderly couple living alone after their children have grown up and have their own families. Mrs. M now lives with her youngest child because her husband has passed away. In this family, three nursing problems were identified: ineffective family health management, ineffective health maintenance, and health behavior at risk. Objective: complementary therapy of cinnamon bark decoction was given to lower blood sugar levels in diabetes mellitus patients, health education about Diabetes Mellitus, and health education about the dangers of smoking. Result: the results obtained during the administration of cinnamon bark decoction showed a decrease in blood sugar levels in diabetes mellitus patients.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Berbasis Kom...
Asuhan Keperawatan Keluarga Berbasis Komplementer Pada Keluarga Tn.M Khususnya Ny.Y Dengan Tahap Perkembangan Keluarga VIII Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Lasi Kecamatan Canduang Tahun 2025

Lisavina Juwita, Ratna Nila · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Latar belakang : Hipertensi menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka kematian dan kesakitan di indonesia. Oleh karena itu, penanganan hipertensi memerlukan intervensi menyeluruh yang dapat dilakukan disemua jenjang fasilitas layanan kesehatan, guna menurunkan angka prevelensi dan kejadian penyakit kardiovaskuler. Pengobatan hipertensi secara farmakologis sering kali menimbulkan efek samping, seperti sakit kepala, pembengkakan (edema), kelelahan, rasa kantuk, mual, nyeri perut, dan pusing. Tujuan :Mempelajari dan memahami secara mendalam mengenai asuhan keperawatan keluarga berbasis komplementer pada keluarga Tn.M khususnya Ny.Y dengan hipertensi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Lasi Kabupaten Agam Tahun 2025. Metode : Pengumpulan data menggunakan studi kasus dalam satu keluarga. Hasil: asuhan keperawatan keluarga dengan Hipertensi didapatkan 3 diagnosa Nyeri kronis, pemeliharaan kesehatan tidak efektif, prilaku kesehatan cendrung beresiko. Intervensi dilakukan dengan berbasis komplementer yaitu, relaksasi nafas dalam, terapi jus semangka, dan senam hipertensi. Kesimpulan : masalah keperawatan keluarga pada Tn.M khususnya Ny.Y dengan hipertensi dapat tercapai dan teratasi dengan baik Saran: diharapkan karya tulis ilmiah ini dapat digunakan sebagai bahan acuan untuk melakukan terapi komplementer yang telah diajarkan dalam kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan derajat kesehatan anggota keluarga. Abstract (EN): Background: Hypertension is one of the leading causes of high mortality and morbidity rates in Indonesia. Therefore, hypertension management requires comprehensive interventions that can be implemented at all levels of healthcare facilities to reduce the prevalence and incidence of cardiovascular disease. Pharmacological treatment of hypertension often causes side effects such as headaches, swelling (edema), fatigue, drowsiness, nausea, abdominal pain, and dizziness. Objective: To study and deeply understand complementary-based family nursing care in Mr. M's family, especially Mrs. Y, with hypertension in the working area of UPTD Lasi Public Health Center, Agam Regency, in 2025. Method: Data collection was conducted through a case study within one family. Results: Family nursing care for hypertension identified three nursing diagnoses: chronic pain, ineffective health maintenance, and health-risk behavior. Interventions were carried out using complementary approaches, including deep breathing relaxation, watermelon juice therapy, and hypertension exercise. Conclusion: The nursing problems in Mr. M's family, especially Mrs. Y with hypertension, can be effectively managed and resolved. Recommendation: This scientific paper is expected to serve as a reference material for implementing complementary therapies taught for daily use to improve the health status of family members.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Tahap Perkem...
Asuhan Keperawatan Keluarga Tahap Perkembangan VIII Dengan Pendekatan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Ny.M Di Wilayah Kerja Puskesmas Tigo Baleh Kota Bukittinggi Tahun 2025.

Siska Rahmadiya, Indah Khairun Nisa · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari individu-individu dengan ikatan darah, perkawinan, atau adopsi, yang memiliki tujuan membangun, mempertahankan budaya, serta mengembangkan aspek fisik, mental, emosional, dan sosial anggotanya. Pada saat pengkajian keluarga termasuk tipe keluarga inti (nuclear family) yang terdiri dari suami dan istri, keluarga ini ditemukan masalah keperawatan yaitu, manajemen kesehatan keluarga tidak efektif, gangguan proses keluarga, perilaku cenderung beresiko. Tujuan : Mampu memberikan gambaran tentang hasil Karya Ilmiah Akhir Ners dengan mengaplikasikan asuhan keperawatan keluarga dengan pendekatan keperawatan komplementer pada keluarga Ny.M tahap perkembangan VIII di wilayah kerja puskesmas Tigo Baleh tahun 2025. Hasil : hasil yang didapatkan dalam pemberian terapi kombinasi jus tomat dan jus jambu biji adanya perubahan gula darah pada pasien diabetes melitus, serta pemberian edukasi merokok dan komunikasi efektif untuk masalah gangguan proses keluarga pada keluarga Ny. M. Kesimpulan : terapi kombinasi jus tomat dan air rebusan daun jambu biji, serta edukasi kesehatan dn edukasi komunikasi efektif untuk keluarga dapat menjadi rekomendasi penerapan evidence-based nursing dalam memberikan asuhan keperawatan.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Komplementer Pada Kel...
Asuhan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Ny. M Dengan Tahap Perkembangan Keluarga Ke III Di Wilayah Kerja Puskesmas Kamang Magek Tahun 2025.

Yelmi Reni Putri, Ifah Izza Falichah · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Gastritis fungsional merupakan sakit yang bukan disebabkan oleh gangguan pada organ lambung melainkan sering dipicu oleh pola makan yang kurang sesuai. Banyak penderita gastritis itu berawal dari kesibukan yang berlebihan sehingga mengakibatkan seseorang lupa makan. Sedangkan di Sumatera Barat, penyakit Gastritis masih menduduki posisi kedua dari 10 penyakit terbanyak di provinsi Sumatera Barat yaitu sebanyak 198.731 (15.44%) (Kemenkes RI, 2019). Terapi komplementer adalah terapi yang digunakan sebagai tambahan untuk terapi konvesional yang direkomendasikan oleh penyelenggara pelayanan kesehatan. Terapi komplementer yang diberikan pada pasien gastritis adalah rebusan air kunyit. Rebusan air kunyit (Curcuma Longa) merupakan salah satu bahan pengobatan tradisional untuk berbagai kondisi kesehatan, termasuk masalah pada pencernaan salah satunya adalah gastritis. Tujuan mengetahui perubahan skala nyeri perut pada penderita gastritis setelah mengkonsumsi rebusan air kunyit. Abstract (EN): Functional gastritis is a disease that is not caused by disorders in the gastric organs but is often triggered by an inappropriate diet. Many gastritis sufferers start from excessive busyness that causes a person to forget to eat. Meanwhile, in West Sumatra, gastritis still occupies the second position of the 10 most common diseases in West Sumatra province, which is 198,731 (15.44%) (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2019). Complementary therapy is a therapy that is used in addition to conventional therapy recommended by health care providers. Complementary therapy given to gastritis patients is a decoction of turmeric water. Turmeric water decoction (Curcuma Longa) is one of the traditional medicine ingredients for various health conditions, including digestive problems, one of which is gastritis. The purpose of determining the change in the scale of abdominal pain in people with gastritis after consuming turmeric water decoction.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Tahap Perkem...
Asuhan Keperawatan Keluarga Tahap Perkembangan VIII Pada Keluarga Ny.M Berbasis Komplementer Di Jorong Batabuah Koto Baru Nagari Bukik Batabuah Tahun 2025.

Rahmat Syukri, Hafizhatul Hayati · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari dua orang atau lebih. Pada saat pengkajian keluarga ini termasuk tipe keluarga besar (extended family) yang terdiri dari nenek, anak, dan cucu, pada keluarga ini ditemukan masalah keperawatan yaitu pemeliharaan Kesehatan tidak efektif, manajemen kesehatan keluarga tidak efektif, dan perilaku kesehatan cenderung beresiko. Tujuan : bertujuan untuk meningkatkan derajat Kesehatan pada keluarga Ny.M dengan memberikan terapi komplementer Range Of Motion dan terapi genggam bola pada penderita stroke, terapi relaksasi nafas dalam dan edukasi diit pada penderita gastritis, serta pemberian edukasi merokok. Metode : Pengumpulan data menggunakan studi kasus dilakukan pada keluarga Ny.M. Hasil : Hasil yang didapatkan setelah dilakukan terapi Range Of Motion dan terapi genggam bola selama 4 hari berturut-turut dengan frekuensi 1 kali sehari dan didapatkan peningkatan kekuatan otot pada ekstremitas atas sebelah kanan dari 3 naik menjadi 4, serta pemberian terapi relaksasi nafas dalam dan diit pada penderita gastritis, dan edukasi merokok. Kesimpulan : Setelah dilakukan implementasi sesuai aplikasi jurnal didapatkan bahwa asuhan keperawatan yang diberikan pada keluarga Ny.M berdampak positif terhadap status Kesehatan keluarga. Saran : Diharapkan kepada keluarga dapat menerapkan dan mengaplikasikan intervensi yang telah diberikan secara mandiri. Abstract (EN): The family is the smallest unit in society, consisting of two or more people. At the time of this study, this family was classified as an extended family (extended family) consisting of a grandmother, child, and grandchild, in this family nursing problems were found, namely ineffective health maintenance, ineffective family health management, and health behavior tended to be risky. Objective : aims to improve the health status of Mrs. M's family by providing complementary therapy.Range Of Motion and ball holding therapy for stroke patients, deep breathing relaxation therapy and diet education for gastritis patients, as well as providing smoking education.Method:Data collection using case studies was conducted on Mrs. M's family.Results : Results obtained after therapy Range Of Motion and ball grip therapy for 4 consecutive days with a frequency of 1 time a day and an increase in muscle strength in the right upper extremity was found from 3 to 4, as well as providing deep breathing relaxation therapy and diet to gastritis sufferers, and smoking education.Conclusion : After implementing the journal application, it was found that the nursing care provided to Mrs. M's family had a positive impact on the family's health status.Suggestion : It is hoped that families can implement and apply the interventions that have been provided independently.

KIAN 2025
Detail
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pende...
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Pendekatan Keperawatan Komplementer Pada Keluarga Tn E Di Wilayah Kerja Puskesmas Lasi Kabupaten Agam Tahun 2025.

Wiwit Febrina, Frengki · 2025 · KIAN · Fakultas Ilmu Kesehatan, Profesi Ners

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan. Berdasarkan data Tahun 2024 Puskesmas Lasi didapatkan penyakit Diabetes Melitus berada di no urutan 6 terbanyak yaitu 687 orang dan berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Agam Tahun 2023 didapatkan jumlah penderita diabetes melitus sebanak 8.943 orang. Diabetes melitus adalah penyakit metabolik kronis dengan banyak penyebab ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein sebagai akibat gangguan fungsi insulin. Terapi komplementer dikenal dengan terap tradisional yang digabungkan dalam pengobatan modern. Pemberian terapi komplementer pada keluarga Tn E yaitu rebusan daun jambu biji sebanyak 2 kali sehari dilakukan selama 5 hari dan latihan senam kaki sebanyak 1 kali sehari dilakukan selama 5 hari berturut-turut. Hasil dari masalah keperawatan pemeliharaan kesehatan tidak efektif setelah diberikan implementasi didapatkan penurunan gula darah sebelum dan sesudah dilakukan intervensi, implementasi dan perilaku kesehatan cenderung beresiko didapatkan Tn E dan Ny M sudah menunjukkan peningkatan dalam menjaga kesehatannya, dan implementasi dari manajemen kesehatan keluarga tidak efektif didapatkan Tn E sudah mengerti dan memahami tentang manajemen diri pada pasien diabetes. Abstract (EN): The family is the smallest unit of society consisting of the head of the family and several people who gather and live in a place under one roof in a state of interdependence. Based on data from the Lasi Health Center in 2024, Diabetes Mellitus was found to be the 6th most common disease, namely 687 people and based on the report from the Agam Regency Health Office in 2023, the number of diabetes mellitus sufferers was 8,943 people. Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease with many causes characterized by increased blood glucose levels accompanied by impaired carbohydrate, lipid and protein metabolism as a result of impaired insulin function. Complementary therapy is known as traditional therapy combined with modern medicine. The provision of complementary therapy to Mr. E's family was guava leaf decoction twice a day for 5 days and foot exercise once a day for 5 consecutive days. The results of the problem of ineffective health maintenance nursing after implementation showed a decrease in blood sugar before and after the intervention, implementation and health behavior tended to be risky, Mr. E and Mrs. M had shown an increase in maintaining their health, and the implementation of ineffective family health management was found, Mr. E already understood and comprehended self- management in diabetes patients.

KIAN 2025
Detail