Asuhan Keperawatan Keluarga Tahap Perkembangan V Dengan Pemberian Terapi Komplementer Pada Keluarga Tn. N di Nagari Bukik Batabuah Kecamatan Canduang Tahun 2025
- Penulis
- Rizka Rahmadhani Fikra
- Pembimbing
- Silvia
- Jenis repository
- KIAN
- Tahun
- 2025
- Fakultas
- Fakultas Ilmu Kesehatan
- Program studi
- Profesi Ners
- Metode penelitian
- —
- Jenis metode
- —
- Variabel
- —
- Sumber dana
- —
- Lokasi/wilayah penelitian
- — (Kabupaten Agam, Sumatera Barat)
- Dipublikasikan
- 04 Februari 2026
Abstrak
Latar Belakang: Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran penting dalam pemeliharaan kesehatan anggotanya. Pada penyakit kronis seperti Diabetes Mellitus Tipe 2, peran keluarga sangat menentukan keberhasilan pengelolaan penyakit dan kualitas hidup pasien. Tujuan: Mengkaji efektivitas asuhan keperawatan keluarga tahap perkembangan V dengan pemberian terapi komplementer dalam menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan mekanisme koping keluarga pada pasien DM Tipe 2 di Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang Tahun 2025. Metode: Studi kasus yang dilakukan melalui wawancara, observasi, dan penerapan intervensi keperawatan berbasis Lima Tahap Ukur Keluarga (TUK) meliputi terapi relaksasi otot progresif, konsumsi rebusan kayu manis, edukasi pola makan sehat, serta edukasi dukungan keluarga menggunakan leaflet. Hasil: Terapi relaksasi otot progresif dan rebusan kayu manis selama tiga hari berturut-turut berhasil menurunkan kadar gula darah pasien dari 257 mg/dL menjadi 206 mg/dL. Edukasi mengenai pola makan sehat dan dukungan keluarga terbukti meningkatkan pengetahuan keluarga dan memperbaiki mekanisme koping individu. Kesimpulan: Asuhan keperawatan keluarga dengan pendekatan terapi komplementer dan edukasi holistik secara signifikan mampu menurunkan kadar gula darah serta meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga. Peran aktif keluarga sangat penting dalam menunjang keberhasilan pengelolaan DM Tipe 2. Saran: Institusi pendidikan keperawatan dianjurkan mengintegrasikan terapi komplementer dalam pembelajaran, fasilitas pelayanan kesehatan diharapkan mengadopsi intervensi berbasis bukti, dan pasien beserta keluarga perlu terus mendapatkan edukasi berkelanjutan untuk menjalankan pengelolaan mandiri penyakit secara konsisten. Penelitian lanjutan disarankan mengembangkan model intervensi inovatif yang sesuai dengan konteks keluarga di berbagai daerah. Abstract (EN): Background: The family is the smallest unit in society that plays a vital role in maintaining the health of its members. In chronic diseases such as Type 2 Diabetes Mellitus, the role of the family is crucial for the success of disease management and the patient's quality of life. Objective: To assess the effectiveness of family nursing care at stage V development with complementary therapy in lowering blood sugar levels and improving family coping mechanisms in Type 2 DM patients in Nagari Bukik Batabuah, Canduang District in 2025.. Methods: A case study conducted through interviews, observations, and the implementation of nursing interventions based on the Five Stages of Family Measurement (TUK) including progressive muscle relaxation therapy, consumption of cinnamon decoction, education on healthy eating patterns, and education on family support using leaflets. Results: Progressive muscle relaxation therapy and cinnamon decoction for three consecutive days successfully reduced the patient's blood sugar level from 257 mg/dL to 206 mg/dL. Education on healthy eating patterns and family support were proven to increase family knowledge and improve individual coping mechanisms. Conclusion: Family nursing care with a complementary therapy approach and holistic education can significantly reduce blood sugar levels and improve the quality of life of patients and their families. The active role of the family is very important in supporting the successful management of Type 2 DM. Recommendations: Nursing educational institutions are encouraged to integrate complementary therapies into their learning, health care facilities are expected to adopt evidence-based interventions, and patients and their families need to continue to receive ongoing education to carry out consistent disease self-management. Further research is recommended to develop innovative intervention models that are appropriate to the family context in various regions.